STUCK IN FRIENDZONE

STUCK IN FRIENDZONE
Ch. 33 - Tiga Kali?



🖤🖤🖤


Cinta itu sederhana.


Yang rumit itu dirimu.


🖤🖤🖤


"K-kesempatan?"


"Ya. Jadi, apa kau mau melewatkan kesempatan ini, Al?" tanya Ryuu sambil tersenyum sinis melihat ekspresi Ara yang begitu kaku.


Ara menelan ludahnya dengan kasar. Otaknya dipaksa untuk berpikir kencang. Ya, jika dipikir-pikir lagi, memang benar ucapan Ryuu. Kapan lagi ia bisa mempunyai kesempatan mencium Ryuu duluan? Tapi, tunggu sebentar. Kenapa sekarang ia merasa sedang disudutkan oleh Ryuu dengan 'kesempatan' yang aneh?


Dimana ada 'kesempatan' mencium sahabatmu sendiri? Siapapun yang mendengarnya pasti merasa tak masuk akal dengan hal tersebut bukan?


"Ryuu, k-kau 'kan tahu kita bersahabat dari kecil. S-sudah 10 tahun, lho!" seru Ara agak terbata-bata karna detak jantungnya yang tak karuan.


"Ya, lalu?"


"Kita juga sudah berciuman tiga kali. Kau pikir sepasang sahabat wajar melakukan itu?"


Ryuu mengernyitkan dahinya, "Tiga kali? Seingatku, aku hanya menciummu dua kali. Yang pertama karna kecerobohanmu sendiri, menarik kain lengan bajuku hingga aku tersungkur padamu. Yang kedua, di dekat tangga sekolah. Itu pun karna aku melakukannya dengan terpaksa agar kau tidak ke atap sekolah menemui Revina waktu itu," ujar Ryuu menegaskan hal tersebut.


"A-aku memang belum pernah cerita padamu," Ara menundukkan kepalanya, "Sebelumnya, aku lupa detailnya kapan一intinya kau pernah menciumku tanpa sadar ketika keluarga kita sedang mengadakan makan malam rutin sebulan sekali. Saat itu, aku membangunkanmu yang sudah tertidur pulas di kamarmu. Disaat itulah kau menarikku hingga aku berada diatasmu, lalu一"


"Aku tak ingat sama sekali apa yang kau katakan," potong Ryuu dengan sinis.


Ara menengadahkan kepalanya kembali, menatap sorot mata kecoklatan Ryuu yang menatap matanya tajam. Walau sudah sering ditatap tajam oleh Ryuu, rasanya jantung Ara tak pernah bisa normal-normal saja.


"Padahal itu adalah first kiss-ku, tapi kau tak ingat sama sekali," gumam pelan Ara menatap Ryuu kesal.


"Lalu? Kau ingin aku bagaimana?" tanya Ryuu datar.


"Ya setidaknya ingatlah bahwa kau mengambil first kiss seorang gadis! Terlebih, aku 'kan sahabatmu sendiri!" jawab Ara dengan nada cukup tinggi.


Mata Ryuu semakin tajam menatap mata Ara. Membuat Ara serasa dipaksa untuk kembali menundukkan kepalanya.


"Sahabat tidak ada yang mencintai sahabatnya sendiri," kata Ryuu sambil tersenyum miring.


Ara menengadahkan kepalanya sambil membulatkan matanya, "Hei! Kau tak berhak bilang begitu! Bagaimanapun一"


DEG!!!


Ryuu tanpa permisi menarik pinggang Ara dengan tangan kanannya agar semakin mendekat padanya. Sedangkan tangan kirinya itu digunakan untuk menarik dagu Ara agar Ara tak bisa menundukkan kepalanya lagi. Kini, gadis itu benar-benar sudah di 'kunci' oleh Ryuu.


"R-ryuu! Apa-apaan kau ini?"


Ryuu tersenyum miring sambil mendekatkan wajahnya di telinga Ara, seraya membisikkan sesuatu.


"Lakukan sesuai apa syaratmu tadi. Kau yang menentukan syarat itu, kau juga yang harus bertanggung jawab."


Ara menjauhkan wajahnya dari Ryuu seraya menggigit bibir bawahnya kikuk, "Hei! Sudah ku bilang aku cuma becanda saja! Lagipula kita kan bersahabat! Aku tidak mungkin melakukannya dengan sengaja!"


"T-tapi 'kan一"


"RYUU! ARA! KALIAN DIMANA?!"


DEG!!!


