That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 70



Setelah kembali ke kamarnya Alena teringat kartu nama Jebby yang diberikan kepadanya, dia mencari kartu nama itu di dalam tas yang dipakainya saat datang ke acara amal, setelah menemukan kartu itu Alena tersenyum senang, dia mencoba menghubungi nomor itu,


Viko yang sedang berada di rumah sakit melaporkan pekerjaan kepada Jebby karena sejak Viana kecelakaan Jebby tidak datang ke kantor lagi, melainkan Viko lah yang harus datang membawa dokumen-dokumen yang perlu ditandatangani oleh Jebby, dan juga melaporkan pekerjaan-pekerjaan kantor, saat dia sedang melapor tiba-tiba ponselnya berbunyi, tertera nama Alena yang sedang memanggil, Jebby memang memberikan kartu nama kepada Alena di malam itu, tetapi itu adalah kartu nama khusus yang dibuat Viko untuk menjebak Alena, dan nomor yang tertera di kartu nama itu adalah nomor Viko karena Viko tahu jelas bosnya sangat tidak suka orang lain mengetahui nomor pribadinya terutama Alena, untuk bisa mengetahui jika Alena menelpon, Viko sudah menyimpan nomor Alena yang dia dapatkan dari penyelidikan terlebih dahulu, melihat panggilan masuk tersebut Viko tidak menjawabnya melainkan mematikan nada dering ponselnya, Jebby yang melihat Viko tidak mengangkat teleponnya Jebby penasaran,


"Ada apa? Mengapa kamu tidak mengangkatnya?" Ujar Jebby


"Tidak ada apa-apa, hanya Alena yang menelpon" jawab Viko, mendengar Alena yang menelpon Jebby hanya mengangkat sudut bibirnya dengan sinis,


Seminggu telah berlalu, Alex yang sedang frustrasi karena sudah tidak memiliki uang di kartu atmnya tidak tau harus melakukan apa, tiba-tiba pintu rumahnya diketuk,


Tok..tok..tok.. Rita yang sedang membaca majalah di ruang tamu bangkit untuk membukakan pintu, setelah pintu di buka, Rita melihat ada tiga orang yang berpenampilan seperti preman,


"kalian siapa?" Tanya Rita


"Mana Alex suruh dia keluar" ujar salah satu orang tersebut,


"Untuk apa kalian mencari suamiku?" Tanya Rita lagi,


"kami datang untuk menagih utang, jangan banyak bicara, suruh suamimu keluar sekarang juga"


"Jangan sembarangan, mana mungkin suamiku memiliki utang, kalian jangan mengada-ada aku bisa melaporkan kalian ke polisi" Rita yang tidak tahu suaminya memiliki utang mengancam para penagih utang itu,


"Jangan banyak bacot, suamimu berjudi di casino milik bos kami, tetapi dia kalah berulang-ulang hingga utangnya menumpuk sampai 5 miliar, jadi cepat suruh suamimu keluar atau kami akan merusak rumah ini" salah satu penagih utang yang tidak memiliki kesabaran segera menarik kerah Rita dan balik mengancamnya, Rita yang dikasari ketakutan dia segera berteriak memanggil suaminya, Alex yang tidak mengetahui ada penagih utang segera datang, dia melihat Rita yang ditarik kerahnya oleh salah satu penagih tersebut,


"Ada apa ini, tolong lepaskan istri saya" ujar Alex, penagih tersebut melepaskan Rita dengan kasar,


"Muncul juga kamu akhirnya, cepat bayar utangmu" bentak salah satu penagih


"Utang? Utang apa?" Tanya Alex pura-pura tidak tahu,


"Heh, kamu mau pura-pura tidak tahu rupanya, teman-teman kasih tahu dia biar dia ingat" ujar ketua penagih tersebut memerintah, dua penagih lainnya, mereka yang tahu maksud dari ketua mereka segera memukuli Alex bersamaan, melihat hal tersebut Rita berteriak dan berusaha menghalangi suaminya agar tidak di pukul, namun para penagih tersebut justru mendorongnya, Rita yang hanya seorang perempuan di dorong oleh seorang laki-laki kuat jelas saja terjatuh ke lantai, Alena yang mendengar ribut-ribut di bawah segera turun ke ruang tamu, dia melihat ayahnya sedang dipukuli di depan pintu terkejut dan segera berlari untuk menghalangi, tetapi nasib Alena sama dengan ibunya, dia terjatuh ke lantai setelah didorong oleh penagih tersebut,


