That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 28



Jebby dan Viana berciuman begitu mesra dan penuh gairah, tetapi perlahan lahan Jebby melepaskan ciumannya terhadap Viana, Jebby memegang kedua bahu Viana dan menatapnya dengan sungguh-sungguh kemudian dia memeluknya,


"Viana... Aku tidak ingin kamu menyerahkan dirimu hanya karena rasa terima kasihmu kepadaku, aku ingin memilikimu di saat kamu benar-benar bahagia, aku bisa menunggumu" ujar Jebby sambil memeluk Viana dan mengusap rambutnya yang panjang


"Sekarang kembalilah untuk tidur ya..aku masih ada pekerjaan yang belum selesai" ucap Jebby lagi, Viana yang mendengar perkataan Jebby hanya bisa mengiyakan sambil menganggukkan kepala, setelah kepergian Viana, Jebby berusaha untuk memfokuskan dirinya pada pekerjaan, tetapi karena Viana yang datang menggodanya dia benar-benar sudah tidak bisa meredam gairah dalam tubuhnya, sesungguhnya dia sangat menginginkan Viana setiap malam, tetapi dia menghargai dan menghormati Viana, di saat Viana ingin menyerahkan dirinya, Jebby tahu bahwa Viana hanya ingin berterima kasih padanya, karena di saat yang terburuk dalam hidupnya, hanya Jebby yang berdiri di sisinya sehingga dia memaksakan diri untuk menyerahkan dirinya, Jebby tidak ingin memiliki Viana dalam keadaan seperti itu, jadi Jebby terpaksa mandi dengan air dingin di tengah malam selama 1 jam di kamar tamu agar tidak mengganggu Viana,


Setelah selesai mandi Jebby masuk ke kamarnya dan Viana, Jebby melihat Viana sudah tertidur pulas, dia hanya bisa menertawakan dirinya sendiri,


"wanita ini berusaha menggodaku sebelumnya, sehingga membuat aku harus mandi air dingin selama 1 jam, tetapi sekarang dia malah tidur dengan nyenyak?" Ujar Jebby yang hanya bisa menertawakan dirinya sendiri


Keesokan paginya saat Viana terbangun, Jebby masih tertidur, "tidak biasanya Jebby belum bangun, biasanya pas aku bangun dia sudah bangun lebih awal" ujar Viana dengan suara kecilnya, tetapi saat Viana akan bangkit dari kasur dia menyadari ada hal yang tidak benar dengan Jebby, Viana mendekat untuk memeriksanya, ternyata wajahnya sangat merah, Viana mengulurkan tangannya untuk memeriksa dahi Jebby, Viana terkejut karena suhu tubuh Jebby sangat tinggi, dia sangat panik tidak tahu bagaimana caranya membawa Jebby ke rumah sakit karena badan Jebby lebih tinggi dan lebih besar darinya dia juga hanya seorang wanita, tiba-tiba ponselnya berbunyi itu adalah panggilan dari Viko,


"maafkan aku karena menelponmu nyonya, aku hanya ingin tahu di mana direktur Jebby? Aku menghubunginya tetapi tidak bisa tersambung, tidak biasanya dia seperti itu jadi aku menghubungi anda" ujar Viko di balik telepon.


Viana merasa beruntung karena Viko menghubunginya sehingga langsung memberi tahu kondisi Jebby ke Viko,


"Viko.. Jebby sedang demam tinggi, saat aku bangun dia sudah tidak sadarkan diri tolong bantu aku untuk membawanya ke rumah sakit" Viko yang mendengar bossnya jatuh sakit langsung menenangkan Viana,


