That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 47



sangat jelas vila itu mengusung tema gaya industrial, mungkin karena Jebby seorang pria yang dingin dan tidak terlalu suka warna yang cerah sehingga Vila itu terlihat sangat mewah, maskulin dan elegan, tetapi tetap terasa hangat.


"jika kamu tidak menyukai desainnya kita bisa mengubahnya nanti" ujar Jebby


"tidak.. tidak.. aku sangat menyukainya" jawab Viana dengan senyum manisnya, karena sejujurnya Viana juga memiliki sifat tomboi, sehingga dia sangat menyukai desain rumah itu. Jebby menggendong Asyaa ke lantai dua diikuti oleh Viana, sedangkan Viko baru saja berpamitan untuk kembali ke kantor, sesampai di lantai dua Jebby membuka sebuah ruangan yang di cat dengan perpaduan warna putih dan warna peach, kamar itu terlihat sangat indah, di kamar itu ada banyak boneka di dalamnya, jelas saja itu adalah kamar Asyaa, melihat kamar itu Asyaa langsung turun dari gendongan Jebby,


"apakah ini kamar untuk Asyaa" tanya Asyaa kepada Jebby dengan antusias


"tentu saja ini kamar Asyaa, apakah Asyaa suka?" tanya Jebby, Jebby menata sendiri kamar untuk Asyaa, dia ingin memberikan semua yang terbaik untuk putrinya, setelah melihat kamarnya yang indah Asyaa tidak ingin ikut Viana dan Jebby untuk melihat ruangan yang lain, Jebby membawa Viana ke sebuah kamar utama, itu adalah kamarnya dan Viana, Viana melihat sebuah kamar yang sangat elegan dengan kasur yang besar, kemudian Jebby membawa Viana ke sebuah ruang ganti yang berada di kamar itu, terlihat banyak pakaian wanita yang sangat indah, puluhan tas, dan sepatu dari berbagai brand ternama, tetapi ada juga yang tidak memiliki merek yang berarti itu adalah pakaian, tas, dan sepatu yang di desain khusus oleh desainer pribadi JB Grup yang memang hanya memproduksi pakaian untuk keluarga JB Grup, Viana yang melihat isi ruang ganti benar-benar terpesona dengan keindahan barang-barang itu, tiba-tiba dia dipeluk dari belakang oleh Jebby,


"apa kamu menyukainya? aku mempersiapkan ini untukmu"


"Mm, aku menyukainya" ujar Viana sambil memutar tubuhnya menghadap Jebby, dan melingkarkan kedua tangannya di leher Jebby dan berkata,


"terima kasih, atas perhatianmu padaku dan Asyaa, aku sangat bahagia" ujar Viana yang di sambut ciuman panas oleh Jebby.


***


Hari-hari Viana dan Jebby sangat bahagia dan tenteram, sebelum ke kantor mereka mengantar Asyaa ke sekolah, Nina yang tidak ingin tinggal di apartemen sendirian ikut tinggal di rumah Jebby dan Viana, dia juga sudah mulai menerima berbagai tawaran acting yang ditawarkan padanya, Hasan dan Maya juga sering berkunjung ke rumah mereka begitu pun dengan Daren,


Suatu hari Viana tidak masuk kantor karena tidak enak badan, dia merasa bosan karena hanya dia sendiri di rumah, Asyaa dan Nina pergi ke sekolah, Jebby juga di kantor, dia hanya menonton tv dan memainkan ponselnya di ruang tamu, tiba-tiba bel pintu berbunyi, dia merasa senang karena mengira orang yang datang adalah Hasan dan Maya, dia langsung bergegas membuka pintu, ternyata orang yang datang bukanlah Maya dan Hasan melainkan seorang wanita paruh baya yang sangat cantik, terlihat Jelas bahwa wanta itu sangat mementingkan kesehatan dan kecantikannya, wanita itu melihat Viana dengan wajah datar, tidak ada senyum di wajahnya,


