
Jam pelajaran baru saja berganti, sekarang sudah waktunya untuk mata kuliah selanjutnya dari dosen yang lain. Dan begitu juga dengan Adhiandra yang harus meninggalkan kelasnya dan berpindah ke kelas lainnya.
"Baik, saya sudahi perkuliahan hari ini. Dan tugasnya, nanti harap dikumpulkan lalu taruh di meja saya," ucap Adhi. "Ketua kelas?" panggilannya.
"Baik, Pak," jawab sang Ketua Kelas.
"Baik, saya permisi. Selamat pagi."
Adhiandra undur diri dan keluar dari kelas tersebut.
Sementara itu, saat dia keluar dari ruang kelas -dia melihat seorang mahasiswi sedang dipapah oleh dua teman. Adhi hanya memperhatikan dari belakang, tak berniat mendahului mereka atau menghampiri.
Namun tiba-tiba Adhiandra berlari -dia menghampiri tiga mahasiswi itu, karena melihat mahasiswi yang tengah dipapah tadi terjatuh dan dua temannya tampak kesulitan.
“Kenapa temennya?” tanya Adhiandra.
"Pingsan, Pak," jawab salah seorang temannya.
"Pak Adhi?" Seorang teman lainnya dari mahasiswi yang pingsan itu manggil namanya dengan nada terkejut. "Bapak kok di sini?"
Adhiandra tidak merespon, dia terpaku pada wajah pucat dari mahasiswi yang tengah pingsan itu. Tampaknya dia mengenalinya.
Benar! Dia mahasiswi yang pingsan dan dia antar saat itu. Sakit apa sebenarnya si Mbak ini?
Adhiandra segera menempatkan tangannya di punggung juga paha mahasiswi itu, dia menggendongnya. “Kenapa bukan anak cowok yang ngenter? Kalian mau kemana?” Ada nada kesal yang tertahan dalam pertanyaannya.
"Temen kita mau ijin pulang Pak, dia gak enak badan," jawab mahasiswi yang tadi memanggil namanya.
"Ya udah, sementara ini dia di ruang kesehatan aja dulu. Kalau udah sadar dan enakan, baru pulang," ujar Adhi.
Dua mahasiswi itu mengangguk paham dan kemudian mengikutinya ke ruang kesehatan -dengan masing-masing membawa tas milik teman mereka juga barang miliknya.
---
Adhiandra menempatkan mahasiswi itu di brankar.
"Saya permisi, karena masih ada kelas. Dan satu orang tetap di sini untuk temani dia," ucap Adhi sembari menunjuk mahasiswi yang pingsan itu. "Satu lagi, balik ke kelas," imbuhnya.
"Jan, lo aja yang balik ke kelas. Gue temenin Kanaya di sini," bisik seorang mahasiswi pada temannya. Namun sepertinya terdengar oleh Adhiandra.
"Adella! Kamu yang balik ke kelas," ujar Adhi.
Adel kaget, kecewa dan tak percaya -antara dia tidak percaya kalau ternyata Pak Adhi si sosok Dosen Idamannya yang mengenali dirinya atau … dia yang tak percaya, kalau dia baru saja diusir. Padahalkan, dia mau bolos kelas.
"Jangan bolos kelas kalo kamu gak pinter," ujar Pak Adhi menusuk dalam.
Ugh!! Sakit hati Adel dikata begitu. Dia tau kok, kalo dia sering ngerepotin Pak Adhi karena revisi mulu .. otaknya emang bebel sampe susah banget dapet ACC.
Tapi hatinya ini, tidak seburuk itu untuk mengerti perasaannya terhadap Dosen Idamannya.
"Iya Pak," jawab Adel lesu.
"Kamu!" tunjuk Pak Adhi pada Jani. "Olesin minyak angin ke temen kamu, abis itu beli Teh anget sama makanan," titahnya.
"Iya Pak," jawab Jani nurut.
"Saya permisi," ucap Adhiandra.
---
Jarak dari ruang kesehatan ke kelas dia selanjutnya mengajar lumayan jauh karena beda gedung, jadi memerlukan sedikit waktu untuk sampai.
Adhiandra berjalan sendiri menuju kelasnya -dengan buku juga peralatan lainnya yang dia tenteng. Kesendirian membuatnya hanyut dalam pikiran yang terus menjadi hal mengganjalnya beberapa hari ini.
