STUCK IN FRIENDZONE

STUCK IN FRIENDZONE
Ch. 42 - Insiden



🖤🖤🖤


Mencintaimu serupa air laut.


Pasang-surut akan selalu ada.


Namun, air laut tak akan pernah berubah rasa.


🖤🖤🖤


Tak terasa, hari ini sudah menginjak hari Sabtu. Yang dimana一hari inilah festival musik di Balai Kota akan di selenggarakan. Acara festival musik ini bertemakan budaya Jepang tanpa mengurangi budaya Indonesia di dalamnya. Ya, maksud dari acara festival ini memang untuk menghargai budaya negara lain, tanpa melupakan budaya sendiri.


Kini, waktu menunjukkan pukul 08:25. Sedangkan acara festival dimulai pukul 09:00. Namun, anggota Band yang sudah datang ke acara festival hanyalah Ara dan Ryuu saja. Sedangkan Sam, Angel, dan Revina belum datang juga.


"Sudah kau telepon mereka semua?" tanya Ryuu pada Ara yang sedang memegang ponsel.


Ara mengangguk, wajahnya terlihat sangat panik, "Sudah, tak ada satupun yang mengangkat teleponku. Duh, bagaimana ini, Ryuu? Apa mereka lupa jam berapa festival dimulai?"


"Tidak mungkin mereka lupa. Mungkin saja, mereka terjebak macet di jalan," jawab Ryuu tak mau menambah kepanikan Ara.


"Ya, semoga saja begitu. Semoga kita bisa mengikuti festival sekaligus lomba Band ini sampai akhir tanpa ada kedala."


Ryuu mengangguk sambil tersenyum manis pada Ara. Membuat Ara yang berada di sampingnya cukup tertegun melihatnya.


Eh? Ryuu tersenyum manis? Tumben sekali, hihi.


"Wah, kalian terlihat sangat cocok, ya," kata Coach Jeremy yang entah sejak kapan berada di samping Ara. Menyadari hal itu, Ara membelalakkan matanya, menatap Coach Jeremy.


DEG!!!


"Coach? Sejak kapan kau datang?" tanya Ara kaget. Dalam hati, ia malu sendiri karna tadi sudah tertipu dengan senyuman manis Ryuu padanya.


"Hmm, ternyata Ryuu tadi tersenyum manis padaku karna memang ada Coach Jeremy disampingku. Dia memang bertindak manis di depan orang lain saja, huh," batin Ara sebal sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ryuu? Ra? Yang lain belum datang, kah?" tanya Coach Jeremy yang baru sadar akan hal itu.


"Iya Coach," Ryuu mengangguk lalu melirik Ara sekilas, "Al juga sudah menelepon mereka semua, tapi tak ada satupun yang mengangkat teleponnya."


"Ya sudah, kalau begitu, biar aku yang mencari mereka. Mungkin saja mereka berada di sekitar sini mencari keberadaanmu dan Ara," ucap Coach Jeremy seraya pergi dari situ.


Setelah kepergian Coach Jeremy, Ryuu pun menatap Ara yang sedari tadi masih mengerucutkan bibirnya sebal. Laki-laki itu menatap dingin Ara sambil melipat tangan di dada.


"Aku tersenyum manis padamu tadi karna一"


"Iya, aku sudah tahu," potong Ara cepat sambil memasang ekspresi sebal.


"Ya, jadi kau jangan terlalu senang dulu, ya. Apapun yang kulakukan padamu itu, pasti ada alasannya. Aku tak seperti dirimu yang melakukan sesuatu dengan asal tanpa alasan ataupun tujuan," ujar Ryuu ketus. Tapi kini ia tak menatap Ara, melainkan menatap orang-orang di panggung festival yang sedang menyiapkan sound system dan lain sebagainya.



"Hehehe, ucapanmu benar juga sih," kata Ara sambil tertawa kecil. Ia tak sedikitpun tersinggung dengan ucapan pedas Ryuu. Membuat laki-laki itu sontak menatap Ara dengan tatapan aneh.


