
" Uncle, Hani mau di bawa kemana?" Tanya Gadis Kecil yang baru saja membuka kedua matanya. " Mommy di mana, uncle." Hani kembali bertanya, Saat Kedua matanya tidak menemukan keberadaan Melly. Keduanya kini tengah berada di dalam mobil menuju rumah keluarga Hanzie, setelah setengah jam yang lalu, pesawat yang Mereka tumpangi mendarat dengan selamat.
" Kita akan pulang ke rumah sayang! Nanti kalau pekerjaan Mommy sudah selesai, mommy akan menyusul Hani kok ." Ucap David, seraya mengusap kepala Hani. Membuat Hani yang tadinya ingin menangis Jadi tersenyum, ia memiringkan kepalanya! Untuk melihat wajah David.
" Tapi Hani Lapar Uncle." David yang terlalu Senang, sampai lupa, jika ia belum memberi Hani makan." Biasanya Mommy yang kasih makan Hani."
" Hani Lapar ya, Maaf ya sayang Uncle lupa! Sekarang Hani mau makan apa?" Hani yang tidak tahu mau makan apa Hanya menggeleng kepalanya. Selama ini ia hanya tahu makan tanpa mau repot repot memilih, sebab semua yang Melly suap kedalam mulutnya selalu enak. Ya bisa di bilang Hani tipe anak pemakan segala. Kecuali racun " Uncle tahu." Ucap David seraya meminta sang supir untuk mengantar mereka ke restoran langganan Melly.
Tidak butuh waktu, mobil yang menjemput mereka kini telah terparkir di restoran yang dulu Melly selalu singgahi.
" Ayo sayang." Ajak David. Ia membuka pintu untuk keponakannya sembari mengulurkan tangan kanannya.
" Hani Mau Gendong Uncle." Tanpa di minta dua kali, David langsung mengendong Hani dan melangkah masuk ke dalam Restoran. Ia memilih Meja dekat Jendela.
David tidak sadar jika meja yang ia pilih berdampingan dengan Meja dimana Dion sedang Makan bersama Ria dan Lisa.
" Seperti Biasa ya mbak! Tapi jangan yang pedes, biasa aja." Ucap David kepada, pelayanan yang menghampiri meja mereka.
" Bang David disini juga?" Dion yang mendengar suara David, langsung menghampirinya.
" Ehh Ion, sama Siapa?" Keduanya berjabat tangan, setelah itu, Dion menunjuk kearah Ria dan Lisa." Ooo. Udah dari tadi."
" Nggak juga! Bang Gabung di Meja kita aja ya, nanti biar pesanan abang di antar ke sana." Tawar Dion, Hubungannya dengan Melly mungkin telah berakhir, tetapi silaturahmi antara keluarga tetap harus terjaga bukan.
" Nggak usah, Abang disini aja! takut ganggu." Tolak David.
" Nggaklah bang! Aku justru senang bisa semeja lagi sama abang! Ayolah bang kapan lagi kita bisa ngumpul kaya gini." Dion Terus mendesak, Akhirnya David ikut bergabung dengan mereka.
Dion yang baru sadar Jika David tidak sendiri, di buat tercengang saat melihat wajah Hani, Wajah mereka sama, apalagi matanya Hani." Bang Di dia. " Tanya Dion Sedikit gugup. Iya tidak percaya dengan penglihatannya sendiri.
" OH, Dia! Kenalin HAANIYA. Anak angkatnya Melly." David memposisikan Hani di antar mereka berdua. " Sayang kenalin, ini om Dion! Temannya mommy kamu."
" Hani om." Hani mencium punggung tangan Dion. Tiba tiba Dion merasa seperti tersayat di dadanya, saat mendengar gadis kecil itu memanggilnya dengan sebutan Om, seperti permintaan David.
" Ya udah, kita makan yuk! Itu makanannya sudah datang. Mereka pun bergabung sama Dion dan keluarga kecilnya. Dion menikmati, makanannya sambil terus melihat kearah Hani, yang sedang di suapi oleh David.
" Uncle Hani mau pulang. " Ucapnya, sebab ia risih sekaligus takut dengan Dion yang terus saja menatapnya.
