That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 22



Jebby memberikan beberapa kalimat sambutan, setelah itu Jebby pergi menuju Cottage pribadinya, yang didesain menggunakan material kayu mahoni, Agar penghuninya bisa merasa lebih menyatu dengan alam, arsiteknya menggunakan panel kaca besar untuk cottage yang menjadi tempat tinggal Jebby, Dengan begini, meski sedang berada di dalam ruangan, atmosfer khas alam terbuka akan tetap dominan rasanya.


Semua karyawan merasa kagum dengan resort yang menjadi tempat bermain mereka selama 3 hari ke depan, Manda selaku kepala sekretaris di tugaskan membagi cottage untuk karyawan, setelah membagi cottage Manda berkata,


"Viana, kamu ikut tinggal bersama saya saja, saya tidak suka tinggal sendiri" Viana yang mendengar hal itu terkejut, Anet berbisik kepada Viana


"Wah.. kamu sangat beruntung Viana"


"Kalau kamu merasa aku sangat beruntung, bagaimana kalau kamu saja yang tinggal bersama kepala sekretaris"


"Tidak..tidak..tidak perlu, aku tau kepala sekretaris Manda sangat jutek dan dingin, aku tidak ingin tinggal bersamanya, Viana.. semoga kamu baik-baik saja tinggal bersamanya ya, aku hanya bisa mendoakan kamu" Viana sedih karena merasa tidak bisa bermain dengan bebas nanti jika dia tinggal dengan kepala sekretaris Manda.


"Bagaimana mungkin, aku yang hanya karyawan kecil dari bagian pemasaran menjadi orang yang terpilih untuk tinggal bersama kepala sekretaris yang terkenal jutek dan dingin" gumam Viana


Semua karyawan ke cottage masing-masing untuk istirahat begitu pun dengan Viana, dia mengikuti kepala sekretaris Manda, yang membuat Viana heran mereka harus naik golf cart untuk menuju cottage mereka, Viana tidak bertanya karena takut dengan kepala sekretaris Manda, 5 menit kemudian mereka baru sampai ke tempat tujuan, Viana melihat cottage yang lebih indah dibandingkan cottage para karyawan tadi,


"Kamu masuklah, Direktur Jebby sedang menunggumu" mendengar ucapan kepala sekretaris, Viana terdiam dan langsung melihat ke arah kepala sekretaris Manda, kepala sekretaris Manda hanya tersenyum melihat reaksi Viana, kemudian dia menyetir golf cart ke cottage nya sendiri yang tidak jauh dari cottage Direktur Jebby dan Viana.


Viana masuk ke dalam cottage di mana Jebby sedang menunggunya,


"Kamu sudah datang?" Jebby tersenyum lembut menyambut Viana dan langsung meraih tas pakaian yang dibawanya, Jebby membawa Viana ke kamar.


"Ituuu.. bagaimana kepala sekretaris Manda tahu hubungan kita?" Tanya Viana


"Kepala sekretaris Manda adalah orang kepercayaanku, jadi aku tidak bisa menyembunyikan sesuatu darinya, karena aku butuh bantuannya untuk membawamu kesini"


"Oohh.. begitu" jawab Viana


"Kamu istirahatlah.. nanti malam akan bermain sama yang lain"


Viana mengangguk dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu dia tidur siang untuk memulihkan energinya karena sebentar malam mereka akan bermain, sedangkan Jebby sedang sibuk bekerja di ruang tamu, dari mulai mengadakan rapat dengan kantor pusat melalui Video Conference, sampai memeriksa file-file dokumen yang dikirimkan asistennya Viko.


Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 Viana sudah bangun, karena kelelahan duduk di mobil selama perjalanan ke resort membuat Viana tertidur lama, Viana membersihkan diri kemudian keluar dari kamar karena sudah lapar, Viana ingin melihat apakah ada bahan masakan untuk dimasak, tetapi saat sampai di dapur Viana melihat Jebby sedang menata makanan di atas meja,


"Sudah bangun?, Ayo duduklah untuk makan" ujar Jebby meminta Viana untuk makan


"Kamu yang memasak" tanya Viana


"Mm" gumam jebby sambil mengangguk


***


awalnya Jebby mengira jadwal mereka akan memainkan game, tetapi setelah mengetahui laporan dari kepala sekretaris Manda, Jebby langsung meminta Manda menjemput Viana, agar tidak mandi air panas dengan karyawan lain, apalagi mandinya bersama dan hanya kolamnya yang terpisah, tetapi wanita dan pria tetap bisa melihat tubuh satu sama lain. Setelah mendapat perintah dari Jebby Manda pergi mencari Viana,


"Viana, ada pekerjaan yang harus aku lakukan, bisakah kamu tidak pergi berendam? Aku butuh bantuanmu"


"Baiklah" ujar Viana


Manda membawa Viana kembali ke cottage tempat Jebby dan Viana tinggal, Viana juga mengerti bahwa kepala sekretaris Manda diminta oleh Jebby untuk membawanya pulang.


