
Nina turun di depan sebuah cafe, setelah memasuki cafe itu Nina langsung mencari teman-temannya, sebenarnya teman-teman Nina tidak mengetahui bahwa Nina adalah seorang aktris yang dijuluki Putri Lili, karena karakter dan make up nya sedikit berbeda dengan dirinya yang asli, ada beberapa orang temannya yang mengatakan bahwa dirinya mirip dengan aktris Putri Lili, tetapi Nina sering membantahnya dan dia sering kali dapat membuktikan bahwa dirinya bukan aktris Putri Lili, mereka juga mengira bahwa Nina hanya anak orang kaya biasa, karena pakaian yang dia kenakan bukanlah pakaian bermerek, mereka tidak tahu bahwa setiap pakaian anggota keluarga JB Grup di buat sendiri oleh desainer pribadi dengan kualitas tingkat tinggi, itulah sebabnya mengapa pakaian Nina dan Jebby tidak memiliki merek. Teman-teman sekelas Nina adalah anak-anak para pengusaha, mereka sering meremehkan Nina dan juga teman baiknya Sera, sera adalah anak dari keluarga biasa, masuk ke sekolah yang sama dengan Nina hanya karena beasiswa, Sera sering di rundung oleh beberapa anak di kelas mereka, karena mereka merasa bahwa Sera tidak pantas sekolah di tempat yang sama dengan mereka, hanya Nina lah yang sering membelanya, meskipun Nina juga kadang sering di rundung oleh beberapa anak di kelasnya itu, mereka merundung Nina karena iri dengan kecantikannya, tetapi Nina bisa melawan dibandingkan Sera yang sering di rundung habis-habisan.
Nina melihat teman-temannya itu sudah berkumpul sambil berbicara dan tertawa, Sera duduk di pojok seorang diri, sesungguhnya Sera tidak ingin datang, tetapi jika tidak datang dia harus membayar denda sebesar 1 juta, itu sebabnya mau tidak mau dia tetap datang, Nina langsung menghampiri Sera, Sera yang melihat kedatangan Nina langsung tersenyum senang karena dia tidak sendirian lagi, tiba-tiba salah satu teman mereka yang sering merundung mereka berdua itu langsung berbicara
"oooo, si Serang udah ada temannya nih?" Ujar Bella ketua geng dari anak-anak yang suka merundung itu, mendengar nama Sera di ubah menjadi Serang teman-teman Bella langsung tertawa mengejek, Nina dan sera tidak mempedulikannya, mereka berdua langsung berniat memanggil pelayan, sebelum memanggil pelayan Bella kembali mengejek Nina dan Sera,
"aku tebak kalian pasti berpikir akan pesan makanan yang paling murah di sini yah?Kasian... atau jangan-jangan kalian akan pesan mi pake telur seperti yang di warung-warung pinggir jalan? Aku kasih tahu ya, di sini tidak ada makanan kampungan seperti itu" Ujar Bella yang di sambut tawa mengejek oleh teman-temannya, mendengar hinaan Bella Nina hanya tersenyum, melihat Nina yang hanya tersenyum membuat Bella makin jengkel,
"Teman-teman hari ini aku akan mentraktir kalian semua, kalian tidak perlu ragu untuk memesan, pesan saja sesuka kalian biar nanti aku yang bayar," Ujar Bella, ucapan traktiran Bella disambut tepuk tangan yang meriah oleh teman-temannya, Bella memanggil pelayan dan memesan makanan untuk semua orang, beberapa menit kemudian pelayan datang menyajikan makanan untuk semua orang di meja masing-masing, tetapi Nina dan Sera hanya di sajikan Nasi dan sepiring lauk, melihat makanan di hadapannya Nina tersenyum sinis, dalam hati Nina bahkan makanan kucing di rumahnya jauh lebih mahal dan enak dibandingkan makanan yang disajikan untuknya dan Sera, Nina bukan orang yang suka pamer kekayaan keluarganya, bahkan selama ini dia sering menutupi bahwa dia adalah anak ke dua dari pemilik JB Grup salah satu perusahaan internasional terkaya di dunia yang sekarang sudah diambil alih oleh kakaknya Jebby, tetapi kali ini dia sudah tidak tahan dengan perlakuan Bella terhadap dirinya dan Sera, Nina berpura-pura pergi ke toilet kepada Sera, sesampai di toilet Nina memeriksa semua ruangan apakah ada orang di dalam atau tidak, setelah memastikan tidak ada orang, Nina langsung menghubungi Viko,
