
Stelah kepergian Jebby Leon sangat marah, dia mulai menaruh kebencian terhadap Jebby,
"Jebby... Aku tidak akan membiarkan kamu memperlakukanku seperti ini, lihat saja.. aku akan membuat perhitungan denganmu" Ujar Leon dengan penuh kebencian,
Jebby yang keluar dari klub itu mengendarai mobilnya, dalam perjalanan Jebby tidak menyangka bahwa sahabatnya mengira bahwa dia adalah penyuka sesama jenis, dia merasa kasihan kepada Leon sebagai sahabatnya, kemudian Jebby mengambil ponselnya dan mulai menghubungi seseorang, Jebby menghubungi temannya Martin yang juga temannya Leon,
"Hallo.. Martin kamu di mana?"
"Ada apa? Mengapa kamu menelponku? Apakah kamu tidak tahu bahwa kamu sudah merusak hal baikku?" Martin kesal karena dia sedang bersama seorang gadis di kamar hotel dan mereka sudah siap untuk bersenang-senang, tetapi terganggu dengan telepon dari Jebby,
"Jebby aku bilang padamu ya, jika kamu menghubungiku bukan tentang sesuatu yang penting, aku pergi mencarimu dan akan menghajarmu" ujar Martin lagi
"Martin, aku ingin meminta bantuan kepadamu" jawab Jebby
"Bantuan apa? Cepat katakan?" Ucap Martin dengan nada ketus, tetapi dia masih tersenyum kepada wanita yang sedang berada di ranjang bersamanya,
"Aku ingin kamu pergi ke klub tempat kita biasa bertemu, tolong kamu jemput Leon, dan aku mohon kepadamu, tolong kamu jaga dia, hiburlah dia, karena aku tidak bisa lagi" mendengar perkataan Jebby Martin terdiam seolah mengetahui sesuatu, tetapi dia masih ingin memastikannya kepada Jebby,
"Ada apa? Apa maksudmu sudah tidak bisa lagi? Apa kalian bertengkar?" Tanya Martin
"Ya.. dan mungkin kami tidak akan bisa lagi menjadi seperti sebelumnya" Jawab Jebby dengan perasaan sedih,
"Huh, aku sudah menduganya" ujar Martin
"Apa kamu bilang? Apa kamu sudah lama mengetahuinya?" Jebby langsung mengintrogasi Martin atas jawaban yang baru saja dia katakan,
"Ya.. aku mengetahui kelainan seksual Leon, dan juga soal Leon yang menyukaimu, karena saat kita di australia, aku pernah memergoki Leon yang akan menciummu saat kamu sedang tidur, saat aku bertanya soal apa yang dia lakukan, dia mengatakan bahwa dia hanya melihat nyamuk yang sedang menempel di wajahmu, tetapi karena aku yang tidak mudah dia bohongi, maka dia mengatakan yang sejujurnya, waktu itu aku berencana akan memberitahumu, tetapi dia memohon-mohon kepadaku untuk tidak mengatakannya padamu, dia janji secepatnya akan mengatakannya sendiri padamu, jadi aku juga tidak bisa mengatakannya, aku membiarkan dia sendiri yang akan mengatakan padamu, aku tidak menyangka butuh waktu lama untuknya buat mengatakan yang sebenarnya" Jelas Martin, setelah mendengar perkataan Martin. Jebby tidak tahu harus mengatakan apa.
"Tadi kamu mengatakan dia ada di klub? Aku akan menjemputnya kamu tenang saja" ujar Martin sambil bersiap turun dari ranjang, tetapi wanita yang sedang bersamanya menarik tangannya,
"Kamu akan meninggalkanku sekarang?" Tanya wanita itu,
"Sayang, aku akan menghubungimu lagi, aku masih harus menjemput temanku, jadi kita batalkan saja malam ini ya" Ujar Martin sambil mengelus-elus kepala wanita itu, lalu dia bergegas memakai pakaiannya, kemudian pergi meninggalkan wanita itu sendirian.
Tidak lama kemudian Martin sampai di klub malam itu, dia langsung menuju ruangan tempat mereka sering bertemu, sesampainya di ruangan itu Martin melihat Leon yang masih terduduk di lantai dengan sangat menyedihkan, Martin segera mendekatinya dan berusaha menguatkannya dengan pelukan, Leon tahu apapun yang akan dia katakan tidak ada yang bisa menghiburnya, setelah merasa Leon sudah mulai tenang barulah Martin berbicara,
di rumahnya Jebby yang baru sampai itu, melihat Viana yang sudah tertidur di sofa karena sedang menunggunya pulang, Jebby mengangkat Viana yang sudah tertidur untuk dibawa ke kamar, tetapi saat Jebby membaringkan Viana ke atas tempat tidur Viana justru terbangun,
"Kamu baru pulang? Tanya Viana yang sudah sangat mengantuk
"Mm.. tidurlah" jawab Jebby
"Bagaimana, apa kamu sudah mengetahui motif temanmu, mengapa dia ingin menghancurkan rumah tangga kita?" Meskipun Viana sangat mengantuk, dia tetap bertanya soal Leon yang dia kenal sebagai Zayen,
"Tidak ada.. dia hanya ingin mengerjaiku karena aku menikah tanpa mengabarinya" Jelas Jebby berbohong, dia tidak ingin Viana mengetahui soal dirinya yang disukai oleh teman laki-lakinya.
