That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 104



Setelah kepergian Rafka, Asyaa baru mencerna ucapan Rafka yang mengingatkan dirinya untuk jangan sampai terluka sedikit pun, tadi saat Rafka mengucapkan itu Asyaa tidak terlalu memperhatikannya, Asyaa berpikir mengapa Rafka begitu peduli padanya.


Di saat Asyaa sedang melamun Dany yang tadi terpaksa keluar kembali masuk ke dalam tenda, dia menghampiri Asyaa yang sedang melamun seolah sedang memikirkan sesuatu.


"Asyaa apa kamu baik-baik saja?"


"Akh.. Ketua Tim, iya aku baik-baik saja"


"Apa kamu kenal dekat dengan Pak Presiden?" Dany yang tidak bisa menahan rasa penasarannya bertanya langsung kepada Asyaa. Asyaa yang mendengar pertanyaan itu cukup terkejut dan bingung untuk menjawabnya, namun mau tidak mau dia tetap harus memberikan penjelasan karena Dany sudah melihat Rafka yang seorang Presiden menghampirinya yang bukan siapa-siapa,


"i..itu, aku punya teman yang kebetulan berteman dengan Pak Presiden, jadi secara tidak sengaja aku juga menjadi kenal dekat dengan Pak Presiden"


"oh.. jadi begitu" Dany menganggukkan kepala tanda bahwa dia paham dengan penjelasan Asyaa, namun dari pengamatannya tadi, sangat jelas bahwa Pak Presiden tidak hanya dekat dengan Asyaa, namun juga menyukai Asyaa, tetapi bukankah Pak Presiden sudah memilik tunangan? pikir Dany dalam hati.


Tidak lama kemudian teman-teman relawan mereka yang lain kembali ke tenda satu persatu, karena waktu sudah menunjukkan pukul 21.00. mereka berencana melanjutkan membantu pencarian besok harinya. Dany sebagai ketua Tim mengajak dua orang anggotanya yang laki-laki mengambil makanan untuk mereka makan malam di dapur umum yang sudah di siapkan pemerintah setempat untuk para korban bencana dan relawan yang bertugas, sedangkan Asyaa dan Bella serta Tim yang lain menunggu di tenda, sambil menunggu makanan Asyaa dan Bella diizinkan oleh anggota Tim yang lain untuk membersihkan badan terlebih dahulu karena mereka perempuan, setelah itu baru anggota Tim laki-laki yang bergantian membersihkan diri. Setelah hampir semua anggota selesai membersihkan diri Dany dan dua orang anggota Tim yang pergi mengambil makanan datang, mereka membawa nasi bungkus 12 buah sesuai dengan jumlah anggota mereka, mereka makan malam bersama-sama.


sedangkan Rafka yang sedang berada di tendanya tidak bisa makan dengan baik karena memikirkan Asyaa apakah sudah makan atau belum, tidak bisa menahan rasa ingin tahunya Rafka segera meminta salah satu pengawalnya untuk mencari tahu apakah Tim relawan Asyaa sudah makan malam. tidak butuh waktu lama pengawal itu kembali dan memberitahukan bahwa Tim relawan Asyaa baru saja selesai makan malam bersama, mendengar hal itu barulah Rafka menghabiskan makanannya, makanan itu juga berasal dari dapur umum, sama dengan makanan yang dimakan Asyaa dan rekan-rekannya, namun sebelum makanan itu dimakan oleh Rafka harus diperiksa atau dicoba terlebih dahulu oleh asistennya agar terjamin keamanannya.


Keesokan harinya mereka semua melanjutkan aktivitas membantu mencari korban yang kemungkinan masih berada di bawah reruntuhan, Rafka yang seorang Presiden juga turun tangan secara langsung untuk membantu evakuasi korban yang ditemukan berada di bawah reruntuhan, di bawah pengawasan para pengamanan Presiden yang juga ikut membantu, korban tersebut seorang pria paruh baya, korban sudah dalam kondisi lemah karena sudah 1 hari di bawah reruntuhan. Dengan kerja sama yang baik dalam waktu 20 menit korban tersebut berhasil dievakuasi, korban segera dibawa ke tenda yang disiapkan untuk pengobatan.


"Asyaa... awaaaass" Mendengar teriakan Dany Asyaa mengangkat wajahnya dan melihat Dany yang berlari dengan panik, Asyaa tidak mengerti mengapa Dany seperti itu, Asyaa yang akan tertimpa tiang segera di dorong oleh Dany, mereka terjatuh ke tanah secara bersamaan dan tiang itu jatuh tepat di tempat Asyaa tadi berada, melihat hal itu Dany menghela napas dengan lega.


"Kamu tidak apa-apa?" Dany bertanya dan melihat ke arah Asyaa, tetapi ternyata Asyaa pingsan karena dorongan Dany yang cukup kuat, melihat hal itu Dany terkejut, dia segera menggendong Asyaa, Gempa seketika berhenti, dua orang anggota kelompok Dany melihat Asyaa yang pingsan segera bertanya kepada Dany,


"Ada apa dengan Asyaa" Tanya salah satu anggota tersebut,


"Nanti aku jelasin, cepat ikuti aku ke tenda, dan panggilkan salah satu tim medis, katakan bahwa ada Tim Relawan yang pingsan"


Salah satu anggota kelompok itu segera pergi menuju tenda para tim medis berada, sedangkan Dany dan yang anggota yang satu lagi segera membawa Asyaa ke tenda mereka, Asyaa dibaringkan di dalam tenda tempat mereka tidur, tidak lama kemudian anggota yang tadi pergi memanggil tim medis datang bersama salah satu tim medis wanita, perawat itu segera memeriksa keadaan Asyaa, Dany juga menjelaskan bahwa kaki Asyaa keseleo, sehingga perawat itu memberikan perawatan dengan mengompres kaki Asyaa dengan es batu, setelah itu kaki Asyaa di perban.


Rafka yang mendapat info dari salah satu pengawalnya yang tidak sengaja melihat Asyaa yang pingsan dalam gendongan Dany, bergegas pergi menuju tenda Asyaa, para pengawal sudah tahu bahwa Presiden mereka sangat memedulikan gadis itu, sehingga saat melihat Asyaa yang tidak baik-baik saja mereka segera melaporkannya,


"Ada apa dengannya?" Rafka yang tiba-tiba masuk ke dalam tenda mereka, membuat semua Tim Relawan yang dipimpin Dany terkejut, namun Dany yang sudah pernah melihat interaksi Rafka dan Asyaa segera maju untuk menjelaskan, mendengar penjelasan Dany Rafka sangat marah kepada dirinya sendiri, seharusnya sejak awal Rafka memulangkan Asyaa meskipun dia tidak setuju, pikir Rafka dalam hati.


Setelah mendapat pengobatan Asyaa mulai sadar, dia melihat Perawat sedang berada di samping kirinya baru saja selesai mengobatinya dan Rafka berada di samping kanannya, setelah berterima kasih kepada perawat itu Rafka segera menggendong Asyaa, membuat Asyaa terkejut, terutama teman-teman Tim Relawannya.