STUCK IN FRIENDZONE

STUCK IN FRIENDZONE
Ch. 25 - Alergi



🖤🖤🖤


Menunggu, tapi tak ditunggu..


Berharap, tapi tak diharap..


Mencintaimu, haruskah sesakit ini?


🖤🖤🖤


"Kau berangkat sendiri? Tidak diantar papahmu?"


Angel melirik Sam yang entah sejak kapan ada disampingnya. Sam tersenyum manis, sedangkan Angel membuang muka. Ia menyembunyikan wajahnya yang memerah.



Pagi ini, Angel memutuskan naik Bus untuk berangkat ke Sekolah. Itu karna memang Papahnya tak bisa mengantarnya hari ini. Namun, baru saja Angel berdiri di halte Bus, Sam datang menghampirinya tanpa di undang.


Karna tak mendapat jawaban dari Angel, Sam pun menggenggam tangan Angel dengan cepat.


"Lepaskan, kita mau berangkat sekolah tahu!" seru Angel seraya berusaha melepaskan genggaman tangan Sam.


Sam diam. Matanya itu tidak menatap Angel sekarang. Melainkan menatap laki-laki yang mencurigakan一berdiri tak jauh dari Angel. Laki-laki itu berjaket hitam, bertopi hitam juga, memakai masker penutup mulut, dan berbadan tinggi.


"Tahu tidak? Sebelum aku menghampirimu kesini, aku memperhatikan laki-laki itu dulu dari kejauhan. Dan dia terlihat sangat mencurigakan," bisik Sam sambil menatap tajam laki-laki tersebut.


Angel menoleh ke arah yang ditatap Sam. Benar saja, laki-laki asing itu memang mencurigakan. Setelah ditatap oleh Angel dan Sam, laki-laki itu malah pergi tanpa sepatah kata pun.


"Dia menatapmu daritadi, dari atas sampai bawah. Sepertinya, dia punya niat jahat padamu," ujar Sam dengan nada khawatir.


Angel meninju pelan pundak Sam, "Jangan menakutiku, bodoh!"


"Hei, aku tidak menakutimu. Hanya saja, kau harus berhati-hati."


Angel diam. Ia menyadari sorot mata Sam yang penuh kekhawatiran dan ketakutan.


"Mulai sekarang, jangan pernah berada di tempat sepi ya. Usahakan kau selalu berada di tempat ramai, oke?" sambung Sam sambil mengusap pelan rambut panjang kecoklatan Angel.


Angel mengangguk pelan. Tangannya itu tidak menolak genggaman tangan Sam lagi. Malah, Angel semakin mempererat genggaman tangannya dengan Sam. Tak lama setelah itu, Bus mereka pun datang dan mereka menaiki Bus tersebut bersamaan menuju Sekolah.


***


"Apa?! Kau di ikuti oleh stalker?"


Angel menutup mulut Ara secepat kilat. Ia tak mau sampai orang lain mendengar percakapan mereka. Apalagi, di kantin ini memang ramai sekali.


"Iya, sebenarnya aku diikuti stalker itu sudah hampir 1 minggu yang lalu. Kukira, dia itu bukan stalker. Hanya orang biasa saja yang memang selalu berpapasan denganku. Tapi, tadi pagi Sam mengingatkanku untuk terus berhati-hati dan was-was terhadap orang asing yang mencurigakan," jelas Angel dengan suara pelan.


Ara mengangguk-anggukan kepalanya, lalu menyeruput ice coffe -nya, "Iya juga sih, kudengar akhir-akhir ini memang banyak kasus penculikan anak SMA."


"Eh? Benarkah?" Angel terlihat sangat terkejut.


"Ah! Bukan, bukan. Kasus penculikan anak SMA itu bukan di daerah sini kok, kau tenang saja," ujar Ara mencoba menenangkan Angel.


"Ngomong-ngomong, Sam kemana?" sambung Ara mengganti topik pembicaraan.


"Dia sedang main basket bersama sang Kapten," jawab Angel sesekali mengunyah keripik kentang kesukaannya.


"Bersama Ryuu?"


"Iya, siapa lagi kalau bukan dia?"


"Hahaha, iya juga sih."


"Eh, tunggu sebentar. By the way, fans sejatimu mana? Tumben tidak menempel padamu, haha."


