STUCK IN FRIENDZONE

STUCK IN FRIENDZONE
Ch. 20 - Terungkap



"Selamat pagi anak-anak, kita kedatangan murid baru hari ini," kata Bu Mika selaku wali kelas di kelas 3 MIPA B.


Seorang lelaki berbadan tinggi, kulit putih, dan rambut blonde masuk ke kelas itu. Senyumannya yang cerah seakan menyilaukan mata semua orang yang melihat. Ya, itu adalah Rangga Kyle. Sepupu dari Revina Kyle.


"Halo, semuanya. Perkenalkan, namaku Rangga Kyle. Aku pindahan dari kota Yogyakarta. Salam kenal, semuanya," sapa Rangga memperkenalkan dirinya dengan senyuman manis.


Semua mata perempuan di kelas itu berbinar melihat ketampanan Rangga. Terkecuali Ara, Revina, dan Angel yang biasa saja melihat dia.


Sam menoleh ke arah Ryuu dan berbisik, "Sainganmu benar-benar sekolah disini, Ryuu. Apa yang akan kau lakukan jika Ara direbut darimu?"


Ryuu berdecak kesal, "Kau bicara apa, sih?"


"Hehehe, tidak. Maaf, maaf," ucap Sam cengengesan.


"Baiklah, Rangga. Kau boleh duduk dibangku itu ya, silahkan," ujar Bu Mika menunjuk salah satu bangku yang ada di belakang.


Ara memperhatikan arah jari telunjuk Bu Mika. Betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa ternyata Rangga akan duduk di depan Ryuu! Oh tidak. Selain itu, posisi duduk Rangga juga berdekatan Ara.


Rangga pun berjalan menuju tempat duduknya. Sebelum duduk, laki-laki itu menoleh dan tersenyum manis pada Ara.


Ara membuang mukanya, "Duh, senyumannya manis sekali. Eh, no no no! Aku tidak akan terpikat hanya karna Rangga tersenyum seperti itu padaku. Hatiku ini hanya untuk Ryuu seorang! Iya! Always Ryuu in my heart!" batin Ara meyakinkan dirinya agar pendiriannya itu tak goyah.


SRETTT!!!


Sebuah kertas yang digulung tiba-tiba saja mendarat di meja Ara. Ia pun terkejut sambil menoleh ke kanan dan kiri. Oh, tidak. Rasa terkejutnya itu bertambah saat mendapati Ryuu yang tersenyum sinis padanya.


Selamat, mulai hari ini kau akan diikuti orang yang tergila-gila padamu. Jangan dekati aku mulai detik ini, karna aku tak mau mengganggu hubunganmu dengan pangeranmu itu :)


Ara meremas kertas tersebut setelah membacanya. Lalu ia memanyunkan bibirnya sambil menatap Ryuu sebal. Ada apa dengan sahabatnya itu? Kenapa Ryuu menatapnya tajam sambil tersenyum sinis padanya? Apa Ryuu mencoba meledeknya sekarang?


Ara sungguh tak mengerti.


****


Jam istirahat, di kantin sekolah...


"Putri, boleh aku duduk disini?"


Ara membulatkan matanya terkejut melihat kedatangan Rangga yang membawa banyak sekali makanan. Tanpa mendapat izin dari Ara, Rangga dengan santainya duduk di samping gadis itu. Sedangkan Angel yang duduk di depan Ara hanya melongo, tak bisa berkata apa-apa.


"Kau bawa makanan banyak sekali, Rangga. Untuk apa?" tanya Angel merasa heran.


"Oh, ini untukku dan juga untuk Putri,"


Ara menengok kepada Rangga, "Eh? Untukku?"


"Iya. Kenapa? Kau tidak suka cemilan seperti ini, ya?"


"Hahaha, bukan begitu maksudku. Aku suka kok, terimakasih ya."


"Sama-sama, cantik," jawab Rangga yang sukses membuat pipi Ara memerah seketika.


Angel yang menyadari hal itu pun menepuk pelan pundak Ara. Mencoba menyadarkan sahabatnya itu agar tidak termakan ucapan manis Rangga. Bagaimanapun, Angel tak rela jika Ara dekat dengan cowok lain selain Ryuu. Bertahun-tahun dia harus mendengar ocehan dan curhatan Ara tentang Ryuu. Jadi, rasanya aneh jika Ara sekarang malah dekat dengan cowok asing itu.


"My sweety! Kenapa kau malah duduk bersama cowok lain?" tanya Sam cemberut seraya menghampiri Angel.


"Bicara apa sih kau? Dasar aneh," balas Angel sambil memakan keripik kentang kesukaannya.


Sam duduk di samping Angel tanpa izin, "Kenapa si Rangga ini ikut duduk disini? Kau mau berselingkuh dariku?"


"Tanyakan saja sendiri pada dia! Satu lagi, jangan berkata seakan-akan aku ini pacarmu!" seru Angel mulai kesal.


"Hahaha, maaf Samudra. Aku duduk disini untuk mendekati Putri, bukan Angel," jelas Rangga tertawa.


