That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 67



Setelah kepergian Viko Jebby duduk di samping kasur Viana,


"Maaf sayang, aku tidak melindungimu dengan baik, tetapi aku janji aku akan membuat orang-orang yang membuat kamu seperti ini akan merasakan akibatnya sepuluh kali lipat dari apa yang kamu rasakan, aku juga akan mengembalikan apa yang seharusnya jadi milikmu" ujar Jebby sambil memegang tangan Viana dengan lembut, suara lemah namun tegas dan yakin, siapa pun yang mendengarnya tidak bisa tidak percaya,


"Sayang bangunlah.. putri kita masih membutuhkanmu, aku juga membutuhkanmu, aku akan mengundang semua dokter terbaik dari berbagai Negara untuk menyembuhkanmu, aku janji" ujar Jebby lagi sambil membelai rambut Viana yang sedang terbaring tidak sadarkan diri dengan bantuan oksigen,


Di Negara B, Alex yang sudah mendapat laporan soal kondisi Viana yang sedang koma merasa cukup puas beberapa hari ini, namun tiba-tiba asistennya masuk dengan laporan bahwa semua saham yang berada di tangan para pemegang saham telah di jual dan juga saat ini para pemegang saham telah berkumpul di ruang rapat dan meminta Alex untuk segera menemui mereka, mendengar laporan itu Alex sangat syok hingga kakinya lemas, asistennya bergegas menahan Alex agar tidak jatuh ke lantai, asistennya memapah Alex dan mendudukkannya di sofa tempat Alex biasa menerima tamu, kemudian dia mengambilkan air dan memberikannya kepada Alex agar Alex bisa menenangkan diri sedikit,


"Bagaimana ini bisa terjadi? Siapa yang melakukan ini padaku?" Tanya Alex dengan marah,


"Tuan, saya baru mendapat kabar bahwa pihak JB Grup adalah dalang dari semua ini" jawab asistennya


"JB Grup? JB Grup Perusahan Internasional itu?" Tanya Alex tidak percaya,


"Ya.. JB Grup Perusahaan Internasional itu" Jawab asistennya,


"Mengapa? Apa alasan JB Grup melakukan ini pada Perusahaan kita?, Kita tidak pernah berhubungan dengan JB Grup, VN Corporation memang Perusahaan besar, tetapi tidak sampai bisa mengancam JB Grup kan, mengapa mereka melakukan ini?" Tanya Alex dengan frustrasi


"Saya dengar dari orang kita bahwa anda telah menyinggung Pimpinan JB Grup"


"Apa? Aku? Aku telah menyinggung Pimpinan JB Grup? Bagaimana mungkin, aku saja belum pernah bertemu dengan Pimpinan JB Grup itu" Alex sangat terkejut mendengar informasi dari asistennya,


"Tuan, saya juga baru mengetahui bahwa anak dari Almarhum Bima Naraya menikah dengan Pimpinan JB Grup"


"Apaaaa? kamu yakin? Viana adalah istri Pimpinan JB Grup?" Ujar Alex yang sangat terkejut,


"Ya"


"Bagaimana mungkin? Itu berarti aku benar-benar telah menyinggung Pimpinan JB Grup? dia pasti tidak akan membiarkan aku hidup dengan baik, jika dia benar-benar menyayangi istrinya" Alex keringat dingin mengingat Pimpinan Perusahaan Internasional seperti JB Grup tidak akan melepaskannya,


"Tuan, para pemegang saham sedang menunggu anda" asistennya mengingatkan,


Mau tidak mau Alex berdiri dan pergi menuju ruang rapat, sesampainya di ruang rapat dia melihat para pemegang saham tersenyum cerah dan berbincang-bincang dengan gembira, tetapi saat menyadari kedatangan Alex mereka langsung mengubah raut wajah mereka, Alex tahu setiap pemegang saham hanya tinggal memiliki beberapa persen saham di tangan mereka, lalu apa yang membuat mereka gembira? Pikir Alex.


