That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 66



Setelah menunggu cukup lama akhirnya ruang UGD terbuka, seorang dokter keluar dari ruangan tersebut, Jebby langsung menyerahkan Asyaa kepada Daren yang berada di sampingnya, kemudian dia langsung mendekati dokter itu dan bertanya,


"Dokter bagaimana keadaan istriku?"


"Apakah anda suami dari saudari Viana?" Tanya dokter kembali


"Ya.. aku suaminya" jawab Jebby dengan raut wajah yang tidak sabaran menunggu jawaban dokter itu,


"Kami baru saja membersihkan dan menjahit luka-lukanya, tetapi ada benturan keras di kepalanya menyebabkan Pembengkakan otak atau edema serebri, edema serebri bisa terjadi akibat perdarahan yang disebabkan oleh cedera kepala atau karena benturan kepala itu sendiri. Pembengkakan jaringan otak akan bisa meningkatkan tekanan di dalam tengkorak, sehingga aliran darah dan oksigen yang seharusnya diterima otak menjadi menurun. Bila tidak segera ditangani, ukuran otak yang membengkak bisa makin membesar hingga otak terdesak oleh tulang tengkorak. Jika sudah demikian, kerusakan atau kematian sel-sel otak bisa terjadi, jadi kami butuh persetujuan anda untuk mengambil tindakan lebih lanjut kami harus melakukan Ventrikulostomi (Ventrikulostomi atau pengeringan ventrikular adalah prosedur bedah singkat pada bagian kepala untuk menyisipkan alat yang bekerja menyerap cairan serebrospinal yang menumpuk di dalam otak) , untuk mengeluarkan cairan yang berlebih dari dalam otak. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan tabung melalui sayatan kecil di kepala." jelas dokter tersebut, tiba-tiba seorang perawat datang memberikan surat tanda persetujuan agar Viana segera di kirim ke bagian bedah saraf, kepala bagian bedah saraf yang hadir karena ikut pimpinan rumah sakit segera angkat bicara setelah mendengar penjelasan dari dokter kepala bagian UGD,


"Direktur Jebby, cepat tanda tangani agar kami bisa segera mengambil tindakan dan meminimalisir kemungkinan fatal yang akan terjadi" ujar dokter bedah tersebut. Semua keluarga memberikan dukungan kepada Jebby,


"Tandatanganilah, keputusanmu adalah keputusan kita semua" ujar Hasan meyakinkan Jebby, setelah mendapat dukungan semua keluarga Jebby menandatangani surat pernyataan persetujuan tersebut, setelah mendapat persetujuan dari Jebby, dokter dan perawat kembali ke dalam dan bersiap untuk memindahkan Viana ke unit bedah saraf agar bisa mendapat penanganan lebih lanjut, tidak lama kemudian dokter dan perawat itu keluar sambil mendorong Viana yang tidak sadarkan diri disebuah brankar (ranjang dorong rumah sakit) dengan kondisi luka lecet di wajahnya, dan beberapa luka robek di beberapa bagian tubuhnya yang sudah dijahit rapi tertutupi oleh kain putih, Asyaa yang melihat ibunya terbaring dan tidak membuka mata air matanya kembali menetes dia menangis dengan suara kecil dalam dekapan Daren, begitu juga dengan Ghena dan Maya, air mata mereka menetes seketika saat melihat Viana tidak sadarkan diri, sedangkan Jebby hanya bisa menguatkan hatinya dan membantu dokter dan perawat itu mendorong Viana untuk di pindahkan ke unit bedah saraf dan akan segera di masukan ke ruang bedah, setelah sampai ke unit bedah saraf Viana segera dimasukkan ke ruangan bedah untuk dilakukan Ventrikulostomi oleh dokter-dokter bedah terbaik di rumah sakit tersebut, Jebby sekeluarga kembali menunggu di depan ruang bedah, tidak henti-hentinya mereka berdoa dalam hati agar semuanya berjalan lancar, tiga puluh menit kemudian dokter-dokter keluar, Jebby sekeluarga bergegas mendekat dan bertanya kepada dokter,


"Dokter, bagaimana apakah semuanya lancar" tanya Jebby dengan raut wajah penasaran,