"Putri? Siapa Putri?" tanya Sam pada Ara.


Ara tertawa canggung, "Panggilanku dari Rangga adalah Putri. Namaku 'kan Altheara Ananda Putri, Sam."


"Ara, Al, Putri. Namamu banyak sekali panggilannya, ya. Hmm," komentar Sam sambil menghitung dengan jarinya.


"Al? Siapa yang memanggil Putri dengan panggilan Al?" tanya Rangga penasaran.


"Itu aku."


DEG!!!


"RYUU?!" teriak Ara, Angel, dan Sam bersamaan.


Ryuu yang datang entah sejak kapan hanya menatap datar semua orang yang sedang duduk disitu. Detik selanjutnya, tanpa bicara apa-apa lagi, Ryuu pergi begitu saja seraya menyeruput ice coffe kesukaannya.


Rangga mengernyitkan dahinya bingung, "Dia siapa? Apa anak kelas kita juga?"


"Iya, dia duduk di belakangmu, Rangga," jawab Ara dengan cepat.


"Oh iya, aku baru ingat! Dia cowok yang membawamu pulang saat kau jatuh di sepeda waktu itu 'kan? Yang awalnya ku kira, dia adalah pacarmu. Tapi syukurlah ternyata bukan, hahaha."


Sam ikut tertawa sambil meminum jus jeruk yang dibawanya, "Ryuu bukanlah pacar Ara. Tapi sahabat Ara dari kecil! Kau tak akan mungkin bisa merebut Ara darinya, hahaha."


Angel melotot mendengar ucapan Sam. Sedetik berikutnya, ia menjitak kepala Sam cukup kencang sebelum berkata, "Sini, ikut aku!"


"Aww!! Mau kemana? Aku masih betah disini!"


"Ikut aku sebentar!" seru Angel tegas.


"Oke! Asal ada syaratnya!"


"Apa?"


"Sepulang sekolah nanti 'kan, kita ekskul Band. Nah, pulang dari ekskul Band, kau harus menemaniku dulu ke suatu tempat!"


Angel berdecak kesal, "Iya! Aku akan menemanimu! Sekarang, ikut aku dulu!"


"Oke, guys! Aku pergi dulu ya bersama pacar tercintaku! Bye!"


Angel pun menarik tangan Sam lalu pergi dari kantin itu. Menyisakan Ara dan Rangga yang cukup canggung untuk memulai pembicaraan. Oh tidak. Sebenarnya Ara tak mau memikirkan hal ini. Tapi, ia takut Rangga akan mengucapkan kata-kata manis yang akan membuat pipinya memerah lagi. Sebelum itu terjadi, ia harus pergi dari situ! Ya, harus!


"Eh? Put? Kau mau kemana?" tanya Rangga sambil menarik tangan Ara agar gadis itu tetap duduk disampingnya.


"Maaf, Rangga. Aku harus ke toilet sebentar. Dah!"


****


Sementara itu, di taman belakang sekolah.


"Mau bicara apa sih, sweety?" tanya Sam seraya duduk di bangku dekat pohon yang ada disitu.


Angel ikut duduk di samping Sam, "Aku cemas pada Ara. Dan aku juga tidak suka dengan kehadiran Rangga."


"Aku juga tak menyukainya sih, tapi kelihatannya Ara baik-baik saja didekati oleh Rangga."


"Hei! Menurutku, Ara itu terlihat bingung dan serba salah. Karna ini pertama kalinya dia dekat dengan cowok lain selain Ryuu. Apalagi, kau tahu sendiri sifat Ryuu dan Rangga beda jauh, 'kan?"


"Iya, beda jauh sekali. Aku tak yakin Ara akan tetap menyukai Ryuu yang dingin dan cuek, atau berpindah pada Rangga yang baik hati dan lembut," kata Sam beropini.


Angel mencubit tangan Sam, "Ara tak akan mudah jatuh cinta pada orang lain! Buktinya, selama 10 tahun ini, dia masih bisa menyukai Ryuu tanpa dibalas sedikitpun oleh Ryuu."


"Ya itu karna Ara tak ada keberanian mengungkapkan perasaannya pada Ryuu, 'kan? Kedekatan mereka selama ini hanya didasari dengan hubungan persahabatan masa kecil saja, Ngel."


"Aku sudah mengungkapkannya pada Ryuu kemarin, kok," ujar Ara yang tiba-tiba datang lalu menghampiri Angel dan Sam.


Angel pun mempersilahkan Ara agar duduk disampingnya, "Maaf ya Ra, kita bukan bermaksud membicarakanmu di belakang. Kita hanya khawatir saja melihatmu didekati cowok asing itu."


"Cowok asing? Maksud kalian, Rangga?"


Sam mengangguk, "Kau serius sudah mengungkapkan perasaanmu pada Ryuu?"


"Sudah, kemarin sore saat kalian menghubungiku agar aku melihat keadaan Ryuu di UKS."


Mata Angel dan Sam menunjukkan rasa penasaran yang luar biasa. Sadar akan hal itu, Ara pun memutuskan untuk menceritakan kejadian kemarin pada mereka berdua.


