
Semua orang panik karena Asyaa diculik, tiba-tiba pintu di buka dari luar, itu adalah Jebby yang kembali dari kantor, Viana melihat kedatangan Jebby langsung bergegas menghampirinya,
"Bagaimana? Apakah sudah ada petunjuk?" Tanya Viana menatap Jebby penuh harap dengan air mata yang terus menetes di pipinya, semua orang melihat ke arah Jebby menunggu jawabannya, Jebby tidak langsung menjawab, melainkan justru memeluk Viana untuk menenangkannya,
"Viko dan para pengawal sedang mencarinya, ada juga pihak kepolisian, kamu tenanglah.. aku tidak akan membiarkan putri kita kenapa-napa" Jebby membawa Viana ke sofa, ibu tolong jaga Viana, aku perlu bicara dengan Daren sebentar, Maya menggantikan posisi Jebby menenangkan Viana,
"Daren, tolong ikut aku sebentar ke kamar Asyaa" ujar Jebby, Daren tidak menjawab melainkan langsung melangkahkan kakinya mengikuti Jebby ke kamar Asyaa, Daren penasaran mengapa Jebby membawanya ke kamar Asyaa tetapi dia tidak bertanya, melainkan menunggu Jebby yang mengatakan tujuannya,
"Daren, aku tahu kamu sangat ahli dalam bidang programmer jadi aku mohon bantuanmu untuk mencari Asyaa" ujar Jebby
"Asyaa adalah keponakanku, tanpa kamu minta pun aku akan melakukan apa saja untuknya, tetapi di sini tidak ada perlengkapan yang ku butuhkan, jadi aku harus kembali ke rumah, untuk mencari para penculik membawa Asyaa ke mana" jawab Daren yang akan melangkah pergi untuk keluar kamar,
"Kamu tidak perlu ke mana-mana, ini mungkin bisa kamu pakai" Jebby mencegah Daren sambil menekan tombol di samping lemari pakaian Asyaa, setelah tombol itu di tekan lemari pakaian Asyaa bergerak dan sebuah pintu terlihat, Jebby membuka pintu itu dan terlihat sebuah ruangan, dalam hati Daren sangat terkejut dan saat dia memasuki ruangan bersama Jebby terlihat ada tiga buah layar monitor berukuran besar dan ada dua buah komputer canggih berukuran sedang yang saling terhubung,
"Ini ruangan yang ku siapkan untuk Asyaa, karena aku tahu dia juga sama cerdasnya dengan dirimu, terima kasih karena sudah mengajarinya sesuatu yang begitu keren, Asyaa sering bermain di sini tanpa sepengetahuan ibunya, hanya aku dan Asyaa yang tahu ruangan ini, cepat kamu gunakan untuk melihat para penculik membawa Asyaa ke mana" jelas Jebby dan meminta Daren mencari tahu keberadaan Asyaa, Daren langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan komputer, dia langsung menekan tombol untuk menyalakan komputer, setelah komputer menyala semua layar monitor juga menyala, Daren mulai mengoperasikan komputer, tidak butuh waktu lama dia menghack semua cctv mulai yang berada di depan sekolah Asyaa dan semua cctv jalan yang kemungkinan di lewati oleh mobil penculik, Jebby dan Daren memperhatikan semua monitor yang menampilkan rekaman saat jam-jam Asyaa pulang sekolah, dua puluh detik sebelum Asyaa keluar dari gerbang terlihat paman santos yang menerima telepon, dalam rekaman itu paman santos tidak senang dengan panggilan telepon itu, Asyaa yang keluar dari gerbang sekolah melihat Paman Santos sudah menunggunya melangkahkan kakinya ke arah Paman Santos yang sedang menerima telepon itu, tetapi baru dua langkah tiba-tiba seorang pria mengenakan pakaian hitam, masker hitam, dan juga mengenakan topi hitam langsung menutup hidung Asyaa dengan saputangan hingga pingsan, jelas bahwa saputangan itu sudah ada obat biusnya, kemudian laki-laki itu dengan cepat menggendong Asyaa ke mobil sedan berwarna putih yang sudah terparkir lalu mobil itu melaju pergi, Daren melihat flat mobil itu, dan memeriksa siapa pemiliknya di situs kepolisian, tetapi dia tidak menemukannya karena flat mobil itu palsu, Daren dan Jebby yang tidak bisa melacak flat mobil itu melihat semua cctv sambil memperhatikan mobil yang membawa Asyaa, tetapi mobil itu berbelok di sebuah jalan kecil dan jalan itu tidak dilengkapi cctv, Daren melihat semua cctv dan menunggu mobil itu muncul di layar monitor, tetapi mereka tidak menemukannya lagi, mereka tidak mengetahui bahwa penculik itu keluar dengan mobil tipe hardtop berwarna hitam, Jebby langsung menghubungi Viko dan memberitahukan di mana lokasi mobil penculik tidak terlihat lagi di semua jalan yang memiliki cctv, Viko yang mendapat petunjuk dari Jebby memimpin semua pengawal ke lokasi yang diberi tahukan oleh Jebby, tetapi mereka tidak menemukan petunjuk apapun, Viko kembali menghubungi Jebby,
