That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 73



Alena menangis dalam pelukan Rita dia ingat kejadiannya ini sama persis dengan Viana beberapa tahun yang lalu, tapi milik Viana hanya beberapa foto yang tidur di ranjang dengan laki-laki itu pun masih mengenakan selimut, sedangkan yang terjadi padanya adalah video yang membuatnya tidak bisa mengangkat wajahnya seumur hidup, dia baru menyadari bahwa Jebby tidak benar-benar tertarik kepadanya, melainkan mendekatinya hanya karena ingin membalas dendam untuk Viana, menebak kemungkinan itu Alena makin benci terhadap Viana.


Di sebuah taman, sebuah mobil sedan berwarna hitam sedang terparkir, wanita yang menyiram Viana saat keluar dari hotel masuk ke mobil itu,


"Tuan, saya sudah melaksanakan perintah anda" ujar wanita itu,


"Bagus, ini bayaranmu" Viko menyerahkan sebuah amplop coklat yang berisi sejumlah uang, melihat jumlah uang yang cukup besar membuat wanita itu tersenyum senang,


"Terima kasih tuan, jika ada pekerjaan seperti ini lagi silakan hubungi saya" wanita itu pergi dengan bahagia.


Besok pagi Alex harus membayar utangnya tetapi dia tidak memiliki uang, Alex sangat frustrasi, bahkan Alena yang di andalkan olehnya tidak bisa lagi menolongnya, Rita hanya bisa berdiri diam di sampingnya karena takut jika ada salah berbicara Alex akan memukulinya lagi, setelah berpikir Alex segera mengambil kopernya dan mulai memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper, dia juga memerintahkan Rita untuk ikut mengemasi barang-barangnya,


"Suamiku.. lalu kita akan ke mana jika pergi dari sini?" Tanya Rita


"Kita akan pergi ke luar Negeri dan melupakan semua yang ada di sini" jawab Alex


"Tapi kita tidak punya cukup uang, bagaimana bisa pergi ke luar Negeri?"


"Kita bisa menjual semua perhiasan dan tas-tas mewah milikmu dan milik Alena, dengan begitu kita masih bisa hidup nyaman di luar Negeri, meskipun hanya bisa dijual dengan setengah atau sepertiga dari harga asli" jelas Alex


"Apaaa? Lalu apa yang akan aku pakai kalau aku harus menjual semua perhiasan dan tas yang aku punya?" Jawab Rita keberatan,


"Cepat kemasi barangmu, setelah itu pergilah ke kamar Alena untuk membantunya berkemas" perintah Alex, Rita hanya bisa menurut, dia memasukkan semua pakaiannya ke koper, Rita juga mengemas semua perhiasan dan barang-barang bermerek miliknya untuk di jual, sedangkan Alex pergi melepas setiap lukisan yang dulu dibelinya dengan harga mahal untuk di jual lagi.


Setelah mengemasi barangnya Rita datang ke kamar Alena, Rita melihat semua brang di kamar Alena berhamburan di lantai karena kemarahan Alena, dia juga melihat Alena yang duduk di pojok kamar sambil menangis, Rita segera berlari ke arah Alena dan memeluknya, Rita juga ikut menangis karena keadaan Alena menjadi seperti itu. Setelah menenangkan Alena Rita membantu mengemas pakaian dan barang Alena ke dalam koper, kemudian mereka turun ke ruang tamu,


"Cepat, mengapa kalian begitu lambat" ujar Alex yang sedari tadi menunggu mereka di bawah,


Mereka segera pergi, dalam perjalanan Alex menjual semua perhiasan, tas, dan barang-barang lainnya yang bisa di jual, semua barang itu hanya mendapatkan uang 1 miliar, karena para pemilik toko hanya bisa membayar satu per empat dari setiap barang dibanding harga aslinya, Alex sangat tidak rela dengan harga itu, namun karena dia sudah sangat membutuhkan uang untuk segera ke luar Negeri dia terpaksa menurut.