•••
Beberapa hari lalu, Minggu Sore.
“Ibu mau ke apartemen kamu dulu,” ucap Ibu Ranti yang merupakan Ibunya itu setelah mendaratkan bokong di jok sebelahnya saat dia menjemput sang Ibu yang baru saja selesai Arisan Pengajian di rumah temannya itu.
Adhi cuman menuruti perkataan Ibu nya, meskipun sebenarnya dia tau maksud sang Ibu memintanya begitu. Pasti dia mau di ceramahin lagi. Pasti.
Dan benar saja, meskipun awalnya agak meleset.
Ibu Ranti, setibanya dia apartemen Adhi -dia langsung menuju dapur dan mengambil peralatan makan lalu menuangkan sesuatu dari dalam bungkusan. Itu … sepertinya makanan yang dia bekal dari rumah Teman Arisan Pengajiannya.
"Makan dulu, Dhi. Belum makan kan kamu?" tawar sang Ibu yang sudah selesai menata hidangan.
Sejauh ini Adhi belum tahu maksud sang Ibu menyuruhnya makan, tetapi karena dia lapar -jadi gak nolak.
Adhi duduk dan mulai melihat satu persatu hidangan yang tersaji di atas meja.
Dari yang dia liat; ada Ikan Kecil Bumbu Kuning, Tumis Kangkung, Bakwan dan Es …?
Udahlah, Adhi comot saja semua dan dia satukan dalam piring lalu dia lahap.
“Gimana enak, gak?” tanya sang Ibu.
Yailah Bu, makan belum kelar … udah diminta komentar aja.
"Heum …," gumam Adhi sambil mengangguk.
"Yang bener! Enak atau gak? Ngomong yang jelas! Kurang bumbu - garam atau apa gitu?" tanya Ibu Ranti tak sabar.
Adhi menaruh sendoknya dan meminum Es Ijo Campur yang ada biji-biji item kecilnya.
Enak, seger~
Adhi minum beberapa teguk lagi sampai tandas.
"Enak Bu, no bad comment. Aku suka," jawab Adhi sekenanya.
"Idih! Irit banget," cibir sang Ibu.
"Yah Bu, muji aja masa aku masih salah sih?" gerutu Adhi. "Terus aku harus ngomong apa?"
"Gak, udah … kalo kamu cocok sama masakannya, bagus. Terus … paling suka yang mana?" tanya Ibu Ranti lagi.
"Semua suka, Bu. Enak semua~ masing-masing ada cita rasa sendiri. Mantap!! Top Markotop!! Endes!! Yahud Beud!!" ujar Adhi panjang lebar.
"Cocok ya, berarti?" tanya Sang Ibu tak ada habisnya.
"Cocok apa nih, Bu … maksudnya?" tanya Adhi balik, karena dia mulai merasa curiga.
"Ya~ masakannya lah!" jawab Ibu cepat.
"Iya, cocok!" jawab Adhi singkat.
"Ya udah, Ibu pulang kalo gitu. Piring jangan lupa dicuci terus rapihin ke rak nya," ucap Ibu Ranti dan kembali menjinjing tas.
"Kok udah pulang aja, Bu?" tanya Adhi heran.
"Udah sore. Kamu mau Ibu nginep di sini?" tanya Ibu Ranti.
"Bukan gitu juga maksudnya," kilah Adhi.
"Ya udah, Ibu pulang ya~ gak usah dianter. Salamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam," jawab Adhi yang masih menyimpan tanya dengan gelagat sang Ibu.
•••
Sungguh! Setelah itu dia gak tenang dan masih terus kepikiran.
Kira-kira Ibunya ngerencanain apa lagi?
°°
T
B
C
••
Tolong dukungannya > LIKE, COMMENTS, and VOTE .
Terima kasih sudah membaca.
----
Ngobrol sama aku yuk, di grup Author -IFAngel.
Silakan KLIK yang ada dalam LINGKARAN MERAH, maka kalian akan bergabung & bisa ngobrol sama aku.
You : Emang mau banget ngobrol sama gue, Thor??
Me : Iya, mau banget!! Author jomblo .. butuh temen .. eh?!
Hahah ..
*ada di versi terbaru Novel Toon
See you~~