
...🖤🖤🖤...
...Mau sampai kapan hati ini terkurung dalam kenangan penuh kehampaan?...
...🖤🖤🖤...
Perlahan tapi pasti, Ara membuka video tersebut. Di awal video, terlihat Ryuu yang sedang duduk di kamarnya sambil memangku gitar di atas paha. Ryuu mengenakan setelan celana santai pendek dan hoodie warna abu. Lampu kamarnya juga menyala, itu tandanya Ryuu merekam video tersebut pada malam hari.
"Al, lagu yang akan kunyanyikan adalah lagu jepang. Jadi, agar kau mengerti apa yang kunyanyikan, aku sengaja mengedit video ini dengan subtitle indonesia agar bisa kau baca juga," kata Ryuu mulai bicara.
Ara tertawa kecil, namun matanya sudah berkaca-kaca.
"Cih, mentang-mentang aku tak bisa Bahasa Jepang. Dia memang hobi meremehkanku, ya," cibir Ara.
Ryuu pun mulai memetik gitar tanpa bicara apa-apa lagi. Alunan gitarnya sungguh membuat Ara nostalgia sekaligus rindu.
...Megurine Luka - Just Be Friends...
Just be friends, all we gotta do
Just be friends, it's time to say goodbye
Just be friends, all we gotta do
Just be friends, just be friends
Just be friends
Sebatas teman, semua yang kita lakukan
Sebatas teman, saatnya berkata selamat tinggal
Sebatas teman, semua yang kita lakukan
Sebatas teman, sebatas teman
Sebatas teman
Ukandan da kinou no asa hayaku ni
Wareta GURASU kakiatsumeru you na
Kore wa ittai nan darou kitta yubi kara shitataru shizuku
Bokura wa konna koto shitakatta no ka na
Kemarin pagi, aku baru menyadari
Tanganku memunguti pecahan kaca yang tajam
Darah keluar dari ujung jariku, mengapa terasa sangat perih?
Seolah inilah hubungan yang kita rasakan
Wakatteta yo kokoro no oku soko de wa
Motto mo tsurai sentaku ga BESUTO
Sore o kobamu jiko ai to kekkajika touchaku no kurikaeshi
Boku wa itsu ni nareba ieru no kana
Jauh dari dalam hatiku, aku sudah mengerti
Pilihan yang menyakitkan adalah pilihan yang terbaik
Cinta dalam hatiku terus memberontak dan terulang
Kapan aku bisa memberitahukannya padamu?
Yuruyaka ni kuchiteyuku kono sekai de
Agaku boku no yuiitsu no katsuro
Iroaseta kimi no hohoemi kizande
Sen o nuita
Di dunia yang seakan perlahan runtuh
Aku berjuang, hanya itu satu-satunya cara untuk bertahan
Aku mengukir senyum palsumu
Memutuskan rantai ini
Koe o karashite sakenda
Hankyou zankyou munashiku hibiku
Hazusareta kusari no sono saki wa
Nani hitotsu nokotte ya shinai kedo
Aku berteriak sampai suaraku mengering
Bergema dan bergaung di udara yang hampa
Tidak akan ada satupun yang tersisa
Saat rantai ini perlahan terputu
Futari o kasaneteta guuzen
Anten danzen hakanaku chiji ni
“Shosen konna mono sa” tsubuyaita
Kareta hoho ni tsutau dareka no namida
Takdir yang telah mempertemukan kita berdua
Berubah gelap dan hancur berkeping-keping
"Jadi seperti inikah akhirnya?" Gumamku
Hingga air mata yang mengalir di pipiku menjadi kering
All we gotta do
Just be friends, it's time to say goodbye
Just be friends, all we gotta do
Just be friends, just be friends
Just be friends
Semua yang kita lakukan
Sebatas teman, saatnya berkata selamat tinggal
Sebatas teman, semua yang kita lakukan
Sebatas teman, sebatas teman
Sebatas teman
Kizuitanda kinou no naida yoru ni
Ochitakaben hiroi ageta to shite
Mata saki modoru koto wa nai
Sou tenohira no ue no chiisana shi bokura no jikan wa tomatta mama
Aku tersadar di malam sunyi kemarin
Bunga itu tidak akan bisa mekar kembali
Apa waktu untuk kita berdua telah terhenti?