"Kau tak tersinggung dengan ucapanku?" tanya Ryuu heran.


"Eh? Kenapa aku harus tersinggung? Toh, ucapanmu benar adanya."


Ryuu menggelengkan kepalanya. Ia sungguh tak mengerti apa yang dipikirkan Ara di otaknya.


"Benar-benar gadis aneh," kata Ryuu semakin heran.


"Halo? Ngel? Kau dan yang lainnya dimana? Ini acara lomba Band akan segera dimulai, tahu!"


"Ra! Maafkan aku, sepertinya aku, Sam, dan Revina tak akan bisa kesana! Kami bertiga kecelakaan, hiks.. hiks.. hiks.."


DEG!!!


"A-APA?"


***


Flashback On


Pukul 08:00 pagi sebelumnya..


"Sam, kenapa kita berdua harus berangkat bersama nenek lampir ini?" tanya Angel yang baru saja keluar dari rumahnya. Ia menatap tak suka Revina yang berdiri di samping Sam.


"Heh! Jika saja mobilku tidak sedang di bengkel, aku juga tak akan sudi berangkat bersama kalian, tahu!" seru Revina kesal.


"Ya, kan kau bisa minta antar Rangga dengan motornya!"


"Aku tak tahu Rangga ada dimana! Dia tak ada di rumahku, juga tak ada di rumahnya! Lagipula, Sam sendiri yang menawarkan bantuan padaku untuk ikut dengan kalian berdua di motornya!"


Angel menatap kesal sekaligus jengkel pada Sam, "Kau tahu kan kalau festival musik itu ada di Balai Kota? Dan kita akan berboncengan bertiga dengan dia di motormu, Sam?" tanya Angel melirik Revina sekilas.


Sam mengangguk perlahan. Sebenarnya, kalau saja Revina bukan anak Band, Sam juga tak akan mau menawarkan bantuan tumpangan pada Revina. Ia hanya takut Revina akan telat datang ke acara festival sekaligus lomba Band di Balai Kota.


Jika itu terjadi, pasti Band mereka akan kacau di atas panggung nanti, bukan?


"Ya sudahlah, ayo kita berangkat. Sudah jam berapa ini?" tegur Revina pada Angel dan Sam yang diam tanpa suara.


Sam mengangguk lalu menyalakan motornya. Sambil memutar bola matanya kesal, Angel segera naik motor Sam dan duduk di tengah. Sedangkan Revina duduk di belakang Angel.


"Sam, pelan-pelan saja ya bawa motornya. Aku takut jatuh, tahu!" seru Revina beberapa detik sebelum motor Sam akhirnya melaju.


"Tenang saja, tuan puteri. Kau tak akan jatuh, kok," ejek Angel dengan suara kecil. Namun Revina masih bisa mendengar itu.


SKIP


Di perjalanan, Angel dan Revina tak henti-hentinya berdebat juga saling mengejek. Membuat Sam yang berada di depan一 sebagai pengemudi motor merasa risih dan kesal. Berkali-kali Sam mencoba berbicara sekaligus menenangkan dua gadis di belakangnya itu. Namun, nihil. Nyatanya usaha Sam untuk melerai sama sekali tak digubris oleh Angel dan Revina. Malah, perdebatan mereka semakin memanas saja.


"Kalian ini meributkan apa sih sebenarnya, hah?!" seru Sam marah pada akhirnya.


"Dia mengatai aku berhidung besar, Sam!" sahut Angel.


"Dia juga terus-menerus mengatai aku berpipi tembam! Huh!" sahut Revina juga tak mau kalah.


"Dengar, ya! Kalian ini sudah kelas 3 SMA. Kenapa berdebat hanya karena ledekan anak SD seperti itu?! Aku muak mendengar一"


"SAM! AWAS! DI DEPANMU!"


DEG!!!


BRUKKKHHH!!!


Flashback Off


****