
Di malam hari Jebby sedang lembur karena berusaha menyelidiki orang-orang yang sedang mencari masalah dengannya, Viana karena belum pulih total jadi sering cepat tertidur dan tidak mudah untuk terbangun, begitu pun dengan Asyaa, dia sudah tertidur lelap di kamarnya, berbeda dengan Hansel dia masih tidak bisa tidur, tiba-tiba lampu padam, entah mengapa Asyaa terbangun, melihat ruangan yang begitu gelap Asyaa menangis histeris, setiap kamar kedap suara, membuat tangisan Asyaa tidak terdengar di kamar lainnya, tetapi Hansel yang melihat lampu padam segera mencari lilin, setelah menemukannya dia menyalakannya dan membawanya ke kamar Asyaa, dia tidak terburu-buru karena tahu Asyaa sudah tidur, namun betapa terkejutnya dia, saat dia membuka pintu suara tangisan Asyaa terdengar, Hansel bergegas meletakkan lilin di meja yang ada di kamar itu, dan kemudian langsung memeluk Asyaa yang sedang duduk menangis di atas kasur. Mencium aroma Hansel yang tidak asing membuat Asyaa sedikit tenang meskipun tangisannya masih terdengar, "Kakak Hansel, Asyaa takut" dalam tangisannya Asyaa mengatakan ketakutannya kepada Hansel, dalam hati Hansel merasa sakit, dia menyalahkan dirinya sendiri yang tidak bergegas ke kamar Asyaa saat lampu padam, "Maafkan Kakak Hansel ya, seharusnya Kakak Hansel segera datang kepada Nona Kecil, lain kali Kakak Hansel tidak akan mengulanginya" Asyaa menatap Hansel dengan wajahnya yang penuh air mata, tindakan Hansel kali ini tertanam di hati Asyaa, nama Hansel memiliki tempat tersendiri di hatinya, "Kakak Hansel janji ya, akan selalu menjaga Asyaa..!" Hansel memeluk Asyaa dengan lembut dan berusaha menenangkannya, "ya, Kakak Hansel akan menjaga Nona Kecil selamanya" Hansel melepaskan kalung yang dia pakai selama ini dan memakaikannya kepada Asyaa, "Jika Kakak Hansel tidak ada di samping Nona Kecil maka anggap saja kalung ini adalah Kakak Hansel ya" Asyaa merasa bingung dengan ucapan Hansel, "Mengapa Kakak Hansel tidak akan ada di samping Asyaa?"
"Bukan, maksud Kakak Hansel mungkin saja suatu saat Kakak Hansel tidak ada di samping Asyaa maka Asyaa bisa menganggap kalung ini adalah Kakak Hansel ya"
"Tidak.. Kakak Hansel tidak akan ke mana-mana, Kakak Hansel sudah janji akan selalu ada di samping Nona Kecil" Asyaa kembali memeluk Hansel dengan erat, meskipun baru enam bulan mengenal Hansel Asyaa begitu bergantung padanya, sehingga dia takut jika Hansel akan pergi jauh, Hansel kembali membalas pelukan Asyaa, dalam hatinya dia berjanji tidak akan meninggalkan Asyaa apa pun yang terjadi,
setelah Asyaa tenang Hansel kembali membaringkannya agar dia tertidur, meskipun tertidur Asyaa tidak mau melepas tangan Hansel, Hansel juga tidak tega melepaskannya, jadi dia tidur sambil duduk bersandar di kepala ranjang dengan tangan yang terus di pegang oleh Asyaa.
