
Theo menunggu sambil memainkan ponselnya, begitu juga dengan Marvin, Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Asyaa dan Freya keluar juga, Theo dan Marvin tertegun, Asyaa dan Freya terlihat sangat cantik, anggun dan elegan, dandanan Asyaa membuat dirinya terlihat dewasa namun polos seperti seorang putri yang baru saja dimurnikan, sedangkan dandanan Freya terlihat dewasa dan tidak mudah didekati, diam-diam Theo segera memotret Asyaa dan mengirimkannya kepada Hansel, sedangkan Marvin mulai lontarkan rayuan-rayuan mautnya kepada Freya,
"Oh tuhan, peri kecilku terlihat sangat cantik malam ini" mendengar ucapan Marvin Freya tersenyum malu,
"Freya kamu tau tidak, mengapa malam ini gelap?"
"Tidak, kenapa?"
"Malam ini bulan merasa sangat malu untuk keluar, karena kamu mengalahkan cantiknya" gombal Marvin sekali lagi,
Asyaa tersenyum melihat tingkah Marvin di hadapannya, Marvin yang melihat Asyaa tersenyum dan mengulurkan tangannya,
"Hallo, aku Marvin calon suaminya Freya" setelah mengatakannya Theo mengetuk kepala Marvin membuat dia mengerang kesakitan,
"Hallo, aku Asyaa sahabatnya Freya" Asyaa menyambut tangan Marvin yang terulur,
"Baiklah, ayo kita berangkat" mereka masuk ke dalam mobil Theo, sedangkan mobil Marvin ditinggalkan di rumah Theo karena Theo tidak setuju jika Freya harus pergi bersama Marvin.
Sesampai di tempat Acara Marvin menggandeng tangan Freya, sedangkan Asyaa dan Theo berjalan berdampingan. Saat mereka tiba ternyata sudah banyak orang yang datang, kedatangan mereka menarik perhatian banyak orang, Arthur putra menteri yang mengadakan pesta melihat kedatangan Theo dan Marvin teman baiknya segera menghampiri,
"Theo, Marvin, aku pikir kalian tidak bisa datang, terutama sang Kapten Theo yang sangat sibuk" ujar Arthur menyapa.
"Bagaimana mungkin aku tidak datang, ini adalah pesta yang kau adakan, apa mungkin aku akan melewatkannya? Benar kan Marvin?"
"Sangat benar, sesibuk-sibuknya kami, jika Tuan Arthur yang mengadakan pesta pasti kami akan meluangkan waktu" ujar Marvin tersenyum,
Teman-teman Marvin memang tahu bahwa Marvin menyukai Freya, tetapi karena Freya yang masih fokus dalam pendidikannya membuat Marvin harus sabar menunggu, dan membuatnya memacari banyak wanita, meskipun begitu dia tidak pernah menyentuh wanita-wanita itu, semua mengira dia adalah playboy, tetapi hanya Freya yang tahu bahwa Marvin adalah pria yang baik, Theo pun juga mengetahui hal itu, tetapi dia belum mengizinkan Freya untuk berpacaran.
Arthur mengalihkan pandangannya kepada Asyaa yang berdiri di samping Theo,
"Apa kamu tidak ingin memperkenalkan kekasihmu kepadaku?" Tanya Arthur yang sudah sangat penasaran terhadap Asyaa, karena baru kali ini dia melihat Theo membawa seorang perempuan datang ke pesta,
"Akh.. ini sahabat adikku, kebetulan dia sedang berlibur di Negara ini, jadi aku mengajaknya datang ke sini" jawab Theo
"Hallo, aku Arthur" Arthur mengulurkan tangannya untuk berkenalan,
"Hay, Aku Asyaa" jawab Asyaa menyambut uluran tangan Arthur,
"Mari aku bawa kalian kepada teman-temanku" Arthur membawa mereka untuk menemui teman-temannya, mata Asyaa dan Freya tidak bisa menutupi kegembiraan mereka, mereka berharap bisa segera bertemu Hansel.
