
Asyaa sudah paham bahwa Jebby membutuhkan bantuannya, semua karyawan di ruangan itu hanya bisa menggelengkan kepala karena tidak mengerti dengan pemikiran Jebby, di bawah tatapan semua orang Asyaa mulai menggerakkan jari-jari kecilnya di keyboard komputer dan hanya butuh beberapa menit Asyaa sudah berduel dengan hacker tersebut, Asyaa berusaha mengamankan semua file-file Perusahaan Jebby, dan berusaha masuk ke komputer hacker tersebut, sedangkan Hacker itu mulai berusaha memblok Asyaa, semua karyawan yang di ruangan itu termasuk Viko tercengang melihat kemampuan Asyaa yang luar biasa, sedangkan Jebby tersenyum bangga, semua yang di ruangan itu adalah profesional IT dan merupakan lulusan terbaik dari Universitas di dalam maupun luar negeri, bagaimana mungkin mereka kalah dengan anak kecil yang baru berumur 3 tahun pikir mereka, Asyaa sibuk menarikan jari-jari kecilnya di atas keyboard namun karena jari-jarinya kecil dia langsung meminta bantuan,
"Paman cepat bantu aku" teriak Asyaa, karyawan yang tadi di ganti oleh Asyaa tempat duduknya langsung bergegas membantu Asyaa, bahkan tidak berani lagi meremehkan Asyaa, begitu pun dengan yang lain, semua sudah mulai menyemangati Asyaa dan Viko lah yang paling bersemangat,
"semangat Asyaa, Asyaa pasti bisa" teriak Viko tiba-tiba yang sedang berdiri di pinggir Jebby, Asyaa berhasil masuk dan mengambil berkas-berkas hacker itu, Asyaa mengambil semuanya, karena dari penjelasan Jebby hacker itu mengambil file-file penting Perusahaan, karena tidak tahu mana berkas-berkas Perusahaan Jebby jadi Asyaa mengambil semuanya dan langsung memblokir hacker itu, semua kayawan melihat keberhasilan Asyaa langsung bersorak dengan gembira, sedangkan Asyaa tetap sibuk dengan komputer dan membuka sebuah file,
"Paman Jebby coba lihat ini" ujar Asyaa sambil menunjuk ke layar monitor komputer, Jebby datang diikuti oleh Viko dari belakang, melihat hal yang ditunjukkan oleh Asyaa Jebby terkejut karena dalam file itu ada kolom yang tertulis namanya dan kolom sebelah adalah nama Asyaa, dan itu merupakan laporan tes DNA yang menjelaskan bahwa Jebby dan Asyaa merupakan ayah dan anak, Viko yang ikut melihat file itu langsung kaget melihat dokter yang menandatangani itu adalah Felix sahabatnya dan tanpa sadar dia berkata,
"ini kan hasil tes DNA yang aku minta kepada Felix mengapa bisa ada di sini?" ujar Viko, Jebby yang mendengarnya langsung menatap Viko seolah meminta penjelasannya, sedang Asyaa tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan,
"Boss, aku akan menjelaskannya" ujar Viko
Jebby mengendong Asyaa ke ruangannya dan Viko mengikuti dari belakang,
di kamarnya Daren sangat kesal karena kalah dengan tim IT Perusahaan Jebby,
"bagaimana mungkin mereka bisa secepat itu mengetahui pola permainanku, yang tahu pola permainanku hanya Asyaa karena kami sering duel untuk melatih kemampuannya, Polanya juga begitu mirip dengan Asyaa, tetapi tidak mungkin itu Asyaa, untuk apa dia ada di Perusahaan kakak ipar, dan tidak ada yang tahu kemampuan Asyaa kecuali aku, bahkan kakak Viana hanya tahu bahwa Asyaa sedikit bisa bermain komputer, dia tidak tahu bahwa Asyaa sangat mahir, tidak mungkin kakak ipar mengetahuinya dan meminta bantuannya kan?" ujar Daren, Daren tidak mengetahui bahwa orang yang melawannya tadi adalah Asyaa, Daren menyerang Perusahaan Jebby karena membencinya, Daren menyalahkan Jebby atas semua penderitaan Viana selama ini setelah mengetahui bahwa Jebby merupakan ayah kandung Asyaa.