Disaat mereka sedang bermain Hansel merasakan seperti ada yang sedang mengamati mereka, dia menjadi waspada, Hansel segera menggendong Asyaa yang sedang asyik melihat balon-balon yang di pegangnya, Daren yang melihat Hansel menggendong Asyaa tidak senang "Biar aku saja yang menggendongnya" Melihat Daren yang tidak senang Hansel hanya bisa menyerahkan Asyaa kepada Daren sambil mengamati lingkungan sekitar, melihat Hansel yang bersikap aneh Daren tidak tahan untuk bertanya "Ada apa" mendengar pertanyaan Daren Hansel tidak menjawab melainkan menggelengkan kepalanya, dia belum bisa memastikan apakah yang dia rasakan itu benar atau tidak jadi dia tidak memberitahukan kepada Daren. Setelah puas bermain mereka kembali ke rumah, Asyaa menceritakan keseruan mereka di taman bermain kepada Viana, Viana mendengarkan dengan sungguh-sungguh sambil tersenyum melihat Asyaa yang begitu bahagia karena bermain dengan dua kakaknya.
Jebby lembur lagi malam itu karena Viko belum bisa mengetahui siapa orang yang mengikuti mobil yang mengantar Asyaa, seperti biasa Viana menidurkan Asyaa, setelah Asyaa tidur barulah dia kembali ke kamarnya, Hansel yang sedang berada di kamarnya entah mengapa merasa gelisah, para pengawal sedang berjaga di sekitar rumah seharusnya dia tidak khawatir, namun rasa khawatirnya makin kuat, jadi dia memutuskan untuk pergi melihat Asyaa di kamarnya, setelah membuka kamar Asyaa Hansel terkejut karena tidak melihat Asyaa di atas kasur, dan Hansel melihat jendela kamar Asyaa terbuka dan sekilas bisa melihat ada orang yang melompat dari jendela, tanpa pikir panjang lagi Hansel juha segera melompat ke luar jendela untuk mengikuti orang itu, hanya dalam hitungan menit Hansel berhasil mengejar orang itu, dan merebut Asyaa yang tertidur, sepertinya orang itu telah membius Asyaa, setelah berhasil merebut Asyaa Hansel meletakkan Asyaa di tanah dan dia berkelahi dengan orang yang berusaha menculik Asyaa, orang itu memakai topeng sehingga tidak bisa melihat wajahnya, orang itu terkejut karena mengetahui bahwa ada orang yang ilmu bela dirinya begitu hebat di samping Asyaa, sebelumnya mereka sudah menyelidiki orang-orang di keluarga Jebby, mereka tidak menyelidikinya Hansel karena Hansel hanya seseorang yang tidak sengaja diselamatkan oleh Jebby, namun mereka tidak mengetahui bahwa orang yang tidak mereka selidiki justru memiliki ilmu bela diri yang cukup hebat, hanya dalam hitungan menit orang yang berusaha menyelamatkan Asyaa kalah, tetapi tiba-tiba datang sepuluh orang yang mengenakan topeng yang sama untuk melawan Hansel, Hansel melihat sekeliling dan baru menyadari bahwa tempat itu sudah cukup jauh dengan para pengawal yang berpatroli, Hansel tidak memiliki pilihan lain selain bertarung melawan sepuluh orang yang beberapa orang dari mereka membawa pemukul bisbol dan pisau, mereka berusaha merebut Asyaa, namun Hansel yang sudah berjanji dalam hatinya untuk menjaga Asyaa walau harus mempertaruhkan nyawanya tidak akan membiarkan mereka berhasil, Hansel tidak membiarkan satu orang pun mendekati Asyaa, dia bertarung sekuat tenaga melawan mereka, sepuluh orang tersebut sedikit kewalahan meladeni perlawanan Hansel, Hansel berusaha bertahan dan terus memohon dalam hatinya agar ada pengawal yang segera datang, karena jumlah mereka yang banyak dan memiliki benda tajam dan pemukul bisbol membuat Hansel terluka parah, namun lagi-lagi dia tidak membiarkan seorang pun dapat menyentuh Asyaa, di saat Hansel hampir sudah tidak bisa bertahan para pengawal datang karena salah seorang mendengar seperti ada perkelahian, saat mereka tiba di tempat tersebut orang-orang itu melarikan diri sambil membawa Hansel yang terluka parah.