That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 69



Setelah Gubernur beberapa pengusaha yang pernah kerja sama dan yang menjalin kerja sama saat ini datang menyapa Jebby, MC mulai membuka acara amal tersebut, kemudian Jebby selaku Pimpinan JB Grup diundang untuk memberikan kata-kata sambutan, setelah memberikan kata-kata sambutan Jebby turun dari panggung dan kembali berbincang-bincang dengan para pengusaha yang terus datang untuk menyapanya, sekian lama meladeni para pengusaha yang datang menyapanya Jebby merasa haus, dia pergi ke meja tempat minuman dan makanan tertata, dia mengambil segelas alkohol jenis anggur putih dan meminumnya dalam sekali teguk, saat dia akan meletakkan gelasnya tiba-tiba Alena datang dengan segelas jus di tangannya dan berpura-pura tidak sengaja tersandung, melihat seorang gadis di dekatnya akan terjatuh Jebby bergegas menahannya, Alena masuk ke dalam pelukan Jebby, melihat Jebby menahannya Alena tersenyum puas dalam hatinya, Jebby dan Alena saling berpandangan sesaat,


"Apakah anda baik-baik saja" tanya Jebby


"Akh saya tidak apa-apa,.. maaf.. maaf Tuan" ujar Alena sambil berusaha berdiri dengan baik. Setelah itu dia melihat Jebby, dalam hatinya benar-benar mengagumi ketampanan Jebby,


"Terima kasih Tuan, jika bukan karena anda mungkin saya akan terjatuh ke lantai" ujar Alena sambil menyelipkan rambutnya yang terurai ke belakang telinga, dia berusaha memperlihatkan kecantikan dan keanggunannya yang tidak seberapa demi memikat hati Jebby,


"Mm.. baiklah, lain kali hati-hati" jawab Jebby tersenyum, melihat Jebby yang tersenyum padanya Alena makin girang, tanpa basa basi dia memperkenalkan dirinya,


"Kenalkan.. saya Alena" Alena mengulurkan tangannya,


"Saya Jebby" Jebby menjabat tangan Alena dan tersenyum, kemudian dia melihat jam di tangannya,


"Maaf.. ada hal yang harus saya lakukan, jadi saya harus pergi" ujar Jebby, sambil mengeluarkan kartu namanya yang sudah pasti tertera nomor ponselnya dan menyerahkannya kepada Alena,


"Akh.. iya silahkan" Alena mengambil kartu nama tersebut dengan senyum bahagia, saat Jebby melewati Alena dia berbisik "hubungi aku" mendengar hal itu Alena menganggukkan kepala, senyum diwajahnya tidak pernah pudar karena respons Jebby padanya,


Setelah keluar dari gedung, wajah Jebby yang tadinya tersenyum kembali menjadi dingin, Viko yang mengikuti bosnya dari belakang mengerti apa yang dibutuhkan, dia segera mengeluarkan tisu basah sachet yang biasa dibawanya kemana-mana, Jebby segera menerima tisu itu dan membersihkan tangannya yang tadi menahan dan menjabat tangan Alena tampak ekspresi jijik tersirat di wajahnya,


Viko mengantar Jebby kembali ke rumah sakit, sesampai di kamar Viana, Jebby melihat Maya sedang memperbaiki selimut Viana dan ada Hasan juga di ruangan itu, Hasan datang menemani Maya,


"Ibu.. Ayah, maaf telah merepotkan" ujar Jebby


"Apa yang kamu katakan, Viana adalah putri kami" jawab hasan,


"Tidak ibu, bagiku Viana bukanlah beban aku yakin Viana akan segera sembuh"


"Ya.. ibu dan ayah juga percaya Viana akan segera sembuh, terima kasih Jebby, ibu bersyukur Viana menikah dengan laki-laki yang tepat"


"Tidak ibu, bukan Viana yang beruntung tetapi aku, aku beruntung menikahi wanita yang tepat"


"Baiklah.. kalau begitu ibu dan ayah akan kembali, kamu juga cepat istirahat" ujar Hasan sambil bangkit dari sofa,


