
Leon berdiri menyambut Jebby, Jebby pun membuka tangannya memeluk Leon sebagai temannya,
"Mengapa kamu baru memberitahuku bahwa kamu sudah ada di Negara ini?" Tanya Jebby mendudukkan dirinya di sofa sambil mengambil gelas untuk meminum alkohol yang sudah di siapkan Leon,
"Aku tidak ingin mengganggumu, kamu baru saja menikah" ujar Leon dengan nada sedikit menyindir
"Apa-apaan kamu, kita sudah lama berteman, apakah kamu tidak menganggap pertemanan kita?" Tanya Jebby dengan nada tidak puas,
"Heh.. apa kamu tidak pernah mengerti aku selama ini?" Ujar Leon dengan nada sinis sekaligus terdengar menyedihkan, Jebby menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan teman dekatnya, dia yang sedang menikmati alkoholnya dengan santai menghentikan aktifitasnya itu,
"Leon ada apa? Apa kamu ada masalah?" Tanya Jebby dengan khawatir.
"Heh, apa kamu peduli sedikit pun padaku?" Ujar Leon dengan sinis,
"Apa maksudmu? Mengapa aku tidak peduli padamu? Kamu adalah sahabatku" Jebby makin merasa aneh dengan tingkah Leon,
"Hahahahaaa hahahahaaa, kamu bilang sahabat?... apa kamu bilang Sahabat? " Leon tertawa seperti orang gila, matanya mulai merah karena menahan kesedihannya, Jebby terdiam dengan tingkah Leon yang tidak seperti biasanya, dia hanya diam sambil menunggu Leon menjelaskan maksud semuanya,
"Jebby.. selama ini kita bersama sejak SMA, bahkan demi kamu aku juga ikut kuliah di Australia bersamamu, kita sering menghabiskan waktu bersama, ada banyak wanita yang mengejarmu sejak SMA sampai kita kuliah dari berbagai kalangan, hingga wanita-wanita yang ingin dijodohkan oleh keluargamu untukmu, tetapi kamu tidak pernah membuka hatimu untuk mereka, aku mengira saat itu kamu benar-benar tidak menyukai perempuan, sampai kamu kembali ke Negara ini dan meneruskan bisnis keluargamu aku ikut merasa bahagia untukmu, tetapi tiba-tiba aku mendapat berita bahwa kamu sudah menikah dengan seorang wanita, saat itu aku merasa kecewa padamu, hatiku terasa hancur berkeping-keping, apa kamu tahu betapa sakitnya itu, aku merasa tidak memiliki kekuatan lagi, aku bahkan tidak punya keberanian untuk menanyakan langsung kepadamu, tetapi aku meyakinkan diriku mungkin saja kamu hanya ingin menutupi kelainan seksualmu?"
"Apa? kelainan seksual?" Tanya Jebby terkejut dengan pengakuan Leon
"Ya, kelainan seksualmu.. selama ini aku mengira kamu menyukai pria, itu sebabnya kamu tidak menyukai wanita sejak SMA, jadi aku mulai menaruh harapan padamu" ujar Leon dengan nada gemetar menahan tangis meskipun air matanya sudah menetes di pipinya,
"Apa maksudmu?" Ujar Jebby dengan nada dingin, dia sudah tahu arah pembicaraan Leon, tetapi dia ingin mendengarnya secara langsung dari Leon sendiri,
"Ya, selama ini aku menyukaimu, aku sungguh menyukaimu, aku menyadari bahwa aku menyukai laki-laki saat kita datang ke australia bersama, aku pikir aku menyukaimu sebagai sahabatku, tetapi ternyata aku salah, makin hari kita bersama aku makin menyukaimu sebagai seorang kekasih, aku mengira kamu juga punya kelainan yang sama denganku karena sering menolak wanita-wanita yang mendekatimu, sampai hari itu kamu menikah, awalnya aku masih berusaha menguatkan diriku bahwa kamu mungkin hanya ingin menutupi kelainan seksualmu, tetapi ternyata kamu sudah memiliki seorang putri yang sudah berumur 3 tahun, semua harapanku sirna, aku putus asa, rasa sakit di hatiku tidak bisa aku kendalikan Jebby, aku mencintaimu, aku mencintaimu"
Leon yang berdiri di hadapan Jebby sejak Jebby masuk ke ruangan itu menangis terisak-isak sambil menutupi wajahnya yang menangis dengan tangan kirinya, sedangkan Jebby hanya memandangnya dengan diam tanpa bisa berkata-kata, tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dia memilih untuk bangkit dari sofa,
"Anggap aku tidak pernah mendengar hal ini darimu Leon" ujar Jebby sambil bersiap melangkahkan kakinya untuk pergi, tetapi saat dia akan melangkahkan kakinya Leon menarik tangannya,
"Aku mohon, bagaimana aku bisa hidup jika kamu tidak di sisiku, aku bisa membiarkanmu menikah, tetapi aku mohon jangan tinggalkan aku" Ujar Leon dengan tatapan penuh harap memandangi wajah Jebby yang dingin,
