
Minggu pagi di temani secangkir kopi dan sepiring roti sambil duduk di depan TV nonton berita terkini setelah lari dan mandi, itu adalah rutinitas ideal pas libur ala Adhiandra si Dosen cap Ganteng.
Namun sayang, waktu santainya itu sangat jarang dia dapatkan karena harus mengurus pekerjaannya yang tiada habis sebagai dosen. Belum lagi urusan rumah yang beberapa hal dia lakukan sendiri karena masih mampu seperti nyuci piring dan bebersih rumah, sebab tak menyewa jasa A.R.T juga statusnya yang lajang - jadi belum ada istri yang ngurus.
Terus sisanya, macam cuci baju tinggal dia bawa ke Laundry dan kalau cuci mobil bisa sekalian pas dia ke bengkel. Nah soal makan, beli yang udah matang atau pesan online. Syukur-syukur Ibu tersayangnya datang dan bawa lauk buat dia.
Tapi ya, habis itu telinganya juga harus merasa gatal karena omongan Ibunya yang terus nyeramahin dia soal cari calon istri dan menikah. Segitu masih mending, berabe urusannya kalau ditambahin lagi sama Ibunya soal anak. Halah-halah ... jadi anak durhaka dia yang gak mau denger omongan Ibunya.
Ting ... Tong ...
Nah loh, jangan-jangan beneran Ibunya dateng.
Adhi buru-buru membukakan pintu apartemennya, dia bahkan sampai berlari.
Dan benar saja, itu Ibu nya yang datang.
Panjang umur.
"Wa'alaikumsalam, masuk Bu," jawab Adhi setelah membuka pintu lalu dia mencium punggung tangan Ibunya -Ranti Puspita Sari.
"Nih, taro kulkas," ucap sang Ibu menitah pada Adhi dan menyerahkan tentengannya.
Adhi mengambil rantang dan membawanya ke dapur lalu dia masukan ke kulkas. Sebelum itu, dia intip dulu satu persatu isi rantangnya. Yang pasti tidak boleh ketinggalan itu adalah pesanannya, Sambal Ikan Teri - Kacang. Lalu menu lainnya bervariasi sesuai mood Ibunya.
"Dhi, Ibu tolong ambilin air dingin dong. Panas banget ini dari luar," ucap Ibu dari kamar sang anak lantaran berniat ngadem di ruangan ber -AC.
Tak lama sang anak kembali dengan segelas dingin sesuai permintaan Ibunya. "Ini Bu."
"Beneran cuma dibawain air," ucap Ibu Ranti ngeluh. "Sekalian cemilannya gitu, iseng Ibu pengen nguyah."
"Ibu tadi cuman minta air doang, ya ... jadi aku bawain air lah," sahut Adhi. "Emang Ibu belum makan di rumah?"
"Udah, masak kan sekalian makan kalau Ibu mah. Kamu udah makan?"
"Ini tadi lagi ngopi sambil makan roti."
"Kamu itu orang Indonesia atau bule sih? Orang Indonesia itu baru makan kalo udah nyuap nasi. Emang roti kenyang?"
"Ya lumayan Bu, buat ganjal aja mah."
"Masaklah. Telor dadar atau ceplok gitu, biar ada gizinya."
"Malas Bu," jawab Adhi sembari nyengir.
"Ihhh~ kamu itu ya! Makanya sana cari istri biar ada yang ngurus," ucap Ibu Ranti gemas sampai mencubit pinggang anak sulungnya yang masih lajang itu.
"Aaaaaaa ... Iya, Bu."
"Ah! Capek Ibu denger janji palsu kamu," gerutu Ibu Ranti. "Udah diatur ketemu sama perempuan, kalau kamu nya yang gak datang, eh ... perempuannya kamu cuekin. Gimana mau nyantol coba!"
"Abis gimana dong Bu, kerjaan numpuk. Atau gak, kurang sreg sama perempuannya," dalih Adhi.
"Kamu itu banyak alasannya! Yang namanya pendekatan itu butuh proses, seenggaknya tiga kali atau lebih ketemunya. Ini kamu baru sekali, udah emoh."
"Kalau cukup sekali diliat udah gak cocok, kenapa harus dilanjutin," ujar Adhi.
"Asal kamu tau, Ibu sama Bapakmu itu sekali ketemu juga udah cukup, terus nikah. Dan umur sekamu ini, udah punya dua anak."
Udah gini, Adhi cuman bisa diam saja. Tau apa yang akan diomongin Ibunya habis ini.
"Pokoknya Ibu mau kamu tahun ini nikah, terus langsung punya anak. Jangan ditunda-tunda! Apalagi sampe nanti kamu udah kakek-kakek, tapi anak kamu masih ABG. Siapa coba yang bakal nanggung hari tua kamu kalau bukan anak?!"
"Iya Bu."
"Kemana Bu?"
"Cari jodoh buat kamu. Ibu mau jual kamu ke temen-temen pengajian Ibu, kebetulan hari ini ngocok arisan. Siapa tau Ibu bisa dapet double, jatah arisan sama calon mantu."
"Ih ... kok gitu sih? Malu Bu."
"Buru! Atau Ibu seret kamu."
•
•
•
T
B
C
•
•
•
700++ words
\=\=\=
Mending pendek cepet update atau panjang tapi butuh sabar?
Ini ... 1 part aku pecah jadi beberapa.
Biasanya aku nulis sampe selesai 1 sub judul dan word -ya bisa ribuan.
Pilih mana, hayo ~
Dan ini sub part Jumpa.
Adhi jumpa Ibunya, Bu Ranti.
Kalau part sebelumnya, Adel jumpa keluarga Kanaya.
Kira-kira nanti jumpa siapa lagi?
>>>>
Like
Comments
Votes
Favorite
Share
>>>>
Thank you for reading ^^