"Nyonya anda jangan panik, aku akan segera datang" setelah mendengar Viko akan datang Viana sangat senang, dia mengompres dahi Jebby dengan air dingin, beberapa saat kemudian bel rumah mereka berbunyi, Viana yang masih menggunakan piyama itu langsung bergegas untuk membukanya, "pakailah jaket terlebih dahulu" ujar Jebby, Viana menoleh melihat Jebby yang berada di kasur itu, dalam hatinya bukankah Jebby tidak sadar mengapa bisa tahu bahwa dia akan keluar tanpa memakai jaket pikirnya, Viana kembali fokus, dia bergegas mengambil sebuah jaket dan memakainya, setelah membuka pintu apartemennya itu, Viko dan kepala sekretaris Manda langsung masuk diikuti oleh 4 orang yang memakai jas putih, mereka tidak menyapa Viana, Viana berpikir mungkin mereka sangat panik karena boss mereka sedang sakit, jadi dia tidak mempermasalahkannya, Viko dan beberapa orang yang memakai jas putih itu langsung memindahkan Jebby ke brankar dorong (tempat tidur rumah sakit)


"kalian akan membawa Jebby ke mana?" Tanya Viana. Tetapi tidak satu pun di antara mereka yang menjawab pertanyaanya, saat Viana akan mengikuti mereka, sekretaris Manda langsung menghadangnnya,


Viana pergi ke kantor seperti biasa, tetapi kali ini semua orang tidak bersikap seperti biasanya kepadanya, mereka bersikap hormat pada Viana hal itu membuatnya tidak nyaman, hanya Anet yang bersikap sama seperti dahulu terhadap Viana, kalau Dio tidak berani lagi bercanda dengan Viana, sedangkan bu Riska juga tidak berani lagi memerintahkan Viana. Viana meminta mereka bersikap seperti biasa tetapi mereka terlalu takut. Viana berusaha fokus pada pekerjaannya tetapi dia kepikiran soal Jebby.


"apa dia sudah baik-baik saja? Aku adalah istrinya tetapi aku bahkan tidak bisa merawat suamiku yang sedang sakit? Hahahaa benar-benar..." Ujar Viana dengan nada kesal, untung saja tidak ada yang mendengarnya.


Di rumah sakit setelah mendapat perawatan yang maksimal Jebby kembali membaik tetapi hanya ada Viko dan kepala sekretaris Manda yang menjaganya, dia merasa kesal karena tidak melihat Viana, Jebby mengambil ponselnya yang di siapkan Viko di atas nakas samping tempat tidur, Jebby menelpon Viana, setelah di angkat jebby berkata


"kamu di mana"


"Aku sedang di kantor" jawab Viana di seberang telepon, Jebby yang mendengarnya makin merasa kesal, bisa-bisanya di saat suaminya sakit dia hanya pergi bekerja? apa pekerjaan begitu penting untuknya? pikir Jebby dalam hati.


"Datanglah ke rumah sakit JB Grup" perintah Jebby


"Baiklah, aku akan segera datang" jawab Viana lagi.


Viana bergegas meminta izin kepada manajernya bu Riska untuk pergi ke rumah sakit, tetapi dia tidak memberitahukan bahwa Jebby lah yang sedang sakit, setelah mendapat izin dia langsung mencari taksi kembali ke apartemennya, Viana memasak bubur dan sop ayam untuk di bawanya kepada Jebby, setelah bubur dan sop ayam masak dia mengemasnya di termos makanan, kemudian mengganti bajunya, setelah semuanya sudah siap dia kembali memanggil taksi, taksi melaju ke rumah sakit JB Grup, rumah sakit JB Grup adalah rumah sakit terbesar di Negara B, jadi tidak mudah di masuki oleh orang lain, sehingga Jebby meminta asistennya Viko menunggu Viana di gerbang rumah sakit, tidak lama kemudian taksi sampai di depan rumah sakit JB Grup. Viko yang menunggu Viana di depan gerbang rumah sakit langsung menyapanya,


"Nyonya anda sudah datang, mari saya antar ke ruangan Direktur" ujar Viko, Viana hanya mengangguk sedikit, sejujurnya dia masih kesal sama Viko terutama sekretaris Manda, mereka berdua tadi pagi baru saja seperti tidak menganggapnya sebagai istri Jebby, sekarang bersikap hormat seakan-akan tidak pernah bersikap acuh. Viana benar-benar ingin mengumpat mereka.