Omoidasu yo hajimete atta kisetsu o
Kimi no yasahiku hohoemu kao o
Ima o kakko ni oshiyatte
Futari kizutsu kagiri kizutsuita
Bokura no kokoro wa toge darake da
Aku teringat saat kita pertama kali bertemu
Senyuman ramahmu membuatku diam terpaku
Jika mengungkit masa lalu
Banyak luka yang kita dapat bersama
Hati kita kini dipenuhi oleh duri
Omokurushiku tsuzuku kono kankei de
Kanashii hodo kawaranai kokoro
Aishiteru no ni hanaregatai no ni
Boku ga iwanakya
Meski hubungan ini berlanjut dengan kefrustrasian
Dengan sedih, hatiku pun tak mampu berubah
Padahal aku mencintaimu, padahal aku tak ingin berpisah darimu
Aku tak bisa mengatakan itu padamu
Kokoro ni doshaburi no ame ga
Bouzen shouzen shikai mo kemuru
Kakugoshiteta hazu no sono itami
Soredemo tsuranukareru kono karada
Hujan deras di dalam hatiku
Dengan kejam dan mengerikan memudarkan penglihatanku
Seharusnya aku siap dengan rasa sakit ini
Tapi rasa sakit ini telah jauh menembus ke dalam tubuhku
Futari o tsunaideta kizuna
Hokorobi hodoke nichijou ni kieteku
Sayounara aishita hito, koko made da
Mou furimukanaide arukidasunda
Takdir yang telah menghubungkan kita berdua
Terputus dan menghilang dari kehidupan kita
Selamat tinggal orang yang kucintai, sampai di sini
Jangan lagi menoleh padaku, mulailah berjalan
Ichido dake ichido dake
Negai ga kanau no naraba
Nandodemo umarekawattte
Ano hi no kimi ni ai ni iku yo
Sekali saja, sekali saja
Andai keinginanku bisa dikabulkan
Jika aku terlahir kembali nanti
Aku ingin dipertemukan lagi denganmu
Kore de oshimai sa
Just be friends, all we gotta do
Just be friends, it's time to say goodbye
Ini sudah berakhir
Sebatas teman, semua yang kita lakukan
Sebatas teman, saatnya berkata selamat tinggal
Video itu terhenti begitu saja. Ya, tanpa adanya kata-kata terakhir dari Ryuu. Itu karena mungkin Ryuu memotong scene terakhir di video tersebut dan membuat video berhenti tepat saat ia selesai bernyanyi.
Ara menangis tanpa suara. Entah sudah berapa ratus kalinya ia menangisi Ryuu. Di setiap malam, di setiap hari. Gadis itu berharap kejadian ajaib datang kepadanya. Namun, itu mustahil. Karena ia rasa, kenyataan memang tak akan berpihak padanya.
Ya, mau berapa kalipun Ara menjerit memohon Ryuu kembali, takdir tak bisa berubah semudah membalikkan telapak tangan, bukan?
Sambil menangis, pikiran Ara kembali melayang mengingat momen-momen bersama Ryuu. Ada senang, sedih, lucu, marah, bahagia, kecewa, dan lainnya. Ingin sekali Ara kembali ke momen tersebut. Namun, yang ia bisa lakukan hanyalah menatap foto-fotonya bersama Ryuu yang ia tempel rapi dari dulu di dinding kamarnya. Bisa dibilang, bucin. Budak cinta.
Pandangan Ara beralih pada boneka beruang berwarna coklat ada disampingnya. Ia dengan cepat mengambil boneka yang ia berikan pada Ryuu saat ulang tahun Ryuu kelas 9 dulu.
Boneka tersebut diberi nama 'Baka' oleh Ryuu karena menggambarkan sifat Ara yang 'Bodoh'. Lalu, Ara menambahkan '-chan', jadilah nama boneka beruang tersebut Baka-chan.
*Chan adalah panggilan kesayangan atau panggilan untuk orang terdekat di jepang
Ara menatap kalung yang melingkar di leher pendek boneka beruang tersebut. Ya, kalung itu adalah kalung pemberian dari Ryuu. Ia sengaja mengalungkan kalung tersebut di leher Baka-chan. Karena setiap ia sendiri yang memakai kalung tersebut, ia merasa Ryuu selalu ada bersamanya dimanapun ia berada.
Ara pun memeluk Baka-chan erat. Membayangkan bahwa yang ia peluk adalah Ryuu. Karena seingatnya, Ryuu pernah mengizinkannya untuk memeluknya beberapa bulan yang lalu.
"Ryuu, aku sangat merindukanmu," lirih Ara. Ia bisa merasakan aroma tubuh Ryuu di dalam boneka Baka-chan yang ia peluk.
Di malam hari yang sunyi dan sepi itu, Ara kembali menangisi kepergian Ryuu. Bersamaan dengan hujan yang turun deras. Sama derasnya seperti air matanya yang mengalir tanpa bisa gadis itu tahan.
"Pada akhirnya, aku tak bisa keluar dari zona pertemanan ini. Aku akan selalu terjebak dalam zona pertemanan masa kecil bersama Ryuu. Ya, stuck in friendzone," Ara membatin pada dirinya sendiri.
"Dan tentang kepergiannya, mungkin sebenarnya ia tak pergi. Tapi ia pulang, pada yang memang tempatnya pulang dan itu bukan aku. Jadi, kubiarkan saja ia pulang."
"Aku sangat mencintaimu, Nakajima Ryuu," Ara kembali membatin untuk yang terakhir kalinya sambil terus-menerus menangis. Membiarkan kenangan demi kenangan terus menghajar hatinya yang sudah luka secara membabi-buta.
Begitu menyedihkan, begitu menyakitkan.
"Namun, sepertinya aku memang harus bisa melupakanmu," sambung Ara yang kini tatapannya beralih pada wallpaper yang ia gunakan di ponselnya. Tangisannya tak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.
...THE END...