Suddenly, I Became A Wife Of Lecturer

Suddenly, I Became A Wife Of Lecturer
[Part 12 - Jalan]



Akhirnya, jadi juga Kanaya jalan sama Adimas. Setelah kemaren gagal karena nyeri datang bulan yang gak ketulungan. Semoga hari ini baik-baik aja dan Kanaya juga udah persiapan pake softëxx yang Super Long Maxi Wings, biar gak bocor.


Setelah pamit, Kanaya segera menyambangi rumah Adimas. Tak lupa, dia juga membawa minum pada sebuah gelas Tamparware yang dia isi dengan Es buatannya.


"Eh ... Dim, udah lama nunggu ya? Maaf kalo lama ya, tadi ada tamu," ucap Kanaya merasa bersalah.


"Gak apa-apa, sekalian ber-fotosintesis gue," balas Adimas dengan gurau.


"Taneman kali, kalo fotosintesis mah," timpal Kanaya. "Nih, gue bikin Es. Diminum, kali aja lo aus abis berjemur," tawar Kanaya menyodorkan botol Tamparware nya.


"Tau aja lo Nay, kayak Dukun," gurau Adimas.


"Bukan Dukun gue," sanggah Kanaya.


"Terus apa?" tanya Adimas.


"Master Doddy Corbuzier," jawab Kanaya.


Krik.


Mereka berdua tertawa garing.


"Udah yuk Nay, berangkat. Keburu siang panas," ajak Adimas.


"Emang kita mau kemana, sih? Dari kemaren gak ngasih tau, bikin kepo gue deh lo, Dim."


"Nanti juga bakal tau," ucap Adimas seraya memasangkan helm pada Kanaya. "Naik."


"Pelit," ucap Kanaya dan cemberut.


"Jangan ngambek Nay, nanti kayak Kambing," goda Adimas.


"Itu NGEMBEK, Dimas!!" teriak Kanaya dan cemberut. "Eh iya, Dim ... bisa gak nanti mampir dulu ke toko buku? Soalnya gue butuh referensi tambahan nih buat skripsi."


"Gampang," jawab Dimas singkat sembari men -starter motor matic nya. " Nay! Lo gak masalahkan kalo seharian ini waktunya sama gua?" tanya Dimas pelan, bahkan hampir tak terdengar oleh Kanaya yang saat ini telinganya sudah di tutupi helm.


"Hah?" respon Kanaya lambat mencerna. Namun saat dia sadar, rasanya seperti ada letupan kembang api yang berpijar di dadanya. "Iya Dim, gak apa-apa. Sekalian gue refreshing," jawab Kanaya terdengar santai. Tetapi sebenarnya dia tengah menahan luapan kegembiraan.


•••


Kanaya tak tahu mau di bawa kemana oleh Adimas, perjalanan mereka yang ditempuh dengan berkendara motor terasa melelahkan, belum lagi karena terpapar sinar matahari yang terik lantaran hari beranjak siang.


Yah ... keburu luntur dah make up Kanaya, gara-gara ke cuci sama keringat.


Namun tiba-tiba, mereka memasuki sebuah bangunan -Mall.


Heee ... Dimas ini maunya apa sih? Ke Mall aja sampe jauh banget jalannya. Di ujung Jakarta kali nih.


Lalu Kanaya membaca nama dari Mall tersebut, Baywalk Mall.



Baywalk Pluit atau Baywalk Mall adalah Pusat Perbelanjaan yang terletak di Jakarta Utara. Yang berbeda dari Mall ini adalah letaknya yang langsung berhadapan dengan laut, yaitu Teluk Jakarta.



Wow! Mall yang cukup berkesan. Tak heran sekarang jadinya, alasan kenapa Dimas memilih datang ke sini.


Namun sebelum memulai petualangan menjelajah mereka, Kanaya minta ijin dulu ke toilet. Buat ganti pemb*lut, jaga-jaga takut bocor.


Dan barulah setelah itu mereka berkeliling dan memulai satu-persatu agenda yang tampaknya sudah di persiapkan oleh Adimas.


Yang pertama, berhubung hari susah menjelang siang dan masuk jam rawan lapar. Jadi mereka memutuskan makan terlebih dahulu. Toh ... jadwal kegiatan selanjutnya masih ada waktu.


Dan ternyata Adimas udah nyiapin tiket nonton bioskop -Film Komedi. Dimas bilang, itu film yang mau dia tonton. Ya sudahlah, gak masalah -GRATIS ini. Siapa uang bakal nolak, coba?


Tapi kalau dikata, Kanaya agak kecewa sih. Dia berharapnya nonton film romantis, biar ada nuansanya. Atau film Horor juga boleh, biar bisa pegangan tangan atau pelukan. Aw!