SKIP


"Aku sungguh tak mengerti jalan pikiran Ryuu," komentar Sam setelah mendengar cerita Ara.


"Iya, dia begitu membingungkan," tambah Angel.


"Sebenarnya, kemarin aku dicium oleh Ryuu untuk yang ke-3 kalinya."


Sam dan Angel membelalakkan matanya, "Hah?! Serius?!"


Ara diam dan hanya menganggukan kepalanya.


"Ngel, sepertinya Ryuu punya rahasia selama ini. Dan sialnya, entah bagaimana ceritanya, Revina mengetahui rahasia tersebut. Demi membuat Revina tutup mulut, Ryuu harus rela mengajar les Revina tanpa dibayar sedikitpun olehnya," jelas Ara yang makin mengejutkan Angel dan Sam.


"Dan kemarin, saat istirahat, Revina mengajakku pergi ke atap sekolah. Katanya, dia akan berbicara sesuatu padaku. Tapi, di tangga menuju atap, aku dicegat Ryuu. Dia bersikeras menahanku agar aku tak bertemu Revina di atap sekolah. Karna aku keras kepala dan tetap ingin menemui Revina disana, entah kenapa Ryuu malah menciumku dan sukses membuatku bingung seperti orang bodoh," sambung Ara.


"Kalau dia menciummu, itu artinya dia menyukaimu, bukan?" tanya Sam sambil mengernyitkan dahinya.


"Tahu dari mana kau? Tidak mungkin Ryuu menyukaiku. Sikapnya saja seperti itu padaku," jawab Ara pesimis.


"Soalnya 'kan, seorang cowok tidak akan sudi mencium cewek yang tidak disukainya sama sekali. Begitupun sebaliknya. Yah, contohnya seperti aku."


Angel melotot dan menjitak kepala Sam cukup kencang, "Diam kau!"


Ara membulatkan matanya kaget, rupanya ia mengerti maksud dari ucapan Sam.


"Ngel? Jadi selama ini kau pernah dengan Sam?" tanya Ara kaget setengah mati.


"Pernah apa?"


"Ayolah, sweety. Jangan pura-pura lupa, hahaha," kata Sam yang sukses membuat pipi Angel memerah.


"Kenapa kau tak pernah cerita padaku?" tanya Ara pada Angel.


Angel menutup wajahnya dengan kedua tangannya, "Itu karna aku ingin menghentikan Sam yang dulu pernah berniat menghancurkan hubunganmu dengan Ryuu."


"Eh?! Maksudmu?!"


"Bukan, Ra. Bukan begitu. Hanya saja dulu aku pernah sedikit ya, sedikit ingin merebutmu dari Ryuu. Aku ingin tahu bagaimana reaksi Ryuu andai saja kau dekat denganku. Eh, tapi ternyata ada yang cemburu dan melarangku merebutmu dari Ryuu," jelas Sam seraya melirik Angel yang masih menutup wajah dengan tangannya.


"Jadi, Angel yang menciummu duluan?!" tanya Ara masih begitu shock.


Sam mengangguk sambil tertawa, "Tapi kalau sekarang, selalu aku sih yang duluan."


Ara semakin shock mendengar ucapan Sam, ia pun menatap Angel dengan tatapan tak percaya.


"Ngel, kau berapa kali dengan Sam?"


"Aku hanya menciumnya sekali saja kok!"


"Sisanya, aku yang duluan, hehe," tambah Sam cengengesan.


Ara menarik tangan Angel agar sahabatnya itu tak menutup wajahnya dengan tangannya lagi. Kini, terlihat wajah Angel yang begitu merah layaknya kepiting rebus.


"Selama ini Angel menyukaiku. Iya 'kan Ngel?" tanya Sam meledek Angel.


Angel membuang muka, "Jangan harap!"


"Hahaha, kau ini menggemaskan sekali!" seru Sam seraya mencubit pipi Angel pelan. Angel pun menepis tangan Sam dengan cepat.


"Kenapa kau menutupi hal ini padaku, Ngel?" tanya Ara masih bingung.


Angel menggeleng, "Aku tidak bermaksud menutupinya darimu. Hanya saja, aku tak enak karna kau memiliki perasaan yang bertepuk sebelah tangan selama 10 tahun pada Ryuu, sementara aku malah memiliki pacar dengan mudahnya."


"J-jadi, kau resmi berpacaran dengan Sam?!"


Sam tertawa terbahak-bahak sambil mengangguk, "Hahahaha, Iya. Berarti saat ini, masih tersisa kau yang jomblo."


"Lihat saja, aku akan mendapatkan Ryuu secepatnya!" seru Ara tak mau kalah.


"Bagaimana caranya? Dia saja cuek padamu, apalagi untuk mendapatkan hatinya?"


"Ulang tahun Ryuu tinggal 4 hari lagi! Lihat saja, aku akan membuat Ryuu jadi pacarku di hari ulang tahunnya!"


Angel mengangguk lalu menggenggam tangan Ara, "Aku akan mendukung dan membantumu, Ra! Semangat!"