
Di dalam kamar mandi Viana melihat dirinya di cermin, wajahnya sangat merah, dia juga meraba jantungnya yang masih berdegup kencang,
"Ada apa denganku? mengapa jantungku berdegup kencang seperti ini?" Viana sangat polos dia tidak pernah pacaran semasa sekolahnya, sampai akhirnya dia dijebak oleh sepupunya Alena membuat dia hamil dan melahirkan Asyaa, setelah melahirkan dia tidak pernah menjalin hubungan dengan seorang pria hingga Jebby datang dan langsung menikahinya.
saat sedang menenangkan hatinya, Viana ingat bahwa semalam dia sepertinya tertidur di kolam renang, tetapi pas bangun dia sudah di tempat tidur, bajunya juga sudah diganti, "apa Jebby yang menggantinya? iya pasti Jebby yang menggantinya, jika bukan dia siapa lagi, kalau begitu Jebby sudah melihat seluruh tubuhku?" memikirkan hal itu membuat Viana makin malu untuk keluar dari kamar mandi.
Jebby yang masih berada di tempat tidur tersenyum jahil, "aku tahu kamu sudah mulai memiliki perasaan padaku, tunggu sedikit lagi, aku yakin kamu akan jatuh cinta padaku dan percaya padaku, aku akan membahagiakanmu Viana" gumam Jebby
***
Hari kedua mereka berlibur, semua karyawan dibebaskan untuk jalan-jalan, ada yang pergi makan, ada yang pergi belanja dan aktivitas yang lain, Viana juga ingin jalan-jalan dan berbelanja jadi setelah ganti baju dia berpamitan kepada Jebby, Jebby merasa tidak tenang membiarkan Viana jalan-jalan sendirian,
"Aku akan menemanimu" Ujar Jebby sambil bersiap mengambil mobil.
"Tidak..tidak perlu, aku akan jalan-jalan sama Anet"
"Jalan-jalannya sama aku saja" tegas Jebby
"Tetapi bagaimana kalau ada karyawan yang lain melihat kita?"
"Tidak akan ada yang melihatnya, aku akan membawamu ke mall yang sedikit jauh dari resort ini, tidak akan ada karyawan yang akan ke Mall itu"
"Bagaimana kamu tahu tidak ada yang kesana" gumam Viana
Sesampai mereka di Mall Jebby menggenggam tangan Viana dan membawanya ke salah satu toko pakaian bermerek, para pegawainya hanya memperhatikan Jebby, tetapi Jebby hanya memperhatikan Viana, Jebby meminta Viana mencoba beberapa pakaian, setiap pakaian yang di coba Viana membuatnya makin cantik dan membuat Jebby selalu terpesona, saat Viana keluar dari ruang ganti dia melihat salah satu pegawai berpura-pura kesandung dan menjatuhkan dirinya ke pangkuan Jebby yang sedang duduk di sofa toko tersebut, Viana yang melihat hal itu sangat kesal, dia langsung datang ke hadapan Jebby dan pegawai toko yang masih berada di pangkuan Jebby, Jebby yang takut Viana akan salah paham langsung mendorong pegawai itu ke samping dan langsung berdiri ingin menjelaskan, tetapi Viana tidak memedulikan Jebby, dia hanya menatap tajam ke arah pegawai toko yang sedang terduduk di sofa itu,
"mengapa kamu menggodanya? Apakah kamu sudah tidak memiliki harga diri? Kamu sekarang adalah pegawai toko, yang artinya kamu sedang menjual pakaian di sini, bukan menjual dirimu, atau kamu memiliki dua pekerjaan? menjual diri dan menjual pakaian? sampai tidak bisa membedakan pekerjaanmu?" Ujar Viana dengan wajah yang sangat kesal, Jebby yang melihat Viana sangat marah dalam hatinya merasa senang, itu artinya Viana cemburu dan cemburu artinya cinta.
Pegawai toko mendengar hinaan Viana begitu marah, hingga langsung berdiri dan segera melayangkan tangannya ke arah pipi Viana, tetapi tangan pegawai toko itu langsung di genggam oleh Jebby dan dihempaskan,
"Berani-beraninya kamu ingin memukul istriku?" Ujar Jebby dengan wajah yang sangat dingin membuat pegawai toko itu gemetar, pegawai toko yang tadinya berniat menggoda Jebby terkejut mendengar Jebby mengatakan bahwa Viana adalah istrinya.
Jebby langsung menelpon seseorang, dan tidak sampai 5 menit 2 orang pria datang, satunya pria paruh baya berumur 50an dan satu lagi masih berumur 30an, para pegawai toko yang melihat kedatangan penanggung jawab Mall dan Manajer Mall itu langsung ketakutan, 2 pria yang melihat Jebby mengunjungi Mall mereka langsung menyapa dengan hormat,
"Direktur Jebby, maafkan atas kelalaian kami" ujar pria paruh baya
"Benar direktur Jebby, kami akan menyelesaikan masalah ini dan akan memberikan penjelasan untuk anda dan nyonya" timpal pria berumur 30an itu
"aku tidak peduli apa yang akan kalian lakukan..aku berikan kalian kesempatan untuk membereskan masalah ini, jika tidak kalian tanggung sendiri konsekuensinya"
"Baik-baik" jawab kedua pria itu dengan kompak.
