That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 77



Andi adalah pengawal profesional tetapi dia terkejut karena tidak bisa menolak permintaan Hansel, Andi mengemudikan mobil dengan stabil, saat mobil mereka keluar dari jalan tersebut Hansel meminta Andi mempercepat laju mobilnya dan memeluk Asyaa dalam pelukannya, Andi baru menyadari ada dua buah mobil berwarna hitam mengikuti mereka, jika Hansel tidak meminta Andi mengambil jalan lain mungkin saja mereka sudah dikepung, karena di jalan sebelumnya hanya satu mobil yang mengikuti di belakang, dua mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi seperti tidak memperdulikan mobil lain yang ada di jalanan, Andi baru menyadari bahwa merekalah yang diincar oleh orang-orang itu, mobil itu berusaha menembak ban mobil yang dikemudikan Andi, Hansel memeluk Asyaa dengan erat sambil menutup telinganya agar dia tidak mendengar suara pistol yang berusaha menembak mobil mereka, Andi memutuskan untuk berbelok mengambil jalan lain untuk kembali ke rumah, dia juga menghubungi pengawal lain untuk datang membantu, sepuluh menit Andi berusaha menghindari dua buah mobil itu akhirnya bantuan datang, lima buah mobil datang mereka menghadang dua mobil itu setelah Andi lewat, melihat ada bantuan dari pihak lawan dua buah mobil itu langsung putar balik, para pengawal itu naik ke mobil masing-masing dan berusaha mengejar dua mobil tadi, namun mereka tidak berhasil mengejarnya, saat sudah melewati mobil para pengawal lain yang datang membantu Andi kembali mengemudikan dengan kecepatan yang stabil, Hansel juga kembali melepaskan tangannya yang menutupi telinga Asyaa, hal itu membuat Asyaa penasaran, "Kakak Hansel ada apa?" Mendengar Asyaa yang bertanya Hansel tersenyum lembut dan membelai rambutnya, "tidak apa-apa nona kecil, hanya saja, hari ini nona kecil belum bisa sekolah, karena tadi ibu guru sudah menghubungi kakak Hansel kalau mereka ada rapat, tidak apa-apa kan?"


"Tidak apa-apa, kita akan bermain di rumah bersama ibu, Asyaa suka sedih karena harus meninggalkan ibu sendirian, alangkah senangnya kalau Asyaa punya adik, biar ada yang bisa bermain dengan ibu saat Asyaa tidak di rumah" tiba-tiba raut wajahnya berubah begitu cepat, Asyaa tersenyum bahagia, "Kakak Hansel bagaimana jika Asyaa meminta ayah dan ibu untuk melahirkan seorang adik?" Hansel tersenyum melihat Asyaa yang begitu antusias saat mendapat ide, dia menganggukkan kepala tanda bahwa ide Asyaa adalah yang terbaik, hal itu membuat Asyaa sangat senang, dia tidak sabar untuk segera sampai di rumah.


Sedangkan Andi yang mengemudikan mobil dari tadi mengamati Hansel diam-diam, dia adalah pengawal profesional yang terlatih, bagaimana mungkin tadi dia tidak mengetahui bahwa ada mobil mencurigakan di belakang mereka, justru Hansel yang masih remaja terlebih dahulu menyadarinya, dan bagaimana Hansel tahu kalau ada mobil lain yang sedang menunggu mereka di jalan yang akan mereka lewati?, Karena penasaran Andi tidak tahan untuk tidak bertanya, "Hansel, bagaimana kamu tahu bahwa ada mobil yang mengikuti kita? Dan juga ada mobil lain di jalan depan?" Hansel yang mendengar pertanyaan Andi sekilas matanya sedikit menunduk, seperti menyembunyikan sesuatu, "Itu hanya kebetulan aku melihat mobil itu mengikuti kita"


"Tetapi mobil itu sejauh kurang lebih 200 meter, mustahil untuk mengetahui mobil itu mengikuti kita di saat jalanan sedang ramai" Andi masih mengintrogasi Hansel,


