STUCK IN FRIENDZONE

STUCK IN FRIENDZONE
Ch. 71 - Emosi



🖤🖤🖤


Kau menutupi sesuatu dariku.


Kenapa aku bisa tahu?


Karena orang yang paling mengerti dirimu adalah aku.


🖤🖤🖤


Sementara itu, di Kantin Sekolah...


Ara sedang tersenyum-senyum sendiri sambil memakan stik kentang balado miliknya. Tentu saja, orang-orang yang ada di sekitar Ara jadi menatapnya aneh. Hei, jelas-jelas gadis itu duduk sendiri tanpa ada yang menemani. Tapi, kenapa ia bisa senyum-senyum sendiri tanpa sebab? Bukankah itu terlihat sangat aneh?


Rupanya, pikiran Ara kini sedang melayang ke kejadian kemarin. Jantungnya berdegup kencang sekaligus bahagia mengingat hal tersebut. Aneh, dicium pipi oleh Ryuu rasanya lebih bahagia ketibang dicium bibir oleh sahabatnya itu.




Memang sih, Ryuu sudah berkali-kali mencium bibir Ara. Namun, ini pertama kalinya Ryuu mencium pipi Ara disertai bisikan yang membuat hatinya meleleh. Apalagi, perlakuan manis Ryuu tadi pagi semakin membuatnya berangan-angan dan terbang ke atas awan.


"Hei, kenapa kau sendirian?"


Senyuman Ara melebar tatkala mendengar suara seorang lelaki di sampingnya. Secepat kilat, ia segera menoleh ke samping dan mendapati Rangga sedang tersenyum manis lalu duduk disampingnya tanpa izin. Senyumannya pun memudar karena yang datang bukan orang yang ia harapkan.


"Ku lihat, Angel sedang berduaan dengan Sam di Lapangan Basket. Hmm, jadi kau ditinggalkan oleh Angel ya?" tanya Rangga berspekulasi sendiri.


Ara menggeleng cepat, "Tidak, kok. Aku memang sedang ingin sendirian. Lagipula, Angel dan Sam jarang sekali punya waktu berdua padahal mereka sudah cukup lama berpacaran."


Rangga mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti. Tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba saja Ara mengingat sesuatu hal yang sebenarnya masih mengganjal dalam hatinya.


"Ehm, Rangga. Boleh aku bertanya sesuatu?"


Rangga tersenyum manis, "Untuk gadis secantik dirimu, apa sih yang tidak boleh?"


Ara menelan ludahnya kasar. Entah kenapa, ia cukup geli mendengar perkataan Rangga tadi.


"Mamahnya Revina adalah Tantemu, kan?" tanya Ara konyol.


"Hahaha, tentu saja, Ra. Mamahnya Revina itu Tanteku, Tante Diana namanya."


"Kalau begitu, apa yang kau tahu tentang Tante Diana?" tanya Ara lebih dalam.


Rangga menatap ke atas sambil memanggut-manggutkan kepalanya. Ia terlihat sedang berpikir keras.


"Tante Diana bekerja di Perusahaan Elektronik, MW Company. Dia bagian administrasi, setahuku. Dan juga, dia satu-satunya di keluarga besar kami yang bisa berbahasa inggris," jelas Rangga.


"MW Company? Berarti, Tante Diana bekerja di Perusahaan yang sama seperti Daddy-ku dan Om Vino, Ayahnya Ryuu," batin Ara heran.


"Eh, ngomong-ngomong, kenapa kau penasaran dengan Tante Diana? Kau mengenalnya, memang?" tanya Rangga bingung.


"Ah, tidak, tidak! Kebetulan, Tante Diana adalah teman satu perusahaan dengan Daddy-ku," jawab Ara tak sepenuhnya jujur.


"Hmm begitu, ya. Ku kira ada apa kau tiba-tiba menanyakan Tante Diana, hahaha."


Ara ikut tertawa meski terdengar sangat canggung. Dalam hatinya, ia bertanya-tanya dengan bingung.


"Pertemuan Ryuu dan Tante Diana hari minggu kemarin, apa ada hubungannya dengan Om Vino? Jika iya, kenapa hanya Ryuu saja yang bertemu dengan Tante Diana? Kenapa Om Vino tidak turut serta bersama Ryuu?"


"Ra, aku mau ke Lapangan Basket. Apa kau mau ikut?" ajak Rangga tiba-tiba.


"Eh? Ke Lapangan?"


"Iya, disana juga ada Angel dan Sam, kok."


Tadinya, Ara akan mengangguk一mengiyakan ajakan Rangga. Namun, mata coklatnya itu menangkap seorang lelaki yang sedang berjalan menghampirinya, lengkap dengan tatapan dan wajah super dingin.


