
Setelah puas merenung apa yang terjadi dalam hubungannya, Dion memutuskan untuk, menjenguk istrinya, sebelum sang mama kembali memarahinya lagi.
Begitu tiba di depan ruang rawat, Dion memutar hendel pintu dengan begitu pelan, agar tidak mengusik waktu istirahat Istri dan anaknya.
Saat pintu itu terbuka, Dion melihat ria tengah berbaring dan tersenyum manis kepadanya, tanpa menghiraukan tatapan sinis dari mamanya, Dion menghampiri wanita yang berstatus istri itu. " Gimana perasaan kamu?" Tanya Dion, sikapnya sedikit dingin.
" Aku baik, terima kasih! Karena Kamu sudah mau meluangkan waktu untuk kita berdua." Ucap Ria sambil melirik ranjang kecil, dimana bayi mungilnya tengah tertidur.
" Hmmm." Gumam Dion di sertai anggukkan kecil. Sebelum bertemu dengan Melly waktu itu, sikap Dion tidak seperti ini, tetapi setelah bertemu semua kembali seperti semula. Seolah ria bukanlah siapa siapanya, sakit hati tentu saja, tetapi Ria tidak menyalakan Dion, sebab ia sudah tahu pada akhirnya akan seperti ini, tetapi dia masih saja berani, berharap kepada lelaki itu.
Setelah ia berbicara dengan Ria, Dion menghampiri ranjang dimana bayi perempuan itu, tengah menggeliat di dalamnya. " Cantik." Ucap Dion Sambil mengusap pipi bayi perempuan itu, menggunakan punggung punggung jari telunjuknya.
Dion terus menatap wajah mungil itu, sambil bertanya dalam hatinya. " Bagaimana wajah anaknya dengan Melly! jika anaknya ria saja sudah secantik ini, pasti anaknya dengan Melly tidak jauh berbeda bukan."
" Apa yang kamu pikirkan?" Dion di hampir mamanya. Wanita paruh baya itu sejak tadi menatap gerak gerik Dion. " Buang jauh jauh khayalan kamu, tentang memiliki anak dengan Melly, enam tahu cukup untuk membuktikan kalau dia tidak akan bisa memberikan bayi mungil seperti ini. Jadi kamu harus banyak berterima kasih kepada Ria karena sudah mau memberikan anaknya untuk kamu. "
" MA. "
" Kenapa? Apa ada yang salah Dengan kata kata mama! Harusnya kamu sadar dan ingat saat ini istri kamu adalah ria, belajarlah untuk melupakan Melly. Karena Meli yang harus kamu cintai ada disini." Mamanya mengangkat tubuh mungil yang masih begitu rentang itu, menyerahkan kepada Dion." Gendong. "
" Dion nggak bisa Ma. " Mamanya Ria yang sejak tadi hanya Diam, menghampiri mereka, setelah itu ia memposisikan tangan Dion, agar nyaman dan aman saat meletakkan cucunya. setelah itu mereka meletakkan cucu mereka dalam gendongan Dion.
Dion yang baru pertama kali mengendong bayi, begitu tegang, ia tidak bergerak sedikit pun, karena takut bayi itu terjatuh. " Jangan tegang seperti itu, biasakan diri kamu! Karena kedepannya kamu akan sering menggendongnya." Kedua mertua Dion mengangguk setuju dengan besannya, sementara begitu bahagia melihat momen saat ini.
...\=\=\=\=\=\=\=...
Malam harinya, Dion menemani Ria! Sementara orang tua mereka telah kembali ke rumahnya masing masing.
Dion duduk di sofa yang ada di dalam ruang rawat ria, sambil memangku laptopnya. " Maaf Ya mas, karena Ria Mas sampai di marahi sama mama." Ucap Ria sambil menatap Dion yang masih Fokus dengan Laptop nya, seakan lelaki itu tidak mendengar apa yang di katakan Ria. " Mas."
" Hmm."
" Mas, dengar aku ngomong kan?"
" Kamu pikir aku tuli haah." Dion langsung Menutup Laptop yang berada di pangkuan dia dengan begitu kasarnya." Jangan ngelunjak ya! Tahu batas dan ingat siapa kamu. Karena sampai kapan pun kamu tidak akan pernah mendapatkan hatiku, Ingat. " Dion kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa mau repot repot memikirkan perasaan istrinya.
