
Para pengawal yang datang melihat Asyaa terbaring di rerumputan segera menggendongnya, mereka melihat sekeliling tidak ada seorang pun, tetapi ada jejak darah di lokasi, mereka segera menelpon Jebby dan memberitahukan kondisi tersebut, Jebby yang sedang lembur segera bergegas pulang ke rumah, Jebby, dan Viko serta para pengawal memeriksa cctv di lingkungan rumah, dalam cctv tersebut terlihat Hansel yang masuk ke kamar Asyaa, namun karena di kamar Asyaa tidak ada cctv jadi tidak bisa mengetahui situasi di dalam kamar tersebut, di cctv yang lain seseorang berpakaian hitam menggendong Asyaa melompat dari Jendela, setelah beberapa detik Hansel juga terlihat di cctv itu melompat dari jendela kamar Asyaa mengejar penculik tersebut, kemudian terlihat Hansel yang berhasil merebut Asyaa dari penculik itu, setelah itu Hansel terlihat membaringkan Asyaa di rerumputan, lalu Hansel bertarung dengan penculik itu dalam beberapa menit penculik itu kalah, tetapi setelah itu di cctv terlihat beberapa orang datang melawan Hansel sendirian, separah apapun Hansel dia tidak membiarkan orang-orang itu mendekati Asyaa, tiba-tiba orang-orang itu terlihat panik dan segera melarikan diri sambil membawa Hansel, terlihat para pengawal Jebby datang dan segera menggendong Asyaa, dari cctv itu Jebby mengetahui bahwa Hansel benar-benar memiliki kemampuan bertarung dan dalam hatinya sangat berterima kasih kepada Hansel, berkat Hansel Asyaa baik-baik saja, Jebby memerintahkan seluruh pengawalnya untuk menemukan Hansel apapun keadaannya saat itu juga,
Keesokan harinya Asyaa yang terbangun dari tidurnya segera membersihkan Asyaa, Viana meminta izin dari sekolah agar Asyaa tidak masuk sekolah untuk sementara, Asyaa yang sudah selesai didandani oleh Viana segera turun ke bawah, untuk sarapan tetapi saat dia duduk dia menyadari bahwa dia bel melihat kakak Hanselnya, "ibu.. apa kakak Hansel belum bangun? Tidak biasanya dia belum datang, aku akan pergi untuk membangunkannya" Asyaa bangkit dan berlari ke kamar Hansel yang tepat berada di sampingnya, Viana sudah tidak sempat mencegah Asyaa karena Asyaa yang terlalu cepat, Viana berdiri dari kursinya dan menyusul Asyaa, saat Viana akan naik tangga untuk menuju lantai dua di mana kamar Hansel terlihat Asyaa yang turun dengan raut wajah yang kebingungan, melihat Viana yang akan naik menyusulnya Asyaa segera bertanya, "ibu.. kakak Hansel tidak ada di kamarnya, ke mana dia pagi-pagi begini?" Mendengar pertanyaan Asyaa Viana menunduk sedih, melihat reaksi ibunya yang sedih Asyaa merasakan sesuatu, matanya berkaca-kaca, perlahan dia menuruni anak tangga satu per satu hingga sampai ke hadapan ibunya, "ibu.. kakak Hansel di mana?" Melihat Viana tidak menjawab Asyaa menyadari apa yang dia pikirkan ada kemungkinan benar, "ibu.. jangan bilang kakak Hansel sudah pergi?" Air mata Asyaa mulai menetes menunggu Viana menjawab pertanyaannya, melihat Asyaa yang sangat sedih Viana hanya bisa menganggukkan kepala, tanda kalau dia mengiyakan bahwa Hansel tidak ada lagi di rumah itu, Viana segera memeluk Asyaa, namun Asyaa meronta dan menangis sekuat-kuatnya, "ibu bohooong, kakak Hansel sudah janji pada Asyaa bahwa dia akan selalu menjaga Asyaa, dia tidak mungkin pergi, ibu berbohong kan, katakan bahwa ibu