"R... Ryuu? Kau bawa apa kesini?" tanya Ara sesampainya Ryuu di hadapannya.


Ara menatap Ryuu heran karena sahabatnya itu membawa dua piring nasi goreng di tangan kanan dan kirinya. Tanpa bicara apa-apa, Ryuu segera duduk di samping Ara. Mengabaikan Rangga yang berdiri di samping sahabatnya itu.


"Ini, nasi goreng untukmu," kata Ryuu datar seraya menyodorkan nasi goreng ayam pada Ara. Mau tak mau, Ara harus menerima nasi goreng itu ke tangannya.



^^^*Gambar hanya ilustrasi^^^


"T... Terimakasih," ucap Ara kaget sekaligus heran. Tak biasanya Ryuu membawakan makanan untuknya.


Rangga tertawa meledek melihat Ryuu yang memakan nasi goreng seafood. Sedangkan Ara memakan nasi goreng ayam. Sungguh, perbedaan yang sangat jauh dari segi harga dan rasa.



^^^*Gambar hanya ilustrasi^^^


"Hahaha, kau sungguh egois, Ryuu. Kau membelikan nasi goreng yang murah untuk Ara, sedangkan kau membeli nasi goreng mahal untukmu sendiri," cibir Rangga, berusaha membuat Ryuu malu dihadapan Ara.


Ryuu tak menggubris cibiran Rangga. Ia malah asyik makan sambil sesekali melirik Ara yang ikut makan juga.


"Rangga, sebenarnya Ryuu itu tak egois. Dia malah sangat pengertian padaku," ujar Ara membela, tak terima dengan cibiran Rangga pada Ryuu.


"Hah? Pengertian? Dari mana dia pengertian? Jelas-jelas dia malah membelikan nasi goreng murah一"


"Al itu alergi seafood. Jadi, kubelikan dia nasi goreng ayam," potong Ryuu dengan cepat. Menatap tajam Rangga yang berdiri di samping Ara.


Ara mengangguk, memperkuat ucapan Ryuu pada Rangga.


"M... Maaf. Aku tak tahu kau ternyata alergi seafood, Ra," kata Rangga cukup malu.


Ara tersenyum simpul, "Tak apa, kok. Wajar saja kau tak tahu karena memang aku tak pernah bilang padamu."


"Jika aku membelikan Al nasi goreng seafood, sama saja aku akan membunuhnya, bukan?" sambung Ryuu ketus.


Rangga mencoba tersenyum manis. Meski dalam hatinya, ia benar-benar geram pada Ryuu karena Ryuu sukses membuatnya malu di hadapan Ara. Tanpa bicara apa-apa lagi, ia pun segera pergi dari situ. Meninggalkan Ryuu dan Ara yang kini sibuk menghabiskan nasi goreng milik masing-masing.



Hening. Tak ada satupun diantara mereka berdua yang berbicara. Saking heningnya suasana, sampai-sampai telinga Ara dan Ryuu mendengar begitu jelas bisikan-bisikan dari murid-murid yang berada di Kantin. Murid-murid tersebut membicarakan Ryuu dan Ara yang duduk bersama di meja kantin.


"Hei, itu Altheara dan Ryuu dari kelas 12 MIPA B, kan?"


"Ku dengar, mereka sudah putus. Tapi, kenapa mereka tetap makan bersama di kantin ini?"


"Hmm, hubungan mereka kan berawal dari sahabat masa kecil. Jadi, walaupun sudah putus dari hubungan pacaran, mereka masih bisa bersahabat lagi bukan?"


"Ah, tetap saja. Sangat aneh rasanya jika harus bersahabat dengan mantanmu sendiri."


"Hahaha, benar juga sih."


BRUKKK!!!


Ryuu secepat kilat menggebrak meja kantin didepannya seraya berdiri. Ia menatap tajam satu-persatu murid-murid yang membicarakannya dan Ara. Membuat semua yang ada di kantin menatapnya kaget sekaligus takut.


"Apapun hubunganku dengan Al, apa peduli kalian, hah?" tanya Ryuu dingin. Sukses membuat semua yang ada disitu ciut nyalinya seketika. Tak ada satupun yang berani menjawab pertanyaan Ryuu.


"Ryuu, sudah, sudah. Tak usah hiraukan ucapan mereka," kata Ara seraya menarik-narik tangan Ryuu, agar sahabatnya itu kembali duduk di sampingnya.


Ryuu pun kembali duduk di samping Ara dengan wajah muram. Tak disangka, ternyata Ryuu sangat sensitif sekarang. Padahal, ia dan Ara sudah terbiasa dibicarakan orang-orang tentang hubungannya. Namun, entah kenapa kali ini ia tak bisa diam saja.