Setelah berkeliling, akhirnya mereka menemukan tempat makan yang Kanaya mau -Restoran Korea. Haha ... berhubung tadi Dimas yang udah pilih film, sekarang gantian Kanaya yang pilih makan siang mereka.


Budae Jjigae



Merupakan sup yang berisi mie instan, daging ham, sayuran, sosis dan lainnya yang dimasak menjadi satu kemudian dimakan dalam keadaan hangat.


Mantap bangetkan, keliatannya? Sampe ngences. Pokoknya itu udah menu komplit dah buat yang gak mau repot pilih-pilih banyak menu.


Nah, untuk ngimbangin setelah makan makanan kaya berbumbu macam Budae Jjigae ... Kanaya pilih :


Patbingsu



Ini salah satu dessert dari Korea, semacam Es Serut dan khasnya itu ada Kacang Merah Manisnya sebagai topping. Tapi kalau yang ini, Kanaya mau yang rasa original aja. Cobain seporsi dulu, berdua bareng Adimas. Uhuk!


Selang beberapa belas menit, menu yang sudah Kanaya pesan tadi ke waiters -datang.


Yummy! Selamat makan.


Heum ... gak tau ya, ini makanan cocok apa nggak sama lidah Adimas. Tapi kalau menurut Kanaya sendiri sih enak-enak aja.


Namun saat Kanaya lihat, baru beberapa suap Adimas makan -dia lebih banyak minum.


Yah~ kesian Adimas.


"Enggak, gak apa-apa kok," jawab Adimas sembari mulutnya terus berucap Huh-Hah.


"Apanya yang gak apa-apa sih, Dim? Lo kepedesan gitu. Ya kali, mau gue kenyotin dulu," ujar Kanaya tak serius. "Udah, pesen lagi. Gue yang bayar nanti."


"Gak usah, Nay~ Mubazir," kilah Adimas.


Kalau Dimas udah keluar kata-kata mutiaranya, Kanaya gak bisa maksa dah.


"Kalau gitu, Maaf ya ... Dimas," sesal Kanaya.


"Iya~ tapi nanti kalo kita makan bareng lagi atau lo mau kasih gue makanan -Inget! Gue kurang suka pedes."


"Noted!" ujar Kanaya. "Ya udah nih, lo makan aja Es Patbingsu nya. Lumayan ngeyangin, ada Kacang Merah Manis nya -pas buat ngilangin pedes juga."


Adimas langsung beralih pada Patbingsu, dia makan beberapa sendok dengan cepat -kayaknya dia udah kepedesan banget deh. Sampai-sampai di filtrum (oreng) -nya ada krim yang belepotan.


*Filtrum : bagian berlekuk yang ada diantara hidung dan bibir.


"Dim ... bentar," ucap Kanaya seraya menarik tisu dari kotaknya. Lalu dia membersihkan mulut Adimas.


Dan karena itu, jarak antara wajah mereka sangat dekat -rasanya seperti bisa merasakan hembusan nafas masing-masing.


Deg!


Baik Dimas maupun Kanaya saling menjatuhkan wajah dan berpaling ke sisi lain, agar tidak bertatapan. Selanjutnya mereka hanya makan dalam diam





T


B


C





1000++ words


--------


Yey! Jadi juga Kanaya jalan sama Dimas.


Kira-kira habis itu Kanaya bakal di ajak kemana lagi?


Akankah ada hal semacam surprise?


Hoho .. mari tunggu.


-


Btw ... sebenarnya ini tuh kemaren mau aku masukin sub part Jumpa, tapi kayaknya part itu udah terlalu panjang ya.


And I just wanna say, maybe this story will have long plot -bisa juga akan berjalan lambat ceritanya.


Ya, aku sih berharapnya semoga cerita berjalan sesuai porsinya. Tapi ini aku cuma mau kasih warning aja di awal.


Soalnya aku tuh suka detail gitu .. atau pas aku lagi stuck dan buntu, aku butuh sesuatu hal yang bisa nyambungin ke scene berikut. Dan yang terjadi adalah ... tentu aja jadi panjang.


Part ini aja, rencananya aku selesaiin satu kali UP. Tapi apa mau dikata, malah nambah. Huft~


So, harap sabar ya~~~


Dan klo ada sesuatu yang kurang pas, you can share your opinions.


Karena penulis membuat tulisan juga untuk pembaca, mereka juga perlu masukkan dan perbaikan.


Oke~ Thank you for reading.


>>>>


Like


Comments


Votes


Favorite


Share


>>>>


See you ..