Suddenly, I Became A Wife Of Lecturer

Suddenly, I Became A Wife Of Lecturer
[Part 15.1 - Pre Test]



Seperti niat sebelumnya, jadi sepulang kuliah Kanaya segera membuka laptop dan berselancar di internet untuk mencari kelengkapan Proposal Skripsi nya.


Dia kembali mencari jurnal-jurnal yang sesuai dengan judul penelitiannya dan dia juga meneliti tiap huruf dalam Proposal Skripsinya untuk membetulkan kesalahan penulisan alias typo.


Targetnya adalah menyelesaikannya hari ini juga.


Namun harapan kadang tidak sesuai kenyataan.


Ting …


Ting …


Ting …


Ponselnya berdenting berkali-kali, belasan pesan What'sup masuk dari Grup Trio nya. Siapa lagi kalo bukan Si Adel Bawel, dan pasti dia mau curhat.


Adel :


Gw masih revisi, Boo~


Muwehehehe …


😩😩😩😩😩


Kalian enak banget, udah ACC ..


Dasar tidak setia kawan …


Teganya kalian meninggalkan daku seorang …


Jani :


Makanya jadi orang jangan bebel!!


Dosen ngomong, dengerin!!


Jangan pelanga-pelongo ngeliatin mukanya..


Emang muka Dosen lo, layar tancep apa ..


Sukurin~~~


Adel :


Kanaya


Kanaya


Kanaya


Kanaya


Merasa akan panjang urusannya, Kanaya memilih mengabaikan Adel dan mengganti mode Mute pada grup.


Adel :


Kanaya jahat!!


Masa cuman di read doang …


Putus aja dah kita …


Kanaya menghela nafas, runtuh juga pertahanannya karena jeritan teks dari Adel.


Kanaya :


Gw juga masih revisi, Del …


Ini aja lagi gw benerin Proposal Skripsi gw ..


Lo juga sana, kerjain revisian lo ..


Kalo cuman di ratapin doang gak kelar..


Dah ya … Bye-bye~


Jani :


Noh! Denger!!


Kerjain … bukan diratapin …


Emang anak tiri …


Adel :


Oke!


Tapi jangan lo panggil-panggil gw lagi kalo kangen ..


Gak bakal gw ladenin, biarpun lo nangis darah ..


Bye!!


Jani :


Hus … Hus …


Sono pergi~


Setelah itu, ponsel Kanaya kembali tenang. Dan dia dapat melanjutkan kerjaannya lagi.


Ting!


Kanaya menautkan alisnya -bingung, seingatnya dia sudah mengatur mode Mute untuk grup berisiknya itu.


Kanaya mengambil ponselnya.


Sebuah pesan What'sup masuk dari nomor tak dikenal. Kanaya melihat terlebih dahulu foto profilnya, tetapi itu tidak terlalu membantu -karena fotonya bergambar sebuah pemandangan pedesaan. Jadi Kanaya membuka pesan dan membacanya.


08××-××××-×××× :


Assalamualaikum, Kanaya.


Ini Ibu Ranti, teman pengajian Ibu kamu.


Kanaya ber -ah ria ketika mengetahui si pengirim pesan.


Itu … Ibu ada perlu sama kamu, tadinya mau telepon, tapi takut kamu sibuk. Jadi Ibu kirim What'sup aja.


Maaf sebelumnya, kira-kira kamu kapan ada waktu free? Ibu mau minta tolong.


Kabarin Ibu nanti ya, ditunggu loh~


Makasih.


Setelah membacanya, Kanaya segera menyimpan nomor Ibu Ranti dan membalas pesannya.


Kanaya :


Wa'alaikumsalam, Bu Ranti.


Maaf Bu, kalo boleh tau .. Ibu mau minta tolong soal apa, ya Bu?


Sabtu-Minggu saya bisa kok Bu, libur kuliah kan.


Kayana segera menaruh kembali ponselnya dan mulai mengerjakan Skripsi nya kembali.


Ting!


Sebuah pesan What'sup masuk.


Bu Ranti (teman Ibu) :


Alhamdulillah, syukur deh kamu bisa. Ibu dah takut kamu gak bisa karena sibuk skripsian, tapi kata anak Ibu sih kalo minggu-minggu ini udah masuk bulan tenang soalnya mau ujian. Jadi makanya Ibu mau minta tolong .. heheh


Kalo gitu, hari Sabtu aja gimana? Kamu bisa kan?


Oh. Soal rinciannya nanti kita omongin langsung aja di TKP (rumah anak saya)


Sekalian Ibu mau kenalin kamu ke anak saya itu.


