STUCK IN FRIENDZONE

STUCK IN FRIENDZONE
Ch. 75 - Milikku (With. Pengumuman)



🖤🖤🖤


Cemburu atau tidaknya aku, kau tetaplah milikku.


🖤🖤🖤


Hari Minggu yang cerah. Rangga dengan setelan casualnya sedang berdiri di depan rumah Ara. Hari ini adalah hari kencan mereka. Namun, tak sesuai perjanjian, Ara belum juga keluar dari rumahnya.


Ya, seharusnya mereka sudah berangkat dari jam 9 pagi. Tapi sudah hampir sejam lebih, Rangga menunggu Ara keluar dari rumahnya. Nomor ponsel gadis itu juga tak aktif untuk dihubungi. Membuat Rangga bertanya-tanya tentang bagaimana rencana kencan mereka hari ini.


Tak sesuai harapan, seseorang keluar dari rumah yang ada di samping rumah Ara. Ya, siapa lagi kalau bukan Ryuu?


"Ryuu? Selamat pagi," sapa Rangga dengan senyuman manis.


Ryuu tak menjawab apa-apa selain memperhatikan setelan Rangga dari atas hingga bawah. Benar-benar terlihat sangat casual. Sama seperti setelan dirinya juga.


"Kau mau apa di rumah Al pagi-pagi begini?" Ryuu bertanya ketus lengkap dengan tatapan sinisnya.


Rangga tertawa lepas, "Hahaha, aku dan Ara hari ini akan kencan, Ryuu. Memangnya kau tak tahu?"


DEG!!!


Ryuu tersentak kaget mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Rangga. Bukan, bukan sekedar kaget. Tapi ada suatu rasa yang sulit dijelaskan oleh kata-kata一yang ada di dalam hati Ryuu sekarang. Hingga ia tak bisa bicara apa-apa.


Tiba-tiba saja, pagar rumah Ara terbuka dengan cepat. Menampilkan seorang gadis muda berambut agak pirang, memakai hoodie berwarna biru muda, jeans berwarna hitam, dan rambut yang di kepang satu. Selain penampilannya yang terlihat sangat fresh, Rangga dan Ryuu juga cukup terpana melihat kecantikan gadis tersebut.


Ya, siapa lagi kalau bukan Ara?


"Rangga? Ryuu?" Ara tersenyum cukup canggung melihat dua orang laki-laki itu berada di depan rumahnya.


"Teleponmu kenapa tidak aktif, Ra? Aku sudah menunggumu disini satu jam lebih. Ku kira kita tak akan jadi kencan hari ini, hahaha," kata Rangga menyambut kedatangan Ara.


"Iya, tadi handponeku di charger. Hehehe," jawab Ara sekenanya.


"Ya sudah, kalau begitu ayo kita berangkat."


"Ayo."


Mereka berdua pun berjalan pergi meninggalkan Ryuu yang terpaku di tempatnya. Ara sengaja tak mau melihat ekspresi wajah Ryuu, ia tak yakin Ryuu cemburu atau tidak melihatnya akan pergi kencan dengan Rangga. Ya, semoga saja. Dengan begini, bukankah Ryuu akan terpancing untuk menyatakan perasaannya pada Ara?


"Habis naik Bus, kita mau kemana?" tanya Ara memulai percakapan sambil terus berjalan di samping Rangga.


"Hmm, bagaimana kalau kita ke bioskop?"


Ara tersenyum manis, "Ayo!" serunya lalu dibalas senyuman manis juga oleh Rangga.


***


Jarum jam dinding menunjukkan angka 22:10. Membuat jantung Ryuu semakin berdebar menunggu kedatangan seseorang. Ia duduk di ruang tamu rumah Ara sambil menyilangkan dua tangan di bawah dadanya. Dengan perasaan khawatir sekaligus kesal, ia menunggu Ara pulang dari kencannya bersama Rangga.


"Nomor ponselnya pun tak aktif, dasar," gerutu Ryuu.


Santia dari arah dapur pun datang menghampiri Ryuu sambil membawa teh hangat untuk anak dari sahabatnya itu.


