
Pesta perayaan itu penuh dengan sukacita, acara belum dimulai karena masih menunggu kedatangan Direktur Jebby, MC mengatakan siapa pun yang ingin menyumbangkan sebuah lagu bisa naik ke panggung.
Anet orang yang ceria dan sangat percaya diri naik ke panggung dan menyanyikan sebuah lagu, setelah Anet selesai menyanyikan sebuah lagu, Anet mengajak teman dekatnya Viana untuk naik ke panggung, dan meminta Viana menyanyikan sebuah lagu, Anet dan Viana sering karaoke bersama jadi Anet tahu bahwa suara Viana sangat merdu, Viana yang cukup percaya diri dengan suaranya juga ikut bergabung dengan Anet di atas panggung,
"Kamu ingin menyanyikan lagu apa?" Tanya Anet sambil memilih daftar lagu pada keyboard Piano.
"Ed Shareen yang judulnya, Perfect"
Suara musik mulai terdengar, saat Viana akan mulai bernyanyi, tiba-tiba layar dibelakangnya di atas panggung tempat mereka berdiri, yang tadinya sedang menampilkan proyek-proyek besar yang berhasil ditangani oleh Perusahaan mereka berubah menjadi foto-foto pasangan kekasih yang terlihat romantis, ada yang yang sedang berpelukan, ada yang saling bertatapan dan ada juga yang sedang bergandengan tangan, tetapi yang membuat Viana sangat marah adalah, ada juga foto-foto Viana yang beredar 3 tahun yang lalu, fotonya bersama seorang pria di ranjang, tetapi wajah pria itu tidak terlihat jelas karena suasana kamar yang saat itu remang-remang, Viana kembali teringat kejadian yang membuat dia harus meninggalkan Negaranya, dan karena malam itu juga membuat Viana harus melahirkan Asyaa, semua tamu yang melihat ke layar kaget karena foto-foto romantis itu adalah foto-foto Direktur mereka dengan Viana, sedangkan foto laki-laki sedang berada di ranjang dengan Viana tidak jelas, Cindy yang sudah dipecat menjadi dalang dari semuanya, foto-foto masa lalu Viana didapatkan Cindy dari Alena sepupu Viana yang kebetulan adalah sahabatnya, Cindy dan Alena bersahabat sejak saling mengenal di Universitas, Alena yang berlibur ke Negara B janjian bertemu Cindy untuk memandunya jalan-jalan di Negara tempat kelahiran Cindy, saat bertemu Alena direstoran Cindy tidak sengaja menceritakan masalahnya yang baru saja di pecat dari perusahaan tempat dia bekerja, Cindy juga menceritakan bahwa gadis bernama Viana yang membuat dia dipecat, dia mengatakan hubungan Viana dengan Direktur mereka yang sudah beristri, Alena yang mendengar nama sepupu yang dia benci itu, memastikan apakah itu Viana sepupunya atau tidak, setelah Cindy memperlihatkan foto Viana yang ada di ponselnya, barulah Alena tahu ternyata semenjak meninggalkan Negara C Viana tinggal di Negara B, Alena yang selalu cemburu dengan apa yang dimiliki Viana sejak kecil, memutuskan membantu sahabatnya itu untuk mempermalukan Viana, dalam hati Alena juga tidak menyangka bahwa Viana berhubungan dengan seorang pria beristri, Alena tersenyum licik, sehancur apa hidup Viana sampai rela berhubungan dengan seorang pria beristri pikir Alena dalam hati, Alena ingin melihat Viana makin menderita lagi, sehingga dia mengirimkan foto-foto Viana yang dia gunakan untuk menjebak Viana 3 tahun lalu kepada Cindy,
Cindy mulai mempermalukan Viana,
"Teman-teman sekalian, lihatlah wanita ini benar-benar tidak tahu diri, dia menggoda Direktur kita yang bahkan sudah punya istri"
Viana yang melihat Cindy mengatakan banyak hal sangat marah, dia ingin menangis karena masa lalunya yang diumbar kembali, tetapi keras kepalanya tidak ingin memperlihatkan kelemahannya di depan orang lain, sehingga dia hanya mengepalkan tangannya dengan erat, kuku-kukunya menusuk telapak tangannya tetapi Viana tidak merasakan sakit, karena rasa sakit di hatinya lebih kuat dibandingkan rasa sakit di telapak tangannya, Viana yang sudah tidak tahan langsung menyela dan menarik lengan Cindy hingga mereka saling berhadapan,
"Apa yang kamu katakan?" Viana benar-benar sangat marah.
"Mengapa, Kamu terkejut karena sudah ketahuan? Lihatlah wajah wanita penggoda ini, setiap hari hanya taunya menggoda Direktur Jebby yang sudah beristri, dan juga bahkan foto-fotonya yang tidur dengan seorang pria tersebar di internet 3 tahun lalu, entah bagaimana nanti jika direktur Jebby melihatnya"
"Dasar wanita penggoda" "tidak tahu diri", "pelacur", "keluarkan dia dari Perusahaan ini" semua itu masuk kedalam telinga Viana, hanya Dio yang melihatnya dengan tatapan prihatin dan tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi Anet meskipun dia tidak tahu masa lalu Viana, dia berusaha membela Viana di depan banyak orang, sedangkan bu Riska juga begitu terkejut dengan apa yang dia lihat, dia tidak menyangka Viana yang selama ini dia andalkan ternyata menggoda Direktur mereka,
Ocehan Cindy kembali terdengar..
