
Jebby dan Nina bergegas ke rumah, sesampai di ruang tamu mereka melihat Ghena berdiri dengan wajah yang sangat galak sedang mengintrogasi Viana, sedangkan Viana terlihat sangat sedih, air matanya menetes di pipinya sambil memegang tangan Asyaa yang berdiri di sampingnya, melihat Nina dan Jebby masuk Viana berusaha tersenyum, tetapi senyum itu penuh kepahitan, Jebby benar-benar tidak tega melihatnya,
"Apa yang ibu lakukan kepada Viana?" Tanya Jebby sambil melangkah ke hadapan Viana,
"Ibu, tidak melakukan apa-apa, ibu hanya sedang melatih acting ibu menjadi mertua yang jahat" ujar Ghena dengan santai,
"Ibu.. mengapa ibu harus melatih acting ibu disaat baru pertama kali bertemu kakak ipar, bagaimana jika kakak ipar pergi meninggalkan kakak? Ibu tahu betapa susahnya untuk kakak dekat dengan seorang wanita, apa ibu ingin membuat kakak ipar ketakutan lalu pergi?" Ujar Nina dengan wajah cemberut.
"Ibu hanya bercanda kok" jelas maya yang kembali di sofa.
"Ibu, bercandaan ibu itu keterlaluan, waktu itu ibu melatih acting ibu yang akan berperan sebagai ibu tiri tanpa memberi tahuku dengan memanfaatkan kesalahanku yang keluyuran malam dan mengusirku dari rumah, aku menangis sambil memohon tetapi ibu tetap berkata ingin mengusirku, jika bukan paman Malik pengurus rumah kita yang meminta ibu menghentikannya maka ibu akan membiarkan aku menangis seharian, cepat minta maaf sama kakak ipar" ujar Nina lagi, Ghena memang aktris senior yang sangat populer, tetapi sudah lama dia berhenti beracting, Ghena mengajari Nina beracting sejak kecil itu sebabnya Nina menjadi aktris yang populer juga saat ini, meskipun sudah tidak tampil dan menerima tawaran dari stasiun tv kebiasaan Ghena melatih aktingnya secara tiba-tiba selalu membuat Nina dan Jebby kesulitan, Ghena juga pernah berpura-pura terkena serangan jantung tiba-tiba di hadapan Jebby yang membuat Jebby ketakutan setengah mati saat itu,
mendengar perkataan Nina Viana terkejut dan melihat ke arah Ghena, Ghena bangun dari sofa dan melangkahkan kakinya ke arah Viana,
"Viana, maafin ibu ya.. ibu hanya bercanda tadi kok, kebiasaan jahil ibu suka muncul tiba-tiba, ibu tadi benar-benar tidak serius" Ujar Ghena sambil tersenyum. Viana bingung dan melihat ke arah Jebby dan Nina, Jebby dan Nina menganggukkan kepala tanda bahwa Ghena benar-benar hanya bercanda,
"benarkah tante hanya bercanda?" tanya Viana tidak percaya
"tante apa tante, panggil aku ibu mulai sekarang. Baiklah, sekarang kita kenalan, aku ibunya Jebby, selamat datang di keluarga kami, maaf jika orang tua Jebby tidak ada saat pernikahan kalian, karena Jebby tidak pernah memberitahukan keluarganya, sejak umur 14 tahun Jebby sudah diberikan hak untuk memutuskan apapun sendiri, tetapi aku tidak menyangka bahkan untuk menikah pun dia tidak mengatakan pada kami, aku benar-benar sangat kesal dengan anak ini" jelas Ghena sambil menyalahkan jebby.
"ibu tenang saja, kami baru mengambil surat nikah belum mengadakan pesta pernikahan" ujar Viana
"apaaa? Jebby.... berani-beraninya kamu menikahi putri orang lain tanpa memberinya status?" Ghena langsung memarahi Jebby.
"ibu.. ini.. bukan salah Jebby, tetapi ini salahku" ujar Viana merasa bersalah,
"Viana, kamu jangan membelanya, lihat putri kalian saja sudah sebesar ini tetapi dia bahkan belum memberimu status di masyarakat?"
"Ibu.. sungguh.. aku tidak membelanya, saat itu aku hanya belum siap"
"Aku akan menyerahkan semua persiapannya kepada ibu" jawab Jebby
"Kalau Viana sudah siap kan?" Mendengar pertanyaan Ghena, Viana menganggukkan kepala tanda bahwa dia sudah menyetujuinya.
"Asyaa sini.. apakah Asyaa tidak ingin menyapa oma?" Tanya Ghena sambil melambaikan tangannya memanggil Asyaa untuk mendekatinya.