"Ryuu, apa Ara bisa dihubungi?" tanya Santia memulai percakapan, seraya duduk di sebrang Ryuu.


Ryuu menggeleng pelan, "Nomor ponselnya tak aktif, Tante."


"Ku kira, Ara akan berkencan denganmu. Tak tahunya dia malah berkencan dengan laki-laki lain," ujar Santia dengan raut wajah penuh khawatir.


Ryuu diam. Tak tahu harus bicara apa.


"Padahal UN sebentar lagi. Tapi Ara malah bermain-main dengan laki-laki yang tidak aku kenal," Kali ini raut wajah Santia berubah menjadi kesal, namun tetap terlihat khawatir.


"Tante, aku sudah melaksanakan apa yang Tante katakan padaku. Aku sudah membuat Al agar termotivasi belajar untuk persiapan UN. Tante tenang saja ya, Al pasti dapat nilai yang bagus dan masuk Universitas tinggi," kata Ryuu mencoba menenangkan Santia.


Santia mengangguk meski wajahnya masih terlihat khawatir.


"Ryuu, ngomong-ngomong, bagaimana hubungan orangtuamu sekarang? Apakah membaik?" tanya Santia mengalihkan pembicaraan.


Ryuu tersenyum pahit seraya menggeleng.


"Mereka di ambang perceraian, Tante."


"Serius, Ryuu? M-maaf aku bertanya begini padamu. Karena Bundamu一Yui, sudah tak pernah ke rumahku lagi. Ku kira hubungan mereka akan baik-baik saja," lirih Santia cukup shock.


"Minggu depan, aku akan mempertemukan Ayahku dan teman kantornya, Nyonya Diana. Aku akan memastikan apakah mereka benar-benar berselingkuh atau tidak, Tante," jelas Ryuu.


Santia mengangguk-angguk sambil tersenyum penuh pengertian, "Semoga saja itu hanya kesalahpahaman saja ya. Aku berharap keluargamu sekaligus hubungan rumah tangga dua sahabatku ini selalu baik-baik saja," kata Santia lalu dibalas anggukan juga oleh Ryuu.


Mata hitam Ryuu tanpa sadar kembali menatap jam dinding lagi. Kini, jarum jam menunjukkan pukul 22:30. Benar-benar sudah larut malam. Tapi Ara masih belum pulang juga. Tentu saja itu menambah rasa khawatir Santia dan Ryuu.


"Tante, aku akan jemput Al," kata Ryuu seraya bangkit dari sofa.


Santia mengangguk pelan, "Maaf Ryuu. Aku selalu saja merepotkanmu. Kalau Daddy-nya Ara tak lembur hari ini di kantor, pasti Daddy-nya yang akan mencari Ara. Anak itu benar-benar membuat orangtua khawatir."


"M-memangnya kau tahu Ara ada dimana, Ryuu?" sambung Santia heran.


"Tidak, Tante. Tapi aku akan menghubungi laki-laki yang berkencan dengan Ara," kata Ryuu seraya berjalan menuju pintu utama rumah Ara. Pergi berlari keluar dari rumah Ara sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Berniat menghubungi Revina, untuk meminta nomor ponsel Rangga.


***


Ryuu mendenguskan napasnya kesal saat melihat Ara tertidur di bangku panjang Restoran China yang baru saja ia datangi. Ya, setelah menelpon Rangga dan mengetahui lokasi Ara dan Rangga tadi, Ryuu pun bergegas menuju Restoran China ini. Pemandangan yang pertama kali Ryuu lihat adalah一Ara yang sedang tertidur pulas dan Rangga yang terlihat sudah setengah mengantuk.


"Ryuu? Ku kira kau tak akan datang kesini," kata Rangga sambil mengucek-ucek matanya pelan.


Ryuu tak menggubris ucapan Rangga. Ia malah dengan cepat mengangkat lalu menggendong tubuh kecil Ara ala Bridal Style. Merasa tubuhnya digendong, Ara pun membuka matanya sayu sambil mengerang pelan.


"Engh, Ryuu?"



