
🖤🖤🖤
Harus melepaskan, padahal memiliki saja belum.
🖤🖤🖤
Hari berganti hari, dan minggu berganti minggu. Ujian Nasional benar-benar sudah dekat tanpa bisa dihindari siapapun. Namun, seiring berjalannya waktu ini, hubungan Ara dan Ryuu semakin renggang. Mereka sudah tak pernah berangkat sekolah bersama, ataupun sekedar bertegur sapa. Bahkan, saat belajar setiap hari Minggu di Perpustakaan Sekolah, Ryuu dan Ara bersikap seolah tak mengenal satu sama lain.
Berkat hal itu, Rangga tentu saja tak akan menyia-nyiakan kesempatan. Ia selalu mendekati Ara bahkan selalu ada di samping Ara akhir-akhir ini. Sebaliknya, hubungan Ryuu dan Revina malah terlihat sangat dekat. Membuat Ara yang melihat itu merasa bahwa jaraknya dengan Ryuu terasa begitu jauh, padahal Ryuu masih ada di sekitarnya.
Entahlah, Ara juga tak tahu mengapa Ryuu bisa begitu santai bahkan terlihat 'Welcome' saat Revina mendekatinya. Padahal setahu Ara, Ryuu sangat membenci Revina dan menyebut gadis itu sebagai Rubah Licik.
Yang pasti, Ara sudah merasa bahwa tantangan pertama dari Ryuu tak akan bisa ia laksanakan.
[Note : Tantangan pertama yaitu bagaimana caranya agar Ara bisa membuat Ryuu menyukainya, batas waktu hingga kelulusan tiba.]
Meski begitu, Ara tetap akan menjalankan tantangan kedua.
[Note : Tantangan kedua yaitu adu nilai UN. Jika nilai UN Ara lebih besar dari Ryuu, Ara bebas menjauhi dan menyerah terhadap perasaannya pada Ryuu. Namun, jika nilai UN Ara lebih kecil, Ryuu akan terus menggantung hubungan mereka hingga waktu yang tak bisa ditentukan. Ryuu akan terus membuat Ara berharap padanya tanpa kepastian.]
Ara tetap berniat menjalankan tantangan kedua karena dia sudah muak dengan ini semua. Dia ingin menang dari Ryuu. Karena dengan begitu, ia bisa mendeklarasikan kemenangannya dan menjauhi Ryuu tanpa adanya beban lagi dalam hatinya. Ya, semoga saja.
***
Siang ini, Ara sebagai Ketua Kelas dari kelas 3 MIPA B baru saja keluar dari kantor. Dia dipanggil wali kelasnya karena hari ini Bu Mika一wali kelasnya tersebut akan absen tak masuk kelas. Tentu saja, sebagai tugas dari Ketua Kelas, Ara harus memberikan amanat dari Bu Mika agar anak kelasnya tetap tertib dan mengisi soal yang ada di LKS meski Bu Mika tak ada.
Karena Ara berjalan sambil menunduk, ia tak bisa melihat ada siapa yang ada dihadapannya. Meski begitu, ia terus saja berjalan hingga akhirnya...
BRUKKK!!!
"Awww!" teriak kecil Ara sambil memegangi dahinya yang menabrak sesuatu. Bukan, bukan sesuatu. Melainkan seorang laki-laki yang lebih tinggi darinya.
"Jalan pakai mata, dong!" seru Ara sambil mengangkat wajahnya, menatap lurus orang yang ada di hadapannya itu.
DEG!!!
Ara menghentikan tangannya yang sedang menggosok dahinya, seraya membulatkan matanya kaget. Ternyata, yang ia tabrak adalah Ryuu. Disamping Ryuu, ternyata ada Sam yang sedang tersenyum canggung pada Ara.
"Jalan itu pakai kaki, bukan pakai mata, bodoh," ujar Ryuu dingin dan ketus. Lengkap dengan tatapannya yang begitu sinis dan tajam.
Ara pun menggigit bibirnya kesal. Ia membalas tatapan Ryuu yang begitu sinis padanya sekarang.
"Aku tak sebodoh apa yang kau pikirkan, ya!" balas Ara kesal.
"Jelas-jelas kau bodoh. Memangnya ada ya manusia berjalan memakai mata? Mata itu digunakan untuk melihat, bukan berjalan."
Ryuu menarik napasnya panjang. Ia melirik Sam yang berada di sampingnya.
