
Setelah Asyaa bangun dia menyadari Jebby juga sudah bangun, dan dia berada di atas tubuh Jebby,
"Maafkan aku paman," Ucap Asyaa merasa bersalah
"Tidak apa-apa, ayo paman bantu bersihkan" Jebby bangun dan menggendong Asyaa ke kamar mandi. Jebby menyerahkan sikat gigi kecil untuk Asyaa, sepertinya memang sudah di siapkan Viana, Jebby juga membantu Asyaa mencuci mukanya dan setelah itu juga membantu menggantikan baju Asyaa.
Beberapa menit kemudian Jebby dan Asyaa sudah selesai membersihkan diri dan keluar dari kamar, Viana melihat mereka langsung menyapa,
"Kalian sudah selesai?, Ayo makan" ucap Viana
Daren yang sudah terlebih dahulu berada di meja makan melihat Jebby yang menggandeng Asyaa ke arahnya, menyadari bahwa Asyaa dan Jebby seperti ayah dan anak, membuat Daren refleks melihat ke arah Viana, Viana yang ditatap oleh Daren langsung bertanya,
"Ada apa Daren?"
"Tidak..Tidak apa-apa" Daren juga menyadari bahwa kakaknya ini tidak menyadari kemiripan Jebby dan Asyaa.
Saat sarapan Jebby mulai membuka pembicaraan
"Viana apakah kamu ada waktu hari ini?"
"Ada apa?"
"Bagaimana kalau setelah makan kita ajak Asyaa dan Daren ke taman hiburan? Asyaa yang mendengar akan ke taman hiburan langsung menyela Jebby.
"Sungguh paman? Apa kita akan ke taman hiburan?" Melihat antusias Asyaa Jebby tersenyum dan melihat ke arah Viana.
"Baiklah kita akan ke taman hiburan setelah makan" Ucap Viana
Di taman hiburan Jebby menggendong Asyaa dan Viana berjalan disampingnya, sedangkan Daren berjalan dibelakang mereka, Daren melihat mereka seperti keluarga kecil, ada Ayah, Ibu dan Putrinya, dalam hati Daren merasa bersyukur atas kebahagiaan kakaknya.
Saat mereka berjalan orang-orang melihat ke arah Viana dan Jebby yang menggendong Asyaa, bisik-bisik terdengar sepanjang jalan
"Waaahh keluarga itu benar-benar terlihat indah"
"Anak itu begitu diberkahi, memiliki wajah yang sangat imut dan cantik, tentu saja karena memiliki ayah yang sangat tampan dan ibu yang begitu cantik"
"iyaa, sepertinya gen ayahnya begitu mendominasi, lihat saja anak itu lebih mirip ayahnya"
Jebby dan Viana mendengar bisik-bisik itu sedikit terkejut dalam hati mereka, Viana merasa jika orang-orang itu mengira dia ibunya tidak masalah, karena memang dia adalah ibunya, tetapi mereka mengira Jebby adalah ayahnya? yang lebih tidak masuk akal adalah Asyaa lebih mirip Jebby dibandingkan dirinya? benar-benar konyol pikir Viana dalam hati. Sedangkan Jebby berpikir seberapa mirip dia dan Asyaa sampai Viko mengatakan mereka mirip dan sekarang orang-orang mengira dia adalah ayah Asyaa? mereka terus berjalan seolah-olah Mereka tidak memedulikan pandangan kagum orang-orang yang melihat ke arah mereka, sesampai di area permainan Asyaa menunjuk ingin naik kuda yang berputar, mereka mengikuti kemauan Asyaa, Jebby naik bersama Asyaa sedangkan Viana dan Daren di masing-masing kuda, setelah naik kuda Asyaa juga mengajak naik Bianglala, dan beberapa permainan yang bisa dinaiki anak-anak.
Setelah lelah bermain mereka makan di sebuah restoran dekat taman hiburan, juga membeli beberapa boneka dan mainan untuk Asyaa, kemudian mengantar Asyaa dan Daren ke rumah Hasan dan Maya karena besoknya Daren harus sekolah.
Akhir pekan telah berlalu, Viana dan Jebby juga sudah harus pergi ke kantor. Saat sarapan Jebby mulai membuka pembicaraan.
"Hari ini ke kantor naik mobil bersamaku saja" Viana mendengar perkataan Jebby tidak langsung merespon, setelah beberapa detik Viana bicara.
"Jebby bolehkah pernikahan kita dirahasiakan untuk sementara?" Jebby langsung melihat Viana seolah meminta Viana menjelaskan perkataanya.