"Ryuu sangat sensitif, mungkin karena masalah keluarganya masih belum selesai. Jadi, perasaan dan hatinya mudah tersinggung," ucap Ara dalam hati, memandangi Ryuu yang kembali melanjutkan makan nasi goreng miliknya.


"Al," kata Ryuu tanpa sedikitpun menoleh ke arah Ara.


"Hmm? Ada apa?"


"Nanti sore, antar aku ke Minimarket ya. Aku akan masak untuk makan malam."


Ara mengernyitkan dahinya, "Eh? Kau akan masak untuk makan malam?"


"Semenjak Bunda bertengkar dengan Ayah, Bunda jadi jarang memasak di rumah. Jadi, sekarang aku yang selalu masak untuk mereka berdua. Ya, itu sebabnya kenapa tadi pagi aku agak siang berangkat ke Sekolah," jelas Ryuu.


Ara mengangguk-anggukan kepala sambil menatap Ryuu penuh pengertian.


"Kalau begitu, aku akan membantumu memasak deh!" seru Ara seraya tersenyum ceria.


Ryuu melirik Ara sekilas, lalu membuang pandangannya ke sembarang arah.


"Tidak, aku tak butuh bantuanmu untuk masak. Aku hanya memintamu untuk menemaniku saja ke Minimarket," kata Ryuu dingin.


Ara cengengesan sambil menyenggol lengan Ryuu dengan sikutnya. Membuat Ryuu mau tak mau harus menatap Ara dengan jelas sekarang.


"Walaupun aku tak bisa memasak, setidaknya aku bisa membantu menghabiskan masakanmu. Hehehe," canda Ara tertawa kecil.


"Dasar, kau ini," balas Ryuu tak disangka ikut tertawa kecil.


DEG!!!


"Eh? Ryuu tertawa?"


Ara tertegun melihat tawa kecil Ryuu yang tak begitu nyaring di telinganya. Namun, bisa ia lihat dengan jelas bahwa garis bibir Ryuu memanjang dan gigi putih Ryuu terlihat. Itu artinya, Ryuu benar-benar tertawa di hadapannya!


Melihat tawa Ryuu, rasanya waktu berjalan begitu lambat. Ara benar-benar terpesona melihat hal yang sangat jarang sekali ia lihat itu. Menurutnya, Ryuu memiliki wajah yang tampan walaupun selalu berekspresi dingin dan ketus. Namun, sebenarnya Ryuu lebih tampan lagi jika tersenyum atau tertawa.


Bukan, ini bukan saat yang tepat untuk memikirkan tingkat ketampanan Ryuu. Ya, Ara tahu itu. Dibanding terpana dengan ketampanan Ryuu yang semakin menjadi-jadi, Ara lebih fokus pada emosi Ryuu yang sangat aneh baginya sekarang.


"Emosi Ryuu benar-benar tak bisa ku pahami. Ia kini bisa dengan mudah tersinggung, namun juga bisa dengan mudah tersenyum atau tertawa."


"Ryuu, ada apa dengan dirimu sebenarnya? Apa yang kau tutupi dariku?" batin Ara sambil terus memandangi Ryuu khawatir. Sedangkan Ryuu kembali melanjutkan makannya yang tertunda tadi.


***


GIVE AWAY TIME!


Buat readers tercintah aku, aku mau nyoba adain give away kecil2an meskipun ga seberapa. Tapi setidaknya ini bentuk terimakasih aku pd kalian yg bener2 dukung aku dari awal sampai detik ini, (hiks aku terharu) 😭❤


Jadi, rulesnya adalah :


1. Follow ig author, @meow_chan16. Kasih tau di kolom komentar chapter ini nama akun kamu, nnt bakal aku cek udah follow akunku atau belum. (Tenang aja, bakal ku follback kok kalo kalian bener2 follow igku hahaha😹)


2. Jawab pertanyaan dibawah ini :


a.) Berapa kali Ryuu cium Ara? Cium bibir loh ya:v


b.) Di chapter mana yang bikin kalian paling deg2an pas Ryuu cium Ara?


c.) Di chapter mana kalian kasian banget sm Ara?


Huahahaha pertanyaan yg sangat tdk berfaedah🤣🤣🤣 (aku niat ngetes readers yang bener2 baca karya aku dari awal chapter🤭)


Coba diinget2 lagi..🤣 aku bakal kasih give away kecil2an buat kalian yang jawabannya bener dan mengesankan😹✌🏻


Hadiahnya apaan?


Rahasia dong yaaa🤭


Aku bakal umumin hari sabtu, tgl 31 oktober. Jadi, good luck buat kalian semua!


Okeeey, segitu aja😗 Bye!🐾💕