That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 33



Daren melirik ke ruang kerja Jebby, email yang masuk itu adalah laporan tes DNA antara Jebby dan Asyaa, laporan itu menunjukkan bahwa Jebby dan Asyaa merupakan ayah dan anak kandung, Daren langsung mengotak atik ponselnya, sebelumnya Daren sudah menghack ponsel Asisten Viko setelah mendapatkan nomor ponselnya dari Viana saat di rumah sakit, jadi email yang akan masuk ke ponsel Viko akan bisa masuk juga ke Daren, Daren tidak ingin Asisten Viko memberi tahu Jebby bahwa Asyaa adalah anak kandungnya, Daren merasa marah kepada Jebby karena baginya Jebby bukan pria yang bertanggung jawab, Daren ingat bagaimana penderitaan Viana saat di usir dari rumah karena foto-fotonya yang tersebar di internet, Daren juga ingat bagaimana pandangan orang-orang kepada Viana saat sedang hamil Asyaa, Viana bahkan tidak berani keluar dari rumah, karena jika keluar Viana akan menjadi bahan gosip orang-orang, untung saja ada Hasan dan Maya yang sering menguatkan Viana, dan juga Hasan dan Maya bukan orang yang peduli dengan pendapat orang lain, bahkan mereka tidak peduli dengan omongan tetangganya, mengingat semua itu membuat Daren tidak ingin Jebby mengetahui bahwa Asyaa adalah putrinya, sehingga Daren menghapus email yang masuk ke asisten Viko, Daren yakin Asisten Viko sedang sibuk, jadi pasti Asisten Viko belum melihat email itu pikir Daren. Nina melihat Daren yang tadi sangat dingin itu sibuk dengan ponselnya, seolah ada yang sedang dia kerjakan,


"Ciiihh" ujar Nina sambil memutar matanya.


tiba-tiba dari dapur Viana memanggil mereka untuk sarapan, Nina langsung bergegas ke dapur setelah mendengar panggilan Viana, karena dia tidak mau duduk di dekat Daren yang dia rasa sedang marah, Asyaa yang juga mendengar panggilan Viana langsung berdiri dan tidak lupa memegang tangan Daren agar bisa pergi bersama ke dapur, Daren sangat menyayangi Asyaa jadi dia bisa menuruti apapun permintaan Asyaa,


Nina, Asyaa, dan Daren sudah duduk di meja makan, sambil menunggu Viana selesai menata makanan di atas meja, setelah Viana selesai mereka bersiap untuk sarapan, tetapi Jebby belum keluar dari ruang kerja, Viana meminta Nina untuk memanggil Jebby, saat Nina akan berdiri Jebby sudah berjalan ke arah mereka yang sedang duduk di meja makan,


"Kamu sudah datang? Aku baru saja akan meminta Nina untuk memanggilmu" ucap Viana


"Mm" Jawab Jebby singkat,


Jebby langsung duduk di kursinya untuk makan, Viana mulai mengambilkan makanan untuk mereka semua satu per satu, di saat mereka sedang makan, Jebby merasa Daren sering memandangnya dengan tatapan permusuhan, dalam hati Jebby mulai bertanya-tanya apakah dia telah menyinggung Daren tanpa sengaja? Pikir Jebby dalam hati.


Setelah selesai makan Daren dan Jebby seperti biasa bertugas mencuci piring, sedangkan tiga gadis itu pergi ke ruang tamu, Viana dan Nina menemani Asyaa menonton kartun di TV,


Di dapur Jebby memperhatikan Daren yang terlihat begitu dingin dari biasanya, setelah mencuci piring Jebby menghadap Daren


"Apakah ada hal yang membuatmu tidak senang?" Tanya Jebby kepada Daren, Daren yang mendengar pertanyaan Jebby hanya melirik dengan dingin tanpa menjawab sedikit pun, Jebby yang di abaikan oleh Daren merasa kesal dalam hatinya,


"Ada apa? Apa kau marah padaku? Apa alasanmu marah padaku?" Tanya Jebby sambil menahan lengan Daren yang sudah mau pergi, Daren yang di tahan oleh Jebby langsung berkata,


"Aku membencimu" Daren langsung melepaskan tangan Jebby yang menahannya, lalu pergi ke ruang tamu bergabung dengan Viana, Asyaa, dan Nina..