"maaf, cari siapa ya?" Tanya Viana dengan sopan, tetapi wanita itu justru langsung masuk ke dalam rumah dan tidak menghiraukan Viana,


wanita itu memperhatikan penampilan Viana dari atas ke bawah, dari bawah ke atas. Viana yang dilihat seperti itu merasa tidak nyaman, tetapi dia tetap berpura-pura tenang,


"saya ambilkan minum dahulu" ujar Viana sambil melangkahkan kakinya ke dapur, tidak lama Viana membawakan jus jeruk,


"silakan diminum" Viana meletakkan jus di hadapan wanita itu, kemudian dia duduk di sofa menunggu wanita itu berbicara, wanita itu mengambil jus dan meneguknya sedikit kemudian dia kembali meletakkannya,


"Iya benar, saya istrinya Jebby, anda siapa? Apakah anda adalah ibunya?" Tanya Viana berhati-hati


"Benar, aku adalah ibunya, kamu tidak perlu memperkenalkan diri lagi, karena sebelum datang ke sini aku sudah memeriksa latar belakangmu, kamu sudah tidak punya orang tua dan kamu hanya punya satu adik laki-laki, kamu punya orang tua angkat dan satu orang adik perempuan kecil, apa menurutmu semua latar belakangmu pantas untuk putraku Jebby?" Perkataan Ghena membuat Viana terdiam dan tidak bisa mengatakan apa-apa, dia sangat sakit hati dan hanya bisa mengepalkan tangannya,


"Apa kamu pikir kamu pantas menjadi Nyonya dari JB Grup selanjutnya?" Ujar Ghena lagi, mendengar ucapan Ghena Viana terkejut,


"Apa? Nyonya dari JB Grup? Apa maksud Anda?" Tanya Viana


"Putraku Jebby adalah pewaris dari JB Grup, Perusahaan Internasional yang bergerak di berbagai sektor, apa kamu bodoh?" Ujar Ghena dengan sinis, Viana benar-benar tidak mengira bahwa Jebby merupakan seorang anak konglomerat, dia terdiam dan tidak tau harus berbuat apa,


Tiba-tiba bel pintu berbunyi, meski hatinya begitu sedih mendapat hinaan dari Ghena, tetapi dia berusaha menguatkan dirinya,


"Maaf saya akan membuka pintu terlebih dahulu" Viana pergi ke arah pintu meski hatinya sangat kacau, itu adalah sopir yang dipekerjakan oleh Jebby untuk mengantar jemput Asyaa, dia datang mengantar Asyaa pulang,


"Ibuuuu, aku pulang" teriak Asyaa sambil berlari ke pelukan Viana, melihat Asyaa suasana hati Asyaa kembali menghangat, pikiran dan hatinya tidak sekacau tadi,


Viana menggandeng Asyaa ke dalam rumah, Ghena yang melihat sosok Asyaa langsung menutup mulutnya karena terkejut.


Di kantornya, Jebby mendapat info dari security yang bertugas di rumahnya bahwa ibunya baru saja tiba di rumahnya, security adalah orang-orang yang sudah lama menjadi pengawalnya, sehingga mengetahui siapa saja anggota keluarga dari JB Grup.


"Dia.. dia.. apakah dia adalah anakmu dan Jebby? kalian sudah lama menikah? Mengapa anak kalian sudah sebesar ini?" Tanya Ghena terkejut,


Tidak lama kemudian dua mobil tiba di depan rumah Viana, itu adalah mobil Jebby dan Nina, Nina juga mendapat info bahwa ibunya baru saja tiba di Negara ini, dia tidak membawa mobil ke sekolah, tetapi dia tahu ada para pengawal di sekitarnya, sehingga dia yang sedang di sekolah langsung meminta izin keluar dan menelpon salah satu pengawalnya untuk mengantarnya sampai di rumah,


"kakak, aku dapat kabar bahwa ibu sudah sampai, dia pasti sudah ada di rumah," ujar Nina


"Mm.. dia juga pasti telah bertemu dengan Viana" jawab Jebby dengan dingin, Nina dan Jebby saling memandang karena masing-masing tahu bagaimana sifat ibu mereka.