Arthur membawa mereka kepada empat orang temannya dan memperkenalkannya, Asyaa dan Freya melihat salah seorang pria yang mengenakan bros dengan simbol keturunan Raja, dan wajah pria itu sedikit mirip dengan wajah kakak Hanselnya dalam ingatannya, Asyaa dan Freya mengambil kesempatan untuk berbincang-bincang dengannya, melihat dua gadis cantik sepertinya sangat tertarik untuk berbincang-bincang dengannya pria itu merasa senang, setelah lama mengobrol dan berbincang-bincang Asyaa dan Freya mengetahui bahwa tidak ada orang bernama Hansel baik putra Raja maupun keponakan Raja, Pria itu bernama Arbi dia tertarik dengan kecantikan Asyaa, Asyaa pun merespon Arbi dengan baik dan ramah dia ingin mengenal Arbi lebih jauh lagi, dia tidak ingin melewatkan jika Arbi adalah Hansel, umur Arbi 27 tahun itu berarti ada kemungkinan bahwa dia adalah Hansel, Arbi merupakan keponakan Raja itu berarti jika Arbi adalah Hansel Asyaa tidak terlalu merasa terbebani, dengan identitas Arbi.
Hansel yang selesai bekerja barulah membuka ponselnya, ternyata ada pesan dari Theo, setelah membukanya Hansel tertegun karena Asyaa yang terlihat sudah tumbuh dewasa dan sangat cantik, dia membelai layar ponselnya seolah-olah yang dia belai adalah nyata, senyumnya begitu lembut memandangi foto tersebut,
"Kamu sudah tumbuh dewasa dan sangat cantik, aku berharap kamu bisa mendapatkan kebahagiaanmu sendiri" ujar Hansel sambil membelai foto itu, tiba-tiba ponselnya kembali berbunyi tanda ada pesan masuk lagi, itu adalah Theo yang kembali mengirimkan sebuah foto Asyaa yang sedang berdiri berhadapan dengan Arbi terlihat seperti sepasang kekasih, terlihat raut wajah Asyaa dan Arbi yang bahagia, melihat foto kedua yang di kirim Theo Hansel mengepalkan tangannya erat-erat, baru saja dia mendokan Asyaa agar bisa menemukan kebahagiannya, namun saat melihat Asyaa dengan orang lain dia merasa marah. Dalam hati kecilnya dia tidak ingin Asyaa bersama pria lain selain dirinya, Dia berusaha menahan diri namun tidak bisa. Sejak dia kembali ke Negaranya Hansel mengutus orang untuk melaporkan keadaan Asyaa dengan foto, awalnya kasih sayangnya kepada Asyaa merupakan kasih sayang seorang kakak terhadap adiknya, tetapi makin Asyaa dewasa perasaan Hansel juga mulai berubah, dia menjadi cemburu jika mengetahui Asyaa di dekati oleh pria lain di kampus, awalnya Hansel terus menyangkal perasaannya untuk Asyaa, tetapi setelah mengetahui Asyaa ada di Negara M perasaan Hansel makin kuat, dia merindukan Asyaa sebagai seorang pria yang merindukan seorang wanita, dan perasaan itu makin hari bukannya berkurang tetapi justru makin kuat.
Hansel berdiri dan meminta sopir membawanya ke pesta putra menteri yang sedang di adakan, sesampainya di pesta, ternyata pesta sudah selesai, para tamu mulai keluar dari gedung untuk pulang, Hansel hanya mengamati dari dalam mobil, dia melihat Theo keluar, saat dia akan turun menghampirinya, dia melihat Asyaa keluar bersama Arbi diikuti oleh Marvin dan Freya, dia mengurungkan niatnya untuk turun dan hanya mengamati Asyaa dari dalam mobil, terlihat Arbi yang sedang bercerita kemudian disambut tawa oleh Asyaa, Hansel ingin keluar dan menarik Asyaa ke dalam pelukannya, tetapi dia tidak bisa, dirinya yang sudah memiliki tunangan membuat Hansel hanya bisa menahan rindunya, karena takut dia akan bertingkah berani dan di luar kendali, Hansel meminta sopir untuk kembali ke Vila.
Setelah mobil berjalan pergi Theo baru mengenali bahwa itu adalah mobil Tuan Rafka alias Hansel, Theo melihat Asyaa yang ternyata sedang asyik berbicara dengan Arbi.