STUCK IN FRIENDZONE

STUCK IN FRIENDZONE
Ch. 70 - Ryuu Berubah?



🖤🖤🖤


Kau mungkin berubah.


Tapi, apa hatimu juga ikut berubah untukku?


🖤🖤🖤


Ara dan Angel sedang berjalan menuju kelas mereka berdua. Kebetulan, mereka tak sengaja bertemu di parkiran saat baru saja tiba di sekolah ini. Ya, sungguh jarang memang. Tak biasanya mereka akan masuk kelas bersama di pagi hari.


Sambil terus berjalan menuju kelas 12 MIPA B, Angel mengernyitkan dahinya heran. Ia benar-benar tak mengerti kenapa Ara一sahabatnya itu tersenyum-senyum sendiri tanpa berkata apa-apa. Ia tahu, jika Ara sudah tersenyum-senyum seperti ini, berarti ada sesuatu hal yang membuatnya gembira.


"Ra, kau kenapa?" tanya Angel tak mau berbasa-basi.


Senyuman Ara refleks memudar. Ia langsung menatap Angel dengan tatapan bingung.


"Eh? Aku? Tidak. Aku tidak kenapa-napa, kok."


"Kau daritadi senyum-senyum sendiri, tahu!"


"Eh? Benarkah?"


"Iya. Ada apa, sih? Pasti ada sesuatu, kan? Hmm kau berniat tidak cerita padaku, ya?" tanya Angel seraya memicingkan kedua matanya.


Ara tertawa kecil sambil merangkul sahabatnya tersebut.


"Aku bingung mau cerita apa padamu. Intinya, hubunganku dan Ryuu sudah ada kemajuan."


"Eh? Serius?" tanya Angel kaget sambil melepaskan rangkulan Ara dari pundaknya.


Ara mengangguk sambil memanyunkan sedikit bibirnya.


"Iya, ada kemajuan. Meski hanya sedikit," kata Ara seraya hampir menempelkan jari telunjuk dan jempolnya一tanda kemajuan yang ia alami dengan Ryuu benar-benar sedikit.



"Ceritakan padaku! Kemajuan seperti apa yang kau maksud?" tanya Angel sangat penasaran.


Baru saja Ara akan membuka suara, tiba-tiba Ryuu berjalan melewati Ara dan Angel yang sedang berdiri di tengah koridor sekolah. Membuat Ara dan Angel cukup tertegun melihat hal itu.


"R... Ryuu! Selamat pagi!" seru Ara pada Ryuu yang sudah berjalan melewatinya, tepatnya ada di didepannya.


Ryuu menghentikan langkah kakinya. Ia dengan cepat menoleh ke arah belakang, tepat ke arah Ara dan Angel berdiri.


"Selamat pagi," balas Ryuu singkat dengan ekspresi dinginnya.


"Ku kira, kau sudah berangkat sekolah duluan. Jadi aku tak menunggumu dan langsung berangkat kesini. Maaf ya," ujar Ara canggung seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Ryuu tak menjawab apapun. Ia malah berjalan menghampiri Ara dengan ekspresi yang tak berubah dari awal. Dingin, datar, seolah tak ada gairah hidup. Sesampainya ia dihadapan Ara, tanpa permisi ia langsung menepuk-nepuk kepala sahabatnya sambil tersenyum kecil.


DEG!!!


Ara membelalakkan matanya kaget. Refleks, ia menelan ludahnya tanpa bisa bicara apa-apa. Melihat hal itu dengan mata kepala langsung, Angel tak kalah kagetnya dengan Ara. Eh? Siapa yang ada dihadapan Ara dan Angel sekarang? Nakajima Ryuu bukanlah orang yang seperti ini! Perlakuannya itu sungguh membuat Ara dan Angel kaget sekaligus aneh.


"Tidak apa-apa, kok. Lain kali, kirim saja pesan atau telepon aku jika kau ingin tahu apa aku sudah berangkat sekolah atau belum. Lagipula, kita sudah lama tak berangkat bersama, bukan?" tanya Ryuu dengan nada bicara yang tetap dingin, namun terdengar sangat lembut di telinga Ara dan Angel.


Tanpa menunggu jawaban dari Ara, Ryuu pun langsung pergi begitu saja dari situ. Ia kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas. Setelah kepergian Ryuu cukup jauh, Angel dengan cepat langsung menyadarkan Ara yang melamun lengkap dengan tatapan kosongnya.


"Hei! Ara! Ryuu sudah pergi, tuh! Kenapa kau tak menjawab pertanyaannya? Kenapa malah melamun?" protes Angel gemas pada Ara.


Ara mengedip-ngedipkan matanya seraya mencubit pipinya berkali-kali. Melihat itu, Angel kebingungan sendiri melihat apa yang dilakukan oleh Ara.


"Ra, kau ken一"


"Angel, apakah aku sedang bermimpi?" tanya Ara dengan mimik wajah begitu serius.


"Eh? Tidak, kok. Kau tidak bermimpi, Ra," jawab Angel semakin bingung dengan pertanyaan Ara.


"Kau tahu, tidak? Aku sudah lama sekali tak melihat senyumannya Ryuu. Walau aku sudah mengenalnya 10 tahun, namun melihatnya tersenyum bisa kuhitung dengan jari. Dia sangattt jarang sekali mau tersenyum meski sering ku paksa," jelas Ara antusias.


