STUCK IN FRIENDZONE

STUCK IN FRIENDZONE
Ch. 40 - Ajakan



🖤🖤🖤


Cinta sepihak mungkin memang menyakitkan.


Tapi pura-pura dicintai justru lebih menyakitkan lagi.


🖤🖤🖤


1. Selalu bersikap layaknya sepasang kekasih yang penuh cinta.


2. Tidak memberi tahukan hubungan pura-pura ini kepada siapapun.


3. Tidak boleh bawa perasaan di dalam hubungan pura-pura ini.


4. Yang bisa mengakhiri hubungan pura-pura ini hanya Ryuu saja.


Dengan tatapan sendu, Ara menatap kertas yang baru saja ia tempel di dinding kamarnya. Entah kenapa, ada perasaan aneh di dalam hatinya ketika ia membaca kertas "Peraturan hubungan pura-pura"-nya dengan Ryuu. Ketimbang dibilang aneh, sepertinya lebih tepat jika perasaan Ara dibilang 'tak terima' dengan kenyataan yang ada.


Ya, ada rasa tak puas di hatinya karna hubungannya bersama Ryuu hanya sebatas pura-pura saja.


"Ku harap, dengan pacaran pura-pura ini kau akan menyukaiku, ya! Hehehe, karena aku tak mau hubungan ini hanya sebatas pura-pura saja," jawab Ara sambil tersenyum manis.


"Jangan berharap lebih, bodoh," ucap Ryuu dingin sambil tersenyum miring.


Ara menarik napasnya panjang sambil menutup matanya ketika pikirannya mengingat perkataan Ryuu tadi sore. Walau jelas-jelas ucapan Ryuu sangat menyakitkan, tapi entah kenapa itu yang membuat Ara semakin jatuh hati pada Ryuu.


"Aku memang orang paling aneh sedunia," batin Ara sambil berjalan menuju kasurnya, bersiap untuk tidur karna jam menunjukkan pukul 9 malam.


TING!


Sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel Ara. Membuat si empunya buru-buru meraih ponselnya yang ada di meja belajar dan segera membaca isi pesan tersebut.


Angelica Nasution


Ara, kau sudah tidur?


Besok, sepulang dari ekskul band aku akan ikut pulang bersamamu! Aku akan menginap di rumahmu, boleh kan?


Pokoknya kau harus menceritakan semua yang kau tutupi dariku! Hmph, jahat sekali ya kau menutupi diam-diam soal cintamu yang sudah diterima Ryuu. Dan parahnya, kau tak menceritakan hal itu padaku! Termasuk pada saat kita di Puncak juga :(


Oke, kalau ingin membela diri, besok saja ya! Aku ingin tidur nih sekarang, hehehe. Sampai jumpa besok, pacar tercintanya Nakajima Ryuu!❤


Usai membaca pesan dari Angel yang cukup banyak, perasaan Ara semakin sedih. Jujur saja, ingin rasanya ia tak menyembunyikan hal ini pada Angel. Tapi, Ryuu sudah menetapkan peraturannya untuk tidak memberitahukan hubungan pura-pura mereka pada siapapun itu, termasuk pada Angel atau Sam. Dan itu pastinya sangat berat untuk Ara yang harus menyembunyikan hal ini pada sahabatnya dari SMP, siapa lagi kalau bukan Angel?


"Maaf ya Ngel, kalaupun besok aku cerita, aku pasti akan berbohong padamu," batin Ara sedih.


***


Pagi ini, Ara sudah mendapati para adik kelas yang berdiri di koridor sekolah. Awalnya, Ara berniat untuk tak menghiraukan hal tersebut. Namun, dirinya terheran-heran ketika tahu bahwa dirinya-lah pusat perhatian dari para adik kelas yang berdiri di koridor sekolah itu.


"Kak Altheara! So sweet sekali ya, pagi-pagi berangkat sekolah dengan Kak Ryuu!"


"Iya, benar, aku jadi iri deh!"


"Ah, ternyata memang benar ya. Tak ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan di dunia ini. Karena ujungnya pasti akan pacaran juga!"


"Ya, meski Kak Ryuu punya pacar一 asalkan itu adalah Kak Ara, aku tidak apa-apa kok! Malahan aku senang melihat mereka mengakhiri hubungan persahabatan masa kecil mereka!"


"Benar, benar! Aku pun ikut senang karena hal itu!"


Teriakan demi teriakan diterima telinga Ara dan Ryuu yang berjalan menuju kelas mereka berdua. Ryuu hanya diam sambil berjalan dan menatap lurus ke depan, tanpa melihat salah satu diantara adik kelasnya yang meneriakinya dengan Ara. Berbeda dengan Ryuu, Ara malah merasa senang sekaligus tersenyum canggung pada semua adik kelasnya itu.


Ketika mereka berdua sebentar lagi masuk ke dalam kelas, Ryuu menghentikan langkahnya tiba-tiba. Membuat Ara yang berjalan di belakangnya harus ikut menghentikan langkahnya juga.


"Kau pasti senang ya, diteriaki seperti tadi oleh adik kelas kita?" tanya Ryuu dingin tanpa menoleh sedikitpun ke arah Ara.


"Eh? T-tidak, kok. Kenapa aku harus senang? Toh, hubungan kita ini kan hanya pura-pura," jawab Ara dengan suara kecil, takut ada yang mendengar ucapannya.


"Nah, itu kau tahu sendiri kan? Makanya, walau hubungan ini pura-pura, kau tetap harus tahu diri ya. Ada kalanya kau harus senang, ada kalanya kau harus sadar bahwa kau tetaplah sahabatku. Bukan pacarku. Mengerti?" tanya Ryuu sekilas melirik Ara di belakangnya.