Manajer Mall itu langsung memecat pegawai yang tadi terjatuh di pangkuan Jebby, Pegawai Mall itu menyesal atas perbuatannya, dia tidak menyangka bahwa dia telah menyinggung bos besar, bahkan penanggung jawab dan manajer Mall saja begitu hormat, bagaimana dia bisa begitu sial, pikir pegawai toko,
"Kamu tidak perlu cemburu, aku bahkan tidak tergoda dengan pegawai itu"
"Siapa bilang aku cemburu?" Viana tidak ingin mengakui bahwa dia cemburu,
Cindy yang sedang jalan-jalan di Mall dengan pacarnya tidak sengaja melihat Viana dengan Jebby yang bergandengan tangan dan berpelukan, Cindy yang sudah lama ingin menjatuhkan Viana tersenyum jahat, dia mengambil beberapa gambar Jebby dan Viana yang terlihat mesra itu,
***
Viana dan Jebby kembali ke cottage, Viana merasa sangat lelah seharian jalan-jalan, dia membersihkan diri setelah itu tidur sejenak, sedangkan Jebby melanjutkan pekerjaannya yang ditinggalkan tadi, di malam hari semua karyawan berkumpul di salah satu taman yang ada di resort itu untuk bermain games, kepala sekretaris Manda yang memandu jalannya games tersebut, setelah beberapa games tiba waktunya games terakhir, ada 5 buah apel yang di gantung. setiap kelompok berisi 5 orang, 1 orang harus maju mewakili timnya untuk bermain, Viana terpilih oleh kelompoknya yang terdiri dari Anet,Dio dan 2 karyawan lainnya, setelah 5 perwakilan maju, Kepala sekretaris Manda menjelaskan caranya
"Kalian harus berpasangan, jadi setiap pasang harus menghabiskan apel yang digantung di hadapan kalian, dan tidak boleh menggunakan tangan hanya bisa menggunakan mulut, okay... siapa yang cepat dialah pemenangnya, dan bagi yang kalah akan dihukum, apa semuanya paham?" Ujar Kepala sekretaris Manda
"pahaaamm" teriak semua karyawan serempak.
Sebelum games dimulai Jebby datang dan ikut duduk bersama karyawan yang lain, kedatangan Jebby membuat suasananya menjadi hening, para karyawan takut bertindak berlebihan, kepala sekretaris Manda yang menyadari suasana menjadi kaku langsung bersuara
"Bagaimana kalau Direktur Jebby ikut berpartisipasi dalam permainan ini" seketika suasana makin hening dan tidak ada yang berani bersuara, tetapi kepala sekretaris Manda langsung menyanyi,
"Ayo maju..maju ayo maju, maju ayo maju,maju" para karyawan pun langsung ikut menyanyi bersama, membuat Jebby tidak bisa menolak.
Setelah Jebby maju untuk bermain games kepala sekretaris meminta Jebby memilih pasangan bermain, Viana yang melihat Jebby maju berdoa dalam hatinya agar Jebby tidak memilihnya, tetapi sayang, Jebby hanya ingin berpasangan dengan Viana, Jebby maju dan melangkahkan kakinya ke depan Viana, orang ini benar-benar tidak bisa bekerja sama, bagaimana kalau hubungan mereka ketahuan, pikir Viana dalam hati, para karyawan lain sedikit cemburu pada Viana karena bisa dipilih menjadi pasangan bermain oleh Direktur Jebby, Cindy yang melihat Jebby dan Viana hanya tersenyum licik.
"Baiklah semuanya sudah punya pasangan masing-masing, kalian sudah paham kan permainannya?, jadi aku akan menghitung sampai 3. Siaaapp...1 2 3. Games dimulai
"Kamu, tahan saja apelnya, aku yang akan memakannya" Ujar Jebby
Viana menahan apelnya sambil menutup mata, dia tidak ingin bertatapan mata dengan Jebby, sedangkan Jebby berusaha menghabiskan apelnya,
Para karyawan yang menonton bersorak menyemangati mereka, "Di rek tur..di rek tur...Di rek tur"
apel makin lama makin kecil, tiba-tiba Viana merasa bibir Jebby menyentuh bibirnya membuat jantung Viana kembali berdegup kencang, Viana langsung memundurkan langkahnya membuat jarak di antara dia dan Jebby, Jebby hanya tersenyum jahil.
Semua penonton bersorak ramai, para pemenang diumumkan, Jebby dan Viana adalah peserta terakhir yang menghabiskan apelnya, sehingga mereka harus di hukum dengan disiram air dingin, Tidak ada karyawan yang berani menyiram direktur mereka,
"Baiklah aku MC nya, jadi aku yang harus menghukum Direktur" ujar kepala sekretaris Manda, semua karyawan bersorak dengan gembira, kepala sekretaris Manda mengangkat ember berisi air yang sudah disiapkan dan menyiramkannya kepada Direktur Jebby dan Viana, tetapi kepala sekretaris Manda berusaha agar Viana tidak basah, dia tidak mau dimarahi oleh Direkturnya, melihat Jebby yang basah kuyup Viana langsung memberikan handuk kepada Jebby,
"Aku kembali ke cottage untuk ganti baju ya" bisik Jebby pada Viana, Viana hanya menganggukkan kepala sedikit saja.
Viana menunggu Jebby sambil jalan-jalan di area resort, Cindy yang diam-diam mengikuti Viana datang menghampirinya.