"Fans? Siapa?" Ara terlihat bingung.


"Itu lho, si Rangga. Sepupunya Revina."


Ara tertawa terbahak-bahak, "Dia kan sakit, Ngel. Masa kau lupa? Kita ini teman sekelasnya tahu, hahaha."


"Aku kan tidak terlalu memperdulikan dia, jadi wajar aku tidak sadar bahwa dia selama ini sakit."


"Iya, dia sakit sudah hampir beberapa hari. Padahal, dia baru satu hari sekolah disini. Kira-kira, ada apa dengannya ya?" tanya Angel sambil mengaduk-aduk ice coffe miliknya dengan sendok.


"Hmm, kalau begitu, kenapa kau tidak menjenguknya saja?" tanya seseorang di samping Ara.


"Aku kan tidak tahu rumahnya一"


DEG!!!


"... RYUU?!" sambung Ara menoleh ke arah samping, lalu berteriak kaget sambil menutup mulutnya.


Kedatangan Sam dan Ryuu sukses membuat Ara kaget setengah mati. Eh? Sejak kapan dua sejoli itu ada di sini? Kenapa Ara dan Angel tidak menyadarinya sih?


Sam pun tertawa cekikikan sambil duduk di samping Angel一lalu meminum minuman milik pacarnya itu. Angel sempat protes, tapi ucapan manis Sam seperti biasa membuat Angel bungkam dan menutup mulutnya.


"Kau sudah selesai main basketnya?" tanya Angel pada Sam.


"Cih, apa-apaan katamu?" elak Angel dengan wajah merona, Sam pun tertawa dibuatnya.


"Ryuu, duduklah di samping Ara," suruh Sam pada Ryuu yang sedari tadi diam mematung.


"Aku mau beli minum dulu," ujar Ryuu sinis. Namun, baru saja satu langkah, Ara dengan cepat berdiri. Membuat semua yang ada disitu cukup terkejut dengan pergerakan Ara yang tiba-tiba.


"Aku yang akan membelikan minuman untukmu, Ryuu. Kau terlihat kelelahan. Jadi, kau disini saja, oke?" ujar Ara tersenyum ceria sambil menuntun Ryuu duduk di tempat ia duduk tadi.


"Tidak usah. Aku tidak perlu bantuanmu. Memangnya kau tahu apa minuman kesukaanku?" tanya Ryuu dingin.


"Hei, hei, hei! Kau jangan meragukan sahabatmu selama 10 tahun ini, ya! Aku tahu kok minuman kesukaanmu itu apa! Ya sudah, pokoknya kau tunggu saja disini! Aku beli dulu ya, dah!" seru Ara bersemangat 45. Gadis itu pun lalu pergi dengan riangnya.


Ryuu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kepergian Ara, "Dia kenapa sih?" batin Ryuu dalam hati.


Sam yang sedari tadi diam kini tersenyum-senyum melihat Ryuu yang kebingungan dengan sikap Ara.


"Lihat kan? Dia itu sangat menyukaimu, tahu! Kau seharusnya jangan terlalu kasar dengannya. Kasihan, Ara itu masih terlalu polos dan lugu," kata Sam mengingatkan Ryuu.


"Iya, ucapanmu itu selalu melukai hati Ara. Tapi, karna bocah itu terlalu menyukaimu, dia tak perduli sakit hati atau tidak, asal bisa selalu bersamamu," tambah Angel membela Ara.


Karna eskpresi Ryuu yang terlihat sangat tak peduli dengan ucapan Sam dan Angel, Angel pun menggebrak pelan meja kantin sebelum akhirnya berkata, "Kau terlalu meremehkan perasaan Ara padamu, Ryuu. Kau keterlaluan."


Baru saja Ryuu akan menjawab, tiba-tiba Ara datang membawa minuman dengan riangnya.


"Hehehe, maaf lama menunggu!" seru Ara seraya duduk di samping Ryuu, lalu menyodorkan minuman tersebut pada sahabatnya itu.


"Minuman apa ini?" tanya Ryuu sinis.


"Minum saja, kau pasti akan tahu, hihi."


Ryuu dengan perlahan meminum minuman yang Ara berikan. Sedangkan Ara senantiasa memperhatikan wajah Ryuu yang menurutnya semakin tampan saja di matanya.


