
"Tidak bisakah kakak tidak pergi?" Air mata menetes di wajah kecilnya yang tampan, Asyaa yang melihat adik kecilnya yang menangis segera memeluknya,
"Tidak bisa, kakak harus pergi, kamu seorang pria untuk apa menangis" ujar Asyaa yang juga tampak berat meninggalkan adik kesayangannya.
"Kamu jaga ibu dan ayah baik-baik ya, nanti sering-seringlah hubungi kakak, kalau kamu rindu kamu bisa datang ke Negara M untuk mengunjungi kakak" mendengar ucapan Asyaa Ayden menganggukkan kepala,
"Kakak hati-hati, hubungi aku juga" Asyaa tersenyum melihat adiknya berekspresi seperti itu, ekspresi yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.
"Om, tante, jangan khawatir... Freya akan menjaga Asyaa dengan baik, orang tua Freya berada di Negara M begitu juga dengan kakakku, jadi Asyaa tidak akan kenapa-napa" ujar Freya tersenyum manis.
Asyaa tidak menyangka bahwa Freya adalah orang dari Negara M, dia baru mengetahui setelah dia mengatakan akan meminta cuti kuliah karena ingin mencari seseorang di Negara M, dan saat Freya mengatakan bahwa akan menjaga ibunya di rumah sakit, ternyata ibunya sedang berada di rumah sakit Negara M, itu artinya Freya harus pulang pergi naik pesawat. Selama ini Freya memang menceritakan keluarganya, tetapi dia lupa memberitahu bahwa orang tuanya tidak berada di Negara ini, melainkan di Negara M. Dan soal dia berasal dari Negara M baginya itu tidak penting, jadi dia tidak menceritakannya. Freya ikut mengajukan cuti kuliah untuk menemani Asyaa ke Negara M, awalnya Asyaa tidak ingin Freya mengikutinya apalagi Freya juga ingin mengajukan cuti, namun setelah Freya meyakinkan Asyaa, mau tidak mau Asyaa pun mengijinkannya untuk ikut dengannya, Freya merasa sangat senang saat Asyaa mengijinkannya ikut. Itulah mengapa Freya juga berada di bandara saat ini. Setelah melihat pesawat yang ditumpangi Asyaa lepas landas barulah Jebby, Viana, Daren, serta Ayden meninggalkan bandara.
Di dalam pesawat Business Class Asyaa dan Freya duduk berdampingan, tiba-tiba Freya bertanya,
"Asyaa, memangnya kamu ingin menemui siapa di Negara M?" Mendengar pertanyaan Freya Asyaa sedikit ragu dan menunduk sedih,
"Aku ingin mencari seorang kakak yang begitu penting bagiku, sudah 13 tahun aku menunggunya untuk kembali menemuiku tetapi dia tak pernah datang, padahal dia sudah janji akan berada di sisiku selamanya, jadi aku akan meminta penjelasan padanya"
"Selama 13 tahun kamu menunggunya? Itu berarti kamu bertemu dengannya saat berumur 4 tahun?"
"Iya" Jawab Asyaa mengangguk,
"Saat itu kakak yang ingin kamu temui itu berapa umurnya?"
"14 tahun"
"Apa? 14 tahun? Itu berarti saat ini umurnya sudah 27 tahun? Bagaimana kalau dia sudah berubah jadi Paman Paman jelek? Apa kamu tahu Nama dan alamatnya?" Tanya Freya lagi.
"Namanya Hansel aku tidak tahu alamatnya, tetapi aku yakin dia berada di Negara M, dan aku tidak peduli dia berubah jelek seperti apa aku tetap masih ingin menemuinya, tetapi aku yakin dia tidak jelek, dia pasti sudah tumbuh menjadi pria dewasa yang sangat tampan dan gagah" jawab Asyaa sambil tersenyum. Freya terlihat berpikir kemudian bertanya lagi,
"Bagaimana jika dia sudah menikah? Apa yang akan kau lakukan?" Asyaa terdiam, dia juga sempat memikirkan hal itu, tetapi apa pun keadaan Hansel dia masih ingin bertemu dengannya, bagaimana reaksinya jika mengetahui Hansel sudah menikah dia pun tidak tahu akan seperti apa. Asyaa tidak menjawab pertanyaan itu, dia melihat ke luar jendela pesawat, dan mengamati awan putih yang berada di bawah, terlihat sangat putih dan lembut. Freya yang tidak mendapatkan jawaban dari Asyaa menggenggam lembut tangan Asyaa,
"Jangan khawatir, apa pun yang terjadi aku akan mendukungmu dan membantumu mencarinya, apa kamu memiliki fotonya?" Asyaa menggelengkan kepalanya, dia tidak tahu saat itu Hansel akan pergi dari sisinya, sehingga dia tidak memiliki fotonya satu pun.
