
Satu minggu telah berlalu setelah hakim mengabulkan gugatan perceraian Dion dengan Ria. Dan dalam satu minggu ini, Dion tidak pernah mendapatkan kabar sedikit pun dari Melly! Wanita itu seakan hilang di telan bumi.
Dion bahkan sudah mengecek ke rumah orang tua Melly. Tetapi sialnya wanita itu tidak ada di sana, bahkan tidak pernah berkunjung ke rumah orang tuanya itu setelah dia membawa Hani pergi.
Dion pun telah mengecek isi lemari di apartemen mereka. Pakaian Hani dan Melly masih ada di sana. Lalu kemana wanita itu pergi membawa anaknya? Dion benar benar frustasi memikirkan hal ini. Rasanya semua barang yang ada di sekitarnya. Ingin dia hancurkan saat ini juga, tetapi akal sehatnya masih bekerja dengan baik.
Tidak ingin menyerah dengan keadaan. Dion memutuskan untuk menemui David, karena lelaki itu yang menemukan, keberadaan Melly dan membawa Hani pulang, bahkan Dion masih ingat jelas pertemuannya dengan Hani di restoran pertama kalinya, Disitu HANI David memperkenalkan Hani sebagai anak angkat Melly. Mengingat hal itu membuat darahnya seakan mendidih dan mengepalkan tangannya.
" Maaf pak, pak David tidak ada di tempat, beliau sedang ada perjalanan bisnis China." Jelas Sekretaris David ketika Dion berada di perusahaan David.
" Kapan bos kamu kembali." Tanya Dion.
" Tiga Hari lagi pak." Dion mengangguk, ia mengucapkan terima kasih, setelah itu meninggalkan meja sekretaris David.
Dalam perjalanan pulangnya, Dion memutuskan untuk menemui luna, mungkin saja wanita itu tahu dimana Melly berada.
Tidak butuh waktu lama, mobil yang di kendarai Dion akhirnya sampai di kediaman sahabatnya itu. Dion segera keluar dari mobil setelah mobilnya terparkir.
Dengan langkah yang pasti ia menunju pintu utama, mengetuk pintu berwarna coklat yang ada di hadapannya.
Seorang pelayan membukakan pintu dan memperlihatkannya untuk masuk. Ia mengantar Dion keruang tamu dan meninggalkan dion setelah Lelaki itu duduk.
Tak berselang lama luna menghampirinya di ikut pelayan tadi, dengan membawa Nampan berisi beberapa cemilan dan minuman untuk Dion.
" Hai Dion, apa kabar! Kenapa wajahmu keliatan kusut begitu." Tanya Luna. Wanita itu duduk di sofa yang berhadapan dengan Dion sembari meletakkan bantal sofa di pangkuannya. " minumlah, Sedikit lagi Reval akan datang, ia sedang menjemput anak anak di sekolah. " Jelas luna memberi tahu. Walaupun Dion tidak bertanya.
" Aku tidak ingin bertemu dengan Reval, tapi kamu." Sahut Dion, dengan wajah seriusnya.
" Aku?" Tanya Luna Sambil menunjuk dirinya sendiri." Ada apa emangnya? " Tanya luna lagi, setelah Dion menganggukkan kepalanya.
" Melly pergi? Apa kamu tahu tentang ini?" Jawab Dion, sekaligus bertanya.
" Tidak, aku bahkan belum bertemu dan mendapatkan kabar darinya selama seminggu ini, bukannya dia tinggal bersamamu, harusnya kamu yang lebih tahu dari aku." Jawab Luna, tidak sepenuhnya berbohong. Sebab Melly pun tidak memberi kabar kepadanya. Setelah ia membantunya kembali ke aussie seminggu yang lalu.
" Kamu yakin? " Tanya Dion lagi, Lelaki itu tidak percaya begitu saja dengan jawaban luna, ia menatap mata luna, mencari kejujuran di sana.." Aku nggak peduli siapa kamu, kamu berani bohongi aku luna." Tegas Dion. Tidak membuat seorang luna goyah dan mengatakan sebenarnya, walaupun ingin sekali luna berkata jujur tapi ia takut lelaki itu akan marah.
