That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 73



"Ya, saya ingin menjadi wanita yang beruntung itu" ujar Alena yang sudah sangat tergoda dengan ketampanan Jebby, dia segera meneguk anggur yang berada di hadapannya sampai habis, kemudian menghentikan makannya, Alena bangkit dari kursinya dan pergi ke arah Jebby, dia duduk di pangkuannya, Jebby berusaha sabar sekuat tenaga agar tidak benar-benar mendorong Alena, saat Alena akan mencium Jebby tiba-tiba kepalanya merasa sangat pusing hanya butuh beberapa detik Alena pingsan, setelah mengetahui Alena pingsan Jebby segera bangkit dan mendorong Alena tanpa perasaan, kemudian Jebby meninggalkan kamar tersebut begitu saja. Begitu Jebby pergi seorang pria masuk ke kamar Alena dan menggendongnya ke kasur, Alena di suntik obat perangsang, pria itu mulai menggerayangi Alena, Alena yang sudah diberi obat juga begitu bergairah dan dia mengira pria itu adalah Jebby, Jebby tidak langsung kembali ke rumah sakit melainkan pergi ke kamar miliknya yang ada di hotel itu, dia mandi dan berganti pakaian yang sudah disiapkan oleh Viko, sedangkan pakaiannya sebelumnya sudah dibuang ketempat sampah, setelah itu barulah dia kembali ke rumah sakit,


sesampainya di rumah sakit dia melihat Daren yang tertidur sambil menggenggam tangan Viana, Jebby melepaskan jas miliknya dan menyelimuti Daren dengan itu, kemudian dia pergi ke sofa untuk melanjutkan pekerjaannya memeriksa dokumen-dokumen dan email masuk, lima belas menit kemudian Daren terbangun, dia melihat di badannya sudah ada jas Jebby, dia melihat seisi ruangan dan mendapati Jebby yang sedang bekerja,


"Kakak ipar, kamu sudah kembali?"


"Mm" jawab Jebby singkat, Daren pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya agar rasa kantuknya hilang, setelah dia keluar dari kamar mandi Daren berpamitan kepada Jebby,


"Kalau begitu aku pulang dulu" ujar Daren,


"Kamu masih mengantuk, lagi pula itu sudah sangat larut, tidurlah di sini, di sebelah ada ranjang tempat Asyaa tidur kalau dia datang ke sini, pakailah itu" ucap Jebby


"Lalu kakak ipar akan tidur di mana?" Tanya Daren


"Aku sering tidur di sofa ini, jadi kamu pakai saja itu" mendengar ucapan Jebby Daren menurut, dia pergi ke ranjang lain yang ada di ruangan itu, benar saja di ranjang itu ada aroma Asyaa yang suka dengan parfum stroberi, di ranjang itu tidak ada aroma orang dewasa, itu artinya Jebby benar-benar memilih tidur di sofa untuk menjaga Viana, Daren yang sedang berbaring itu tersenyum, dia ikut bahagia karena kakaknya menikahi pria yang betul-betul mencintainya, karena meskipun sudah hampir sebulan kakaknya koma, Jebby tidak pernah meninggalkan Viana.


Keesokan harinya Alena yang terbangun dari tidurnya melihat bahwa dia sudah tidak memakai apapun, dia ingat semalam dia bersama Jebby tetapi setelah minum anggur dia tidak sadarkan diri, Alena bergegas memakai pakaiannya, tetapi saat perjalanan pulang semua orang di hotel itu melihat ke arah Alena dengan tatapan jijik, Alena masih tidak berpikir apapun, namun saat Alena keluar dari gedung hotel tersebut, dia terkejut karena disiram dengan air comberan seember oleh seorang wanita, kemudian wanita itu menampar pipi Alena kiri kanan beberapa kali, wanita itu juga segera menarik rambutnya, para pejalan kaki dan para tamu hotel yang lewat berhenti karena melihat kejadian itu,


"Dasar wanita murahan, berani-beraninya kamu selingkuh dengan suamiku, tampang seperti kamu ini benar-benar pelacur" teriak wanita itu yang makin menarik perhatian banyak orang, Alena yang tiba-tiba diserang tidak memiliki persiapan, dia juga tidak tahu siapa wanita ini, karena memang benar beberapa kali dia tidur dan memiliki hubungan dengan pria beristri, sehingga dia tidak bisa mengelak, Alena berusaha melepaskan diri tetapi wanita itu sangat kuat dan wanita itu jauh lebih tinggi dari Alena, orang-orang di sekeliling mereka tidak ada yang berani melerai karena tidak mau ikut campur, sedangkan yang lain justru menjadikan itu tontonan dan mengambil video dengan ponsel mereka,