"Maafkan karena merepotkanmu kepala sekretaris"


"Tidak masalah, itu sudah menjadi tugasku saat asisten Viko tidak ada di sisi Direktur, aku pergi sekarang"


Setelah kepala sekretaris Manda pergi, Viana masuk ke dalam cottage, dan melihat jebby sedang bekerja di ruang tamu,


"mengapa kamu memintaku kembali" tanya Viana dengan nada ketus


"Jika kamu ingin mandi di kolam air panas, di belakang cottage kita ada kolam air panas, mengapa harus jauh-jauh kesana" Jebby tidak ingin mengakui bahwa dia tidak mau Viana memakai bikini di hadapan karyawan laki-laki.


"Tetapi aku ingin bermain dengan teman-temanku, ada banyak orang lebih seru"


"Seru dari mana, ada banyak kotoran dan kuman jika terlalu banyak yang mandi"


"Huh" gumam Viana


Viana kembali ke kamar, dia melepas jaket dan celana pendek yang dia kenakan, didalamnya dia sudah memakai bikini untuk persiapan mandi bersama tadi, Viana keluar kamar dengan hanya memakai bikini dan pergi ke pintu yang menuju halaman belakang,


"Wah... Tidak menyangka bahwa di sini ada kolam air panas pribadi untuk cottage ini" ujar Viana


Viana berendam di kolam air panas itu, dia merasa sangat nyaman, sampai-sampai dia terkenang ibu dan ayah kandungnya, ibu dan ayah angkatnya serta Daren dan Asyaa. dia merasa sedih atas semua yang telah dia lalui, saat kehilangan orang tua kandungnya, diusir dari rumahnya sendiri oleh paman dan bibinya, sampai harus melahirkan Asyaa tanpa seorang ayah, hal yang paling Viana syukuri adalah bertemu ayah dan ibu angkatnya Hasan dan Maya serta memilik Daren dan Asyaa, semua hal yang terkenang membuat Viana meneteskan air mata tanpa sadar, tidak lama kemudian Viana tertidur di dalam kolam renang, Jebby yang selesai bekerja bersiap untuk mandi, saat dia membuka kamar dia tidak melihat Viana, maka dia mencari di seluruh ruangan tetapi Viana tidak ada, kemudian Jebby ingat bahwa Viana ingin mandi di kolam air panas, Jebby bergegas ke halaman belakang cottage, saat sampai di area kolam Jebby melihat Viana yang sudah mulai tertunduk dan sedikit lagi kepalanya akan menyentuh air, Jebby bergegas lari agar Viana tidak tenggelam. Saat dia memeluk Viana dari air Jebby baru sadar bahwa Viana sedang tertidur.


"Benar-benar gadis ceroboh, bisa-bisanya dia tertidur di kolam renang" Gumam Jebby sambil membawa Viana kembali ke cottage, saat Jebby akan membaringkan Viana di kasur dia sadar bahwa Viana dalam kondisi basah kuyup, dia menyelimuti Viana dengan handuk dan melepas bikini Viana sambil menutup mata, setelah itu memakaikan baju tidur untuk Viana,


Keesokan paginya Viana bangun dan melihat Jebby yang masih tidur di sampingnya, dalam hati Viana tidak biasanya Jebby bangun lebih lambat darinya, Viana memperhatikan Jebby yang sedang tertidur,


"Dia benar-benar sangat tampan, bagaimana mungkin orang yang sangat tampan serta memiliki kehormatan seperti ini menikahiku?, Harus mengahabiskan berapa keberuntungan hidupku sampai bisa menikahi pria sempurna seperti ini" Gumam Viana sambil mengelus wajah Jebby dengan jari telunjuknya pelan-pelan, takut Jebby terbangun, Viana tidak sadar bahwa Jebby sudah bangun sejak Viana memujinya dan saat ini Viana sedang mengagumi ketampanannya, dalam hati Jebby sangat senang dan bangga. saat Viana sedang menyentuhnya Jebby membuka matanya dan langsung menggenggam tangan Viana yang sedang menyentuhnya,


"diam-diam menyentuhku saat aku tidur?" tanya Jebby dengan senyum bangga.


Viana yang melihat senyum bangga Jebby merasa salah tingkah, jarak wajah mereka sangat dekat hingga keduanya bisa merasakan napas satu sama lain. jantung Viana berdetak cepat seakan mau melompat keluar, Viana dapat merasakan bahwa wajahnya pasti sudah sangat merah, Viana melepaskan tangannya yang digenggam Jebby, dia langsung turun dari tempat tidur dan pergi terburu-buru ke kamar mandi.