
Daren yang merasa frustrasi segera mendekati Nina yang sedang sibuk melihat-lihat trophy itu,
"Nina, apa kamu tidak menganggap aku sebagai seorang pria? Mengapa kamu tidak ada rasa takut sama sekali saat berdua denganku" Tanya Daren sambil menekan Nina ke dinding,
"Apa yang kamu lakukan, jika kamu bukan seorang pria lalu apa? Apa mungkin kamu seorang wanita?" Jawab Nina dengan santai,
"Nina aku sarankan agar kamu jangan memancingku" Daren membalikkan badannya dan akan beranjak pergi, tetapi tiba-tiba Nina menariknya dan mengecup bibirnya, Daren sangat terkejut mengetahui Nina menciumnya meskipun bibir mereka hanya saling menempel satu sama lain, Nina menyadari bahwa dia sangat implusif dia melepas kecupannya dari bibir Daren secara perlahan, Daren melihat Nina yang wajahnya sudah sangat merah karena malu, tetapi sebelum wajah Nina benar-benar jauh Daren kembali menarik Nina ke dalam pelukannya dan menciumnya dengan lembut, dalam hati Nina merasa sangat bahagia, karena Daren juga mungkin menyukainya, karena jika Daren tidak menyukainya tidak mungkin Daren menciumnya, Nina dan Daren berciuman begitu lama, disaat berciuman Daren membaringkan Nina di atas ranjangnya, ciuman Daren mulai turun ke leher dan selanjutnya turun ke dada Nina, tetapi tiba-tiba Daren menghentikan ciumannya dan lebih memilih memeluk Nina dengan erat,
"Kita sampai di sini dulu, aku tidak memiliki pengaman" ujar Daren membisikkan ke telinga Nina.
"Mm" Nina tersenyum dan menganggukkan kepala.
"Apa kamu kecewa" Tanya Daren lagi.
"Tidak" hati dan ucapan Nina tidak selaras, sejujurnya dia merasa kecewa tetapi dia tidak ingin Daren menganggapnya terlalu agresif.
"Tetapi aku benar-benar kecewa" ujar Daren, Nina menatap Daren dengan lembut, Daren kembali mengecup kening Nina, seolah ingin mencurahkan semua cintanya,
"Nina aku mencintaimu, maukah kamu menjadi pacarku"
"Iya, aku juga mencintaimu Daren, aku mencintaimu sejak lama, aku menunggu hari ini di mana kamu mengatakan perasaanmu kepadaku"
"Maaf karena aku membuatmu menunggu lama, aku juga sudah menyukaimu sejak lama, tetapi aku takut kalau kamu menolakku, jika kamu tidak menunjukkan cintamu dalam bentuk tindakan seperti tadi, mungkin sampai sekarang aku juga tidak berani menyatakan perasaanku, maafkan aku" setelah saling menyatakan perasaan masing-masing Nina dan Daren tidur sambil berpelukan,
Hari-hari berikutnya Daren yang tidak ada kegiatan karena libur sekolah menemani Nina ke lokasi syuting, tetapi Daren sering menunggu Nina di dalam mobil karena tidak ingin mengganggu pekerjaan Nina dan juga tidak ingin kehidupan pribadi Nina terekspos, sejujurnya Nina tidak keberatan untuk mengumumkan bahwa dia sudah punya pacar, tetapi dia juga tidak ingin Daren menjadi terganggu, karena jika media mengetahui pacar dari Putri Lili maka kehidupan Daren tidak akan tenteram lagi, sudah pasti wartawan akan mengeksposnya.
