That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 59



Leon merasa sedih, dia hanya ingin Asyaa mengingatnya saat melihat boneka itu, dia tidak ingin Asyaa melupakannya meskipun kebersamaan mereka sangat singkat, Leon benar-benar menyayangi Asyaa seperti putrinya sendiri, Leon kembali berjalan dengan langkah gontai ke arah Vila, setelah melihat jarak Vila dan tempat dia berdiri sekarang, Leon menyadari bahwa dia berlari sejauh kurang lebih 200 meter, dia kembali melangkahkan kakinya ke arah Vila, tiba-tiba terdengar suara mobil dari belakangnya, mobil itu berhenti di sampingnya, Asyaa dan Jebby keluar dari mobil itu,


"Paman" safa Asyaa dengan senyum manis yang menghiasi wajah cantiknya.


"Asyaa..?" Leon terkejut karena melihat Jebby dan Asyaa kembali


"Paman.. Asyaa kembali karena Asyaa lupa membawa boneka yang dikasih oleh paman sebagai hadiah untuk Asyaa tadi siang" ujar Asyaa, mendengar ucapan Asyaa Leon sangat senang, kemudian menyerahkan boneka itu kepada Asyaa,


Sebelumnya Jebby dan Asyaa sudah jauh kurang lebih 1 kilo meter, tiba-tiba Asyaa mengingat bahwa dia lupa membawa boneka yang di kasih oleh Leon sebagai hadiah untuknya tadi siang, jadi dia meminta Jebby putar balik untuk kembali ke Vila, Jebby hanya bisa memenuhi keinginan putrinya, jadi dia memutar mobilnya, dia tidak menyangka melihat Leon berada dijalan yang jauh dari Vila sambil membawa boneka itu,


"Terima kasih Paman.. sampai jumpa lagi" ujar Asyaa, Leon hanya menanggapi dengan senyum sambil menganggukkan kepala tanda bahwa dia menerima ucapan terima kasih dari Asyaa, setelah itu Asyaa kembali lagi ke dalam mobil, Jebby yang masih di luar menatap Leon dengan rasa terima kasih, saat Jebby akan masuk ke dalam mobil, tiba-tiba dia berbalik lagi menghadap Leon,


"Aku ingin kita bisa bersahabat lagi seperti dulu" ujar Jebby dengan senyum yang terukir di wajahnya, mendengar ucapan Jebby mata Leon berkaca-kaca karena terharu, dia menganggukkan kepala dengan cepat karena terlalu bahagia, Jebby menepuk pundak Leon sesaat tanda bahwa Jebby memberikan dukungannya kepadanya, setelah itu Jebby kembali masuk ke dalam mobil, mobil mulai berjalan perlahan meninggalkan Leon berdiri sendirian, Asyaa membuka jendela mobil dan mengeluarkan kepala kecilnya lalu melambaikan tangannya kepada Leon, setelah kepergian Jebby dan Asyaa Leon kembali berjalan ke arah Vila dengan senyum bahagia,


Dalam perjalanan, Jebby melihat Viko dan para pengawal serta Daren yang mengendarai motornya menunggu mereka di pinggir jalan, karena Asyaa yang meminta putar balik tadi. mereka tidak ikut kembali sebab Jebby tidak mengizinkan mereka, itulah mengapa mereka menunggu di tempat itu, setelah melihat mobil Jebby datang semuanya bergegas masuk ke mobil dan pergi, begitu juga dengan Daren dia kembali mengendarai motornya.


Perjalanan membutuhkan waktu satu jam lebih dari pinggiran kota ke Vila milik Jebby, sesampai di rumah semua orang sedang menunggu Asyaa, Viana memeluk Asyaa dengan erat,


"Sayang, ibu rindu" ujar Viana dengan air mata bahagia karena Asyaa yang sudah kembali,


"Asyaa juga sangat merindukan ibu" jawab Asyaa


"maafkan ibu, ibu yang tidak baik membuat Asyaa diculik, ibu janji tidak akan pergi meninggalkan Asyaa lagi, ibu tidak akan pergi bekerja, ibu akan menjaga Asyaa" ujar Viana


"Ibu.. Asyaa baik-baik saja jangan khawatir, tetapi Asyaa senang karena ibu tidak akan bekerja lagi"