Ryuu diam. Matanya menatap tajam sahabatnya itu. Namun, yang ditatap tajam malah tertawa cekikikan. Membuat Ryuu kaget sekaligus heran.


"Kenapa kau tertawa? Memangnya ada yang lucu?" Ryuu bertanya dengan nada dingin, seperti biasanya.


"Tidak, tidak. Hanya saja, aku merasa terharu kau datang menjemputku. Ternyata kau sangat mengkhawatirkanku, ya."


Ryuu membuang mukanya saat Ara perlahan mencubit pipi kanannya. Lalu detik selanjutnya, tak disangka Ara malah kembali menutup mata. Ralat, kembali melanjutkan tidurnya dalam gendongan Ryuu.


"Ryuu, biar aku saja yang mengantar Ara," ujar Rangga seraya bangkit dari duduknya. Tangannya berusaha mengambil Ara agar terlepas dari gendongan Ryuu.


Tak tinggal diam, Ryuu menepis tangan Rangga dengan cepat. Membuat Rangga sukses mengernyitkan dahinya heran.


"Aku akan ke rumah Ara untuk membantu menjelaskan hal ini pada Mommy-nya. Lagipula, yang pergi bersama Ara itu adalah aku. Jadi aku yang harus bertanggung jawab atas kepulangan Ara yang terlambat," jelas Rangga mencoba membujuk Ryuu agar mau melepaskan gendongannya pada Ara.


Ryuu menarik napas panjang seraya memejamkan matanya. Beberapa detik selanjutnya, ia membuka matanya kembali sambil menatap tajam Rangga. Bukan, bukan menatap tajam. Lebih tepatnya, ia menatap Rangga dengan tatapan tak suka.


"Jangan berani-berani menyentuh ataupun mendekati Al lagi," kata Ryuu dingin dan ketus.


"Hah? Memangnya kenapa? Dia kan bukan pacarmu! Kau itu hanya sahabatnya saja kan? Waktu itu kalian pacaran juga hanya pura-pura saja!" Rangga tak terima dengan perkataan Ryuu tadi.


"Oh, begitu ya?" Ryuu tersenyum miring sebelum akhirnya kembali bicara, "Dia memang bukan pacarku, tapi dia adalah milikku. Paham?" tanya Ryuu sukses membuat Rangga diam seribu bahasa.


***


HAI HAI HAI!!!


MEOW DISINIII😹😹😹


MOHON MAAF SEBESAR-BESARNYA BUAT KALIAN SEMUA, PENGUMUMAN G.A (GIVE AWAY) LEWAT DARI TANGGAL YANG DITENTUIN😩😭😭😭 BANYAK URUSAN DAN DEADLINE PADAT BANGET SAMPE2 LUPA GAADA WAKTU, BORO2 BUAT NGETIK, BUAT MERENUNG MIKIRIN IDE AJA SUSAAAHH😭😭😭


Inilah pemenang yang aku pilih 👇👇👇



Buat yang punya akun itu, silahkan DM aku ya kirim nomor teleponnya. Hadiahnya pulsa 50.000🥰🥰🥰 Kalau 1x24 jam gaada DM ke aku, aku nyatain hangus ya dan G.A bakal aku lanjutin di next chapter (tapi rulesnya bakalan beda, bakal aku ganti ga kayak yang pertama😹)


Oh iya mau ngasih tau nih, sebentar lagi SIF (STUCK IN FRIENDZONE) bakalan ENDING lho😹 Udh aku umumin di igku tapi kyknya masih banyak yg gatau😹 Niatnya pas di ending chapter, aku bakalan adain G.A lagi. Tapi nanti untuk 3 orang pemenang ya. Jadi jangan lupa buat ikutan nanti🤭


Hayoooo penasaran kan endingnya gimana??? Di chapter berapakah akan ending??? Hahaha pokoknya baca terus yaa jangan bosen🤭 Kasih like, komen, dan votenya juga biar aku makin semangat buat lanjutin novel ini😹❤ Kalo bisa sih komennya saran atau masukan yang mendukung yaa, aku lebih menghargai dan seneng banget kalo ada😍😹


Dah ya, Love u!


Big Love, Meowchan🐾💕