"Oh jadi begitu.. ya sudah kamu cepat bersih-bersih lalu istirahatlah" Jebby pergi membersihkan diri ke kamar mandi beberapa menit kemudian dia keluar dan sudah mengganti pakaiannya dengan piyama lalu naik ke tempat tidur, Jebby masih memikirkan keadaan Leon, bagaimana pun juga Leon adalah sahabatnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda bahwa ada pesan masuk, Jebby melihat pesan itu dari Martin "aku sudah menjemput Leon, kamu tidak perlu khawatir lagi" setelah membaca pesan itu Jebby meletakkan kembali ponselnya, kemudian dia menarik Viana yang sedang tidur ke dalam pelukannya, Viana yang sedang tidur itu terbangun,
"Ada apa? Apakah ada masalah?"
"Tidak, aku hanya ingin kamu" Jebby memeluk Viana dengan erat, hanya dengan begitu pikirannya akan kembali tenang, Viana juga tahu ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiran Jebby, tetapi dia mengerti jika Jebby belum ingin mengatakannya,
Hari-hari Jebby dan Viana kembali damai seperti biasa, Asyaa yang baru keluar dari gerbang sekolah, melihat Paman Santos sopir yang biasa menjemputnya sudah tiba, tetapi sepertinya sedang menerima telepon, Asyaa melangkah menuju mobil, tetapi tiba-tiba dari sampingnya muncul seorang pria dewasa membiusnya lalu menggendongnya ke mobil, kemudian mobil itu melaju pergi, Paman Santos yang di hubungi oleh nomor yang tidak di kenal itu kesal, karena tidak ada suara, saat melihat ke arah gerbang sekolah, dia melihat Asyaa yang di bawa pergi menggunakan mobil lain, Paman Santos bergegas masuk ke mobil dan berusaha mengejar mobil itu, tetapi karena usianya yang sudah tidak muda lagi membuat dia ketinggalan jauh. Paman Santos kehilangan Jejak mobil yang membawa Asyaa, dia berhenti di pinggir jalan kemudian menghubungi Jebby, Jebby yang sedang rapat melihat orang yang menghubunginya adalah Paman Santos langsung menghentikan rapat sejenak,
"Hallo, ada apa Paman?"
"Tuan Nona kecil diculik, saya berusaha mengejar penculiknya, tetapi saya kehilangan jejak mereka, maafkan saya Tuan" mendengar laporan paman Santos Jebby terkejut dan sangat marah, siapa yang berani-beraninya menculik putriku? benar-benar ingin mati, pikir Jebby.
"Paman Santos tenanglah, ini bukan salahmu, aku akan segera mencarinya, Paman kembalilah ke rumah" ujar Jebby kemudian mematikan teleponnya.
Jebby meninggalkan rapat begitu saja..
"Viko cepat kerahkan semua tim pengawal perusahaan kita, putriku diculik kalian harus segera menemukannya, berapa pun sumber daya yang diperlukan kamu pakailah, jangan sampai terjadi apa-apa kepada putriku, dan juga cepat hubungi kepala kepolisian untuk mengerahkan anggotanya" Viko terkejut mendengar Asyaa diculik, tetapi dia tetap masih dengan profesional mengerahkan seluruh pengawal dari perusahaan mereka, setelah itu dia juga tidak lupa menghubungi kepala kepolisian daerah setempat, kepala polisi mendengar anak dari Direktur JB Grup telah diculik juga langsung mengerahkan anggotanya untuk mencari,
Viana yang sedang berada di kantor mendapat kabar dari Jebby bahwa Asyaa diculik langsung panik, seluruh teman-teman kantor ikut prihatin dan berusaha menenangkannya, Anet berinisiatif mengantar Viana pulang ke rumahnya, sampai di rumah, Viana melihat Hasan, Maya, dan Daren juga ada, keluarga Hasan datang setelah mendapat kabar dari Jebby bahwa Asyaa diculik. Viana berlari ke pelukan Maya sambil menangis.
jangan lupa klik favorit, like , Vote dan komen, berikan saran dan kritik yang membangun ya.. agar author bisa memperbaikinya menjadi lebih baik. Terima kasih 🥰🥰