Teriakan Sam yang entah ada dimana otomatis memotong ucapan Ara pada Ryuu. Dengan cepat, Ara berusaha melepaskan tangan kanan Ryuu yang mengunci pinggangnya. Dan tangan kiri Ryuu yang mengunci dagunya. Namun, bukannya melepaskan, laki-laki itu malah semakin mempererat kunciannya pada Ara.


"Ingat ya, aku mungkin tak akan pernah membiarkanmu mendapat kesempatan menciumku duluan lagi. Hanya kali ini saja, dan tak akan pernah terulang di lain waktu," ujar Ryuu seraya melepaskan tangan kanan dan kirinya yang melekat di tubuh Ara.


Ara untuk sesaat bisa bernapas lega karna akhirnya jantungnya itu berdetak kembali normal. Namun, menyadari ucapan Ryuu tadi, entah kenapa ia jadi bimbang. Antara melakukan syarat yaitu mencium Ryuu, atau tidak melakukannya sama sekali.


Tapi, jika dipikir lebih dalam, bukankah hal ini tidak ada ruginya bagi Ara? Namun, kenapa ia merasa sangat tidak ingin melakukannya begitu mudah? Ya, Ara rasa, jika Ryuu tidak menyukainya sama sekali, mungkin Ryuu sebenarnya sangat keberatan karna Ara akan menciumnya dengan sengaja. Dan tentu saja, Ara tak mau itu terjadi.


"RYUUU!!! ARAAA!!! KALIAN DIMANA?!" teriak Sam kembali mengejutkan Ara.


Ryuu tertawa kecil melihat ekspresi Ara yang benar-benar terlihat bimbang, "Kesempatan ini tak akan pernah terulang lagi, jadi kau harus pikirkan一"


CUP!



Ara dengan secepat kilat menjinjitkan kakinya agar bibirnya menyentuh pipi kanan Ryuu. Setelah itu, Ara pun berlari meninggalkan Ryuu meski akhirnya ia harus berjalan normal karna kakinya masih terasa agak sakit dipakai berlari. Gadis itu berjalan menuju sumber suara Sam tanpa sedikitpun menoleh ke arah Ryuu di belakangnya.


"Duh, pipiku rasanya panas sekali," batin Ara seraya mengibas-ngibaskan kedua tangannya di pipinya yang kini memerah layaknya kepiting rebus.


Lain halnya dengan Ryuu, rupanya kini laki-laki itu masih berdiri di tempatnya dengan tatapan kosong. Entah kenapa, saat Ara mencium pipi kanannya tadi, jantung Ryuu seakan berhenti dalam satu detik hingga membuat ucapannya tadi terhenti. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup Ryuu...


...jantungnya berdebar karna seorang gadis. Terlebih, karna sahabatnya sendiri.


"I-ini tidak mungkin," gumam Ryuu pelan sambil menggelengkan kepalanya.


*


*


*


*


CCM Time! (Cuap-cuap Meow😂) :


Hei, hei, hei!!! Apa kalian merasa chapter ini sedikit? Yups, benar sekali krn author juga sadar wkwkwk🙈 Maaf, sorry, gomennasai :(


Karna author akhir2 ini udh sibuk masuk kelas online jd jarang update huhuuu😞 (Readers be like : Hilih alesan:v)


Ehhh tapi seriusan deh, aku jg kepikiran bgt buat terusss lanjutin ke-uwuan Ryuu sm Ara/Al. Tp setiap ide muncul, entah kenapa karna mungkin aku jg capek banyak tugas jadi aku kena sindrom WRITER BLOCK. Disini para penulis pasti tau Writer Block itu apaan kan ya😅 Kalo ga tau searching ajaa haha:v Ya intinya aku semacam ga punya 'gairah' buat ngetik padahal ide sih ada sebenernya. Inilah tantangan buat para penulis, gmn caranya biar kita bisa menghadapi sindrom Writer Block. Dan akhirnya aku bisa TERBEBAS dari sindrom satu ini meski dgn susah payah😂😁 Oh iya, sebelum diakhiri cuap-cuap manjahnya, boleh gaa aku minta saran dari readers ataupun author lain yang baca karyaku. Gimana sih cara kalian menghadapi sindrom Writer Block? PLEASE KASIH AKU PENCERAHAN KARNA SINDROM INI MUNCUL KAPAN AJA TANPA DIUNDANG (Jelangkung kali ah:v) INTINYA yg punya saran sesama Author saling membantu huhuu kasih sarannya dong kakaq:")


Terimakasih sebelumnya untuk yang berkenan ngasih saran🖤🥰 (btw cuap-cuapnya banyak sengaja sih biar nyampe 1k tulisan di Chapter ini hahaha😂😂😂)


Big Love, Meowchan🐱💖