"Bagaimana? Kau suka kan?" tanya Ara sambil tertawa kecil.


Ryuu tersenyum sambil mengangguk, membuat Ara yang ada disampingnya kegirangan bukan main.


"Tuh, kan! Aku bilang juga apa! Aku ini tahu minuman kesuk一"


"Lain kali, jangan sok tahu jika pada dasarnya kau tak tahu," ujar Ryuu dingin memotong ucapan Ara.


"Eh?" Bukan hanya Ara yang bingung dengan ucapan Ryuu, namun juga Sam dan Angel.


"Kau mau membunuhku, apa? Kenapa kau memberikanku minuman Ice Greentea?" tanya Ryuu kesal.


"Memangnya kau tak suka Ice Greentea? Bukankah orang jepang terbiasa meminum greentea?" Ara balik bertanya dengan ragu-ragu.


Ryuu menggelengkan kepalanya sambil menutup matanya. Dia tak bisa berkata apa-apa lagi selain diam menahan kesalnya.


"Hargai Ara yang sudah capek-capek membelikanmu minuman. Kenapa kau malah protes padanya?" tanya Angel tak kalah kesalnya dengan Ryuu.


Ryuu masih diam dengan mata terpejam. Namun, kali ini dia memegangi lehernya tepat di bagian tenggorokannya.


"Sudahlah, Ngel. Tidak apa-apa. Mungkin Ryuu memang tak suka dengan greentea. Ya sudah, kubuang saja ya. Akan ku belikan lagi minuman yang baru," kata Ara seraya membawa Ice Greentea tersebut, lalu pergi dari situ dengan lesu.


Angel masih tak terima dengan perlakuan Ryuu pada Ara. Matanya menatap tajam Ryuu. Sedangkan Sam yang ada di samping Angel hanya bisa menenangkan pacarnya itu.


"Ngel, Ryuu memang begitu. Lebih baik kita tidak usah terlalu ikut campur dengan hubungan Ryuu dan Ara ya," kata Sam lembut, mencoba membuat Angel tenang.


"Tidak. Kali ini aku tidak bisa diam lagi seperti dulu. Aku tak bisa diam melihat Ara di perlakukan tidak baik oleh Ryuu."


"Percayalah, di balik sikap Ryuu yang seperti itu, aku yakin Ryuu menyukai Ara. Seperti kau yang malu-malu dan menyembunyikan perasaanmu padaku dulu," imbuh Sam semakin mencoba meyakinkan Angel.


Angel berdecak kesal, "Ck, kau membela Ryuu karna Ryuu itu temanmu kan? Aku juga membela Ara karna dia itu sahabatku!"


"Ya, tapi kan, Ngel一"


"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"


Ryuu tiba-tiba batuk berkali-kali. Masih memegangi leher bagian tenggorokannya, ia pun mencoba untuk berdiri. Entah sejak kapan, wajahnya itu dipenuhi dengan keringat dingin. Matanya terus-menerus terpejam. Dan bibirnya terlihat sangat pucat.


"Ryuu, kau kenapa? Ryuu?!" tanya Sam khawatir seraya berdiri di samping Ryuu lalu menyentuh pundak temannya itu.


Ryuu menggeleng dan berkata tidak apa-apa. Namun, justru ucapannya itu kebalikan dari kondisinya sekarang. Ryuu sedang tidak baik-baik saja! Ya, Sam dan Angel sangat yakin itu!


"Jangan bilang, kau alergi Greentea?" tanya Angel yang kesalnya berubah menjadi rasa khawatir seperti Sam.


Belum sempat menjawab, tiba-tiba...


BRUGGHH!!!


Ryuu ambruk seketika di lantai kantin. Tubuhnya itu tak sempat ditopang oleh Sam yang berada di sampingnya. Melihat Ryuu sang Manusia Tampan yang pingsan, semua orang yang ada di kantin itu pun panik dan ricuh seketika. Membuat Ara一yang dari kejauhan membawa minuman harus berlari untuk mengetahui hal apa yang membuat orang-orang di kantin ricuh semua.


DEG!!!


"Ryuu?! Ryuu?! Kau kenapa?!" teriak Ara sambil berlari menghampiri kerumunan orang yang mengerumuni Ryuu.