STUCK IN FRIENDZONE

STUCK IN FRIENDZONE
Ch. 94 - Aku Mencintaimu



...🖤🖤🖤...


...Mau sampai kapan hati ini terkurung dalam kenangan penuh kehampaan?...


...🖤🖤🖤...


Perlahan tapi pasti, Ara membuka video tersebut. Di awal video, terlihat Ryuu yang sedang duduk di kamarnya sambil memangku gitar di atas paha. Ryuu mengenakan setelan celana santai pendek dan hoodie warna abu. Lampu kamarnya juga menyala, itu tandanya Ryuu merekam video tersebut pada malam hari.


"Al, lagu yang akan kunyanyikan adalah lagu jepang. Jadi, agar kau mengerti apa yang kunyanyikan, aku sengaja mengedit video ini dengan subtitle indonesia agar bisa kau baca juga," kata Ryuu mulai bicara.


Ara tertawa kecil, namun matanya sudah berkaca-kaca.


"Cih, mentang-mentang aku tak bisa Bahasa Jepang. Dia memang hobi meremehkanku, ya," cibir Ara.


Ryuu pun mulai memetik gitar tanpa bicara apa-apa lagi. Alunan gitarnya sungguh membuat Ara nostalgia sekaligus rindu.


...Megurine Luka - Just Be Friends...


Just be friends, all we gotta do


Just be friends, it's time to say goodbye


Just be friends, all we gotta do


Just be friends, just be friends


Just be friends


Sebatas teman, semua yang kita lakukan


Sebatas teman, saatnya berkata selamat tinggal


Sebatas teman, semua yang kita lakukan


Sebatas teman, sebatas teman


Sebatas teman


Ukandan da kinou no asa hayaku ni


Wareta GURASU kakiatsumeru you na


Kore wa ittai nan darou kitta yubi kara shitataru shizuku


Bokura wa konna koto shitakatta no ka na


Kemarin pagi, aku baru menyadari


Tanganku memunguti pecahan kaca yang tajam


Darah keluar dari ujung jariku, mengapa terasa sangat perih?


Seolah inilah hubungan yang kita rasakan


Wakatteta yo kokoro no oku soko de wa


Motto mo tsurai sentaku ga BESUTO


Sore o kobamu jiko ai to kekkajika touchaku no kurikaeshi


Boku wa itsu ni nareba ieru no kana


Jauh dari dalam hatiku, aku sudah mengerti


Pilihan yang menyakitkan adalah pilihan yang terbaik


Cinta dalam hatiku terus memberontak dan terulang


Kapan aku bisa memberitahukannya padamu?


Yuruyaka ni kuchiteyuku kono sekai de


Agaku boku no yuiitsu no katsuro


Iroaseta kimi no hohoemi kizande


Sen o nuita


Di dunia yang seakan perlahan runtuh


Aku berjuang, hanya itu satu-satunya cara untuk bertahan


Aku mengukir senyum palsumu


Memutuskan rantai ini


Koe o karashite sakenda


Hankyou zankyou munashiku hibiku


Hazusareta kusari no sono saki wa


Nani hitotsu nokotte ya shinai kedo


Aku berteriak sampai suaraku mengering


Bergema dan bergaung di udara yang hampa


Tidak akan ada satupun yang tersisa


Saat rantai ini perlahan terputu


Futari o kasaneteta guuzen


Anten danzen hakanaku chiji ni


“Shosen konna mono sa” tsubuyaita


Kareta hoho ni tsutau dareka no namida


Takdir yang telah mempertemukan kita berdua


Berubah gelap dan hancur berkeping-keping


"Jadi seperti inikah akhirnya?" Gumamku


Hingga air mata yang mengalir di pipiku menjadi kering


All we gotta do


Just be friends, it's time to say goodbye


Just be friends, all we gotta do


Just be friends, just be friends


Just be friends


Semua yang kita lakukan


Sebatas teman, saatnya berkata selamat tinggal


Sebatas teman, semua yang kita lakukan


Sebatas teman, sebatas teman


Sebatas teman


Kizuitanda kinou no naida yoru ni


Ochitakaben hiroi ageta to shite


Mata saki modoru koto wa nai


Sou tenohira no ue no chiisana shi bokura no jikan wa tomatta mama


Aku tersadar di malam sunyi kemarin


Bunga itu tidak akan bisa mekar kembali


Apa waktu untuk kita berdua telah terhenti?