"Kalian jangan biarkan dia tetap tinggal di Perusahaan ini, jangan sampai suami kalian direbut olehnya, entah sudah berapa banyak laki-laki yang tidur dengannya" mendengar hal itu tanpa pikir panjang lagi Viana langsung menjambak rambut dan mulai memukuli Cindy,
"Atas dasar apa kamu mempermalukanku, kamu tidak tahu apapun soal hidupku, apa yang sudah aku lalui selama ini, kamu tidak tahu sedikit pun" Viana berbicara dengan nada gemetar sambil tangannya menarik rambut Cindy, Cindy yang sudah merasakan sakit di kepalanya juga mengulurkan tangannya dan menarik rambut Viana, "kamu wanita penggoda tidak tahu malu, mengapa aku tidak bisa mempermalukanmu, hari ini semua orang sudah tahu bagaimana kelakuanmu" Dio dan Anet berusaha memisahkan mereka tetapi tidak bisa, Viana dan Cindy tetap saja tidak mau melepaskan tangan mereka masing-masing, mereka saling tarik menarik rambut sampai jatuh dari panggung, untung saja panggung itu hanya setinggi 50 sentimeter dan di bawah panggung dilapisi karpet, sehingga mereka tidak merasakan sakit saat terjatuh, saat mereka sedang tarik menarik, tiba-tiba terdengar suara dari pintu depan, itu adalah Viko,
"Ada apa ini" Viko yang masih di pintu itu melihat para tamu sedang berkumpul dan menyaksikan sesuatu, Viko tidak bisa melihat hal di depan karena pandangannya terhalang banyak orang, Viana dan Cindy yang mendengar kedatangan Viko, sudah pasti tahu bahwa Jebby pun akan segera datang, mereka saling melepaskan rambut masing-masing, Cindy langsung berdiri begitu pun dengan Viana, tetapi saat Viana akan berdiri kaki kirinya sangat sakit, sepertinya keseleo saat mereka jatuh dari panggung tadi, Viana tetap memaksakan dirinya untuk berdiri meskipun Viana merasakan sakit yang teramat sangat di kakinya, dia mulai merapikan rambutnya meskipun tidak dapat dirapikan sepenuhnya, dalam pikiran Viana, kalau pun nanti Jebby tidak akan peduli dengannya, dia tidak ingin dilihat dalam keadaan paling menyedihkan,
Jebby datang diikuti oleh Viko di belakangnya, para tamu mulai membuka jalan untuk mereka, sebelum ke sini Jebby sudah mendapatkan informasi dari Viko soal permasalahannya, setelah tinggal sepuluh meter dari Viana, Jebby baru melihat jelas keadaan Viana yang acak-acakan dan sedang berusaha terlihat tegar itu, Jebby bisa melihat bahwa Viana sedang menahan diri untuk tidak menangis, Jebby terlihat sangat marah, aura dinginnya menekan kuat seakan akan ruangan itu akan membeku, semua tamu tidak ada yang berani bicara, ruangan itu menjadi sangat sunyi, bahkan jika sebuah jarum jatuh mungkin akan terdengar, Viana yang melihat tatapan yang penuh amarah di mata Jebby, hanya bisa tersenyum sinis. Jebby melangkahkan kaki selangkah demi selangkah ke arah Viana, makin dekat jarak Jebby dan Viana, Viana makin berusaha tersenyum, sejujurnya hati Jebby sakit melihat Viana yang berusaha tegar itu, Jebby sampai di hadapan Viana, memeriksa tubuh Viana dengan matanya, dari ujung rambut sampai ujung kaki kemudian kembali lagi dari ujung kaki ke ujung rambut, setelah tidak melihat luka di tubuh Viana, Jebby yang melihat Viana berusaha untuk tersenyum langsung mendekat memegang bahu Viana dan mengecup keningnya, semua orang yang melihatnya begitu terkejut sampai-sampai hampir lupa untuk menutup mulut mereka yang terbuka saking terkejutnya.
Viana tidak menyangka bahwa Jebby akan menciumnya, dia pikir Jebby mungkin akan memaki dan merendahkannya, tidak menyangka dengan perlakuan Jebby yang tidak menghakiminya seperti orang-orang, membuat air mata Viana yang sedari tadi di tahan menetes tak terbendung lagi, Jebby yang sedang mengecup kening Viana itu merasakan Viana menangis, Jebby kembali mengecup matanya, setelah itu juga mengecup air mata Viana yang sedang menetes. Kemudian Jebby menggenggam tangan Viana untuk membawanya pergi, tetapi saat Viana akan melangkah kakinya sangat sakit, hingga dia merintih kesakitan dan terdengar oleh Jebby. Jebby melihat sepertinya kaki Viana keseleo, Jebby segera berlutut di hadapan Viana untuk melepaskan higheelsnya, setelah itu dia mengangkat Viana di kedua tangannya, sebelum melangkah pergi jebby berkata dengan suara dinginnya yang seolah ingin memakan semua orang yang ada di ruangan itu.
"Viko... bereskan semua orang yang menyakiti istriku, dan buat hidup mereka menderita"
para tamu dan karyawan semuanya mendengar kalimat Jebby kembali dibuat terkejut, ternyata Viana adalah istrinya.