That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 39



Jebby merasa senang karena Viana cemburu padanya, tetapi dia baru menyadari bahwa Viana tidak mengetahui bahwa Putri Lili itu adalah Nina, Jebby tersenyum jahil dan masih ingin melihat reaksi Viana yang sedang cemburu,


"aku mengenal Putri Lili, dan kami cukup akrab" jelas Jebby yang seolah-olah tidak merasa bersalah, mendengar penjelasan Jebby Viana makin kesal dalam hatinya, sehingga dia hanya diam saja menunggu penjelasan Jebby selanjutnya,


"malam itu aku sedang bekerja, tiba-tiba telepon berbunyi, dan itu adalah telepon dari pengawalnya Putri Lili, pengawal itu memberitahukan bahwa Putri Lili sudah kembali ke Negara ini dan dia memintaku untuk menjemputnya, jadi malam itu aku pergi, aku tidak menyangka bahwa kami akan terpotret dan menjadi berita di dunia hiburan" ujar Jebby, Jebby berbohong kepada Viana, yang menghubunginya adalah asistennya Viko, tetapi dia mengatakan bahwa orang yang menghubunginya adalah pengawal Putri Lili, mendengar hal itu Viana sangat marah dia bangun dan tidak ingin satu ruangan dengan Jebby, namun saat dia akan keluar Jebby langsung menahannya dan berusaha menenangkannya,


"hey..hey tunggu, mengapa kamu marah?" tanya Jebby pura-pura tidak tahu perasaan Viana,


"kamu masih bertanya mengapa aku marah?" ujar Viana dengan mata berkaca-kaca, Jebby tidak tega lagi melihat Viana yang sudah mau menangis, Jebby langsung memeluknya,


"maaf.. maafkan aku, aku sangat senang melihat kamu marah karena aku digosipkan dengan seorang wanita, aku akan menjelaskan dengan baik kali ini, aku memang punya hubungan dengan aktris Putri Lili tetapi hubungan kami bukanlah hubungan antara pria dan wanita, untuk lebih jelasnya aku akan menghubungi Putri Lili" Jebby mengambil ponselnya dan mulai menelpon, ketika telepon terhubung jebby berkata,


"di mana kamu? datang ke rumah sekarang juga" perintah Jebby di telepon, setelah itu menutup teleponnya, Viana yang melihat Jebby menelpon sesingkat itu dan hanya memberikan perintah merasa bingung,


Jebby membawa Viana untuk menunggu Putri Lili di ruang tamu, dua puluh menit kemudian Nina datang dengan napas yang tidak beraturan karena setelah turun dari mobil di depan apartemen, dia langsung berlari ke unit apartemen Jebby dan Viana,


"kakak ada apa?" tanya Nina dengan wajah yang serius, saat di telepon Jebby dia sedang bersama Daren dan mereka baru saja menonton film di bioskop, mendengar perintah Jebby di telepon sesingkat itu dan kemudian menutup teleponnya, membuat Nina mengira ada masalah besar sehingga dia bergegas kembali secepat mungkin, Viana makin bingung karena dia tidak melihat kedatangan Putri Lili melainkan Nina,


"Jebby bukankah kamu menelpon Putri Lili? mengapa hanya Nina yang datang?" tanya Viana


"karena Nina yang harus menjelaskan padamu" jawab Jebby


"apa yang kamu bicarakan kakak? aku harus menjelaskan apa kepada kakak ipar?" tanya Nina


"Nina kasih tahu aku, apa hubungan kakakmu Jebby dengan Putri Lili? kamu juga pasti sudah lihat gosip di berita kan?" ujar Viana dengan wajah serius, Viana melihat Jebby apakah di wajahnya memiliki rasa takut bahwa kebohongannya akan terbongkar, tetapi wajah Jebby hanya datar saja tanpa ekspresi, Nina yang mendengar pertanyaan Viana langsung tertawa terbahak-bahak,


"baiklah...baiklah, kali ini aku serius, kakak ipar perkenalkan aku Nina dan aku adalah Putri Lili, maafkan aku kakak ipar, aku lupa memberitahukan identitasku sebagai Putri Lili padamu" ujar Nina, Viana terkejut dan langsung melihat ke arah Jebby, Jebby menganggukkan kepala menandakan bahwa apa yang dikatakan oleh Nina itu adalah Benar,