berbohooong" Asyaa terus menangis dia tidak terima Hansel pergi meninggalkannya, Jebby yang mendengar tangisan Asyaa segera berlari turun ke bawah, melihat Asyaa yang menangis dalam pelukan Viana hati Jebby bagai diiris-iris, dia mengambil alih Asyaa dalam pelukannya, "ayaah.. kakak Hansel tidak ada di sini lagi, tolong bawa dia kembali, bawa dia kembali ayaaah" Asyaa memohon kepada Jebby agar bisa membawa Hansel kembali ke rumah itu, "sayaaang, Ayah janji akan mencari kakak Hansel ya, jadi Asyaa jangan menangis lagi" bujukan Jebby tidak berpengaruh, Asyaa tetap terus menangis hingga kelelahan dan tertidur, Jebby membawa Asyaa kembali ke kamarnya, dalam tidurnya Asyaa tetap menangis sambil memanggil-manggil kakak Hansel, Jebby terpaksa tidak pergi ke kantor karena khawatir dengan keadaan Asyaa, di malam hari Asyaa jatuh sakit hingga dilarikan ke rumah sakit, kepergian Hansel yang mendadak membuat Asyaa begitu terpukul, Asyaa demam tinggi dokter menyarankan agar Asyaa di rawat di rumah sakit, Asyaa tidak sadarkan diri, hanya sesekali bergumam memanggil kakak Hansel berulang-ulang, dokter meminta agar orang yang di maksud Asyaa bisa datang ke rumah sakit, Jebby menelpon Viko untuk menanyakan apakah ada perkembangan dalam pencarian Hansel, "bagaimana apakah ada petunjuk?" tetapi Viko mengatakan " Maaf bos, setelah menelusuri semua cctv, menunjukkan bahwa orang-orang itu melemparkan Hansel yang terluka parah ke laut, jadi kemungkinan Hansel untuk hidup hanya 0,1 %. Mendengar jawaban Viko Jebby sangat marah, "Aku tidak peduli apa pun yang terjadi, kerahkan semua yang kita punya untuk mencarinya, hidup maupun mati kalian harus membawanya kepadaku"
"Baik bos" Viko memimpin pencarian, banyak speed boat berlalu lalang di lautan untuk mencari Hansel baik masih hidup atau pun sudah mati, mereka harus menemukannya, Setelah menelpon Viko Jebby merasa lemas, putrinya terlalu bergantung kepada Hansel jika dia tidak bisa menemukan Hansel apa yang akan dia katakan kepada putri kesayangannya?. Asyaa sakit dan tidak sadarkan diri, Viana terus menangis melihat putrinya yang terbaring dengan infus yang tertancap di tangannya, dia tidak tega melihat putri kecilnya menderita, melihat Jebby selesai menelpon Viana segera mendatanginya, "bagaimana apakah ada informasi?" Jebby menggelengkan kepala, membuat Viana menangis lagi. Sudah tiga hari Asyaa sakit dan tidak sadarkan diri, Viko dan para pengawal juga terus berusaha mencari keberadaan Hansel namun tidak ada perunjuk apapun lagi selain mereka melihat orang-orang itu melemparkannya ke laut, Viko dan para pengawal menduga bahwa kemungkinan Hansel sudah meninggal tetapi karena perintah Jebby yang harus menemukan Hansel dalam keadaan apa pun membuat mereka tidak bisa berhenti mencarinya, Asyaa tidak sadarkan diri, tetapi lagi-lagi dia hanya menggumamkan nama Hansel membuat Viana dan Jebby makin sedih, selama tujuh hari Asyaa sakit dan tidak sadarkan diri, akhirnya hari ke delapan dia sadar, Jebby dan Viana merasa sangat senang, namun saat sadar yang dia tanyakan adalah Hansel, "ayah.. apakah sudah menemukan kakak Hansel?"
"Iya sayang, ini... Ibu kembalikan kepada Asyaa" Viana memakaikan lagi kalung itu kepadanya, Asyaa tersenyum, meskipun senyum itu tidak secerah dulu.