"Bos, sepertinya penculikan ini sudah direncanakan dengan baik, karena kita benar-benar tidak menemukan petunjuk apapun" ujar Viko di seberang telepon
"Viko, aku tidak peduli bagaimana pun caranya, gunakan semua sumber daya dan koneksi yang kita miliki cari putriku sampai ditemukan" perintah Jebby dengan suara yang serak karena menahan kesedihannya, Daren juga sangat kecewa karena tidak menemukan petunjuk lagi di semua cctv yang mereka periksa, Jebby dan Daren keluar dari kamar Asyaa, kali ini Ghena yang menghampiri Jebby dan Daren,
"Bagaimana apa ada petunjuk soal penculiknya?" Tanya Ghena sambil memegang tangan Jebby, Jebby melihat ke ibunya dengan tatapan sayu kemudian menggelengkan kepalanya, dalam hatinya sangat sedih tetapi dia tidak bisa memperlihatkan kepada mereka kelemahannya, karena jika dia lemah semua orang akan putus asa,
"Jika itu adalah penculik yang mencari uang dengan menculik anak untuk meminta tebusan, pasti penculik itu sudah menghubungi kamu atau Viana dari tadi, tetapi jika penculik itu saingan bisnis kalian bisa saja dia menghubungi kalian dan memberi syarat untuk ditukar dengan Asyaa, bisa juga saingan bisnis ingin kalian menderita dengan menculik Asyaa jadi tidak akan pernah menghubungi kalian, coba kalian ingat-ingatlah siapa saingan bisnis kalian yang ada kemungkinan menculik Asyaa, terutama kamu Jebby" ujar Hasan. Jebby dan Viana terdiam dan mulai memikirkan orang-orang yang bersaing dengan mereka yang memiliki kemungkinan menculik Asyaa.
Kriiing...kriiiing..kriiing.. Tiba-tiba ponsel Ghena berbunyi, itu adalah panggilan telepon dari Nina,
"Ibu.. bagaimana? Apa sudah ada kabar soal Asyaa?, Apakah Asyaa baik-baik saja?" Tanya Nina dengan panik.
"Nina, Asyaa belum ditemukan, dan tidak ada petunjuk apapun soal Asyaa, saat ini kami sedang menunggu kabar dari Viko yang sedang mencari Asyaa bersama para pengawal dari perusahaan kita, ada pihak kepolisian juga yang membantu, dan juga semua koneksi keluarga kita bahkan juga sudah dihubungi dan mereka juga berusaha membantu, kali ini kita hanya bisa berdoa agar segera ada kabar baik" jelas Ghena
"Ibu.. aku belum bisa pulang, karena malam ini masih ada syuting, aku tidak bisa meninggalkan lokasi syuting, aku mohon jika ada kabar soal Asyaa tolong hubungi aku" ujar Nina
"Mm.. baiklah" Ghena mematikan ponselnya, semua terlihat sedih dan Viana tidak bisa menghentikan air matanya, Jebby pergi ke sisi Viana menggantikan Maya, Jebby berusaha menenangkan Viana dengan pelukannya,
"Jebby.. bagaimana kondisi Asyaa sekarang? Apakah dia sedang menangis? apa penculik memberinya makan? Bagaimana jika penculik itu sangat jahat, bagaimana jika dia... ini sudah 8 jam tetapi belum juga ada kabar" Viana tidak sanggup melanjutkan kata-katanya, air mata terus mengalir di pipinya, Jebby berusaha menguatkannya,
"Asyaa anak yang cerdas dan kuat, dia sama tegarnya denganmu, kita doakan bersama-sama agar dia baik-baik saja, dan semoga ada kabar baik dari semua orang yang mencarinya ya.. kamu harus kuat jangan sampai sakit, jika tidak saat Asyaa kembali dia akan sedih melihatmu jatuh sakit" mendengar penjelasan Jebby Viana menganggukkan kepala, tetapi air matanya tetap mengalir tidak bisa dia kontrol.
jangan lupa klik favorit, like , Vote dan komen, berikan saran dan kritik yang membangun ya.. agar author bisa memperbaikinya menjadi lebih baik. Terima kasih 🥰🥰