That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 43



Jebby masuk ke rumah dan diajak ke dapur oleh Maya, Viana yang sedang duduk menunggu Maya kembali untuk makan bersama terkejut melihat kedatangan Jebby, sedangkan Jebby justru tersenyum cerah ke arahnya,


"Sayang.. aku sudah kembali dari perjalanan bisnis, maaf ya, aku kira aku akan lama tetapi ternyata pekerjaan di sana cepat selesai, jadi aku bisa kembali sesegera mungkin, aku juga tidak bisa meninggalkan kamu terlalu lama" ujar Jebby, Viana tidak bisa memarahinya di depan Hasan dan Maya, jadi Viana hanya bisa mengangguk dan berpura-pura bahagia atas kedatangan Jebby, Hasan dan Maya serta Asyaa ikut senang karena Jebby bisa berkumpul bersama mereka, tetapi Daren mengetahui situasi Viana dan Jebby, dalam hati dia hanya berharap yang terbaik untuk kakaknya, Jebby duduk di kursi kosong di dekat Viana dan mulai makan bersama yang lain, saat makan tiba-tiba Maya berkata,


"Jebby.. kalian sudah cukup lama menikah, tetapi kamu tidak pernah menginap di sini, beberapa hari ini tinggallah di sini, kamu juga pasti belum pernah melihat dan masuk ke kamar Viana di rumah ini kan" pinta Maya, Viana yang mendengar perkataan Maya langsung panik,


"Tidak ibu.. Jebby memiliki pekerjaan yang banyak, dia tidak bisa memenuhi permintaan ibu, iya kan sayang" ujar Viana, Jebby yang baru pertama kali mendengar Viana memanggilnya sayang sangat senang dalam hatinya, tetapi dia tidak lupa tujuannya datang ke sini untuk berbaikan dengan Viana,


"Sayang, tidak apa-apa.. aku bisa tinggal di sini, lagi pula apa yang ibu katakan benar, aku belum pernah melihat kamarmu yang ada di sini, dan juga ada Viko yang bisa membantuku mengurus pekerjaan di kantor jadi hal itu bukanlah sebuah masalah" ujar Jebby dengan senyum menawan kepada Viana, melihat senyuman itu Viana sesungguhnya sangat kesal karena Jebby berusaha memanfaatkan hal yang di katakan Maya untuk bisa bersamanya,


"Apakah paman Jebby benar-benar akan tinggal di sini beberapa hari ke depan?" Tanya Asyaa dengan gembira,


"Ya.. paman akan tinggal di sini beberapa hari, apa Asyaa senang?" Jawab Jebby yang kemudian bertanya kembali kepada Asyaa,


"Yeay.. paman akan tinggal di sini, Asyaa sangat senang, Asyaa bisa bermain dengan paman" teriak Asyaa dengan riang, melihat Asyaa yang begitu senang karena dia akan menginap di sini Jebby merasa bahagia, karena putrinya senang dengan keberadaannya, sedangkan Viana yang melihat reaksi Asyaa hanya bisa menghela napas, benar-benar ayah dan anak, pikir Viana.


Setelah makan Asyaa bermain dengan Jebby dan Viana, Asyaa mengajak Jebby dan Viana bermain kucing mencari tikus, awalnya Asyaa yang menjadi kucing, Jebby menutup mata Asyaa dengan penutup mata kecilnya yang biasa di pakai Asyaa untuk tidur, agar Asyaa tidak mudah menangkap mereka, kemudian Asyaa harus menangkap antara Jebby dan Viana, siapa yang tertangkap harus menjadi kucing menggantikan Asyaa, permainan di mulai Asyaa berusaha mencari sumber suara dan berusaha menangkap apapun yang diraihnya, Hasan dan Maya berteriak menyemangati Asyaa dan berusaha memberi petunjuk kepadanya agar bisa cepat menangkap Viana atau Jebby,


"Jebby lepaskan," ujar Viana sedikit berbisik, Jebby hanya tersenyum dan justru menambah kekuatannya, membuat Viana menyerah, Hasan dan Maya diam-diam mengajak Asyaa bermain di kamar mereka meninggalkan Jebby dan Viana yang berpelukan,


Di apartemen Jebby, Nina yang berada di kamarnya sedang chatingan dengan teman-temannya yang berada di Amerika, tiba-tiba lampu ruangan menjadi gelap membuat Nina sangat terkejut, dia sangat takut gelap jadi refleks memanggil kakaknya Jebby,


"Kakak... Kakak... Mengapa lampu padam, cepat nyalakan kembali lampunya aku takut" teriak Nina tetapi tidak ada yang menjawabnya. Nina yang takut gelap mengira Jebby ada di dalam apartemen juga, dia tidak mengetahui bahwa Jebby pergi keluar 2 jam yang lalu, jadi dia belum terlalu takut, tetapi saat tidak mendapat tanggapan apapun Nina menyalakan senter di ponselnya untuk menerangi ruangan, dia keluar dari kamarnya dan membuka kamar Jebby ternyata tidak ada seorang pun, dia menyadari bahwa hanya dia sendiri yang berada di apartemen yang gelap, Nina menjadi sangat takut dan langsung berlari ke kamarnya,


"Kakak.. cepat datang, aku takut sendirian, bagaimana mungkin apartemen semewah ini lampunya bisa padam" Nina sangat lucu, karena meski ketakutan dia masih bisa protes soal apartemen, dia berusaha menghubungi Jebby, tetapi ponsel Jebby hanya dalam keadaan mode getar di saku jasnya, dan jasnya tadi dilepas saat sudah selesai makan, jas itu juga masih berada di senderan kursi di dapur, sedangkan Jebby dan Viana sedang berada di ruang tamu, sudah sepuluh menit Jebby memeluk Viana dan tidak mau melepaskannya, Jebby bahkan membawa Viana duduk di sofa sambil terus di peluk olehnya, Viana sangat kesal tetapi tidak bisa melepaskan dirinya dari Jebby sehingga dia menyerah dan membiarkan Jebby memeluk dirinya dengan sesuka hati,


Didalam kamarnya Nina yang berusaha menelpon Jebby berkali kali tetapi tidak diangkat, dia sudah mulai menangis karena takut sendirian di tempat yang gelap, kemudian dia teringat Daren dan langsung menghubunginya, Daren yang sedang membaca buku di kamarnya mendengar ponselnya berbunyi, Daren melihat orang yang menghubunginya adalah Nina, Daren enggan mengangkat telepon dari Nina, karena dia berpikir Nina hanya ingin mengganggunya jadi dia tidak mengangkat teleponnya, tetapi Nina menghubungi lagi dan lagi membuat Daren terganggu. Daren yang terganggu dengan panggilan telepon yang berkali kali itu terpaksa menjawabnya, saat terhubung Daren langsung berkata,


"Nina aku lagi tidak punya waktu untuk bermain denganmu" ujar Daren yang langsung berbicara terlebih dahulu, Nina tidak menghiraukan ucapan Daren, dia hanya menangis dan berkata,


"Daren tolong aku, aku takut.. lampu apartemen padam dan kakakku tidak ada di rumah, aku ketakutan sendirian, aku takut gelap" ujar Nina dengan suara gemetar, mendengar Nina yang seperti tidak bercanda Daren terkejut dan langsung bertanya,


"Kamu di mana, aku akan segera ke sana, tenanglah jangan takut aku akan segera sampai" ujar Daren dengan panik