di ruangan Jebby Asyaa duduk di sofa sambil memakan ayam goreng dan kentang yang diberikan oleh karyawan bagian IT karena merasa sangat berterima kasih atas bantuan Asyaa, mereka juga memberikan banyak makanan ringan kepada Asyaa, Asyaa merasa sangat senang dan dengan gembira menerima semua makanan itu,
"Boss, maafkan aku, aku hanya curiga karena Asyaa begitu mirip denganmu itu sebabnya aku mengambil beberapa helai rambut Asyaa dan juga sampel DNA anda, lalu meminta sahabatku Felix untuk memeriksanya, aku berencana memberitahukan kepada anda setelah mengetahui hasilnya, aku meminta Felix untuk mengirimkan hasilnya ke emailku, tetapi sampai saat ini aku tidak menerimanya, aku mencoba menghubungi Felix tetapi anehnya tidak pernah terhubung, aku datang ke rumah sakit untuk memeriksanya dan ingin mengambil laporan itu, tetapi Felix pergi ke Jerman untuk penelitian, Felix meminta asistennya untuk memberikan laporan itu padaku jika aku datang, tetapi lagi-lagi berkas itu hilang dan kami tidak menemukannya, itu sebabnya aku kaget mengapa file itu ada di komputer bagian IT" jelas Viko,
"itu berarti Asyaa adalah putri kandungku, lalu ibunya?" ujar Jebby dengan bingung,
"aku tahu, yang aku pikir mengapa Asyaa justru memanggilnya kakak dan bukan memanggilnya ibu, dan dari mana file itu berasal?" ujar Jebby, mendengar hal itu Viko juga berpikir keras,
"iya ya.. dari mana file itu berasal? atau jangan-jangan musuh bisnismu yang melakukannya boss" ujar Viko,
Jebby berdiri dari kursinya dan langsung menghampiri Asyaa yang sedang asyik memakan semua makanan yang diberikan oleh para karyawan IT, Jebby melihat Asyaa dengan teliti, Asyaa benar-benar mirip dengannya, tetapi sekilas juga bisa melihat Viana di dalam diri Asyaa, memikirkan Asyaa merupakan putrinya Jebby merasa bahagia dalam hatinya, itulah mengapa selama ini dia merasa ada ikatan terhadap Asyaa, karena Asyaa merupakan putrinya, Jebby mengelus kepala Asyaa yang sedang makan itu, Jebby merasa bahagia sekaligus sedih, karena tidak bisa berada di sisi Viana saat melahirkan Asyaa, Asyaa merupakan anak yang peka, sehingga dia bisa merasakan bahwa Jebby sedang sedih,
"Paman ada apa?, Mengapa Paman terlihat sedih?" Tanya Asyaa dengan polos,
"tidak.. Paman tidak apa-apa, Paman hanya merasa bangga kepada Asyaa, karena Asyaa tumbuh menjadi anak yang cerdas dan cantik" Jawab Jebby,
"Asyaa, apakah Asyaa tahu siapa yang sudah menyerang Perusahaan Paman Jebby" tanya Viko penasaran,
Asyaa terdiam sejenak, dia tidak tahu harus mengatakannya atau tidak,
"Paman, jika aku memberitahukannya apa yang akan kalian lakukan padanya?" Tanya Asyaa ragu-ragu,
melihat Asyaa berhati-hati Jebby mengerti bahwa Asyaa tidak ingin orang itu di hukum,
"Paman tidak akan melakukan apapun padanya, Paman hanya penasaran karena orang itu sangat hebat, tetapi Asyaa jauh lebih hebat dibanding orang itu" mendengar perkataan Jebby Asyaa merasa sangat senang karena Jebby mengatakan bahwa dia jauh lebih hebat dibandingkan dengan kakaknya Daren, sehingga tanpa ragu lagi Asyaa mengatakannya,
"kakak Daren yang melakukannya, Asyaa juga baru tahu setelah melihat pola permainan yang sama persis seperti pola-pola yang kami gunakan saat bermain, dan ada beberapa file yang Asyaa ambil dari komputer kakak Daren" ujar Asyaa dengan santai dan polos, mendengar hal itu Jebby dan Viko mengerti bahwa Daren sudah mengetahui bahwa Jebby adalah ayah kandung Asyaa, itulah mengapa Daren membencinya dan juga menyerang Perusahaan Jebby, tetapi mengapa Daren membencinya jika dia adalah ayah kandung Asyaa pikir Jebby.