"Asyaa sudah punya oma, yaitu oma Maya" ujar Asyaa polos,
"Asyaa, oma maya adalah ibunya ibu, sedangkan oma Ghena adalah ibunya Ayah, jadi Asyaa punya dua oma sekarang, apa Asyaa tidak senang?" Jelas Viana
"Tidak... Asyaa senang kok, Asyaa senang karena sekarang punya dua oma" ujar Asyaa sambil berlari ke pelukan Ghena, Ghena merasa sangat senang karena cucu kecilnya menerimanya.
"Viana.. nanti tolong undang keluargamu untuk makan malam bersama kita ya di sini, ibu ingin silaturahmi"
"Baik ibu, aku akan menghubungi ibuku" ujar Viana sambil mengambil ponsel dari sakunya dan mulai menelpon.
Lima belas menit sebelum makan malam Hasan, Maya dan Daren tiba di rumah Jebby dan Viana, Ghena menyambut mereka dengan ramah, selesai makan malam Ghena membicarakan soal melaksanakan resepsi Jebby dan Viana kepada Hasan dan Maya di ruang tamu, mendengar Ghena akan melaksanakan resepsi untuk putri mereka Hasan dan Maya sangat senang mendengarnya, Maya juga ingin ikut menyiapkan resepsinya bersama Ghena, permintaan Maya disambut baik oleh Ghena. Sesuai kesepakatan semua orang, resepsi akan di adakan seminggu lagi, tetapi Viana tidak ingin ada media yang meliput resepsi pernikahan mereka, hal itu mendapat persetujuan dari semua orang, Ghena juga mengerti bahwa Viana tidak nyaman jika resepsi pernikahan mereka di publikasikan, Ghena menyadari ada kesamaan antara Viana dan Jebby yaitu soal keduanya yang tidak ingin tampil di depan publik, menurutnya keduanya terlalu rendah hati, jika itu wanita lain pasti ingin semua orang tahu indentitasnya agar bisa mendapat kehormatan dan kedudukan, Jebby benar-benar tidak salah memilih, semua anggota keluarga JB Grup memang orang-orang yang rendah hati pikir Ghena, Jebby sebagai Direktur Utama JB Grup justru memimpin sebuah Perusahaan kecil yang baru saja di akuisisi hanya agar lebih dekat dengan Viana dulu, tidak banyak yang mengetahui bahwa Jebby merupakan Direktur Utama JB Grup, kecuali para atasan di kantor pusat JB Grup itu sendiri, bahkan Viana yang sebagai istrinya juga baru mengetahui identitas Jebby dari Ghena.
Keesokan harinya Ghena dan Maya sibuk mempersiapkan resepsi pernikahan untuk Viana dan Jebby, Ghena menghubungi Wedding Organizer terbaik di Negara B, Ghena juga langsung mendatangkan desainer pribadi keluarga JB Grup yang tinggal di Prancis untuk mendesain dan membuat pakaian pengantin untuk Viana dan Jebby dan memintanya membuat pakaian hanya dalam waktu seminggu. Maya membantu menghubungi percetakan undangan dan lain-lain, Viana ingin membantu Ghena dan Maya, tetapi tidak diperbolehkan oleh keduanya,
Tiba hari resepsi pernikahan, Viana mengenakan gaun pengantin berwarna putih yang sangat indah membuat dirinya terlihat sangat cantik, digandeng oleh Hasan berjalan di altar pernikahan diikuti oleh Asyaa yang membawa buket bunga, dan di belakang Asyaa ada Nina, Sera, Anet, dan bu Riska sebagai pengiring pengantin, Jebby sedang berdiri di ujung Altar menunggu Viana dengan senyum cerahnya, dia mengenakan setelan jas berwarna putih terlihat sangat tampan. sesampai di hadapan Jebby Hasan menyerahkan Viana kepada Jebby, Asyaa dan para pengiring pengantin kembali ke tempat duduk mereka masing-masing. Jebby dan Viana mengucap janji pernikahan, acara resepsi berlangsung dengan hikmad dan lancar tanpa hambatan apapun.
Di sebuah Negara terlihat seorang pria yang sangat tampan sedang berdiri memandangi foto pernikahan yang baru saja masuk ke emailnya, dia tersenyum tetapi senyumnya itu terlihat sangat menakutkan.
"Tunggu saja, aku akan merebut semuanya darimu" ujar pria itu sambil menatap foto pernikahan Jebby dan Viana.
jangan lupa klik favorit, like , Vote dan komen, berikan saran dan kritik yang membangun ya.. agar author bisa memperbaikinya menjadi lebih baik. Terima kasih 🥰🥰