Dan tenang aja, nanti kita yang jemput kamu.


Makasih ya ..


Sudut bibir Kanaya tertarik membentuk sebuah senyuman. Tak disangka, ternyata Ibu Ranti orang yang Supel.


Dan dia sebenarnya juga penasaran, kira-kira Bu Ranti mau minta tolong apa? Terus anaknya Bu Ranti kayak gimana orangnya? Bakalan supel juga gak ya?


Eh! Anaknya cewek apa cowok??


Tiba-tiba Kanaya parno.


°°°


Sudah lewat beberapa jam sejak Kanaya mengirim email yang berisi skripsi nya yang sudah dia perbaiki pada Bu Andin, kini dia bersiap-siap untuk tidur.


Ting …


Ting …


Ting …


Kanaya menghela nafas, ponselnya kembali berisik di saat yang tak tepat, dia capek!! Pengen tidur.


Dengan malas Kanaya meraih ponselnya.


Itu pesan What'sup grup, tetapi bukan dari grup Trio nya. Melainkan dari grup yang isinya mahasiswi yang menjadi bimbingan skripsi nya Bu Andin.


Kalau mau tahu, itu grup tuh isinya ya cuman mahasiswi bimbingannya Bu Andin aja, tanpa sang Dosen.


Jadi isi chat nya suka nyeleneh, soal curhatan-curhatan selama bimbingan skripsi. Entah yang mewek, kesel, ngebayol, sampe ghibah pun ada.


Yah, gak jarang juga sharing info bermanfaat kayak tips-tips nulis, motivasi dan gak ketinggalan promo barang dagang atau jasa seputar Skripsi sampe wisuda.


Contoh :


Terima jasa rapihin dan cetak Skripsi


Dijual kertas HVS


Dijual buket bunga, boneka, selempang.


-Ciwi2 Bimbingan Skripsi Bunda Andin-


Itu nama grup nya dan sebenarnya Kanaya ilfeel, tapi mau ganti -segen.


Caca :


Bunda PHP guys!!!


Skripsi gw revisi lagi


😭😭😭😭😭


Anj*r bgt!!


Kemaren blg cmn dirapihin doang


Bulsh*t!!


Bab 3 gw banyak bgt catetan dari dia


T*i!!


Kemarenan kemana aja dia??


Jangan-jangan selama bimbingan ini, dia gak pernah liat bener-bener skripsi kita lagi


Niat gak sih tuh dosen!!


😡😡😡


😠😠😠


🤬🤬🤬


Kanaya meliukkan alisnya ketika membaca chat dari sang teman satu bimbingan yang penuh kata umpatan frontal.


Memang kesal sih, sudah dibilang OKE, tapi ternyata masih salah. Tidak konsekuen, itu yang Kanaya khawatirkan di awal.


Mau rasanya langsung angkat suara tak suka ke sang Dosen, tapi apa daya mahasiswa pada Dosen yang Maha Benar -begitu katanya.


Kalau Dosen salah, kembali ke peraturan nomor satu.


#1. Dosen selalu benar.


Kanaya menghela nafas, dia tak berniat melanjutkan membaca isi chat-chat tersebut -yang mungkin malah membuat hatinya semakin dongkol.


Mending tidur dan berdoa, semoga Skripsi nya ACC tanpa syarat.


Dari pada koar-koar di belakang, memangnya bakal ada yang berubah? Bimsalabim ACC. Tidak!


Tuhan lebih tahu hamba -Nya yang berusaha, itu yang Kanaya percaya. Jadi tak perlu buang tenaga dengan marah-marah gak jelas, nambah dosa.


Okay, Good Night. Have a nice dream.


•


•


•


T


B


C


•


•


•


Hahah~ Itu kisah masa skripsi ku ..


Dosen bilang OKE - ACC.


Sesungguhnya tidak semudah itu.


Lihat saja pas bimbingan selanjutnya, pasti ada yang direvisi bab yang di ACC.


*Inginku berkata kasar, tapi seperti yang Kanaya bilang; capek dan nambah dosa.


Dan tak seekstrim Caca sih temen sebimbinganku, tapi ada lah kata-katanya.


Mohon jangan ditiru.


Ohya, Suddenly I Became a Wife of Lecturer ikut event lagi loh ..


Tema : Genre Remaja; seputar kenangan masa sekolah dan kuliah.


Cocok banget kan???


Mohon dukungan untuk novelku ini ya~~


Like


Comment


Vote


>>>


Instagram : ifangel_04


yang mau mampir, Monggo


Curhat? Silakan DM


Follow juga boleh ..


Terima kasih