"Felix ini benar-benar... Katanya tiga hari laporan tes DNA itu akan keluar, tetapi mengapa sampai detik ini belum ada juga" Ujar Viko sambil memeriksa email masuk di ponselnya, karena tidak ada email laporan tes DNA yang masuk Viko berusaha menelpon Felix tetapi tidak bisa tersambung, Viko tidak mengetahui bahwa Daren sudah menghack ponselnya, selain menghapus email yang masuk di ponsel Viko, Daren juga membuat Viko tidak bisa menghubungi Felix.


"Mengapa tidak bisa terhubung sih, aku ingin tahu hasilnya agar bisa memberitahu boss, aku yakin Asyaa itu pasti putrinya boss Jebby, tetapi jika Asyaa putri boss mengapa dia tidak tahu?" Ujar Viko yang sudah penuh pertanyaan di kepalanya.


"Aku ingin memberi tahu boss Jebby, tetapi boss pasti tidak akan percaya tanpa melihat laporan tes DNA, aku harus menemui Felix di rumah sakit besok, untuk mengambil berkasnya" pikir Viko


Nina yang sedang bersama Viana menemani Asyaa menonton kartun tiba-tiba bangkit pergi ke kamarnya, tidak lama kemudian Nina keluar dengan pakaian yang rapi dan berdandan dengan cantik, Nina mengira Daren akan melihatnya, tetapi setelah dia keluar Daren hanya menatap ponselnya terus bahkan tidak meliriknya, Nina merasa sangat kesal tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa


"Kakak ipar, aku izin pergi ke reuni teman-teman sekolah SMP aku yah, nanti tolong bilangin ke kak Jebby" Ujar Nina sambil berjalan menuju pintu keluar,


"Hey Nina.. Bukankah kamu harus bertanya terlebih dahulu kepada kakakmu?" Teriak Viana melihat Nina yang sudah membuka pintu


"Aduuhh, kakak ipar aku sudah tidak punya waktu lagi, aku akan terlambat, tolong yah" Ujar Nina sambil berlalu begitu saja


"Aakkhh bagaimana ini?, bagaimana kalau Jebby tahu dia keluar?" Ujar Viana gelisah, tiba-tiba dia melihat Daren,


"Daren, tolong kakak yah.. kamu awasi Nina, jangan sampai dia membuat masalah, kata Jebby dia sering berbuat kekacauan" ujar Viana kepada Daren, sejujurnya Daren sangat enggan untuk pergi mengawasi Nina, tetapi Viana adalah kakak yang sangat dia sayangi dan hormati, dia belum bisa membahagiakan kakaknya, jadi dia juga tidak tega membantah kakaknya, mau tidak mau dia pergi mengikuti Nina dari belakang,


Setelah keluar dari gedung apartemen Nina memanggil sebuah taksi yang kebetulan lewat, Daren yang mengikuti dari belakang menunggu taksi Nina pergi, barulah dia keluar dari gedung, Daren menunggu taksi sekitar 2 menit barulah ada taksi yang lewat, setelah masuk ke dalam taksi Daren menelpon Viana dan meminta Viana mengirimkan nomor ponsel Nina, setelah mendapatkan nomor ponsel Nina Daren melacak lokasi Nina menggunakan ponselnya, Daren seorang hacker profesional meskipun tidak ada yang tahu selain gurunya dan Asyaa, jadi ponselnya sudah pasti ada fitur-fitur yang membuat dia gampang menemukan lokasi seseorang hanya dengan ponsel.