Setelah tiba di Negara M, Freya membawa Asyaa ke rumah kakaknya, dia tahu sandi rumah kakaknya, dan sepengetahuan Freya, kakaknya sering tidur di markas timnya. Rumah itu sederhana tetapi elegan, semua barang tertata rapi, ada sebuah bingkai foto yang berisi potret keluarga Freya, ada ayah, ibu, kakaknya dan Freya" melihat foto itu Asyaa tersenyum karena Freya di foto itu sangat imut. Karena kelelahan Asyaa dan Freya lebih memilih untuk tidur dibandingkan makan, di malam hari Asyaa terbangun karena lapar, dia tidak tega jika harus membangunkan Freya, maka dia keluar dari kamar sendiri untuk memasak mi instan yang tadi sudah mereka tata di almari, saat Asyaa berjalan ke dapur dia menyalakan lampu, dan tiba-tiba melihat sesosok laki-laki berdiri sedang minum air, Asyaa spontan berteriak karena kaget, pria tersebut juga terkejut, Freya yang sedang tidur mendengar teriakan Asyaa berlari keluar,
"Ada apa?" Tanya Freya panik, Freya melihat Asyaa dan kakaknya saling menatap satu sama lain. Dan baru sadar bahwa kakaknya sudah pulang,
"Akh, Kakak? Ini temanku Asyaa, Bukankah kamu tidur di markas? Bagaimana mungkin kamu meninggalkan tim dan memilih untuk tidur di rumah?, Asyaa maaf karena membuatmu terkejut, ini kakakku namanya Theo"
"Ha..hallo kak, namaku Asyaa, maaf membuatmu terkejut" ucap Asyaa memperkenalkan diri,
"Tidak masalah, aku Theo tinggallah dengan nyaman di sini" Jawab Theo sambil melangkah masuk ke dalam kamarnya,
"Terima kasih" Ucap Asyaa tersenyum,
"Asyaa apa kamu bangun karena lapar? Aku akan memasak mi untuk kita berdua"
"Baiklah" mereka memasak mi bersama di dapur, sedangkan Theo di kamarnya begitu panik, dan mencoba menghubungi seseorang, setelah telepon terhubung ada suara dari seberang,
"Halo, ada apa?"
"Dia datang ke Negara ini" ujar Theo menjawab pertanyaan tersebut, orang di seberang terdiam cukup lama, Theo juga dengan sabar menunggu orang tesebut berbicara,
"Lindungi dia, selama dia berada di Negara ini, dan untuk adikmu aku juga berterima kasih, hanya karena permintaanku untuk mengetahui setiap aktifitasnya aku memintamu menyekolahkan adikmu di Negara B, dan membuat kesempatan-kesempatan agar mereka berteman, aku tidak tahu harus membalas kebaikanmu seperti apa" ujar Hansel di seberang telepon.
Selama ini Theo sering menelpon Freya saat Freya berada di Negara M seminggu sekali, karena Freya begitu dekat dengan kakaknya, jadi Freya sering menceritakan kesehariannya dan apa yang dia lakukan dengan sahabatnya, berkat Freya Theo bisa melaporkan keseharian dan kabar Asyaa kepada Hansel, selama ini.
"Untuk apa berterima kasih, seharusnya keluargaku yang berterima kasih kepada anda, jika bukan karena anda, ayahku mungkin sudah di penjara karena di fitnah menyalahgunakan kekuasaan bantuan ini tidak seberapa dibandingkan bantuan anda yang membersihkan nama baik ayahku dan keluargaku"
"Aku mohon lindungi dia dengan baik, apa pun yang kamu inginkan aku akan mengabulkannya, tetapi jangan sampai dia terluka sedikit pun" mendengar seseorang yang begitu berpengaruh di Negara M memohon dengan nada gemetar membuat Theo tertegun namun dia juga segera menjawab,
"Anda jangan khawatir, saya akan melindunginya sekuat tenaga"