"Mengapa kalian berkumpul di sini?" Tanya Alex


"Untuk apalagi, kami ingin bertemu dengan pemilik saham terbesar Perusahaan kita" ujar salah satu pemegang saham tersebut, dalam hatinya Alex terkejut, tetapi karena sering terkejut dari tadi, jadi kali ini dia bisa menyembunyikan keterkejutan itu, saat Alex akan segera duduk tiba-tiba pintu ruang rapat kembali terbuka, Viko masuk bersama beberapa orang dua orang pengawal ke dalam ruangan, para pemegang saham dua hari lalu sudah bertemu Viko jadi mereka segera berdiri dan menyambutnya dengan senyum cerah, Viko segera mengambil alih tempat duduk yang seharusnya di duduki oleh Alex, Alex berpikir Viko adalah Pimpinan JB Grup sekaligus menjadi pemegang saham terbesar VN Corporation,


Semua mengira bahwa Viko adalah Pemegang saham terbesar sekaligus Pimpinan dari JB Grup, ternyata mereka salah orang, tetapi meskipun begitu mereka tidak berani menyinggung Viko, Alex yang mendengar perkataan Viko sangat marah,


"Apa yang kamu lakukan, meskipun kalian punya saham terbesar, tetapi aku juga adalah pemilik saham terbesar ke dua" ujar Alex yang berdiri sambil menunjuk Viko, melihat Alex yang tidak terima Viko hanya tersenyum sinis,


"Apa kamu pikir kamu masih memilikinya?"


"Ap.. apa yang kamu katakan" Ujar Alex terbata-bata


Dengan santai Viko mengambil sebuah berkas dari pengawal dan memperlihatkannya kepada Alex, melihat berkas itu wajah Alex berubah pucat,


"Ini adalah dokumen pengalihan saham yang anda miliki, anda sudah menjualnya kepada kami dengan harga murah, di sini juga ada cap jempol dan juga tanda tangan anda" ujar Viko tersenyum melihat Alex yang tidak berdaya, hal segampang ini sangat mudah untuk mereka tangani, sudah pasti membutuhkan organisasi gelap yang mereka pimpin diam-diam,


"Ini...i..ini tidak mungkin, aku tidak pernah menjual sahamku, apalagi menjualnya dengan harga yang sangat rendah" Alex tidak mau mengakui semua itu, Viko melemparkan dokumen itu ke atas meja, para pemegang saham berebut melihatnya, setelah melihat semua itu mereka juga percaya bahwa Alex sendiri yang sudah menandatanganinya,


"Jika anda tidak percaya, anda bisa memanggil semua ahli pengamat tanda tangan dan cap jempol, apakah tanda tangan ini dipalsukan atau tidak" ujar Viko, siapa yang menyuruhmu berurusan dengan Direktur Jebby, ckckck kamu benar-benar tidak tertolong, Pikir Viko dalam hati. setelah mengatakan hal-hal penting terkait Perusahaan Viko segera pergi meninggalkan tempat itu bersama dua pengawal, para pemegang saham juga meninggalkan tempat itu satu persatu, Alex di tinggalkan bersama asistennya yang menemani di sampingnya,


Tiba-tiba terlintas sebuah ide di kepala Alex, dia segera berbalik pergi, asistennya yang sedari tadi berdiri diam karena memang tidak bisa membantah apapun mengejarnya,


"Tuan, anda akan melakukan apa?" Tanya asistennya,


"aku harus kembali ke rumah dulu" ujar Alex kemudian bergegas pergi,


Sesampainya dia di rumah, istrinya Rita menyambutnya dengan senyum, tetapi setelah melihat wajah Alex yang khawatir dia langsung bertanya,


"Ada apa? Apa ada masalah di kantor?" Tanya Rita,


"Mana Alena? Cepat panggilkan dia" Alex tidak menjawab pertanyaan Rita melainkan menyuruhnya untuk segera memanggil Alena,


"Alena baru sampai, dia pasti ada di kamarnya, ada apa?" Tanya Rita lagi penasaran,


"Kamu jangan banyak bertanya, kalau aku suruh panggil dia, cepat panggil, untuk apa banyak omong kosong" Rita yang dimarahi segera pergi untuk memanggil Alena,


Tidak lama kemudian Alena datang ke ruang tamu, dia melihat Rita dan Alex duduk di sofa.