"Syukurlah proses ventrikulostomi berjalan lancar, tetapi kami benar-benar tidak mengetahui mengapa pasien kondisi pasien saat ini menjadi koma" ujar dokter tersebut dengan penuh penyesalan,


"Jebby, tenangkan dirimu nak, di sini ada Asyaa, kamu tidak ingin dia melihat ayahnya seperti ini kan" bujuk Hasan sambil menarik Jebby yang ingin memukul dokter-dokter itu, mendengar perkataan Hasan Jebby melepaskan tangannya dari kerah dokter itu, tetapi wajahnya yang sangat marah benar-benar tidak bisa ditutupinya, Viana di pindahkan ke ruang rawat inap VVIP, sedangkan dokter-dokter mulai mengadakan rapat dan meneliti serta mendiskusikan penyebab Viana menjadi koma, padahal proses ventrikulostomi tidak ada yang salah dan berjalan lancar, mereka baru kali ini mendapatkan kasus yang seperti ini, sehingga mereka belum bisa menanganinya, bahkan mereka sudah menghubungi dokter-dokter ahli bedah terkenal dari berbagai Negara, semua mengatakan bahwa mereka baru kali ini juga mendengar kasus seperti ini, sehingga banyak yang tertarik untuk melakukan penelitian soal kondisi Viana tersebut,


Sedangkan Paman Santos selaku sopir Viana juga cukup parah, tetapi tidak sampai koma seperti Viana, Paman Santos menjalani beberapa kali operasi di bagian kaki kanan dan tangan kanannya, meskipun tangan dan kakinya bisa sembuh tetapi butuh waktu 5 bulan untuk memulihkannya,


Sudah satu minggu Viana koma, Jebby sudah tinggal di rumah sakit untuk menjaga Viana, dia hanya melakukan pekerjaan kantor dari rumah sakit, jika ada rapat yang harus dia hadiri, maka dia hanya akan melakukan rapat melalui panggilan Video, Ghena dan Maya sering datang menjenguk Viana secara bergantian, Hasan juga sering ikut bersama Maya, sedangkan Daren tiap hari datang membawa Asyaa saat Asyaa pulang sekolah, Viko yang mendapat perintah dari Jebby menyelidiki kecelakaan yang melibatkan Viana datang melaporkan,


"Permisi bos, aku sudah menyelidiki semuanya, meskipun sopir truk itu tewas tetapi sepertinya sopir itu sudah dibayar dengan uang yang cukup, sebelumnya sopir itu menderita penyakit kronis yang sudah bertahun-tahun, dia beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri, sepertinya Alex mencari orang yang sudah tidak memiliki keinginan untuk hidup agar bisa mencelakai Nyonya dan supaya tidak ada saksi" jelas Viko,


"Heh, dia benar-benar ingin cari mati" ujar Jebby dengan senyum dingin


Viko yang melihat senyum bosnya benar-benar merasa merinding, terakhir kali bosnya tersenyum seperti itu saat Nona kecil Nina di culik saat berusia 10 tahun, setelah menemukan pelakunya bosnya sendiri yang turun tangan menyiksa penculik tersebut dengan cara mencabut kukunya satu per satu kemudian menaburinya dengan garam, bahkan saat penculik sudah tidak tahan karena siksaan berusaha untuk bunuh diri dengan mengigit lidahnya karena kaki dan tangannya diikat, tetapi bosnya menahan mulut penculiknya dengan alat hingga tidak bisa melakukan bunuh diri, akhirnya penculik itu mati dengan perlahan akibat siksaan yang terus-menerus.


"Viko aku mau dalam waktu tiga hari seluruh VN Corporation menjadi milik kita, dan juga buat Alex dan keluarganya memiliki utang yang banyak sampai rumah tempat tinggal mereka pun tidak akan mampu membayar utang itu, gunakan organisasi gelap kita jika perlu, nanti setelah dia tidak punya apa-apa aku akan menyiksanya dengan tanganku sendiri hingga dia memohon untuk mati saja" ujar Jebby dengan suara dingin seperti azzura yang keluar dari neraka.