
Sesampai di restoran lantai dua, Viana langsung menuju ruangan nomor 33, saat Viana masuk dia melihat Jebby sudah menunggunya dan makanan pun sudah tertata di atas meja.
"Maafkan aku... Kamu sudah lama menunggu ya?" Tanya Viana dengan perasaan bersalah.
"Aku bisa menunggumu selama kamu mau, duduklah aku sudah pesankan makanan kesukaanmu"
Viana melihat di meja makan itu semua makanan yang dia sukai, dalam hatinya merasa senang karena Jebby mengetahui makanan kesukaannya. Mereka mulai menyantap makan siang, Jebby membantu mengupaskan udang untuk Viana, karena Viana sangat suka makan udang.
"Kamu juga makanlah, udang yang kamu kupaskan untukku sudah cukup, nanti aku tidak bisa menghabiskannya." Ucap Viana sambil memberi beberapa potong daging ke piring Jebby.
"Kamu harus makan lebih banyak, jangan diet-diet tidak baik untuk kesehatan"
"Siapa bilang aku diet? Aku hanya tidak bisa menghabiskan udang yang kamu kupaskan untukku, itu cukup banyak"
"Makan saja, jika tidak bisa menghabiskannya aku yang akan memakannya"
Setelah mereka makan siang, Jebby mengatakan.
"Ulurkan tanganmu..!!"
"Tanganku? Untuk apa?" Tanya Viana
"Aku minta ulurkan, maka ulurkan saja" Ucap Jebby
Viana mengulurkan tangan kanannya, Jebby memegangnya dan langsung memasangkan sebuah cincin berlian yang sangat cantik di jari manisnya, Viana melihat cincin yang cantik melingkari jari manisnya tidak bisa menahan raut wajahnya yang bahagia, tetapi rasa penasaran membuat dia bertanya.
"Tetapi, mengapa kamu memberikanku cincin ini?"
"Saat menikah kita hanya mengambil surat nikah, aku ingin mengadakan resepsi pernikahan, tetapi kamu belum siap, jadi aku memberikan kamu cincin tanda bahwa kamu sudah bersuami, dan aku juga sudah memakai pasangannya" Jebby menunjukkan tangannya yang terdapat sebuah cincin yang terlihat polos,
"Apa kamu takut orang-orang mengira aku masih lajang? Hingga kamu memberiku tanda?"
"Iya"
"Direktur Jebby.. kamu sangat perhatian ya soal ini" ejek Viana
"Saat kita berdua kamu tidak boleh memanggilku dengan sebutan Direktur, kalau tidak aku akan memanggilmu istriku saat di Perusahaan nanti"
"Baik..baik...baik, aku tidak akan memanggilmu Direktur lagi" ucap Viana dengan nada kesal
Jebby yang melihat Viana kesal dalam hatinya, apakah istrinya ini begitu tidak ingin hubungan mereka diketahui orang-orang di Perusahaan, dia begitu patuh untuk tidak memanggilnya Direktur hanya karena ancamannya. Sedikit lagi jam makan siang selesai, Viana pamit terlebih dahulu kepada Jebby untuk kembali ke kantor. Di luar restoran Viana kembali menutupi wajahnya dengan syal dan melihat ke kiri dan kanan, Jebby yang melihat dari lantai dua hanya bisa menghela napasnya.
***
Tiba waktu pulang kantor, ponsel Viana berbunyi tanda ada pesan di ponselnya, itu adalah pesan dari Jebby yang sedang menunggunya untuk pulang bersama, melihat para karyawan masih banyak Viana mencoba mengulur waktu, dia akan pergi masuk ke mobil Jebby kalau para karyawan sudah pulang semua, Anet yang akan pulang datang menghampiri Viana.
"Viana.. ayo kita pulang bersama"
"Anet, kamu pulanglah terlebih dahulu, aku masih ada sedikit pekerjaan"
"Kalau begitu aku akan menunggumu"
"Tidak..tidak.. Tidak perlu Anet, aku tidak ingin merepotkanmu, kamu kembali saja, kalau pekerjaanku sudah selesai barulah aku pulang"
"Yakin tidak mau aku tungguin nih"
"Iya..iyaa, aku tidak mau kamu pulang terlambat gara-gara aku"
Anet yang melihat Viana benar-benar tidak ingin ditungguin maka dia pun pergi.
Setelah merasa sudah tidak ada yang melihatnya, Viana pergi menuju mobil Jebby yang ada di parkiran,
"kamu jadi menunggu lama gara-gara aku, makanya lain kali tidak perlu pulang bersama, bagaimana kalau ada yang melihatnya?"
"Aku tidak keberatan" sahut Jebby dengan santai
"Aku keberatan, aku tidak mau wanita-wanita yang menyukaimu di Perusahaan menyerangku"
Jebby menyadari bahwa dia tidak bisa mengalahkan Viana jika beradu argumen, maka dia sudah tidak membantah lagi.
Mereka sampai di apartemen, Viana segera menyimpan tasnya dan langsung ke dapur untuk memasak, Jebby membantunya seperti biasa.
