That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 68



"Ada apa?" Ujar Alena sambil mendudukkan dirinya di sofa yang berhadapan dengan Alex dan Rita,


"Alena, apa kamu tahu Pimpinan JB Grup?" Tanya Alex


"Pimpinan JB Grup? Perusahaan Internasional itu?" Tanya Alena


"Ya, JB Grup Perusahaan Internasional itu"


"Tidak pernah, bagaimana mungkin aku bisa mengenal Pimpinan Perusahaan Internasional itu" Jawab Alena,


"Lalu apa kamu kenal suaminya Viana?" Tanya Alex lagi,


"Apa? Apakah Viana sudah menikah? Terakhir kali aku mendengar bahwa dia memiliki hubungan dengan Direktur di kantornya yang sudah memiliki istri," jelas Alena,


Mendengar penjelasan Alena Alex menghela napasnya dengan kasar, melihat kondisi itu Alena kembali bertanya,


"Ada apa ayah?"


"Viana saat ini sedang koma, itu semua karena perbuatan ayah, maka dari itu sekarang Perusahaan telah di ambil alih oleh Pimpinan JB Grup, ayah sudah bukan Direktur VN Corporation lagi" jelas Alex


"Apaaa...?" Rita dan Alena terkejut serempak,


"Viana yang koma mengapa Perusahaan kita yang diambil alih oleh JB Grup?" Tanya Alena makin bingung,


"Viana adalah istri dari Direktur sekaligus pewaris JB Grup yang sekarang" jelas Alex


Alena dan Rita yang mendengar informasi itu terkejut, mulut mereka terbuka lebar saking terkejutnya,


"Sekarang Pimpinan JB Grup tidak akan melepaskan ayah, dia pasti sudah tahu ayahlah dalang dari kecelakaan Viana" Alex memijat-mijat kepalanya karena sakit yang timbul akibat memikirkan semua masalahnya, dia tidak tahu harus bagaimana menghadapi kemarahan Pimpinan JB Grup,


"Ayah.. apa sungguh Viana adalah istri dari Pimpinan JB Grup?" Tanya Alena sekali lagi untuk meyakinkan dirinya sendiri, Alex menganggukkan kepala,


"Kalau begitu aku ada ide, Aku tidak kalah cantik dari Viana, apalagi Viana saat ini sedang koma, pria kaya raya seperti Pimpinan JB Grup pasti tidak akan puas jika hanya punya satu wanita, dia pasti memiliki banyak wanita di luar sana, dan bisa jadi Viana bukanlah istri pertamanya, bagaimana jika ayah cari tahu tempat-tempat yang ada kemungkinan Pimpinan JB Grup akan hadir, intinya ayah ciptakanlah peluang untukku agar bisa bertemu dengan Pimpinan JB Grup tersebut, jika Pimpinan JB Grup tersebut tertarik padaku bukankah kita akan di untungkan? Dia bukan hanya akan mengembalikan VN Corporation pada kita, tetapi aku akan membujuknya untuk menikahiku, bukankah ini hal yang bagus?" Ujar Alena percaya diri,


Mendengar perkataan Alena Alex merasa sangat senang, karena mungkin saja dia akan segera keluar dari masalah ini, dia juga sangat berharap jika Pimpinan JB Grup bisa menyukai Alena, Alex segera menghubungi asistennya untuk memintanya mencari tahu acara-acara atau tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh Pimpinan JB Grup tersebut mendengar perintah Alex asistennya mengatakan bahwa itu adalah hal yang sulit, karena Pimpinan JB Grup bukan orang sembarangan, sudah pasti jadwalnya sangat rahasia, tetapi dia akan berusaha mencari tahu lewat teman-temannya yang bekerja di Perusahaan JB Grup,


Jebby yang sedang menemani Viana, mendengar ponselnya berdering itu adalah panggilan dari Viko,


"Mm.." sahut Jebby singkat


"Tetapi bos, aku menelpon bukan untuk melaporkan hal itu tetapi hal lain" perkataan Viko tidak mendapat tanggapan dari Jebby, tetapi Viko tahu bahwa Jebby memintanya untuk meneruskan perkataannya,