Alex yang kesakitan segera mengakui utangnya, barulah para penagih berhenti memukulinya,


"Cepat lunasi utangmu yang kamu pinjam dari casino kami" ujar penagih lagi,


"Tidak punya uang tetapi berani meminjam uang di casino kami? Kamu benar-benar punya nyali ya, teman-teman pukul lagi"


"Tidak... Tolong jangan pukul lagi, aku akan memberikan sertifikat rumah ini sebagai jaminan, kami akan segera melunasinya jadi aku mohon jangan pukul lagi" ujar Alex memohon, Rita dan Alena yang mendengar perkataan Alex terkejut,


"Tidak.. kamu tidak boleh menjaminkan rumah ini, tidak boleh" ujar Rita, namun Alex tidak peduli, dia segera pergi ke kamarnya dan mengambil sertifikat rumah tersebut dan bergegas kembali dan memberikannya kepada para penagih itu,


"Baiklah, sertifikat ini kami terima sebagai jaminan tetapi kami akan kembali tiga hari lagi, jika tidak ada dalam waktu tiga hari lihat sendiri apa yang akan kami lakukan, dan jangan coba-coba kabur karena meskipun kamu kabur kami akan menemukanmu" para penagih itu segera pergi setelah mendapatkan sertifikat tersebut,


Alex merasa lega para penagih itu pergi, tetapi kelegaan Alex hanya sesaat, karena dia tahu dia tidak memiliki uang untuk membayar utang itu, meski sedang kesal Rita tetap memapah Alex ke ruang tamu dan mendudukkannya di sofa karena tubuhnya yang sakit akibat dipukuli tadi,


"Mengapa kamu memberikan sertifikat rumah kita" tanya Rita dengan marah,


"Kamu pikir aku juga mau memberikannya? Apa kamu ingin melihat aku mati dipukuli?" Bentak Alex


"Mengapa kamu harus berjudi dan memiliki utang sebanyak itu?"


"Aku hanya berusaha mendapatkan uang dengan cepat agar bisa kembali membeli beberapa saham dan menjadi direktur lagi, awalnya aku menang lima kali berturut-turut tetapi setelah itu aku kalah dan tidak pernah menang sekali pun, tetapi makin malam taruhannya makin besar, sehingga utangku menjadi 5 miliar" jelas Alex frustrasi.


"Lalu bagaimana jika kita tidak bisa membayar utang? Bagaimana dengan rumah kita?" Tanya Alena


"Ayah akan berusaha menghubungi teman-teman ayah, mereka pasti bisa membantu, kamu juga Rita kamu minta tolonglah kepada teman-teman sosialita kamu itu, dan Alena, kamu bilang sudah mendapatkan nomor Direktur JB Grup, cepat rayu dia, jika kamu bisa memikat hatinya jangankan utang, dia juga sudah pasti bisa mengembalikan VN Corporation kepada ayah" jelas Alex dengan tatapan penuh harap,


"Huh, jangankan mau memikat bahkan aku menelpon saja dia tidak mengangkatnya" keluh Alena


"Kamu terus coba, jangan putus asa sampai dia mengangkatnya ya" bujuk Alex,


"Baiklah" setelah itu Alena kembali ke kamarnya,


"Suamiku, lalu bagaimana jika teman-teman aku tidak bisa meminjamkannya? Kau tahu sendiri kan kalau kita itu saat bertemu hanya akan saling memamerkan barang yang kita punya, atau suami kita dapat proyek apa, jadi aku malu jika harus meminjam kepada teman-temanku itu" ujar Rita


"Hilangkan rasa malumu itu, jika kita bisa menjadi mertua dari Direktur JB Grup, mereka lah yang akan menjilat kita dan mereka akan berusaha mendekati kita" bujuk Alex, mendengar perkataan Alex Rita menganggukkan kepala, karena dia yakin Alena bisa merayu Direktur JB Grup, sebap dia sangat percaya diri dengan kecantikannya yang menurun pada putrinya itu.