"Paman Viko, aku butuh bantuanmu, aku sedang berada di Brilian Cafe, mohon atur sesuatu untukku" Nina meminta bantuan kepada Viko,
setelah berbicara dengan Viko, Nina kembali ke meja di mana Sera menunggunya, Sera akan tetap berusaha memakan makanan di meja mereka, meskipun makanan mereka tidak sama dengan makanan di meja teman-teman mereka yang lain, di saat Sera mulai mengangkat sumpitnya Nina menghentikannya, Sera melihat Nina dengan tatapan bertanya,
"Mengapa Nina? Kita hanya perlu menghabiskannya lalu segera pergi dari sini," Ujar Sera
"Tidak Sera...tunggu sedikit lagi, aku sudah muak dengan kelakuan mereka" Ucap Nina dengan senyum licik yang terukir di wajahnya,
Tiba-tiba Manajer dari Brilian Cafe datang, Bella mengetahui bahwa orang itu Manajer Cafe, karena beberapa kali saat dirinya makan bersama orang tuanya di Cafe itu dia melihat orang itu memberikan arahan-arahan kepada para pelayan, Bella mengira Manajer itu datang karena dia sudah mengeluarkan banyak uang untuk mentraktir teman-temannya, Bella sudah berdiri dan mau menyapa, tetapi saat dia akan berbicara Manajer Cafe langsung melihat seisi ruangan dan langsung menghampiri Nina dan berkata,
"Nona maaf... kami tidak tahu bahwa Nona sedang ada di Cafe ini, kami akan memberikan hidangan terbaik untuk anda" Ujar pelayan itu,
"Baik... Tidak masalah" ujar Nina sambil tersenyum ramah, Bella yang melihat situasinya langsung menghampiri Manajer Cafe,
"Maaf saya tidak mengenali anda, dan semua makanan yang anda pesan seberapa pun mahalnya tidak bisa membuat saya bisa melayani anda" ujar Manajer itu dengan sinis, mendengar perkataan Manajer itu Bella merasa dipermalukan, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa,
"Sialan... Siapa Nina sebenarnya, sampai membuat Manajernya langsung yang turun tangan untuk melayaninya?" pikir Bella dalam hati
Manajer juga tahu situasinya hanya dengan melihat hidangan di hadapan Nina dan Sera, sudah bisa di tebak bahwa Nina dan temannya sedang di rundung,
"pelayan silakan hidangkan di sini, dan bawa pergi makanan di meja ini" Perintah Manajer itu, di saat para pelayan akan menghidangkan makanan di atas meja Manajer kembali berkata,
"Atau Nona ingin menempati ruangan VVIP yang sering di pakai oleh kakaknya Nona Nina?, Nona juga bisa mengajak teman-teman yang Nona sukai untuk makan di ruangan itu"
"Oke.. baiklah" Nina tersenyum cerah dan langsung menggandeng tangan Sera,
"Bagi teman-teman yang ingin bergabung denganku di ruang VVIP dipersilakan, aku tidak membatasinya," ujar Nina sebelum melangkah masuk ke ruangan, teman-teman sekelasnya sangat antusias ingin merasakan bagaimana makan di ruangan VVIP yang tidak pernah mereka rasakan, sehingga mereka berbondong-bondong masuk ke ruang VVIP itu, Bella dan teman-teman segengnya yang suka merundung Nina dan Sera di sekolah sebenarnya ingin bergabung, mereka juga ingin merasakan suasana di ruangan VVIP, tetapi mereka terlalu gengsi, tidak sembarangan orang yang bisa makan di ruangan VVIP kecuali Pimpinan Negara atau orang-orang dengan status kekayaan yang tidak terhingga,
"Bella aku sangat ingin masuk dan melihat apa istimewanya ruangan VVIP itu" ujar salah satu teman Bella,
"Dasar... Apa kamu sudah tidak memiliki rasa malu?, Bagaimana jika saat kita ikut masuk lalu dipermalukan oleh Nina dan Sera?" Ujar Bella dengan kesal,
mereka hanya bisa mendengar suara-suara kekaguman teman-temannya ketika pintu di buka oleh para pelayan yang ke sana ke mari mengantarkan makanan, bahkan makanan-makanan yang di bawa oleh para pelayan ke ruangan itu terlihat spesial dan sangat mewah, teman-teman Bella melihat semua makanan yang di bawa oleh para pelayan itu bahkan tidak ada di daftar Menu yang mereka pegang.