That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 2



Matahari pagi mulai bersinar menyinari kamar yang dipenuhi aroma hormon yang kuat, Viana merasakan sakit di seluruh tubuhnya terutama pada bagian kewanitaannya, saat dia berusaha membuka matanya, dia menyadari ada seseorang yang sedang tidur di sampingnya, wajah yang sangat tampan seperti dibuat dengan sempurna oleh tuhan, Viana menyadari bahwa dia telah membuat kesalahan. Tubuhnya gemetaran, Viana bangkit pelan-pelan mengumpulkan pakaiannya dan bergegas ke kamar mandi untuk berganti pakaian. ketakutan dalam hatinya makin kuat, air matanya mulai menetes, dia telah kehilangan kesuciannya, bagaimana nanti jika dia menikah, suaminya pasti akan mempertanyakannya pikirnya.


Setelah keluar dari kamar mandi Viana melihat pria itu masih tertidur, dia berjalan pelan-pelan dan meninggalkan kamar itu, saat Jebby terbangun dia melihat tempat di sampingnya sudah kosong, Jebby bergegas mengganti pakaiannya, tanpa sengaja saat melirik kasur Jebby melihat ada noda darah di sepreinya, dia menyadari bahwa Wanita itu pertama kali melakukannya, seulas senyum mengembang di bibirnya, "kamu tidak akan bisa lari dariku" bisik jebby dengan senyum yang sangat menawan.


Setelah di usir dari rumahnya Viana berjalan sambil menggandeng daren, Viana berusaha meyakinkan Daren bahwa hidup mereka akan baik-baik saja,


"Daren kita akan pergi meninggalkan Kota ini, percayalah pada kakak, kita akan baik-baik saja, suatu saat nanti kita akan kembali mengunjungi makam ibu dan ayah ya.." Daren yang mendengar kata-kata kakaknya hanya menganggukkan kepala.


Viana langsung mengajak Daren ke bandara, memesan tiket pesawat untuk mereka berdua ke Negara yang tak ada satu pun orang yang mengenali mereka,


Viana menyadari bahwa pria tersebut punya penyakit darah tinggi hanya dengan melihat sekilas, Viana langsung mencoba memijat kedua belakang telinga orang itu dengan dua jari berulang-ulang selama 3 menit, setelah itu Viana juga memijat leher orang itu ke atas dan kebawah, Pria itu mulai terlihat membaik, Viana meminta segelas air putih kepada salah satu pramugari, kemudian memberikan minum kepada pria itu, tekanan darah tinggi pria itu berangsur angsur reda, dan setelah pria itu membaik dia mengucapkan terima kasih kepada Viana,


"Terima kasih nak, apakah kamu mahasiswa kedokteran?" Tanya pria itu,


Viana tersenyum dan menggelengkan kepalanya "Tidak Paman.. saya baru saja lulus sekolah" Pria itu bertanya lagi "kamu akan ke Negara B?, Paman tinggal di Negara B, sebagai rasa terima kasih ini kartu nama paman, jika butuh bantuan kamu hubungi paman saja."


"Terima kasih Paman" ucap Viana dengan senyum tulusnya.