Tetapi saat itu, Daren yang sedang menunggu Nina di dalam mobil sambil bermain game online, tidak sengaja melihat ke arah lokasi syuting di mana Nina berada terjadi kecelakaan, Nina yang saat itu sedang melakukan adegan turun menggunakan tali dari ketinggian 10 meter terjatuh karena tali pengamannya putus, drama yang diperankan Nina kali ini bergenre aksi, jadi sudah pasti ada adegan-adegan berbahaya, sebagai pemeran utama Nina bisa saja menggunakan pemeran pengganti, tetapi Nina tidak suka menggunakan pemeran pengganti, karena jika dia menggunakan pemeran pengganti dia merasa gagal menjadi seorang aktris, meskipun banyak aktris pemeran utama yang sering menggunakan pemeran pengganti jika melakukan adegan-adegan yang bisa membahayakan keselamatan mereka,
Daren yang melihat Nina terjatuh, bergegas keluar dari mobil tanpa memikirkan risiko yang akan dia alami, Daren menerobos semua orang dan segera mendekat ke arah Nina kemudian langsung menggenggam tangannya, sutradara yang saat itu sedang memeluk Nina agar bisa segera mendapat pertolongan melihat Daren dengan tatapan penuh tanda tanya,
"Nina... Ninaaa" Daren memanggil-manggil Nina tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya, dia menggenggam tangan Nina dengan raut wajah khawatir, Nina yang sedikit sadar tersenyum,
"Daren, aku tidak apa-apa"
"Kamu jangan bicara, jangan takut kamu akan baik-baik saja oke"
Sesampai di rumah sakit Nina segera di bawa ke UGD untuk di periksa, Manajer Nina menunggu di luar bersama Daren, selama ini seharusnya Nina di antar jemput oleh Manajernya tetapi sejak dua minggu lalu Nina mengatakan kepada kak Mia sebagai Manajernya bahwa kak Mia tidak perlu lagi menjemputnya, Nina meminta kak Mia yang sering menjemputnya untuk langsung ke lokasi syuting saja, jadi mereka nanti akan bertemu di lokasi, awalnya kak Mia menolak karena mengantar jemput dan memastikan Nina datang ke lokasi adalah tanggung jawabnya, tetapi karena Nina bersikeras menolak untuk di jemput maka kak Mia mengalah dan mengikuti kemauan Nina.
Kak Mia melihat Daren yang gelisah dan tidak tenang, di wajahnya sangat terlihat jelas kekhawatirannya terhadap Nina,
"Kenalkan aku Manajernya Nina, kamu siapa" tanya kak Mia penasaran, Daren melihat ke arah kak Mia sekilas,
"Daren" ujar Daren singkat,
"Apa kamu pacarnya Nina" tanya kak Mia lagi.
"Mm" Daren hanya menganggukkan kepala, melihat Daren yang tidak memiliki niat untuk mengobrol kak Mia tidak bertanya lagi,
Tiba-tiba dari jauh Jebby, Ghena serta Viana yang menggendong Asyaa terlihat bergegas ke arah Daren dan kak Mia,
"Daren bagaimana kondisi Nina?" Tanya Jebby khawatir,
"Belum tahu kakak, dokter masih sedang memeriksanya" jawab Daren
"Jebby Nina tidak apa-apa kan, dia akan baik-baik saja kan" ujar Ghena dalam pelukan Jebby dengan air mata yang mulai menetes,
"Ibu tenanglah.. Nina pasti akan baik-baik saja"
Asyaa melihat Daren yang terlihat sedih turun dari gendongan Viana kemudian dia mendekati Daren,
"Kakak.. Bibi kecil pasti akan baik-baik saja" ujar Asyaa dengan suara kecilnya, Daren yang dihibur oleh Asyaa merasa sedikit terhibur meskipun dalam hatinya masih sangat takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada Nina, Daren memeluk Asyaa untuk meringankan kekhawatirannya.
Viana menyadari selain Daren ada orang lain yang menunggu Nina, selama ini kak Mia hanya sering menjemput Nina di gerbang rumah jadi Viana dan Ghena tidak mengenalnya, Jebby pun hanya tahu Nina memiliki seorang Manajer, dan Jebby hanya mengenal Manajer Nina dari biodata yang di berikan oleh Viko,
"Hallo.. apakah kamu Manajernya Nina?" Sapa Viana kepada kak Mia, kak Mia melihat Viana dan yang lainnya lalu dia berdiri dan memberi salam,
"Halo nama saya Mia biasa dipanggil kak Mia oleh Nina, dan benar saya adalah Manajernya Nina, maaf karena tidak bisa menjaga Nina dengan baik" jelas kak Mia,
"Tidak.. tidak.. ini bukan salahmu, ini adalah kecelakaan, terima kasih sudah menjaga Nina" ujar Viana sambil memegang tangan Mia dengan lembut.