"Iya.. maafkan ibu selama ini ya sayang"


"Mm" Asyaa menganggukkan kepala. Setelah Viana kemudian Ghena, Maya, Nina, Hasan, dan Daren bergantian memeluk Asyaa karena merasa bahagia Asyaa sudah kembali,


Saat waktunya tidur, kali ini Asyaa di bawa Viana ke kamarnya, dia masih trauma karena kasus penculikan terhadap Asyaa, Asyaa menceritakan pengalamannya selama dia berada di Vila Leon, dia menceritakan betapa rindunya dia terhadap mereka, tetapi dia juga merasa senang karena ada Bibi Alin yang sering memasak makanan enak untuknya, di tengah-tengah pembicaraan Asyaa tertidur, setelah tertidur kemudian gantian Jebby lagi yang bercerita, mengapa Leon menyembunyikan Asyaa, dia menceritakan semua kepada Viana soal Leon yang menyukainya, Viana sempat terkejut mendengar cerita Jebby, dia tidak menyangka bahwa rekan kerjanya yang bernama Zayen adalah Leon sahabatnya Jebby, sekaligus orang yang menyukai Jebby.


Trauma dengan insiden penculikan Asyaa, Jebby menempatkan pengawal di Vila dan juga di sekitar Asyaa,


Viana yang sudah tidak bekerja tinggal di rumah seharian, kadang-kadang dia pergi berbelanja dengan Ghena dan Maya.


Di Negara C, Alex yang sedang berada ruang kantornya, tiba-tiba asistennya mengetuk pintu dan masuk,


"Tuan.. saya ingin melaporkan bahwa saham kita terus menurun dalam seminggu ini, dan juga ada pembelian saham besar-besaran, saya sudah meminta orang-orang kita untuk memeriksanya, tetapi mereka tidak bisa menemukan siapa orang dibalik semua ini" ujar asisten itu.


Mendengar laporan dari asistennya Alex sangat marah, dia ingat Alena pernah mengatakan bahwa Viana berada di Negara B, tetapi tidak mungkin itu adalah Viana, Viana tidak memiliki uang dan koneksi yang mampu membuat saham VN Corporation Anjlok, tetapi dia khawatir karena Viana dan Daren bisa saja datang untuk merebut kembali VN Corporation yang dikelola olehnya, Alex mengambil ponselnya dan mulai menghubungi seseorang, Alena yang yang datang untuk menemui ayahnya Alex membatalkan niatnya untuk masuk karena mendengar percakapan Alex dan asistennya, setelah melaporkan situasi perusahaan asisten itu berjalan keluar, Alena yang berada di balik pintu sembunyi di belakang sebuah pot, sehingga asisten itu tidak melihatnya, kemudian saat dia akan mengetuk lagi dia mendengar Alex yang menelpon seseorang dan meminta orang itu untuk membunuh, dia kembali membatalkan niatnya untuk masuk, karena dia ingin mendengar seluruh percakapan Alex dengan pembunuh itu, dia juga ingin tahu siapa orang yang ingin dibunuh oleh ayahnya.


"Halo.. aku punya pekerjaan untukmu, aku ingin kamu membunuh seseorang" ujar Alex


"Siapa?" Tanya orang yang berada di seberang telepon,


"Aku akan mengirimkan fotonya untukmu" ujar Alex sambil mengirimkan foto Viana kepada orang itu, melihat foto seorang wanita yang cantik orang itu penasaran,


"Mengapa kamu ingin membunuhnya? Sayang sekali padahal dia adalah wanita yang sangat cantik"


"Aku tidak peduli apa yang ingin kamu lakukan kepadanya, aku hanya ingin memastikan wanita ini tidak akan pernah mengganggu hidupku" jawab Alex


"Baiklah.. jangan lupa segera mentransfer bayarannya" kemudian pria itu menutup teleponnya,


Alex memegang kepalanya karena merasa sedikit sakit kepala, sejujurnya dia tidak ingin melakukan hal itu, tetapi keberadaan Viana akan mengganggu ketentraman hidupnya, sehingga dia harus melakukannya, sebelum semua yang dia miliki saat ini direbut kembali oleh Viana. setelah mendengar semua itu Alena tersenyum puas karena ayahnya akan menyingkirkan Viana.