"Sam, bagaimana menurutmu? Berjalan itu pakai mata, atau pakai kaki?"
Sam menelan salivanya kasar. Dalam hati, dia ingin segera pergi dari suasana yang begitu aneh ini. Ya, bukankah aneh jika kau berada di tengah-tengah dua orang yang sedang bertengkar?
"Kenapa mereka berdua bertengkar di depanku, sih? Aku kan jadi bingung harus bagaimana," batin Sam kebingungan.
Karena Sam diam saja, Ryuu segera menyenggol lengan Sam dengan sikutnya.
"Hei, jawab pertanyaanku," tegur Ryuu.
Sam terhenyak sebentar. Lalu detik berikutnya, ia membuka suaranya, "Menurutku sih, mata dan kaki sama-sama penting untuk berjalan," kata Sam takut-takut. Ia mencoba netral dan tak menyalahkan siapa-siapa.
Mendengar pendapat Sam, Ryuu berdecak kesal sambil kembali berjalan berlawanan dari tempat Ara berdiri. Melihat Ryuu yang sudah jalan duluan, Sam pun berniat menyusul sahabatnya itu.
"Ra, aku dan Ryu pergi dulu ke kantin, ya! Oh iya, Angel sedang menunggumu di kelas tuh!" seru Sam sebelum akhirnya ia berlari dengan cepat menyusul Ryuu di depan sana.
Ara menganggukkan kepala. Mata kecoklatannya itu menatap kepergian Ryuu yang semakin menjauh. Walau tadi ia terlihat begitu kesal karena ucapan Ryuu, tapi sebenarnya ia sungguh senang setengah mati. Ya, sudah lama sekali ia dan Ryuu tidak bertengkar dan berdebat seperti tadi lagi. Dan tadi, adalah perdebatan dan pertengkaran mereka yang pertama setelah beberapa minggu yang lalu mereka saling menjauh.
"Perdebatan dan pertengkaran singkat kita yang tadi, entah kenapa membuatku senang, Ryuu," batin Ara lirih seraya berjalan perlahan menuju kelasnya.
Lain halnya dengan Ara, Ryuu merasa sangat sedih karena perdebatan dan pertengkaran tadi. Namun, bukan Ryuu namanya kalau tak jago menyembunyikan perasaannya. Apalagi, ia tak mau Sam tahu bahwa sebenarnya kini ia sedang bersedih hati karena Ara.
"Kuharap, hubungan kita tak serenggang ini, Al. Karena kau tetaplah sahabat terbaik yang pernah aku punya di dunia ini," batin Ryuu sedih sambil terus berjalan bersama Sam.
****
CCM'S TIME!🐾🐈
Hai gaessss....😻😻😻 Selamat malam minggu bagi yang punya pasangan. Dan selamat malam minggu juga bagi yang jomblo ditemani handpone dan guling di kasur wkwk🤣
Canda, canda. Author jg jomblo kok, tenang ae. Jan pada emosi dulu yeh😝
I'm Comeback, Adakah yang merindukanku? (Apa sih thor jijay deh:v) 😹
Hahahaaaa btw aku double UP terus ya akhir-akhir ini. Adakah yang sadar? Duh pusing aku juga susah banget nyempetin waktu ngetik dan upload tiap hari😌 Karena banyak kerjaan dan tuntutan di Real Life juga huahahaha.... (amsyonggg dehhh🙃)
Rasanya tuhhh seperti anda menjadi IRON MAN wkwkwkwk😂✌🏻
Sebenernya, kalau kalian pengen tau, aku tuh udh bikin SEMUA konsep dari novel ini lho😹 Bahkan udah aku bikinin konsep untuk endingnya segala! Tapi, ingin rasanya semua konsep yang aku buat jadi CLINGGG! tiba-tiba berubah jadi bentuk alur dan dialog hahahaaa... (Tidak semudah itu ferguos eh ferguso😑)
Jadi, intinya gini. Gampang sih buat konsep dan nyari ide (Tapi boong:v). Ehhh, ini apaan sih yang di tanda kurung kok ikut ngoceh ya😂🙃
Bikin konsep dan ide udah beres, tapi ngubah dalam bentuk alur cerita dan dialog...
ITULAH LETAK KESULITANNYA WKWKWK🤣
Udah ya curhatnya, mau bobok cantik dulu.
Bye!
Big Love, Meow🐾