Tengah malam Jebby selesai bekerja, dia melihat Viana sudah tidur, Jebby berusaha untuk tidak menimbulkan suara, saat Jebby naik ke tempat tidur dia melihat Viana memakai baju tidur dengan gambar beruang warna merah muda terlihat seperti anak kecil, tetapi tanpa sengaja Jebby melihat 2 buah kancing baju tidur Viana dari leher ke dada terbuka, membuat dua buah gunung yang lembut sedikit terlihat, Jebby langsung memperbaiki selimut dan menutupi Viana dengan baik, dia merasa gerah, sesuatu dalam dirinya bangkit, karena tidak bisa menahan diri lagi, Jebby bangun dan pergi ke kamar mandi untuk mandi air dingin, setelah keluar dari kamar mandi Jebby langsung mengganti pakaian dan kembali naik ke atas ranjang, hal itu membuat Viana bangun, tetapi dia tetap berpura-pura menutup matanya, Jebby yang naik ke tempat tidur mengira Viana tidur nyenyak langsung memeluk Viana dari belakang, Viana yang berpura-pura tidur itu dapat mencium aroma tubuh Jebby ada bau sabun mandi yang segar, dan juga tubuh Jebby yang dingin memeluknya, Viana tahu Jebby baru saja mandi air dingin, dalam hati Viana merasa bersalah karena sepertinya Jebby tersiksa karena dirinya, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dia belum siap.
Keesokan paginya di Perusahaan, semua karyawan heboh karena melihat dua email pemberitahuan, email pertama pemberitahuan bahwa direktur Jebby sudah menikah, yang ke dua perusahaan akan memberikan liburan bersama kepada karyawan selama 3 hari, dan semuanya akan difasilitasi oleh Perusahaan. Setelah melihat pemberitahuan mulai terdengar obrolan-obrolan di antara para karyawan, "wah..ternyata Direktur kita sudah menikah" ujar salah satu karyawan
"lya, sepertinya kita sudah tidak punya kesempatan" timpa yang lain, mereka asyik membicarakan Jebby yang sudah menikah dan liburan bersama, Anet datang menghampiri Viana,
"Viana ternyata Direktur kita sudah menikah ya, sangat disayangkan" Viana mendengar Anet hanya tersenyum dan tidak ingin menanggapinya,
"Oh ya Viana.. apakah kamu akan ikut berlibur?"
"Ya..aku akan ikut"
"Kira-kira menurutmu Direktur Jebby akan ikut atau tidak ya?" Tanya Anet
"Mungkin tidak.." Viana tahu Jebby sangat sibuk bahkan di rumah pun, jadi dia merasa bahwa Jebby pasti tidak akan ikut.
"Bagaimana kalau kita taruhan 500 ribu, menurutku Direktur Jebby akan ikut" Dio yang mendengar percakapan mereka ikut bicara, "bagaimana kalau kita taruhan di grup? Kita ajak teman-teman yang lain juga untuk taruhan"
"Bagus...itu ide yang bagus" ucap Anet sambil mengeluarkan ponselnya dan mengetik di grup.
Grup menjadi ribut masalah taruhan apakah Direktur mereka akan ikut berlibur dengan mereka atau tidak, sebagian besar karyawan yang bertaruh bahwa Direktur tidak akan ikut berpartisipasi dan hanya beberapa orang yang bertaruh bahwa Direktur mereka akan ikut.
***
Saat sedang makan malam Viana membuka obrolan
"Apakah kamu akan ikut berpartisipasi dalam liburan yang diadakan Perusahaan?" Viana bertanya karena ingin memastikan apakah dia bisa menang taruhan atau tidak, jadi dia berpikir menanyakan langsung pada Jebby,
"Aku sibuk" Jawab Jebby dengan singkat, Viana yang mendengar hal itu hanya menganggukkan kepala, dalam hatinya merasa sangat senang karena akan memenangkan taruhan. Jebby melihat Viana mengira bahwa Viana kecewa karena dia tidak bisa ikut untuk liburan.
Tiba waktunya hari mereka akan berlibur, semua karyawan yang ikut, berkumpul di depan Perusahaan, mereka akan naik Bus, kepala sekretaris Manda memberikan sambutan mewakili Direktur Jebby. sedikit lagi akan naik bus tetapi Direktur Jebby tidak kelihatan sama sekali, jadi Dio bertanya kepada kepala sekretaris,
"Kepala sekretaris, apakah Direktur Jebby tidak akan ikut"
"soal itu, saya tidak tahu karena tidak ada pemberitahuan dari direktur Jebby sendiri" jawab Manda selaku kepala sekretaris, para karyawan yang bertaruh bahwa direktur Jebby akan ikut merasa kecewa. Semua karyawan diarahkan naik ke bus masing-masing untuk ke lokasi liburan, dalam bus terdengar percakapan Dio dan yang lain,
"Aaakkkhh, aku pikir direktur Jebby akan ikut" ucap salah satu karyawan
"Iyaa, aku juga berpikir begitu" timpal yang lain
"Ya sudah, kalau begitu nanti pas sampai kita akan saling transfer uangnya" ucap Dio dengan nada kecewa. Perjalanan membutuhkan waktu 1 jam lebih.
Sesampai di tempat tujuan, semuanya turun dan berkumpul di depan gerbang resort terbaik di negara itu, tiba-tiba Jebby datang berjalan ke arah mereka, para karyawan yang bertaruh bahwa Direktur Jebby akan datang yang tadinya kecewa menjadi sangat senang begitu pun sebaliknya, yang tadinya senang karena Direktur Jebby tidak hadir kecewa karena mereka harus kehilangan 500 ribu begitu pun dengan Viana, "bukankah dia mengatakan sangat sibuk, lalu mengapa justru datang" gumam Viana
Sesampai di dekat para karyawan Jebby melihat Viana, dia mengosongkan semua jadwalnya 3 hari ke depan agar tidak membuat Viana kecewa karena dia tidak ikut berlibur bersamanya.