"Aku peringatkan kepadamu jangan sekali-kali kamu mendekati suamiku, jika tidak kamu akan rasakan lebih dari ini" ujar wanita itu, setelah wanita itu mempermalukan Alena dia segera pergi, orang-orang yang melihat wajah Alena terkejut, mereka melihat foto-foto dan video viral seorang wanita yang begitu bergairah di atas ranjang bersama seorang pria, namun wajah pria itu di blur, ciri-ciri pria itu hitam dan gendut sehingga sangat kontras dengan tubuh Alena yang putih langsing dan mulus, orang-orang mengenali bahwa orang yang ada di video tersebut adalah Alena, tatapan orang-orang yang tadinya prihatin menjadi menatapnya dengan jijik, suara-suara menghina dan menyudutkan mulai terdengar,


"Wah.. mungkin dia seorang pelacur"


"Sayang ya, padahal cantik"


"Mungkin dia butuh uang"


"Sepertinya dia sangat mahir di ranjang, aku jadi ingin mencobanya hahahaa"


"Kasian orang tuanya, pasti sangat malu memiliki anak seperti ini"


"Gerakannya di ranjang benar-benar terlihat sangat ahli"


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, itu adalah panggilan dari ibunya Rita,


"Halo"


"Dasar anak kurang ajar, ada di mana kamu? Apa hidup kita masih kurang sulit hingga kamu masih ada waktu untuk membuat kita makin malu?" Teriak Alena di seberang telepon,


"Ibu, wanita itu hanya menuduhku selingkuh dengan suaminya, mengapa ibu histeris seperti ini?" Tanya Alena kesal,


"Dasar anak bodoh, coba buka internetmu dan lihatlah kelakuanmu itu" Alena segera memutuskan sambungan telepon dan membuka internet, ternyata ada video dirinya yang sedang berhubungan dengan seorang pria gendut dan hitam, namun wajah pria itu diblur, hanya wajah Alena yang terlihat sangat jelas, melihat hal tersebut Alena sangat syok hingga terjatuh ke tanah, dia memikirkan semalam dirinya bersama Jebby tetapi akhirnya dia tidur dengan orang lain yang bahkan tidak dikenalnya, bukannya mendapatkan Jebby tetapi Alena justru dipermalukan, Alena bergegas bangkit dan lari, dia segera memanggil taksi yang kebetulan lewat, setelah Alena naik ke taksi tersebut dia menyebutkan alamatnya, dalam perjalanan Alena menyadari sopir tersebut melihat Alena dengan tatapan jijik, dia menundukkan kepala sepanjang perjalanan,


Sesampainya Alena di rumah, Alex yang membuka pintu segera menyambutnya dengan tamparan berulang-ulang di pipi kiri dan pipi kanannya, air mata Alena menetes,


"Dasar anak kurang ajar, aku susah cari pinjaman ke sana ke mari kamu malah mempermalukanku?" Teriak Alex


"Ayah aku.."


"Diam kamu.. asal kamu tahu, aku sudah akan mendapat pinjaman dari bank tetapi bank tiba-tiba menelpon dan mengatakan tidak bisa meminjamkan uang kepadaku karena nama keluargaku menjadi buruk, dasar anak yang tidak bisa diandalkan" Alex kembali akan menampar Alena tetapi tiba-tiba dihalangi oleh Rita,


"Cukup.. dia juga putrimu" teriak Rita


"Ini semua gara-gara kamu, lihatlah.. akibat kamu terlalu memanjakannya, dia menjadi seperti ini hingga mampu mempertontonkan semua bagian tubuhnya di internet" bentak Alex kepada Rita, kemudian dia pergi meninggalkan Rita yang memeluk Alena dengan erat. Alena menangis dalam pelukan Rita dia ingat kejadiannya ini sama persis dengan Viana beberapa tahun yang lalu, tetapi milik Viana hanya beberapa foto yang tidur di ranjang dengan laki-laki itu pun masih mengenakan selimut, sedangkan yang terjadi padanya adalah video yang membuatnya tidak bisa mengangkat wajahnya seumur hidup, dia baru menyadari bahwa Jebby tidak benar-benar tertarik kepadanya, melainkan mendekatinya hanya karena ingin membalas dendam untuk Viana, menebak kemungkinan itu Alena makin benci terhadap Viana.


Di sebuah taman, mobil sedan berwarna hitam sedang terparkir, wanita yang menyiram Alena saat keluar dari hotel masuk ke mobil itu,


"Tuan, saya sudah melaksanakan perintah anda" ujar wanita itu,


"Bagus, ini bayaranmu" Viko menyerahkan sebuah amplop cokelat yang berisi sejumlah uang, melihat jumlah uang yang cukup besar membuat wanita itu tersenyum senang,


"Terima kasih tuan, jika ada pekerjaan seperti ini lagi silakan hubungi saya" wanita itu pergi dengan bahagia.