" Dion kamu membuat keponakanku takut." Tegur David. Membuat Dion mau tidak mau harus memutuskan pandangannya dari Hani. " Aku tahu, wajah kalian memang mirip, tapi aku bisa jamin kalau ini bukan anak kamu! Usia Hani baru empat tahun, sedangkan kamu dan Melly sudah berpisah enam tahun." Sambungnya.
Tidak ada di antara mereka yang tahu insiden pemerkosaan itu termasuk luna dan Reval. Hanya dia dan Melly yang tahu, bolehkah Dion berharap! Tapi dia ingat betul kejadian itu. Jika di hitung mundur HANI mungkin saja anaknya." Apa yang tengah kamu pikirkan." Tanya Ria.
" Tidak ada, teruskan saja makan kalian! Jangan banyak bertanya." Tegur Dion, suaranya sedikit meninggi, ia tidak sadar jika Hani dan David masih bersama mereka. " Maaf."
" Tidak masalah! Kurasa akun dan Hani harus pergi sekarang. " Pamit David, ia sadar hubungan pasangan ini tidak baik baik saja! Pantas saja, sejak tadi Ria hanya diam tak banyak bicara dan sekalinya ia bicara langsung di tegur oleh Dion, Begitu pula dengan anak mereka! Sungguh keluarga Aneh.
" Biar aku antar Bang. " Tawar Dion. Langsung di tolak oleh David.
" Kita duluan ya." David kembali mengendong Hani. Sebelum meninggalkan mereka. Dion terdiam ia menatap punggung David dan wajah Hani yang perlahan lahan hilang dari pandangannya! Ada perasan tidak rela yang mengganjal di hatinya, tetapi Dion tidak tahu untuk alasan apa! Ia merasakan perasaan itu.
...\=\=\=\=\=\=...
Melly berjalan kearah balkon, ia menatap gelapnya langit. " Sanggupkah aku bertemu denganmu lagi." Tanya Melly. Entah kepada siapa. Ia memejamkan matanya! Membiarkan angin malam menyapu dengan lembut setia sisi wajahnya. " Aku tidak ingin menjadi egois saat kita bertemu. Tatap aku pun tidak bisa berlari sendirian, seandainya kamu tidak bisa mengenal atau menerima Hani di hidupmu! Aku tidak akan memaksa mu. Sebab dari awal aku sudah salah dalam memilih jalan dan menetapkan hati."
Waktu terus bergulir ia masih berada di tempat yang sama dengan perasan tidak karuan saat ini. Hidupnya yang damai, perlahan lahan sirna semenjak kedatangan David kakaknya. Siapa yang harus dia salahkan David kah? Atau dia yang tidak terlalu pintar dalam bersembunyi.
Melly kembali masuk kedalam kamar, saat udara dingin semakin menusuk. Melly duduk di ranjang, ia membuka Laci Nakas, mengambil album! Dimana tersimpan banyaknya gambar HANI dan dirinya, Mulai dari Manhattan sampai di sini, Canberra. " Mungkin ini saatnya kita menikmati suasana baru sayang! Tunggu Mommy sayang." Ucap Melly sambil mengusap foto Hani.
Ia kembali menyimpan Album itu dan meraih Ponselnya, sudah lama ia tidak pernah mengirim pesan kepada Luna.
Hai My sister! Aku akan pulang jangan lupa untuk menjemput aku *di bandara, ajak juga Narendra dan Neyla.
^^^Siapa ini^^^
Ini aku Melly.
^^^Astaga Melly! Kamu tahu, aku sangat mengkhawatirkan kamu, aku pikir kamu sudah tidak ingin bertemu aku lagi. ðŸ˜^^^
Hanya karena aku tidak membalas pesan mu kamu berpikir seperti itu. Kekanak kanakan sekali kamu ini.
Maafkan aku, tapi aku punya alasan kenapa aku tidak membalas pesan pesan mu.
^^^Jelaskan begitu kamu kembali ^^^
Tentu.
^^^Aku sangat merindukanmu. ^^^
^^^Banyak yang ingin aku cerita kan kepadamu^^^
Aku juga.
^^^Ingat untuk terus mengabari aku, kamu tidak! Aku akan benar benar marah kepada mu^^^
Baiklah, aku akan mengabari kamu lagi.
Oke! Bye*.
Melly menyimpan ponsel nya di atas nakas, setelah mengirim pesan kepada Luna. Ia memutuskan untuk beristirahat sejenak.
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
...Bersambung. ...
...Happy reading. 💘💘...