Omoidasu yo hajimete atta kisetsu o


Kimi no yasahiku hohoemu kao o


Ima o kakko ni oshiyatte


Futari kizutsu kagiri kizutsuita


Bokura no kokoro wa toge darake da


Aku teringat saat kita pertama kali bertemu


Senyuman ramahmu membuatku diam terpaku


Jika mengungkit masa lalu


Banyak luka yang kita dapat bersama


Hati kita kini dipenuhi oleh duri


Omokurushiku tsuzuku kono kankei de


Kanashii hodo kawaranai kokoro


Aishiteru no ni hanaregatai no ni


Boku ga iwanakya


Meski hubungan ini berlanjut dengan kefrustrasian


Dengan sedih, hatiku pun tak mampu berubah


Padahal aku mencintaimu, padahal aku tak ingin berpisah darimu


Aku tak bisa mengatakan itu padamu


Kokoro ni doshaburi no ame ga


Bouzen shouzen shikai mo kemuru


Kakugoshiteta hazu no sono itami


Soredemo tsuranukareru kono karada


Hujan deras di dalam hatiku


Dengan kejam dan mengerikan memudarkan penglihatanku


Seharusnya aku siap dengan rasa sakit ini


Tapi rasa sakit ini telah jauh menembus ke dalam tubuhku


Futari o tsunaideta kizuna


Hokorobi hodoke nichijou ni kieteku


Sayounara aishita hito, koko made da


Mou furimukanaide arukidasunda


Takdir yang telah menghubungkan kita berdua


Terputus dan menghilang dari kehidupan kita


Selamat tinggal orang yang kucintai, sampai di sini


Jangan lagi menoleh padaku, mulailah berjalan


Ichido dake ichido dake


Negai ga kanau no naraba


Nandodemo umarekawattte


Ano hi no kimi ni ai ni iku yo


Sekali saja, sekali saja


Andai keinginanku bisa dikabulkan


Jika aku terlahir kembali nanti


Aku ingin dipertemukan lagi denganmu


Kore de oshimai sa


Just be friends, all we gotta do


Just be friends, it's time to say goodbye


Ini sudah berakhir


Sebatas teman, semua yang kita lakukan


Sebatas teman, saatnya berkata selamat tinggal


Video itu terhenti begitu saja. Ya, tanpa adanya kata-kata terakhir dari Ryuu. Itu karena mungkin Ryuu memotong scene terakhir di video tersebut dan membuat video berhenti tepat saat ia selesai bernyanyi.


Ara menangis tanpa suara. Entah sudah berapa ratus kalinya ia menangisi Ryuu. Di setiap malam, di setiap hari. Gadis itu berharap kejadian ajaib datang kepadanya. Namun, itu mustahil. Karena ia rasa, kenyataan memang tak akan berpihak padanya.


Ya, mau berapa kalipun Ara menjerit memohon Ryuu kembali, takdir tak bisa berubah semudah membalikkan telapak tangan, bukan?


Sambil menangis, pikiran Ara kembali melayang mengingat momen-momen bersama Ryuu. Ada senang, sedih, lucu, marah, bahagia, kecewa, dan lainnya. Ingin sekali Ara kembali ke momen tersebut. Namun, yang ia bisa lakukan hanyalah menatap foto-fotonya bersama Ryuu yang ia tempel rapi dari dulu di dinding kamarnya. Bisa dibilang, bucin. Budak cinta.


Pandangan Ara beralih pada boneka beruang berwarna coklat ada disampingnya. Ia dengan cepat mengambil boneka yang ia berikan pada Ryuu saat ulang tahun Ryuu kelas 9 dulu.



Boneka tersebut diberi nama 'Baka' oleh Ryuu karena menggambarkan sifat Ara yang 'Bodoh'. Lalu, Ara menambahkan '-chan', jadilah nama boneka beruang tersebut Baka-chan.


*Chan adalah panggilan kesayangan atau panggilan untuk orang terdekat di jepang



Ara menatap kalung yang melingkar di leher pendek boneka beruang tersebut. Ya, kalung itu adalah kalung pemberian dari Ryuu. Ia sengaja mengalungkan kalung tersebut di leher Baka-chan. Karena setiap ia sendiri yang memakai kalung tersebut, ia merasa Ryuu selalu ada bersamanya dimanapun ia berada.


Ara pun memeluk Baka-chan erat. Membayangkan bahwa yang ia peluk adalah Ryuu. Karena seingatnya, Ryuu pernah mengizinkannya untuk memeluknya beberapa bulan yang lalu.




"Ryuu, aku sangat merindukanmu," lirih Ara. Ia bisa merasakan aroma tubuh Ryuu di dalam boneka Baka-chan yang ia peluk.


Di malam hari yang sunyi dan sepi itu, Ara kembali menangisi kepergian Ryuu. Bersamaan dengan hujan yang turun deras. Sama derasnya seperti air matanya yang mengalir tanpa bisa gadis itu tahan.


"Pada akhirnya, aku tak bisa keluar dari zona pertemanan ini. Aku akan selalu terjebak dalam zona pertemanan masa kecil bersama Ryuu. Ya, stuck in friendzone," Ara membatin pada dirinya sendiri.


"Dan tentang kepergiannya, mungkin sebenarnya ia tak pergi. Tapi ia pulang, pada yang memang tempatnya pulang dan itu bukan aku. Jadi, kubiarkan saja ia pulang."


"Aku sangat mencintaimu, Nakajima Ryuu," Ara kembali membatin untuk yang terakhir kalinya sambil terus-menerus menangis. Membiarkan kenangan demi kenangan terus menghajar hatinya yang sudah luka secara membabi-buta.


Begitu menyedihkan, begitu menyakitkan.


"Namun, sepertinya aku memang harus bisa melupakanmu," sambung Ara yang kini tatapannya beralih pada wallpaper yang ia gunakan di ponselnya. Tangisannya tak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.



...THE END...