"Wah, wah, lihat! Ada sepasang kekasih yang berangkat sekolah bersama, lho! Hahaha," kata salah satu temannya yang lebih dahulu melihat Ryuu dan Ara masuk ke dalam kelas.


Lagi-lagi dirinya dengan Ara menjadi pusat perhatian. Tadi di koridor sekolah, sekarang di kelasnya. Walau Ryuu merasa kerepotan, tapi ia tetap saja harus ber-akting di depan semua temannya.


"Hari ini kami bukan hanya berangkat sekolah bersama, tapi juga sarapan bersama. Iya kan, honey?" tanya Ryuu sambil tersenyum manis pada Ara.


Ara menelan ludahnya kasar, "E-eh? I-iya, kau benar, darling. Kita bahkan saling suap-suapan ya pagi ini, hehehe."


"Wah, jangan membuat teman-temanmu yang jomblo ini iri ya!"


"Tak ku sangka, kalian sangat so sweet ya, hahaha."


Ryuu lagi-lagi tersenyum. Kali ini ia menggandeng tangan Ara dan berjalan bersama menuju tempat duduk mereka yang bersebelahan. Membuat teman-temannya yang melihat itu semakin histeris saja.


"Cieee, ada yang sedang dimabuk cinta, nih! Hehehe," kata Angel yang kini menghampiri Ara di mejanya. Mendengar itu, Ara pun tersenyum tipis.


"Jangan meledekku seperti itu dong!" seru Ara sambil memukul pelan pundak Angel.


"Bahkan aku dan Angel saja tak seperti kalian lho yang punya panggilan kesayangan. Darling dan Honey, oh so sweet sekali!" sahut Sam yang entah sejak kapan ada di samping Angel.


Angel, Sam dan Ara pun sama-sama tertawa. Detik berikutnya, Angel kini menatap Sam yang ada disampingnya, "Sam, katanya kau akan mengatakan sesuatu pada Ryuu. Sana, mumpung Ryuu sudah datang," suruh Angel lalu dibalas anggukan oleh Sam, yang dengan cepat berjalan menuju meja Ryuu.


"Memangnya ada apa, Ngel? Sam mau bicara apa?" tanya Ara penasaran.


Angel tertawa kecil, "Nanti juga kau akan tahu sendiri."


Ara mengernyitkan dahinya sambil memperhatikan Sam dan Ryuu yang ada di sebrang tempat duduknya. Ia mencoba mempertajam pendengarannya untuk mendengar perkataan Sam pada Ryuu.


"Ryuu, hari ini sepertinya kita berdua harus izin tidak latihan Band. Anak-anak ekskul basket banyak yang mengeluh karna kau一sang kapten, tidak pernah ada untuk melatih mereka," jelas Sam pada Ryuu yang sedang duduk di bangkunya.


Ryuu memutar bola matanya, "Kau tak menjelaskan pada mereka bahwa aku sibuk di Band karena memang untuk persiapan acara festival?"


"A-aku menjelaskan itu semua. Tapi, sepertinya jika yang melatih mereka hanya pelatih basket saja, mereka terlihat tidak puas dan ingin dilatih oleh sang kapten juga."


Ara melirik Angel sekilas, "Ngel, ini yang mau dibicirakan Sam pada Ryuu?" tanyanya lalu kembali memperhatika Ryuu dan Sam.


Angel menggeleng, "Hal pertama yang dibicarakan Sam pada Ryuu memang tak ada kaitannya denganmu. Tapi, tunggu saja. Kau harus mendengar hal kedua yang akan disampaikan Sam pada Ryuu, hehehe," jawab Angel lagi-lagi tertawa kecil.


Ara menganggukan kepalanya, tanda mengerti. Meski dalam hatinya, ia penasaran sebenarnya hal apa yang akan di katakan Sam pada Ryuu yang berkaitan dengannya.


"Ya sudah, kalau begitu, hari ini aku akan ikut latihan basket. Kau juga harus izin tidak latihan Band, kalau begitu," ujar Ryuu pada akhirnya.


"Lalu, ada satu hal lagi, Ryuu," kata Sam sambil tersenyum-senyum.


"Apa lagi?"


"Kau mau tidak? Double date denganku? Kau dengan Ara, aku dengan Angel," jawab Sam yang mengejutkan Ara setengah mati.


"Oh, tidak, kenapa harus double date? Seumur hidupku, aku tak pernah berkencan dengan siapapun. Sekalinya kencan, kenapa harus kencan bersama-sama?" batin Ara dalam hati.


Ryuu terdiam untuk beberapa saat. Seperti sedang menimbang-nimbang ajakan dari Sam. Sedangkan Ara hanya bisa menelan ludah dengan perasaan tak karuan. Menyadari itu, Angel tertawa kecil.


"Ya sudah, hari minggu nanti, ayo kita double date," jawab Ryuu pada akhirnya.


DEG!!!


"EH?!!!" teriak Ara refleks bangkit dari duduknya sambil menatap Ryuu tak percaya.


Kaget dengan suara teriakan Ara, Ryuu pun menoleh ke arah gadis itu dengan tatapan tajamnya.


"Persiapkan dirimu ya, honey, di hari minggu nanti, hehehe," kata Ryuu sambil tersenyum dipaksakan. Ara pun tertawa canggung melihat itu.


"Hahaha, iya darling, aku pasti akan mempersiapkan diriku, hahaha."


"Mati aku! Ryuu pasti akan sangat kerepotan nanti! Hari minggu kan adalah harinya dia untuk belajar. Bukan untuk kencan dengan orang sepertiku! Aduh, bagaimana ini? Pasti dia akan mengatakan kata-kata pedas lagi padaku sepulang sekolah nanti," batin Ara sambil menunduk dan kembali duduk di tempatnya.