"Lepaskan" Jebby memandang Leon dengan tatapan prihatin, dia tidak menyangka sahabatnya ternyata memiliki kelainan seksual, dan juga menyukainya, tetapi dia adalah pria yang normal, meskipun dia menyayangi Leon sebagai sahabatnya, dia tidak bisa membiarkan Leon memiliki harapan yang tidak akan mungkin menjadi kenyataan kepadanya, Jebby tetap melepaskan tangannya dari genggaman Leon, tetapi lagi-lagi Leon menahannya,
"Tidak... Aku mohon Jebby, jangan seperti ini, aku tidak bisa tanpamu, aku mohon, jangan pergi, jangan tinggalkan aku seperti ini" Leon menjatuhkan lututnya ke lantai, dengan nada gemetar dan air mata yang terus menetes
"Leon, biarkan aku pergi dan kamu masih sahabatku" ujar Jebby bicara dengan menekan giginya karena menahan amarah, leon menggelengkan kepalanya tidak mau melepaskan Jebby, tetapi tiba-tiba Leon berkata dengan sinis,
"Bukankah istrimu berselingkuh, mengapa kamu masih ingin bersamanya"
"Heh..kamu pikir aku tidak tahu bahwa orang yang di dalam foto bersama istriku itu adalah kamu?" Leon terkejut mendengar perkataan Jebby dan menatapnya penuh tanya, Jebby tidak peduli lagi dengan persahabatannya, dia mengatakan yang sebenarnya,
"Ya, aku tahu orang yang ada di foto bersama istriku itu adalah kamu, dan kamu juga yang menyuruh orang lain untuk mengirimkan foto-foto itu kepadaku bukan?, kamu juga orang yang mengirim seorang gadis berpura-pura jatuh di hadapanku membuat aku menolongnya kemudian kamu mengambil kesempatan itu memotret situasinya, seolah-olah aku berselingkuh lalu mengirimkan foto-foto itu kepada istriku kan, aku tahu semuanya, dan kamu juga harus tahu bahwa aku dan istriku sama sekali tidak bertengkar" Jelas Jebby
"Apa maksudmu, jelas-jelas aku mendengar kalian bertengkar karena ponsel istrimu tidak sengaja tertekan" Ujar Leon tidak percaya
"Apa kamu pikir itu benar-benar tidak sengaja? Saat aku kembali dari kantor sore itu, aku memperlihatkan foto-foto yang kamu kirimkan kepadanya, dia terkejut dan menjelaskan bahwa itu hanya rekan kerjanya, dan aku juga sudah menyelidiki bahwa itu adalah kamu, tetapi aku tidak tahu apa tujuanmu saat itu, jadi aku belum menghubungimu, lalu malam itu juga kamu mengirimkan foto-fotoku bersama seorang wanita kepadanya, jujur saja dia memang terkejut, tetapi dia tahu ada seseorang yang sedang mencoba merusak hubungan kami, sehingga dia memperlihatkan foto itu padaku setelah aku keluar dari kamar mandi, untuk mengetahui tujuanmu aku memintanya menghubungimu seolah-olah kami tidak tahu bahwa ponsel itu terhubung, kami berpura-pura bertengkar hebat untuk membodohimu"
"Tidak mungkin, di pagi harinya mata istrimu bengkak karena menangis" Leon masih tidak ingin mengakui bahwa dia sudah ditipu,
"Hah, kamu pikir istriku menangis karena bertengkar denganku? Untuk menipumu dia rela menonton film yang menyedihkan sampai membuatnya menangis begitu lama demi untuk mengelabuimu, sampai siang tadi kamu menelponku, aku memang sudah menunggumu untuk menghubungiku, aku ingin tahu apa alasan kamu melakukan itu, aku pikir kamu hanya iseng-iseng ingin mengerjaiku tetapi aku tidak mengira kamu memiliki perasaan yang terlarang untukku" Jebby mengingat Viana yang terlihat lucu saat menangis menonton film itu, saat berpura-pura bertengkar Jebby juga pindah ke kamar tamu, tetapi tengah malam dia akan kembali ke kamar mereka dan tidur sambil memeluk Viana,
"Tidak.. kamu berbohong, kamu berbohong," teriak Leon histeris
"Terserah kamu percaya atau tidak" ujar Jebby lalu melepaskan tangan Leon yang menahannya dengan kasar,
"Tidak... Jangan.. Aku mohon jangan pergi, jangan tinggalkan aku, kamu tidak bisa seperti ini padaku, aku bisa membencimu jika seperti ini, aku bisa membencimu.. aku membencimu Jebby...." Jebby tetap melangkah pergi meninggalkan Leon yang sedang menangis di dalam ruangan, dia tidak tega melihat Leon seperti itu, tetapi dia tidak punya cara lain, tidak masalah jika Leon membencinya, asalkan Leon tidak akan memiliki harapan yang tidak akan pernah terwujud kepadanya.
jangan lupa klik favorit, like , Vote dan komen, berikan saran dan kritik yang membangun ya.. agar author bisa memperbaikinya menjadi lebih baik. Terima kasih 🥰🥰