"Ituu...Aku...aku bukan bermaksud tidak mengakui pernikahan kita, tetapi..kamu adalah direktur di Perusahaan aku bekerja, dan belum ada yang tahu bahwa aku sudah menikah, jadi..bukankah mereka akan terkejut jika tahu suamiku adalah seorang direktur di tempat aku bekerja?, Juga Aku ingin mencapai karirku dengan usahaku sendiri, jika mereka tahu suamiku adalah direktur maka mereka pasti akan bersikap tidak seperti biasa kepadaku, apakah kamu bisa memahamiku?" tanya Viana dengan ragu-ragu, Jebby melihat Viana menunduk karena takut, langsung mengulurkan tangannya membelai rambut Viana, gerakan itu membuat jantung Viana berdegup kencang.
"Baiklah..aku setuju, tetapi kamu harus janji bahwa kita akan makan siang bersama setiap hari, dan juga akan berangkat ke perusahaan bersamaku, jika tidak maka aku akan mengumumkan bahwa kamu istriku"
"Baiklah" Viana menyetujui permintaan Jebby.
Di dalam mobil Viko menyetir, sedangkan Jebby dan Viana duduk di kursi penumpang, tidak ada pembicaraan di antara mereka, Viko hanya diam-diam mengamati dua orang di kursi penumpang itu dari kaca spion dalam mobil. Tinggal 10 meter dari Perusahaan tiba-tiba Viana meminta Viko berhenti,
"Aku turun di sini saja, aku tidak ingin orang-orang melihat aku turun dari mobil Direktur. Sampai jumpa di kantor" Viana membuka pintu mobil dan turun, setelah itu mobil kembali berjalan ke arah pintu depan Perusahaan,
Sesampai di ruangan bagian pemasaran Viana mendengar para karyawan perempuan membicarakan Direktur mereka begitu pun teman dekatnya Anet, Anet yang melihat kedatangan Viana langsung menghampirinya.
"Viana Direktur kita itu benar-benar sangat tampan kan, para karyawan wanita di seluruh kantor ini hampir dibuat gila oleh ketampanannya, saat ini mereka sedang mencari tahu apakah Direktur Jebby sudah memiliki istri, jika belum mereka akan berusaha menarik perhatiannya, tetapi jika sudah beristri pun mereka tidak akan menyerah, hahahaa perempuan begitu menakutkan" Viana yang mendengar perkataan Anet dalam hatinya dia bersyukur meminta Jebby merahasiakan pernikahan mereka, kalau tidak, tidak tahu apa yang akan mereka lakukan padanya.
Tiba waktunya makan siang... Ponsel Viana berbunyi tanda ada pesan masuk, itu adalah pesan dari Jebby, "aku tunggu kamu di restoran seberang perusahaan, lantai dua ruangan nomor 33" setelah membaca pesan itu Viana bersiap untuk pergi tetapi tiba-tiba Anet datang,
"Viana ayo makan siang bersama"
"Maafkan aku Anet, aku ada janji makan siang hari ini"
"Apakah kamu janjian makan siang dengan pacarmu?, Kamu ya.. tidak pernah memperkenalkan pacarmu padaku, kalau begitu aku ikut kamu untuk melihat seperti apa pria yang sudah merebut hatimu itu"
"Ituuu... Anet, pacarku itu sangat pemalu kalau aku tiba-tiba bawa teman dia mungkin akan marah padaku, apakah kamu paham maksudku? Aku akan memperkenalkannya padamu nanti ya,"
"Baiklah.. kamu janji ya, kalau begitu aku pergi makan siang dengan teman-teman yang lain" selepas Anet pergi barulah Viana juga pergi, dia melihat kesana kemari dan berjalan dengan menutupi wajahnya dengan syal sutra yang sering dibawanya dalam tas kantornya, Viana takut ada karyawan yang sekantor dengannya melihatnya bertemu Jebby, pemandangan itu terlihat oleh Jebby yang sedang berada di lantai dua. Dalam pikiran Jebby jika Viana adalah wanita lain, maka wanita itu pasti ingin sekali mempublikasikan hubungan mereka, karena takut suaminya akan di dekati wanita lain, juga untuk status sosial dan kehormatan yang diinginkan oleh setiap wanita, tetapi Viana adalah gadis yang berbeda, ingin bertemu suaminya sendiri saja justru tingkah Viana seperti gadis yang berselingkuh dengan suami orang, Jebby benar-benar hanya bisa pasrah terhadap perilaku istrinya itu.