That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 10



"ibuku mengatakan bahwa kau adalah pengacara kecil yang belum punya nama, tetapi melihat penampilanmu apakah ibuku salah paham?"


"Tidak...tidak. ibumu mengatakan yang sebenarnya, aku hanya ingin memberikan kesan yang baik untukmu, sehingga berpenampilan seperti ini"


"Apakah kita pernah bertemu? Aku merasa wajahmu begitu familier" Viana tidak menyadari bahwa dia merasa wajah Jebby familier karena bayi kecil di rumahnya itu mirip sekali dengan Jebby, tentu saja karena Jebby adalah Ayah biologisnya Asyaa.


Jebby yang mendengar pernyataan Viana soal wajahnya yang Familier hanya tersenyum canggung, bagaimana mungkin wanita ini tidak mengingat wajahnya, dia benar-benar merasa terpukul.


"Bagaimana apakah kamu sudah membawa kartu keluarga? Tanya Jebby sambil menyeruput coffee expresso yang baru saja disuguhkan pelayan.


"Kartu keluarga? Untuk apa?"


"Tentu saja untuk menikah, Aku sudah berumur 28 tahun sekarang, kamu pikir aku datang ke sini hanya untuk main-main?


Viana terkejut dengan apa yang dikatakan Jebby, tetapi dia paham dengan pemikiran Jebby, dia memikirkan Maya yang selama ini memberikan semua yang terbaik untuknya dan Daren serta untuk Asyaa, maka dia rela mengorbankan kebahagiaanya, dia juga merasa tidak diposisi yang harus memilih seseorang untuk dinikahinya, ada orang yang mau menikahinya saja dia sudah bersyukur.


Saat itu, suasana Cafe sedang sepi, hanya beberapa orang sedang duduk berjauhan dari tempat mereka mengobrol. Tiba-tiba Viana bertanya lagi untuk memastikannya.


"Apakah kamu benar-benar ingin menikahiku?" Jebby mendengar kehati-hatian dalam bicaranya.


"Tentu saja, jika kamu masih ragu aku akan memberikan waktu 3 hari untuk memikirkannya"


Viana menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap wajah Jebby kemudian berkata dengan hati-hati "Apakah kamu tetap ingin menikahiku meskipun aku sudah tidak suci lagi? Sepupuku menjebakku.. Aku kehilangan kesucianku saat berumur 17 tahun aku tidak mengenali pria itu"


Deghh....Mendengar kejujuran Viana Hati Jebby seperti dipukul oleh benda keras, sakit tetapi tidak berdarah, Rasa bersalah tampak sangat jelas di matanya saat ini, Melihat Viana yang tidak berani menatapnya dia sangat ingin memeluknya...


"Tidak apa-apa aku mengerti, semua pria jelas menginginkan seorang wanita yang..."


"Aku mau menikahimu" Jebby langsung menyela kalimat yang akan diucapkan Viana. Viana yang mendengar hal itu sangat kaget matanya memerah dan mulai berkaca-kaca.


Tiba-tiba Jebby langsung menggenggam tangan Viana, dan membawanya masuk ke mobilnya, di dalam mobil Jebby langsung membantu Viana memasang sabuk pengaman dan setelah itu dia memasang sabuk pengamannya sendiri.


"Kita Mau Ke mana" tanya Viana yang masih kaget dengan tingkah Jebby.


"Kita akan ke Pencatatan Sipil untuk menikah"


"Apaaa... Bagaimana mungkin menikah tanpa memberitahukan kepada orang tua kita terlebih dahulu"


"Orang tuamu dan orang tuaku akan setuju, kamu tidak perlu khawatir"


Jebby memikirkan dua wanita cerewet di rumahnya itu.


Viana yang mendengar hal itu, hanya bisa mengikuti Jebby. mereka masuk ke Pencatatan Sipil mengisi formulir, dan berfoto untuk buku nikah. beberapa saat kemudian mereka keluar dari Pencatatan Sipil sambil memegang buku nikah di tangan mereka.


Viana tidak menyangka hanya dalam beberapa menit dia sudah berstatus istri orang.


"Ini.. kamu simpanlah untukku" Jebby menyerahkan buku nikahnya ke Viana. Viana yang masih seperti mimpi, hanya mengambilnya tanpa mengatakan apapun.