"Ayah.. ibu, hati-hati di jalan"


"Mm" jawab Hasan singkat,


Setelah mereka pergi Jebby duduk di kursi tepat di samping ranjang Viana, dia memegang tangan Viana seolah tisu tadi tidak bisa membersihkan tangannya yang memegang Alena,


Keesokan harinya Alex menemui temannya di sebuah Casino terbesar di daerah itu, sesungguhnya Alex datang karena ingin meminta bantuan kepada temannya tersebut untuk membeli beberapa saham, Alex memang masih punya uang tetapi uang itu tidak cukup, dia ingin membeli beberapa saham VN Corporation agar bisa menjadi pemegang saham terbanyak di Perusahaan, tetapi temannya tidak bersedia meminjamkannya dengan alasan dia juga sedang mengalami kesulitan keuangan,


"Aku bukan tidak bersedia meminjamkan uangku padamu, tetapi aku juga saat ini sedang mengalami kesulitan keuangan, bisnis anakku hampir jatuh dan membutuhkan banyak uang, makanya saat ini aku berada di sini, tadi aku hanya memiliki 50 juta, tapi lihatlah sekarang, aku mempertaruhkan 50 juta itu di meja judi ini, dan lihatlah sekarang sudah berhasil mengumpulkan 500 juta" jelas temannya itu,


Mendengar penjelasan temannya Alex menjadi tergiur dia sangat ingin mengambil alih VN Corporation kembali dari tangan JB Grup, sehingga dia berani duduk dan berjudi, dia mempertaruhkan 50 juta sama dengan jumlah yang temannya pertaruhkan, temannya melihat Alex yang berani duduk dan berjudi tersenyum penuh makna, permainan di mulai, kartu mulai di bagikan, semua orang di meja itu ada yang terlihat santai dan ada yang tegang, Alex salah satu orang yang terlihat tegang, tetapi saat dia melihat seluruh kartunya senyum bahagia tampak di wajahnya, semua orang membuka kartu ternyata Alex adalah pemenangnya, merasa hari ini adalah keberuntungannya, Alex kembali melanjutkan permainan, Alex makin di atas awan setelah putaran ke dua kartunya tetap bagus membuat dia menang dan mengumpulkan banyak pundi-pundi uang, permainan terus berlanjut Alex berturut-turut menang lima kali putaran, membuat dia tidak ingin menghentikan permainan, namun putaran ke enam keberuntungan tidak lagi di pihaknya, Alex terus kalah hingga semua uang yang dia dapatkan dan juga modal 50 juta yang dia pertaruhkan, meski pun begitu Alex merasa dia harus bisa mendapatkan kembali semuanya, dia menghabiskan seluruh uang yang tersisa dalam aku bank miliknya, tetapi lagi-lagi dia kalah, selanjutnya dia membujuk temannya meminjamkan uang untuk modal judi sebesar 500 juta, tetapi lagi-lagi dia kalah pemilik casino datang menghampiri mereka meminta Alex untuk berhenti bermain, tetapi gengsi Alex terlalu tinggi, hingga dia membujuk pemilik casino untuk meminjamkannya uang, yang anehnya pemilik casino tidak menolak dan meminjamkannya 1 miliar, Alex terus kalah jangankan menang hutangnya terus bertambah hingga 5 miliar, karena makin malam jumlah taruhan juga makin besar. Karena tidak bisa menang lagi dan pemilik casino sudah tidak mau meminjamkan lagi, Alex terpaksa berhenti, dia kembali ke rumah dengan kondisi mabuk, Rita yang membuka pintu sangat kesal melihat Alex yang sudah sempoyongan, tetapi meski pun begitu dia tetap membantu Alex memapahnya ke kamar. Alena yang turun untuk mengambil minum di dapur merasa marah dengan kelakuan ayahnya yang pulang dalam keadaan mabuk,


"Alena cepat bantu ibu untuk membawa ayahmu ke kamar" ujar Rita yang melihat keberadaan Alena,


"ada apa dengan ayah, mengapa dia pulang dalam keadaan mabuk seperti ini?" keluh Alena