"Pengawal yang aku kirimkan untuk mengawasi Alex dan keluarganya mendapatkan bahwa asisten Alex mencari tahu jadwal kegiatan anda"


"Heh, kalau begitu kamu bocorkanlah jadwalku sedikit, aku ingin melihat apa yang akan mereka lakukan"


"Baik bos" setelah itu Jebby menutup teleponnya, tidak lama pintu kamar rawat inap Viana di ketuk dari luar, itu adalah Daren yang membawa Asyaa berkunjung,


"Ayah" sapa Asyaa sambil berlari ke pelukan Jebby, Jebby mengangkat untuk menggendong Asyaa,


"Kakak ipar aku keluar dulu ya" pamit Daren yang ingin membiarkan keluarga kecil itu memiliki waktu bersama tanpa gangguan orang lain, setelah kepergian Daren Asyaa mulai berbicara,


"Ayah, aku rindu pada ibu, aku ingin bermain bersama ibu, aku ingin ibu membacakan dongeng sebelum tidur lagi untukku" ujar Asyaa dengan sedih, Jebby juga bisa merasakan kerinduan Asyaa terhadap ibunya,


"Sayang.. kamu harus sabar, jadi anak yang patuh ya, kita doakan ibu terus agar ibu bisa sehat kembali, dan juga agar bisa menemani Asyaa lagi, apa Asyaa bisa melakukannya?" Bujuk Jebby


"Mm.. Asyaa pasti bisa, Asyaa Janji" kemudian Jebby mendudukkan Asyaa di ranjang Viana, Asyaa merangkak mendekati wajah Viana, dia memberikan sebuah kecupan di pipi Viana kiri dan kanan berulang-ulang kali kemudian dia berkata,


"Ibu.. Asyaa akan jadi anak yang patuh dan pintar agar ibu dan ayah bisa bangga kepada Asyaa, ibu cepat sembuh ya" ujar Asyaa setelah itu dia melihat ke arah Jebby, Jebby tersenyum melihat tingkah putrinya itu, hatinya sedikit terhibur dengan kehadiran Asyaa.


Beberapa hari kemudian Jebby harus menghadiri acara amal yang diselenggarakan oleh JB Grup, karena Jebby wajib hadir dalam acara tersebut,maka Jebby harus meninggalkan Viana, namun Jebby tidak akan membiarkan Viana kesepian sehingga dia menelpon Maya untuk meminta tolong agar bisa menjaga Viana saat dia pergi, Maya yang mendapat telepon itu sangat bersedia, selama ini dia menawarkan kepada Jebby untuk gantian menjaga Viana, tetapi Jebby menolak karena tidak mau Maya kelelahan, dan juga dia ingin merawat Viana dengan tangannya sendiri, setelah mendapat telepon dari Jebby Maya bergegas ke rumah sakit namun sebelum itu dia menelpon Hasan yang sedang berada di kantornya untuk memberitahukannya, Jebby menunggu Maya sampai barulah pergi meninggalkan Viana,


Kedatangan Jebby membuat semua orang ingin menyapa dan berbicara dengannya, karena dengan begitu mereka akan memiliki peluang untuk kerja sama dengan JB Grup yang pasti akan memberikan keuntungan besar kepada Perusahaan mereka. Jebby yang didampingi oleh Viko segera dihampiri oleh beberapa pejabat tinggi daerah tersebut,


"Direktur Jebby, selamat datang" ujar Gubernur daerah tersebut menghampiri,


"Apa kabar Bapak Gubernur?" Tanya Jebby


"Syukurlah kabar saya sangat baik" jawab Gubernur tersenyum ramah,


Dari jauh Alena yang menghadiri acara itu karena menjadi pendamping wanita oleh salah satu pengusaha yang umurnya jauh lebih tua dari ayahnya itu, memperhatikan Jebby dari jauh.


Benar-benar pria yang tampan, bagaimana bisa Viana mendapatkan laki-laki yang luar biasa seperti ini? Sudah tampan, kaya, dan juga benar-benar memiliki karisma yang tidak dimiliki orang lain, aku akan memastikan bagaimana pun caranya aku pasti akan mendapatkannya, pikir Alena dengan senyum licik yang terukir di wajahnya.