" Terserah kamu mau berpikir seperti apa, yang jelas apa untungnya coba! aku bohong sama kamu! Rugi sih iya. " Sahut luna.
" Semoga apa yang kamu ucapkan itu benar."
" Ada apa ini? Kenapa kamu berbicara seperti itu kepada istriku." Tanya Reval yang baru saja datang bersama anak anaknya. " Luna Ada apa ini? " Reval bertanya kepada luna. Tetapi wanita itu hanya mengangkat bahunya.
" Tanya saja, sama teman kamu. Dia kenapa. " Ucap Luna. Reval pun menatap kepada Dion." Sih Nayna nya. Biar aku tidurkan di kamar." Luna mengambil Nayna yang tertidur dalam gendongan Reval. Sementara Narendra dan Naela sudah berlari ke kamar masing masing, setelah mencium punggung tangan luna dan Dion.
" Melly Pergi Val, aku nggak tahu dia dimana." Ucap Dion, Suaranya terdengar begitu pelan dan serak. Membuat luna semakin di selimut perasaan bersalah.
Luna memposisikan kepala Nayna, ke pundaknya Hal itu membuat tidur Nayna terus usik dan perlahan gadis kecil itu membuka matanya." Mama, papa." panggilnya, seketika fokus mereka terarah kepadanya.
" Kamu sudah bangun sayang?" Tanya Reval. Ia menghampiri anak dan istrinya, mengusap lembut kepala Nayna. " Kalau masih ngantuk tidur lagi ya." Sambungnya. Gadis kecil itu menggeleng kepala.
" Val aku balik ya." Dion yang tidak tahan melihat pemandangan itu, memilih pamit untuk pulang. Untuk apa di tetap Di situ, sementara luna pun tidak tahu keberadaan Melly.
" okey , hati hati ya, nanti aku bantu kamu cari dia." Sahut Reval.
" Terima kasih Val."
" Hmmm,, Nayna Salim dulu sama om DION, tuh om Dion udah mau pulang."
Dion pun menghampiri mereka, ia mengulurkan tangannya kepada Nayna. " Om udah mau pulang ya! Tanya sama kak Hani, kapan main ke lumah nayna lagi." Ucap Nayna membuat Reval dan Dion saling pandang.
" Emangnya, Hani pernah main kesini?" Tanya Dion.
" Pelnah, sama tante Melly." Jawab nya. Nayna tidak tahu saja, jika wajah mamanya mulai pucat dan kakinya seakan lemas." kak Hani sama aku dan kak nela, mainnya sampai malam, balu di antal pulang sama mama. Iya kan ma. " Nayna meminta dukungan dari Luna. Tetapi wanita itu seakan kehilangan kata katanya.
" Kapan sayang, kok papa nggak tahu?" Reval kembali bertanya kepada putrinya.
" Papa kan kelja! Mama udah pulang balu papa pulang, jadinya papa nggak tahu, kalau kak Hani dan tante Melly kesini." Jawab Nayna dengan polos ia tidak tahu saja. Jawabannya itu bummerang untuk mamanya.
" Makasih ya sayang." Ucap Dion sambil mengusap kepala Nayna. Kemudian menatap kepada Melly. Tatapannya bagaikan laser yang siap mencabik cabik luna.
" Mbak, tolong bawah Nayna ke kamarnya." Pintah Reval, setelah memanggil seorang pelayan.
" Baik tuan. " Wanita yang di panggil mbak itu, langsung mengambil Nayna dari gendong luna. Dan segera meninggalkan para majikannya itu.
" Jelaskan dan jangan berbohong. " Tegas Reval. Dalam Hati, Luna begitu menyesali kepintaran nayna dalam berbicara, siapa yang akan tahu, gadis kecil yang baru berumur tiga tahun lewat beberapa bulan itu akan berbicara seperti itu.
"Nayna, kamu membuat mama dalam masalah." Ucap Luna dalam hatinya.
.... ...
.......
.... ...
.... ...
...Bersambung. ...
...Happy reading.. 💘💘...