Sementara Ria yang di perlakukan seperti hanya bisa mengusap Dadanya, dia tidak menyalahkan Dion! Sebab lelaki itu sudah begitu baik kepadanya.
Ia mau menanggung tanggung jawab orang lain dengan memberikan Nama kepada Anaknya! Walaupun jelas itu bukan anak Dion.
Satu hal yang paling Ria sesali di dunia ini adalah mengecewakan kedua orang tuanya! Ia ingat bagaimana tatapan kecewa dengan wajah penuh air mata waktu itu, Ketika mengetahui dia hamil.
Ria adalah anak tunggal, ayahnya bekerja sebagai supir pribadi di kediaman XAVIER. Sementara istrinya adalah kepala pelayan di rumah itu. Setelah kedua orang tuanya menikah mereka memilih merantau dan mereka di terima bekerja di kediaman XAVIER, kalah itu ayahnya ria bekerja sebagai supir untuk mengantar jemput Dian, kakak perempuannya Dion. Sementara ibunya merawat Dion kecil. Sejak saat itu mereka terus bekerja di keluarga XAVIER, sampai saat ini. Walaupun mereka telah memiliki rumah dan bisa menyekolahkan Ria, siapa sangka pada akhirnya ria akan mengecewakan orang tuanya ketika dia kuliah di jogja.
...\=\=\=\=\=\=\=...
Malam itu setelah ia berpesan kepada orang suruhannya untuk mengantar Melly pulang dan memperlakukan Melly dengan baik, Dion langsung pulang ke rumah orang tuanya. Saat itu ia mendapati mamanya Ria, mendapati mamanya Ria tengah menangis. " Ada apa ini! Kenapa bibi menangis." Tanya Dion.
" MA! Bibi kenapa." Dion bertanya kepada mamanya saat, wanita itu berjalan kearah mereka.
" Ria hamil. " Jawab mamanya Dion.
" Kok bisa ma."
" Ya bisalah! Kamu ini aneh."
" Maksud Dion, siapa yang hamilin dia."
" Pacarnya! Papa sudah kirim orang untuk mencari lelaki itu, tetapi dia bagaikan hilang di telan bumi." Jelas mamanya Dion. " Kamu juga dari mana aja! Giliran ada masalah kaya gini kamu menghilang. "
" Aku keluar kota, ada pekerjaan yang harus aku tangani dan nggak bisa di wakilkan." Dustanya.
" Pekerjaan atau Melly. "
" Pekerjaan Lah ma. Kok mama malah tanya kaya gitu." Sahut Dion." Terus masalah Ria gimana? "
" Mama juga bingung, mau tidak mau kita harus menikahkan Dia. Yang jadi pertanyaan mama sekarang, dengan siapa ria kita nikahkan! Emang ada lelaki yang mau terima anak orang lain. nggak kan! Kecuali... "
" Kecuali apa ma."
" Kecuali kamu mau menikahinya. " Mendengar hal membuat Dion dan mamanya Ria terkejut. Tetapi Dion segera mengubah ekspresi terkejut.
" Dion mau! Tapi ada syaratnya. "
" Apa?" Sahut Mamanya dan mamanya Ria kompak.
" Begitu anak itu lahir dia akan menjadi anak Dion tetapi bukan Ria ibunya, Kedua jika selama pernikahan ini berjalan timbul cinta di antara kita dan nyaman satu sama lain, persyaratan pertama bisa di ubah! Jika tidak dan suatu saat kita menemukan orang yang kita cintai. Kita harus berpisah dengan baik baik dan anak itu akan tetap menjadi milik Dion. BAGAIMANA?" Tanya Dion tanpa rasa bersalah sedikit pun." Jika kalian setuju langsung saja siapkan acara pernikahannya, Dion mau ke kamar dulu." Dion pun meninggalkan kedua wanita paruh bayah itu dengan pikiran mereka masing masing.
Pilihan yang di tawarkan Dion memang tidak sulit tetapi sepenuhnya menguntungkan lelaki itu, sebab untuk saat itu Dion ingin membuktikan kepada Melly jika kata katanya bisa di pegang.
Dan semuanya terbukti, Dion tidak pernah sekalipun menyentuh Ria, sekali wanita itu kerap kali menggunakan pakai seksi di depannya! Tetapi pertahanan Dion cukup kuat untuk sekarang ini.
.... ...
.......
.... ...
.... ...
...Bersambung. ...
...Happy reading.. 💘💘💘...