"Aku sudah 6 tahun mengenal Ryuu. Dari kelas 7 SMP hingga kelas 12 SMA sekarang. Namun, baru kali ini aku melihat Es kutub itu tersenyum!" seru Angel ikut antusias.


"Oke! Aku akan menceritakan semua yang terjadi antara aku dan Ryuu. Kau harus siapkan kupingmu itu untuk mendengarkan curhatanku, ya!" kata Ara yang senyumannya tak luntur.


Angel mengangguk dan ikut tersenyum, "Masih ada waktu 20 menit lagi sebelum bel masuk berbunyi. Kau harus menceritakan semuanya padaku!"


"Siap!" seru Ara sambil tertawa kecil.


***


Istirahat sekolah...


"Angel? Kenapa kau kesini?" tanya Sam kaget saat melihat pacarnya itu berjalan menghampirinya一yang sedang duduk di pinggir lapangan basket.


Angel ikut duduk di samping Sam seraya menghembuskan napas panjang. Matanya menatap ke arah langit, tanpa sedikitpun menghiraukan tatapan bingung dari pacarnya tersebut.


"Ada apa? Sepertinya suasana hatimu sedang damai," ujar Sam sambil membuka tutup botol air mineral miliknya.


Angel dengan cepat merebut botol air mineral tersebut dari tangan Sam. Detik selanjutnya, ia langsung meminum air mineral itu tanpa izin.


"Ara dan Ryuu, mereka berdua sudah ada kemajuan. Aku jadi sangat senang," kata Angel membuka suaranya.


Sam tersentak kaget sebentar. Lalu, tak lama setelah itu ia tersenyum lebar.


"Benarkah? Aku tak dengar apa-apa tuh dari Ryuu. Dia tak pernah menceritakan bagaimana hubungannya dengan Ara padaku."


"Ryuu itu orangnya tertutup. Pada Ara saja ia jarang mau bercerita. Apalagi padamu, Sam."


"Hmm, benar juga sih. Eh, tapi serius hubungan mereka ada kemajuan? Ah, apa mereka pacaran pura-pura lagi seperti bulan-bulan lalu?"


Angel secepat kilat memukul kepala Sam dengan botol air mineral milik Sam yang masih ada airnya.


"Awww!" pekik Sam kecil namun dibalas senyuman miring oleh Angel.


"Kau pikir, Ara mau punya hubungan pacaran pura-pura dengan Ryuu untuk kedua kalinya?" tanya Angel ketus.


Sam mengangguk-angguk sambil mengelus-elus kepalanya yang cukup sakit.


"Berarti, kali ini mereka benar-benar ada kemajuan?"


"Iya, tadi pagi saja aku melihat Ryuu menepuk-nepuk kepala Ara sambil tersenyum. Bukankah itu suatu kemajuan?"


Sam tertawa kecil, "Dibanding dibilang kemajuan, sepertinya itu adalah keajaiban. Hahaha."


Angel pun ikut tertawa. Dua sejoli itu merasa sangat senang jika memang hubungan antara Ryuu dan Ara ada kemajuan. Itu karena, mereka berdua adalah saksi perjuangan kisah cinta Ara yang begitu rumit bersama Ryuu. Dari SMP hingga kini mereka SMA.


"Ngomong-ngomong, kenapa kau menghampiriku kesini? Kau tak ke kantin bersama Ara?" tanya Sam mengubah topik pembicaraan.


"Aku tak ingin mengganggu hubungannya dengan Ryuu yang sudah mulai berjalan mulus. Ku biarkan dia makan sendirian di kantin. Dengan begitu, aku yakin Ryuu pasti akan menemani Ara disana."


"Hmm, benar juga. Kau benar-benar sahabat yang penuh pengertian, ya," ujar Sam sambil tersenyum manis.


Angel hampir saja terpana dengan senyuman manis Sam. Namun, dengan cepat ia menyadarkan diri sendiri seraya membuang mukanya.


"Kepalamu sakit, tidak?" tanya Angel tanpa sedikitpun menatap Sam.


"Eh? T... Tidak, kok. Tidak begitu sakit. Lagipula, kau memukulku sangat pelan kan?"


"Aku tak sengaja memukul kepalamu. Apa kau marah?"


Sam tertawa kecil sambil menyentuh pundak Angel. Detik berikutnya, ia memutar tubuh Angel agar tak membelakanginya dan menghadapnya kembali.


"Memangnya aku pernah marah padamu? Meskipun sikapmu lebih tsundere dibanding Ryuu, tapi aku masih sangat tetap menyukaimu," ujar Sam sambil cengengesan.


Angel berdecak kesal, meski dalam hatinya ia terharu mendengar pengakuan Sam padanya.


"Kalau begitu, aku harus lebih sering memukul kepalamu lagi agar kau semakin menyukaiku, ya?" tanya Angel yang sukses membuat mata Sam terbelalak kaget.


"Hei, lama-lama aku gegar otak jika tiap hari kau berniat memukul kepalaku!"


"Hahaha..." Angel hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Sam yang kaget karena pertanyaannya.