"Bagiku itu bukan hal yang sulit untuk mengetahui bahwa mobil itu mengikuti kita"


"Lalu bagaimana dengan mobil di jalan depan yang akan kita lewati? Kamu tidak akan mengatakan itu kebetulan kan?" Andi sedikit tidak puas dengan jawaban Hansel,


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di rumah, Asyaa di peluk oleh Hansel dan di bawa masuk ke dalam rumah, Viana yang sedang membaca buku di ruang tamu terkejut melihat Hansel dan Asyaa kembali "Loh, ada apa? mengapa kalian kembali?" Asyaa segera turun dan berlari ke arah Viana, Jebby yang akan berangkat kerja juga duduk sebentar ingin mendengar alasan mereka kembali, "Ayah, ibu.. hari ini tidak jadi ke sekolah karena guru-guru lagi rapat, ibu guruku memberitahukannya kepada kakak Hansel" Viana tersenyum senang, "Itu berarti hari ini Asyaa akan menemani ibu di rumah, ibu sangat senang"


"Ibu, Ayah.. Asyaa ingin punya adik" Jebby dan Viana mendengar permintaan Asyaa saling menatap, Viana merasa malu, sedangkan Jebby justru tersenyum senang, "Asyaa, punya adik tidak mudah, Asyaa harus menunggu lama, ibu harus hamil dulu baru akan ada adik untuk Asyaa" Jebby berusaha menjelaskannya kepada Asyaa, "Iya, Asyaa tahu ayah, tetapi Asyaa akan sabar menunggu" Asyaa mengangguk mengerti setelah dijelaskan oleh Jebby, "Baiklah kalau begitu ayah dan ibu akan berusaha, jadi Asyaa harus sabar ya"


"Iya ayah"


Saat Jebby akan berangkat bekerja Hansel menyusulnya ke halaman, "Tuan ada yang ingin saya bicarakan" Jebby melihat Hansel ingin mengatakan sesuatu yang penting, maka dia pun memberinya waktu untuk berbicara, "Kamu ingin bicara apa? Katakanlah..!"


"Tuan, tadi kami tidak jadi berangkat ke sekolah karena ada mobil yang mengikuti kami, dan ada mobil lain juga yang menunggu di jalan yang akan kami lewati, jadi.." Hansel tidak melanjutkan kata-katanya karena dia tahu Jebby paham dengan maksud dari perkataannya, mata Jebby memancarkan amarah, kali ini dia tidak akan membiarkan siapa pun yang akan menyakiti keluarganya, "Baiklah, aku akan segera menyelidikinya" setelah mendengar kepastian dari Jebby Hansel kembali ke dalam rumah, sedangkan Jebby naik ke mobil yang dikemudikan oleh pengawalnya yang lain yaitu Martin untuk segera berangkat ke kantor, di dalam mobil Jebby menelpon Andi dan memintanya untuk datang ke kantornya, sesampainya Jebby di kantor, Andi juga sudah sampai, Jebby berjalan ke dalam Perusahaan, Andi mengikutinya dari belakang, sampai di ruangannya Jebby duduk di kursi kantornya dan melihat Andi yang berdiri di hadapan meja kerjanya, "Jelaskan" sejenak Andi melihat Jebby, dia tahu apa yang ingin Jebby dengar jadi dia melaporkan kejadian pagi ini, "Tadi pagi ada mobil yang mengikuti kami Tuan, jika bukan karena Hansel saya tidak tahu apa yang terjadi" Jebby menatap Andi tanpa menanggapi apa yang baru dia katakan, Andi paham, itu berarti Jebby memintanya menjelaskan apa maksud dari kalimat jika bukan karena Hansel, Andi kembali menjelaskan dengan detail maksud dari ucapannya, setelah mendengar penjelasan Andi, Jebby terlihat sedang memikirkan sesuatu, kemudian dia membiarkan Andi kembali bekerja, Jebby paham itu berarti Hansel memang memiliki keahlian dan bukan hanya kebetulan.