"bagaimana mungkin kamu adalah Putri Lili? meskipun kamu sedikit mirip dengan Putri Lili tetapi aku tidak pernah mengira bahwa Putri Lili itu adalah kamu Nina"


"kamu tidak pernah mengira bukan berarti aku bukan Putri Lili kan kakak ipar" ujar Nina tersenyum


"sejak kembali dari Amerika aku menolak semua tawaran yang ingin bekerja sama, itulah mengapa aku lupa memberitahumu identitasku sebagai Putri Lili" jelas Nina kembali


Sesaat Viana merasa malu karena cemburu kepada adik suaminya sendiri, tetapi kemudian Viana langsung memegang tangan Nina dan melihat Nina dengan kagum,


"aku tidak percaya bahwa adik iparku adalah salah satu aktris favoritku, ini benar-benar luar biasa, kamu sangat hebat dalam beracting jika nanti kamu akan menerima tawaran acting kakak ingin melihatmu syuting langsung, bolehkah? tanya Viana dengan tatapan penuh harap,


"iya kakak ipar, kapan saja kamu ingin datang ke lokasi syutingku silakan saja, kamu akan melihat kehebatanku yang sesungguhnya" ujar Nina yang di sambut tawa lepas oleh keduanya,


"sudah-sudah.. Nina cepat bersihkan badanmu lalu cepat tidur" ujar Jebby sambil menggandeng tangan Viana dan membawanya ke kamar, setelah pintu kamar tertutup Jebby langsung menahan Viana di Pintu, jarak antara keduanya begitu dekat, Jebby memperhatikan wajah Viana yang sudah merah karena malu jantung keduanya juga berdegup kencang bahkan mereka bisa merasakan napas satu sama lain,


"Viana aku senang karena kamu cemburu melihatku dengan wanita lain, itu artinya kamu peduli padaku, aku mencintaimu Viana, aku benar-benar mencintaimu" ujar Jebby yang perlahan-lahan mendekatkan bibirnya ke bibir Viana, melihat reaksi Viana yang tidak menolak melainkan menutup matanya dan bersiap menerima ciuman dari Jebby tersenyum, Jebby mulai mencium Viana dengan lembut, awalnya Viana hanya menerima begitu saja ,tetapi Viana juga sudah mencintai Jebby jadi Viana mulai aktif dan membalas ciumannya, Viana juga mengaitkan kedua tangannya di belakang kepala Jebby, hal itu membuat Jebby benar-benar tidak tahan lagi dan menginginkan Viana, di saat berciuman Jebby membawa Viana ke kasur dan membaringkannya dengan lembut, kemudian Jebby melepas Ciumannya, lalu menatap Viana yang berada di bawahnya dengan penuh kelembutan,


"Viana aku menginginkanmu bolehkah?" ujar Jebby dengan suara yang serak karena menahan gairahnya,


"apakah masih perlu ditanyakan?" ujar Viana sambil tersenyum dan kembali merangkul kepala Jebby dan menciumnya, Jebby yang mendapat tanda setuju dari Viana tidak lagi menahan hal-hal yang ingin dia lakukan, Jebby sudah sangat lama menunggu Viana menerimanya sehingga dia tidak bisa mengendalikan dirinya yang sedikit arogan, meskipun begitu saat mereka sedang bercumbu dia sering memperhatikan apakah Viana kesulitan atau tidak, setelah satu jam semua pergerakan di kamar itu berhenti, Viana terbaring lemas di pelukan Jebby sambil menutup matanya, bahkan menggerakkan jarinya saja dia merasa tidak mampu lagi, dalam pikiran Viana Jebby benar-benar sangat tangguh dan membuatnya kerepotan, melihat Viana Jebby tersenyum puas, dua puluh menit kemudian Jebby melihat Viana yang sudah memiliki sedikit tenaga tersenyum jahil, Jebby langsung kembali menindih Viana dan menjamah setiap inci tubuhnya, Viana yang baru saja bernapas dengan baik terkejut,


"Jebby kamu..." ucapan Viana selanjutnya tidak bisa diucapkannya lagi karena bibirnya sudah di halangi oleh Jebby dengan ciumannya.