Alex, Rita, dan Alena tiba di bandara, mereka tidak memesan tiket lewat aplikasi di ponsel karena takut bisa ketahuan oleh orang-orang dari casino, namun saat mereka sedang menuju loket untuk membeli tiket, tanpa sengaja Alex melihat orang-orang berpakaian hitam datang dari luar bandara, Alex mengenali tiga orang dari mereka yaitu orang-orang dari casino, mereka berjumlah kurang lebih lima belas orang, Alex yang sedang antri panjang untuk membeli tiket menjadi panik, dia berpikir dari mana orang-orang itu mengetahui bahwa dia mencoba melarikan diri, dia ingin segera membeli tiket namun antrian begitu panjang, dia sangat ingin menerobos antrian tetapi dia tahu itu akan membuat keributan dan akan menarik perhatian orang-orang dari casino, sedangkan Rita dan Alena sedang menunggu di ruang tunggu, Alex terpaksa diam-diam pergi berkumpul dengan Alena dan Rita, kemudian mereka segera pergi dari bandara, mereka terpaksa membatalkan pergi ke luar Negeri karena diburu oleh orang-orang dari casino, Alex membawa Rita dan Alena mencari rumah kontrakan, rumah kontrakan yang mereka tempati memang tidak terlalu luas tetapi layak untuk ditempati, namun saat mereka sedang tidur tiba-tiba orang-orang dari casino datang dan mendobrak pintu rumah mereka, para penagih utang itu mengambil semua uang yang mereka punya lalu memukuli Alex, Rita dan Alena hanya bisa menangis, meskipun mereka berusaha melindungi Alex, para penagih hanya akan menyiksa mereka, setelah puas memukuli Alex para penagih utang itu pergi, Alex mengira bahwa penderitaan mereka sudah sedikit ringan karena penagih utang tidak akan datang lagi, namun seminggu kemudian yang datang lebih parah dari para penagih utang, mereka membawa paksa Alex,


"Hey kalian mau membawaku ke mana?" Teriak Alex, tetapi dia justru dipukuli sampai tidak sadarkan diri,


Ketika bangun Alex menyadari dia sudah berada di sebuah ruangan yang sangat gelap dan kotor hanya ada sedikit cahaya dari ventilasi yang sangat kecil menerangi ruangan itu, Dia berusaha membuka pintu ruangan, tetapi pintu itu di kunci, Alex putus asa karena tidak ada jalan keluar selain pintu itu di ruangan tempat dia berada, Alex penasaran siapa orang yang telah membawanya ke sini, dia memikirkan Rita dan Alena yang tidak tahu keberadaannya, karena saat orang-orang itu datang Alex sedang berada di halaman, sedangkan Rita dan Alena berada di dalam rumah, orang-orang itu begitu cepat membawanya, jadi kemungkinan Rita dan Alena tidak sempat melihatnya, Alex tidak mengenal satu pun orang-orang itu, jadi dia tidak bisa menebak siapa orang yang menangkapnya,


Tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki dari luar kemudian pintu mulai terbuka secara perlahan, sekita lima orang masuk ke dalam, semua orang itu hanya berdiri diam,


"Hey, mengapa kalian menangkapku? Apa salahku?" Tanya Alex dengan marah, namun tidak ada satu pun yang menjawab, mereka hanya berdiri diam seperti patung, lalu langkah kaki kembali terdengar dari luar, dua orang pria masuk, Alex terkejut karena salah satu orang itu adalah Pimpinan JB Grup yang pernah Alena tunjukkan fotonya, dan juga suami dari keponakannya Viana yang coba dibunuh olehnya dengan menyuruh orang lain, Viana memang tidak mati tetapi menjadi koma di rumah sakit, sedangkan yang satu lagi adalah Viko orang yang mengambil alih VN Corporation atas perintah bosnya, Alex bergetar ketakutan karena dia sudah mendengar bagaimana sadisnya Pimpinan JB Grup sekarang, saat dia mencoba mencari tahu Pimpinan JB Grup yang telah mengambil alih VN Corporation.